Deuterostoma
| Bantuan taxobox otomatis |
|---|
Terima kasih atas jasa Anda dalam menerapkan templat taksonomi otomatis. Kami tidak menemukan halaman taksonomi untuk "Deuterostoma".
|
| Parameter umum |
|
| Halaman yang dapat membantu Anda |
|
| Deuterostoma | |
|---|---|
| Teripang | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Takson tak dikenal (perbaiki): | Deuterostoma |
| Filum | |
Deuterostoma (dari bahasa Yunani: "mulut kedua") adalah superfilum hewan. mereka adalah subtakson dari Bilateria cabang subregnum Eumetazoa, dan lawan dari Protostoma. Deuterostoma berbeda karena perkembangan embrionya; pada deuterostoma, lubang pertama dari blastopora menjadi anus, sedangkan pada protostoma lubang itu menjadi mulut.
Ada empat filum deuterostoma yang hidup:
- Filum Chordata (vertebrata dan kerabatnya)[1]
- Filum Echinodermata (bintang laut, landak laut, teripang, dan lain-lain)[1]
- Filum Hemichordata (cacing Acorn dan mungkin graptolit)[1]
- Filum Xenoturbellida (2 spesies hewan mirip cacing)
Filum Chaetognatha (cacing panah) mungkin juga termasuk disini.[1] Kelompok yang telah punah mungkin Vetulicolia. Echinodermata, Hemichordata and Xenoturbellida membentuk kelas Ambulacraria.[2]
Baik deuterostoma dan protostoma, zigot pertama membentuk bola sel berongga yang disebut blastula. Pada deuterostoma, pembelahan awal terjadi sejajar atau tegak lurus pada sumbu kutub. Hal ini disebut pembelahan radial, dan juga terjadi pada beberapa protostoma seperti lophophorata. Banyak deuterostoma menunjukkan pembelahan tak menentukan, di mana akan jadi apa suatu sel tidak ditentukan oleh identitas sel induk. Karena itu jika 4 sel pertama dipisahkan, tiap sel mampu membentuk larva lengkap, dan juga sebuah sel dihilangkan dari blastula, sel lain akan menggantikannya.
Pada deuterostoma, mesoderm terbentuk sebagai tonjolan usus yang berkembang yang memisah, membentuk rongga tubuh (coelom). Ini disebut enterocoeli.
Hemichordata dan Chordata mempunyai celah insang, dan fosil echinodermata primitif juga menunjukkan adanya celah insang. Tali saraf dalam ditemukan pada semua chordata, termasuk tunikata (pada stadium larva). Beberapa hemichordata juga memiliki tali saraf tubuler. Pada tahap awal embrio ia tampak seperti tali saraf chordata. Karena sistem saraf echinoderm terdegenerasi tidaklah mungkin mengetahui banyak tentang moyang mereka dengan cara ini, tetapi berdasarkan fakta lain masih mungkin bahwa semua duterostoma sekarang berevolusi dari satu moyang bersama yang punya celah insang, tali saraf dalam serta badan bersegmen. Ia mungkin mirip sekelompok kecil deuterostoma Kambrium Vetulicolia.
Catatan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Stach, Thomas, Samuel Dupont, Olle Israelson, Geraldine Fauville, Hiroaki Nakano and Mike Thorndyke. (2005) "Immunocytological evidence supports the hypotheses that Xenoturbella bocki (Westblad 1949), phylum uncertain, is a deuterostome and that Ambulacraria is monophyletic". Organisms Diversity & Evolution. On-line di
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- UCMP-Deuterostomes
- Deciphering deuterostome phylogeny: molecular, morphological and palaeontological perspectives
- Deuterostomia at Encyclopædia Britannica