Konrad II, Kaisar Romawi Suci

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Konrad II
Konrad II, digambarkan dalam cerita lokal berjudul Ekkehard von Aura
Konrad II, digambarkan dalam cerita lokal berjudul Ekkehard von Aura
Kaisar Romawi Suci
Berkuasa 26 Maret 1027 – 4 Juni 1039
Penobatan 26 Maret 1027

Basilika Santo Petrus Lama, Roma

Pendahulu Henry II
Pengganti Henry III
King of Burgundy
(formally King of Arles)
Berkuasa 6 September 1032 – 4 June 1039
Pendahulu Rudolph III
Pengganti Henry III
King of Italy
(formally King of the Lombards)
Berkuasa 31 March 1026 – 4 June 1039
Penobatan March 31, 1026
Basilica of Sant'Ambrogio, Milan
Pendahulu Henry II
Pengganti Henry III
King of Germany
(formally King of the Franks)
Berkuasa 8 September 1024 – 4 June 1039
Penobatan 8 September 1024
Mainz Cathedral, Mainz
Pendahulu Henry II
Pengganti Henry III
Lahir 990
Speyer, Lower Lorraine, Kekaisaran Romawi Suci
Wafat 4 Juni 1039 (usia 49 tahun)
Utrecht, Jerman, Kekaisaran Romawi Suci
Wangsa Salian
Ayah Henry, Count of Speyer
Ibu Adelaide of Alsace
Pasangan Gisela of Swabia (1016–1039)
Anak
Henry III, Kaisar Romawi Suci

Matilda of Franconia

Agama Katolik Roma

Konrad II (kr. 990—4 Juni 1039), dikenal pula dengan nama Conrad the Elder dan Conrad the Salic, adalah seorang Kaisar dari Kekaisaran Romawi Suci yang dinobatkan sejak tahun 1027 Masehi sampai kematiannya pada 1039. Selain menjadi sang pendiri Dinasti Salian yang menurunkan tiga kaisar, Ia juga dinobatkan sebagai Raja Jerman pada tahun 1024, Raja Italia pada tahun 1026, dan Raja Burgundy pada tahun 1033.

Konrad lahir dari golongan keluarga bangsawan tingkat menengah yang tinggal di Franconia,orang tua nya bernama Count Henry Speyer dan Adelaide of Alsace. Sewaktu masih bayi ia telah mewarisi gelar Count of Speyer dan Worms menggantikan ayah nya yang meninggal dunia. Konrad melebarkan sayap kekuasaannya melebihi apa yang diwariskan kepada nya, ia menerima bantuan dari pangeran-pangeran Kerajaan Jerman. Ketika Kaisar Henry III, kepala Dinasti Ottonian dari trah Saxon, wafat tanpa memiliki seorangpun anak, Konrad terpilih untuk menggantikan nya sebagai Raja pada tahun 1024, ketika ia berumur 34 tahun. Kemudian, Konrad mendirikan dinasti nya sendiri yaitu Dinasti Salian yang menguasai wilayah Kekaisaran Romawi Suci selama lebih dari satu abad.

Konrad melanjutkan kebijakan dan prestasi Henry II mengenai Gereja Katolik dan hubungan dengan Kerajaan Italia. Konrad menempatkan gereja sebagai titik pusat kekuasaan kekaisaran yang terlihat pada tendensi nya mengangkat uskup untuk menjaga pos penting di wilayah kekaisaran daripada mengangkat para bangsawan sekuler. Seperti Henry II, Konrad juga melanjutkan kebijakan pengabaian (bahasa Inggris: benign neglect atau municipal disinvestment) atas Italia, terutama untuk kota Roma. Pemerintahannya ditandai sebagai titik tertinggi penguasaan pada Abad Pertengahan dan periode ini relatif damai (terhindar dari perang ataupun pemberontakan) dibandingkan dengan periode sebelum atau sesudahnya. Pada tahun 1032 M, Raja Rudolph III of Burgundy mangkat. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh Konrad untuk mengklaim kekuasaan atas Kerajaan Arles dan diinkorporasi ke dalam Kekaisaran. Tiga kerajaan (Jerman, Italia, dan Burgundy) membentuk sendi pertama Kekaisaran yang dikenal dengan istilah "royal triad" (regna tria).

