Karl VI, Kaisar Romawi Suci

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Karl VI
Karl VI
Karl VI
Kaisar Romawi Suci;
Raja Jerman
Memerintah 12 Oktober 1711 – 20 Oktober 1740
hre 22 Desember 1711, Frankfurt
Pendahulu Joseph I
Pengganti Charles VII
Raja Hongaria, Kroasia, dan Bohemia
Archduke Austria
Memerintah 17 April 1711 – 20 Oktober 1740
Koronasi 22 Mei 1712, Pressburg
5 September 1723, Praha
Pendahulu Joseph I
Pengganti Maria Theresa
Lahir 1 Oktober 1685
Istana Hofburg, Wina
Mangkat 20 Oktober 1740 (umur 55)
Palais Augarten, Wina
Makam Kapuzinergruft, Wina
Pasangan Elisabeth Christine dari Braunschweig-Wolfenbüttel
Anak
Maria Theresa
Maria Anna
Maria Amalia
Nama lengkap
Karl Franz Joseph Wenceslaus Balthasar Johann Anton Ignatius
Wangsa Wangsa Habsburg
Ayah Leopold I, Kaisar Romawi Suci
Ibu Eleonor Magdalene dari Neuburg
Tanda tangan Tanda tangan Karl VI, Kaisar Romawi Suci
Agama Katolik Roma

Karl VI (1 Oktober 1685 – 20 Oktober 1740) adalah Kaisar Romawi Suci, Raja Bohemia (sebagai Karl II), Raja Hongaria, Raja Kroasia (sebagai Karl III), Raja Serbia (sebagai Karl I), dan Archduke Austria. Ia menggantikan kakaknya, Joseph I. Ia tidak berhasil mengklaim tahta Spanyol sebagai Karl III setelah kematian penguasanya, Carlos II dari Spanyol, pada tahun 1700. Ia menikahi Elisabeth Christine dari Braunschweig-Wolfenbüttel, dan mereka dikaruniai dua orang anak: Maria Theresa, lahir tahun 1717, pengganti Karl VI, dan Maria Anna, lahir tahun 1718, Gubernur Belanda Austria.

Empat tahun sebelum kelahiran Maria Theresa, karena tidak ada penerus laki-laki, Karl mengeluarkan Sanksi Pragmatik 1713, yang berupaya memastikan bahwa wilayah Habsburg dapat diwarisi oleh seorang perempuan. Karl memilih putrinya daripada kakaknya, Joseph I, sehingga mengabaikan dekret yang telah ia tandatangani saat masa kekuasaan ayahnya, Leopold I. Karl mencoba meminta persetujuan negara Eropa lainnya. Mereka meminta imbalan yang mahal: Britania meminta agar Perusahaan Ostend dibubarkan.[1] Pada akhirnya, Britania Raya, Perancis, Sachsen-Polandia, Republik Belanda, Spanyol,[2] Venesia,[3] Negara Kepausan,[3] Prusia,[4] Rusia,[3] Denmark,[4] Savoy-Sardinia,[4] Bayern,[4] dan Diet Kekaisaran Romawi Suci[4] mengakui Sanksi Pragmatik 1713. Namun, Perancis, Spanyol, Sachsen-Polandia, Bayern, dan Prusia nantinya melanggar komitmen tersebut. Karl meninggal pada tahun 1740, sehingga memicu Perang Pewaris Austria, yang mengganggu kekuasaan penggantinya, Maria Theresa, selama delapan tahun.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Crankshaw, Edward, Maria Theresa, 1969, Longman publishers, Great Britain (pre-dates ISBN), 24.
  2. ^ Jones, Colin: "The Great Nation: France from Louis XV to Napoleon", University of Columbia Press, Great Britain, 2002, ISBN 0-231-12882-7, 89.
  3. ^ a b c Crankshaw, 37.
  4. ^ a b c d e Pragmatic Sanction of Emperor Charles VI, Encyclopædia Britannica, diakses 15 Oktober 2009.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Crankshaw, Edward: Maria Theresa, 1969, Longman publishers, Great Britain (pre-dates ISBN)
  • Jones, Colin: The Great Nation: France from Louis XV to Napoleon, University of Columbia Press, Great Britain, 2002, ISBN 0-231-12882-7
  • Fraser, Antonia: Love and Louis XIV: The Women in the Life of The Sun King, Orion books, London, 2006, ISBN 978-0-7538-2293-7
  • Mahan, J.Alexander: Maria Theresa of Austria, Crowell publishers, New York, 1932 (pre-dates ISBN)
  • Kahn, Robert A.: A History of the Habsburg Empire, 1526–1918, University of California Press, California, 1992, ISBN 978-0-520-04206-3
  • Acton, Harold: The Last Medici, Macmillan, London, 1980, ISBN 0-333-29315-0
  • Browning, Reed: The War of the Austrian Succession, Palgrave Macmillan, 1995, ISBN 0-312-12561-5