Echinodermata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Echinodermata Edit the value on Wikidata
Periode Cambrian–saat ini
Taksonomi
SuperkerajaanEukaryota
KerajaanAnimalia
FilumEchinodermata Edit the value on Wikidata
Klein, 1734
Upafilum & Kelas[1]
HomalozoaGill & Caster, 1960
Homostelea
Homoiostelea
Stylophora
CtenocystoideaRobison & Sprinkle, 1969

Crinozoa

Crinoidea
ParacrinoideaRegnéll, 1945
Cystoideavon Buch, 1846
Edrioasteroidea

Asterozoa

Ophiuroidea
Asteroidea

Echinozoa

Echinoidea
Holothuroidea
Ophiocistioidea
Helicoplacoidea
?Arkarua

Blastozoa

Blastoidea
EocrinoideaJaekel, 1899
† = Punah

Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup

  • Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri
  • Concentricycloidea, dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.
  • Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
  • Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
  • Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput; sekitar 1.000 spesies.
  • Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata terbesar; sekitar 1.500 spesies.

Bentuk hewan yang sudah punah dapat diketahui dari fosil termasuk Blastoidea, Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus, Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia.

Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis) sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.

Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali.

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Echinodermata, seperti Chordata, adalah deuterostoma.

Asteroidea (Bintang Laut)[sunting | sunting sumber]

Bagian dorsal atau atas bintang laut

Bintang laut berbentuk bintang dan memiliki 5 lengan, permukaan kulit tubuh pada bagian dorsal atau aboral terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Di sekitar dasar duri terdapat bentuk jepitan pada ujungnya yang disebut pedicellaria. Pada salah satu bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madreporit sebagai tempat masuknya air. Bagian bawah lengan dilengkapi dengan kaki tabung yang berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk bantuan pergerakan, menangkap makanan, pernapasan dan membantu bintang laut untuk menempel pada substrat. Kaki-kaki tabung ini terletak pada celah ambulakral yang membuka ketika akan melakukan pergerakan. Pada bagian atas atau dorsal bintang laut terdapat duri-duri pendek, tumpul, tertutup oleh lapisan epidermis, dan di sekitar duri terdapat modifikasi duri (pedicellariae) berupa penjepit. Bila penjepit itu terangsang, maka ia akan membuka dan menutup dengan menggunakan beberapa pasang muskulus (otot). Fungsi pedicellaria yaitu untuk melindungi insang dermal, mencegah serpihan-serpihan dan organism kecil, agar tidak tertimbun di permukaan tubuh, dan juga untuk menangkap makanan. Lengan bawah dapat dilenturkan oleh otot berserabut yang terpadat dalam dinding tubuh.[2]

Bintang laut memiliki daya regenasi yang tinggi dan bisa menumbuhkan bagian tubuh yang hilang. Ciri khusus dari bintang laut yang sudah pernah mengalami regenasi adalah panjang lengan yang satu dengan yang lain tidak sama.[2]

Bintang laut yang sudah beregenerasi


Celah ambulakral


Bagian madreporit bintang laut


Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Stöhr, Sabine (2014). "Echinodermata". World Register of Marine Species. Diakses tanggal 23 February 2014. 
  2. ^ a b Soewignjo, author. Suwignyo. OCLC 1117509598. 

Francis J.R. dan Elizabeth J.R. Binatang Laut dan Echinodermata Lain. Ilmu Pengetahuan Populer, ISBN 979-8087-53-4