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Latar belakang keluarga[sunting | sunting sumber]

Asal-usul Dinasti Salian berawal dengan tokoh Count Werner V of Worms, bangsawan tingkat menengah Frank dari Duchy of Franconia, timur Sungai Rhine. Anaknya, Konrad Merah, menggantikannya sebagai Count pada tahun 941 M dan Raja Otto I dari Jerman ( Kaisar Romawi Suci) mengangkatnya sebagai Adipati Lorraine pada tahun 944 M. Kemudian pada tahun 974 M, Konrad Merah menikahi salah satu putri Otto yang bernama Liutgarde dan menjadi salah satu sekutu terdekat raja. Persekutuan ini tidak berlangsung lama, Konrad bergabung dengan raja lain Berenger II of Italy, si pembelot . Konrad membenci pertumbuhan kekuasaan Henry I of Bavaria, saudara kandung Otto, karena dinilai dapat mengancam legitimasi kekuasaan nya. Pada tahun 953 Konrad bergabung dengan anak raja Liudolf dalam pemberontakan melawan Otto, tapi pemberontakan berhasil dikalahkan dan akibat nya Konrad dicopot dari gelar duchy. Meskipun demikian, konflik ini berhasil didamaikan dengan cara Konrad berjuang untuk Otto dalam Pertempuran Lechfeld pada tahun 955. Meskipun Jerman berhasil menghentikan invasi Hungaria ke Eropa, Konrad tewas dalam pertempuran. Ia digantikan oleh anak nya Otto of Worms, cucu dari Otto I. Di antara tahun 965 dan 970 M, anak pertama Otto of Worms yang bernama Henry of Speyer lahir. Sedikit yang diketahui tentang hidupnya saat ia meninggal pada usia 20 tahun diantara tahun 985 dan 990. Henry Speyer adalah ayah dari Konrad II. Sedangkan ibunya ialah Adelaide of Alsace, berasal dari sebuah daerah di Upper Lorraine. Setelah kematian Henry, Adelaide menikah lagi dengan seorang bangsawan Frank.

Pda tahun 978 Masehi Kaisar Otto II menunjuk keponakannya yang bernama Otto of Worms sebagai Duke of Carinthia karena telah berhasil mengusir pemberontak Duke Henry I of Carinthia dalam Perang Tiga Henries (bahasa Inggris: War of the Three Henries. Ketika Otto II meninggal secara mendadak pada tahun 983, anak nya yang masih bayi bernama Otto III meneruskannya, dengan ibu-nya Theophanu menjabat sebagai regent. Otto of Worms tetap setia kepada Kaisar baru. Pada tahun 955 Masehi, ia mendapatkan perintah untuk memimpin pasukan dalam peristiwa The March of Verona, padahal asli nya perintah itu ditujukan kepada Henry IV of Bavaria. Pada tahun 996, Kaisar Otto III menunuk anak Otto of Worms yang bernama Bruno menjadi Paus Gregorius V. Ketika Kaisar Otto III meninggal pada tahun 1002, baik Otto of Worm, kakek Konrad, dan Henry IV adalah kandidat yang terpilih untuk meneruskan pemerintahan sebagai Raja Kerajaan Jerman. Perdebatan mengenai siapa penerus Otto III berakhir dengan sebuah kompromi. Otto memilih untuk menjadi Duchy of Carinthia, melepaskan jabatan raja kepada Henry IV yang kemudian dinobatkan sebagai Raja Henry II dari Jerman.

Paska kematian paman nya yang bernama Duke Konrad I dari Carinthia, anak tertua Konrad yang masih bayi, Conrad the Younger, dinobatkan oleh Raja Henry II sebagai Count of Worms. Sementara itu wilayah Duchy of Carinthia diserahkan kepada Adalbero dari Eppenstein karena Konrad masih terlalu muda untuk memimpin.

Masa dewasa[sunting | sunting sumber]

Konrad menikah dengan Gisela dari Swabia pada tahun 1016 Masehi. Gisela adalah putri Duke Herman II of Swabia , yang pada tahun 1002, gagal mengklaim takhta Kerajaan Jerman paska kematian Kaisar Otto III yang kemudian jatuh ke tangan Kaisar Henry II. Gisele pernah menikah sebanyak dua kali. Pertama, menikahi Cunt Bruno I of Brunswick pada tahun 1002 M, namun Bruno meningga 8 tahun kemudian pada sekitar tahun 1010 M. Kedua, Gisela menikah dengan Ernest I, seorang keturunan Dinasti Babenberg. Melalui pernikahan tersebut, Gisele dan Ernest diberi gelar sebagai Duke of Swabia pada tahun 1012 menggantikan saudara laki-laki nya yang bernama Duke Herman III of Swabia.. Gisele dan Ernest memiliki dua orang putera yaitu Ernest II dan Herman. Setelah kematian Ernest I pada tahun 1015, Kaisar Henry II mengankat Ernest II sebagai Duke of Swabia.

