Lompat ke isi

Tardigrada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tardigrada
Rentang waktu: Turonium – Sekarang
beberapa fosil kelompok nenek moyang ditemukan berasal dari Kambrium Tengah
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Subkerajaan: Eumetazoa
Klad: ParaHoxozoa
Klad: Bilateria
Klad: Nephrozoa
(tanpa takson): Protostomia
Superfilum: Ecdysozoa
(tanpa takson): Panarthropoda
Filum: Tardigrada
Spall.
Kelas

Tardigrada (dikenal dengan julukan beruang air)[1] merupakan bagian dari supefilum Ecdysozoa. Tardigrada berukuran sangat kecil dan hidup di air dengan kaki berjumlah delapan. Tardigrada pertama kali dideskripsikan oleh Eprhaim Goeze pada tahun 1773. Nama tardigrada berarti “pejalan lambat” yang diberikan oleh Spallanzani (1777).

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Panjang tubuh tardigrada dewasa adalah 1,3 mm, paling kecil ukurannya 0,1 mm, serta larvanya berukuran 0,05 mm.[2] Hewan ini juga memiliki gigi setajam pisau yang tersembunyi di mulutnya yang berbentuk tabung.[3]

Tardigrada dapat bertahan di suhu yang sangat rendah (−272 °C) hingga sangat tinggi (+149 °C) dalam jangka waktu singkat;[4] bahkan ia dapat bertahan tanpa oksigen,[3] hampa udara,[3] terpapar radiasi,[3][5] dan tekanan tinggi.[6] Hewan ini bisa masuk ke keadaan kriptobiosis saat berada dalam kondisi yang ekstrem.[3] Sayangnya, setelah selesai berestivasi dan bergerak-gerak selama beberapa menit, hewan itu mati.[butuh rujukan]

Luar angkasa

[sunting | sunting sumber]

Pada satu penelitian di September 2007, tardigrada dapat hidup selama selama 10 hari di lingkungan luar angkasa.[7] Tardigrada yang mengangkasa menggunakan pesawat luar angkasa FOTON-M3 oleh European Space Agency dapat bertahan hidup dalam keadaan hampa udara, terpapar sinar kosmik, serta radiasi UV matahari 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan radiasi di permukaan bumi.[butuh rujukan]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Miller, William (2017-02-06). "Tardigrades". American Scientist. Diakses tanggal 2018-04-13.
  2. Gross, Vladimir; Treffkorn, Sandra; Reichelt, Julian; Epple, Lisa; Lüter, Carsten; Mayer, Georg (January 2019). "Miniaturization of tardigrades (water bears): Morphological and genomic perspectives". Arthropod Structure & Development. 48: 12–19. Bibcode:2019ArtSD..48...12G. doi:10.1016/j.asd.2018.11.006. ISSN 1873-5495. PMID 30447338.
  3. 1 2 3 4 5 Brusca, Richard C.; Moore, Wendy; Shuster, Stephen M. (2016). Invertebrates (Edisi 3rd). Sinauer Associates. hlm. 711–717. ISBN 978-1-60535-375-3.
  4. Horikawa, Daiki D. (2012). "Survival of Tardigrades in Extreme Environments: A Model Animal for Astrobiology". Dalam Altenbach, Alexander V.; Bernhard, Joan M.; Seckbach, Joseph (ed.). Anoxia. Cellular Origin, Life in Extreme Habitats and Astrobiology. Vol. 21. hlm. 205–217. doi:10.1007/978-94-007-1896-8_12. ISBN 978-94-007-1895-1.
  5. Horikawa, Daiki D.; Sakashita, Tetsuya; Katagiri, Chihiro; Watanabe, Masahiko; Kikawada, Takahiro; et al. (2006). "Radiation tolerance in the tardigrade Milnesium tardigradum". International Journal of Radiation Biology. 82 (12): 843–848. doi:10.1080/09553000600972956. PMID 17178624. S2CID 25354328.
  6. Seki, Kunihiro; Toyoshima, Masato (1998). "Preserving tardigrades under pressure". Nature. 395 (6705): 853–854. Bibcode:1998Natur.395..853S. doi:10.1038/27576. S2CID 4429569.
  7. Jönsson, K. Ingemar; Rabbow, Elke; Schill, Ralph O.; Harms-Ringdahl, Mats; Rettberg, Petra (2008). "Tardigrades survive exposure to space in low Earth orbit". Current Biology. 18 (17): R729 – R731. Bibcode:2008CBio...18.R729J. doi:10.1016/j.cub.2008.06.048. PMID 18786368. S2CID 8566993.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]