Harapan Konrad untuk memperoleh gelar Duchy gagal, namun pernikahan nya dengan Gisele memberikan dia kemakmuran dan kekayaan yang melimpah. Ibu Gisele, Gerberga of Burgundy, merupakan anak perempuan Raja Burgundy, Raja Konrad of Burgundy dan cucu perempuan dari mendiang Raja Louis IV, raja kerajaan Frank. Pernikahan Gisela dengan Konrad tidak berjalan mulus karena menyalahi hukum yang disebut canon law menyebut tentang pelarangan pernikahan sedarah atau sekeluarga dari keturunan pertama hingga keturunan ke tujuh. Gisele dan Konrad sama-sama keturunan Raja Henry I dari Dinasti Ottonian. Gisele merupakan keturunan ke empat, sedangkan Konrad merupakan keturunan ke lima. Pernikahan itu tetap berjalan namun dengan konsekuensi yaitu Konrad diasingkan sementara di luar wilayah kekaisaran, Ketika Konrad menjalani masa pengasingan, Gisele melahirkan anak laki-laki yanga diberi nama Henry III pada tanggal 28 Oktober 1017 Masehi. Kemudian, Kaisar Henry II memperpolehkan Konrad untuk pulang ke Jerman.

Memerintah sebagai Raja[sunting | sunting sumber]

Pemilihan raja[sunting | sunting sumber]

Kaisar Henry II meninggal pada tahun 1024 M tanpa memiliki seorangpun keturunan. Oleh karena itu, masa pemerintahan Dinasti Ottonian yang telah diketahui sejak tahun 919 Masehi dianggap telah berakhir. Tanpa keturunan yang jelas, Istri Henry II yang bernama Cunigunde of Luxembourg turun dari tahta kemudian menjadi seorang regent sementara para duke berkumpul untuk memilih raja baru bagi Kerajaan Jerman.

Pada tanggal 4 September 1024 Masehi pangeran-pangeran Jerman berkumpul di Kamba, sebuah area historis yang terletak di tepi Sungai Rhine sebelah timur, seberang Kota Oppenheim. (Saat ini posisi Kamba ditandai dengan sebuah monumen kecil, yang memperlihatkan pose Konrad menunggang kuda.) Uskup Agung Aribo menjabat sebagai presiden masjelis atau pengambil keputusan. Ia memperkenalkan dirinya di hadapan majelis sebagai kandidat pemilihan, seperti yang dilakukan sepupu nya Conrad the Younger. Keduanya adalah keturunan dari Kaisar Otto I dari garis keturunan kake buyutnya Otto of Worms, anak Liutgarde, salah satu puteri Otto.[butuh rujukan] Meskipun keluarga besar Dinasti Ottonian masih ada, tidak ada satupun tokoh yang dianggap cocok sebagai kandidat raja. Dalam cerita kuno Wipo Burgundy dikisahkan bahwa , Kapelan Konrad, menghadiri pertemuan tersebut dan mencatat jalan nya pemilihan. Kadipaten Sachsen memilih untuk bersikap netral sementara Kadipaten Lorraine memilih Konrad the Younger. Mayoritas hadirin lebih menyukai Konrad yang lebih tua. Sebagai presiden majelis, Uskup Agung Aribo turut memilih Konrad yang lebih tua untuk menjadi raja baru. Para duke juga menyetujui dan memilih Konrad yang lebih tua. Hanya Uskup Agung Pilgrim of Cologne, Duke Gothelo I of Lower Lorraine, dan Duke Frederick II of Upper Lorraine yang menolak untuk mendukung dia.

Konrad dimahkotai sebagai Raja Kerajaan Jerman oleh Uskup Agung Aribo di Katedral Mainz pada tanggal 8 Sepember 1024 Masehi di usia 34 tahun.[1][2] Untuk merayakan penobatan nya sebagi raja baru, Konrad memerintahkan pembangunan Katedral Speyer di Speyer, yang terletak di dekat daerah para leluhur nya. Konstruksi Katedral Speyer dimulai pada tahun 1030. Uskup agung Aribo, sebagai uskup agung dari Mainz, diangkat sebagai kanselir Jerman. Sebagai ungkapan terima kasih karena telah memilih nya menjadi raja, Konrad mengangkat Aribo sebagai menteri Italia. Hal ini membuat Aribo menjadi tokoh kedua paling berkuasa di Kekaisaran Romawi Suci.[butuh rujukan]

Akhir kehidupan[sunting | sunting sumber]

Biografi Conrad II berupa chronicle, Gesta Chuonradi II imperatoris, ditulis oleh pendeta Wipo Burgundy, dan disajikan kepada Henry III di 1046, tidak lama setelah yang terakhir adalah dimahkotai.

Keluarga dan anak-anak[sunting | sunting sumber]

Conrad menikahi Gisela of Swabia pada tahun 1016 M, putri dari Duke Herman II dari Swabia. Mereka memiliki tiga anak:

  • Henry III[3] , lahir pada tahun 1017 Masehi
  • Beatrix lahir pada tahun 1020 M, meninggal tahun 1036 M
  • Mathilde lahir pada tahun 1027 M

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Friedrich Heer, The Holy Roman Empire, transl. Janet Sondheimer, (Frederick A. Praeger, 1968), p. 51.
  2. ^ Herwig Wolfram, Conrad II, 990-1039: Emperor of Three Kingdoms, transl. Denise A. Kaiser, (Pennsylvania University Press, 2006), p. 97.
  3. ^ Friedrich Heer, The Holy Roman Empire, transl. Janet Sondheimer, (Fredrick A. Praeger, 1968), 52.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Halliday, Andrew (1826). Annals of the House of Hannover. London. at Google Books
  • Wolfram, Herwig. Conrad II 990-1039: Emperor of Three Kingdoms. University Park, Pennsylvania State University Press, 2006.
  • Györffy, György (1983). István király és műve [=King Stephen and his work] (dalam bahasa Hungaria). Gondolat Könyvkiadó. ISBN 963-9441-87-2. 
  • Makk, Ferenc (2001). "On the Foreign Policy of Saint Stephen". Dalam Zsoldos, Attila. Saint Stephen and His Country: A Newborn Kingdom in Central Europe - Hungary. Lucidus Kiadó. hlm. 37–48. ISBN 963-86163-9-3. 
  • Herrmann, Joachim (1985). Die Slawen in Deutschland: Geschichte und Kultur der slawischen Stämme westlich von Oder und Neiße vom 6. bis 12. Jahrhundert. Berlin: Akademie-Verlag. ISBN 978-0-376-08338-8. 
  • Boshof, Egon (2008). Die Salier (dalam bahasa German) (edisi ke-5). Kohlhammer. ISBN 3-17-020183-2.  CS1 maint: Unrecognized language (link) * Knefelkamp, Ulrich (2002). Das Mittelalter. UTB M (dalam bahasa German). 2105 (edisi ke-2). UTB. ISBN 3-8252-2105-9.  CS1 maint: Unrecognized language (link) * Lenkey, Zoltán (2003). "Szent István [=Saint Stephen]". Dalam Szentpéteri, József. Szent István és III. András [=Saint Stephen and Andrew III] (dalam bahasa Hungaria). Kossuth Kiadó. hlm. 5–118. ISBN 963-09-4461-8. 
  • Györffy, György (1994). King Saint Stephen of Hungary. Atlantic Research and Publications. ISBN 0-88033-300-6. 
  • Wolfram, Herwig (2006). Conrad II, 990–1039: Emperor of Three Kingdoms. The Pennsylvania State University Press. ISBN 0-271-02738-X. 
  • Butler, Alban; Cumming, John; Burns, Paul (1998). Butler's Lives of the Saints (New Full Edition): August. Burns & Oates. ISBN 0-86012-257-3. 
  • Kristó, Gyula (2003). Háborúk és hadviselés az Árpádok korában [Wars and Tactics under the Árpáds] (dalam bahasa Hungaria). Szukits Könyvkiadó. ISBN 963-9441-87-2. 
  • North, William L. (2001). "Conrad II". Dalam Jeep, John M. Medieval Germany: An Encyclopedia. Garland Publishing Inc.