Pegunungan Himalaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Himalaya)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Himalaya adalah sebuah barisan pegunungan di Asia, yang memisahkan anak benua India dari Dataran tinggi Tibet.

Himalaya merupakan tempat gunung-gunung tertinggi di dunia, misalnya Gunung Everest dan Kangchenjunga, berada. Secara etimologi, Himalaya berarti " tempat kediaman salju " dalam bahasa Sanskerta (dari hima "salju", dan aalaya "tempat kediaman").

Himalaya memanjang sepanjang lima negara — Pakistan, India, Tiongkok, Bhutan dan Nepal. Ia adalah sumber dua sistem sungai besar dunia — Sungai Indus dan Sungai Ganga-Brahmaputra. Sekitar 750 juta orang tinggal di daerah sekitar aliran air dari Himalaya, yang termasuk Bangladesh.

Pembentukan (secara geologi)[sunting | sunting sumber]

Dalam catatan geologi, ada sebuah Superbenua bernama Pangea. Superbenua ini terpecah sekitar 180 juta tahun lalu dan membentuk 2 benua raksasa (Laurasia dan Gondwana). Gondwana salah satu benua pecahan Pangea mulai terpecah sekitar 200 - 160 juta tahun lalu sehingga terpecah menjadi Antartika, Australia, Afrika, Amerika Selatan dan Anak benua India. Salah satu benua pecahannya Anak benua India berpisah dari benua raksasa tersebut sekitar 110 juta tahun yang lalu dan mulai bergerak ke utara mengarah ke Eurasia, kemudian bertabrakan dengan Eurasia sekitar 55 juta tahun lalu. Peristiwa ini menyebabkan tabrakan yang sangat kuat.

Lempeng India yang menggerakannya sangat menekan ke Lempeng Eurasia. Tubrukan ini menyebabkan terbentuknya Pegunungan Himalaya. Ketinggian Pegunungan ini semakin tinggi terus meninggi seiring dengan tabrakan India dan Eurasia sejak 55 juta tahun lalu.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Barisan Himalaya mempunyai panjang sekitar 2400 km, dari Nanga Parbat di barat hingga Namche Barwa di timur. Lebarnya bervariasi antara 250-300 km. Himalaya terdiri dari tiga barisan paralel, diatur menurut ketinggian dan usia secara geologis. Pegunungan Himalaya merupakan produk dari lempeng tektonik yang menarik. Tumbukan antar lempeng benua atau yang disebut dengan kolisi akan menghasilkan pegunungan tinggi non vulkanik, seperti pegunungan Himalaya ini.

Pemandangan Panorama sekitar puncak Langtang di Nepal.

Jalan gunung[sunting | sunting sumber]

Barisan Himalaya di Yumesongdong di Sikkim, di lembang Sungai Yumthang.

"Terrain" yang kasar berarti hanya ada sedikit rute yang melintasi Himalaya.

Puncak-puncak penting[sunting | sunting sumber]

Nama puncak Ketinggian (m)
Everest 8.850
Dapsang 8.611
Kangchenjunga 8.586
Lhotse 8.501
Makalu 8.462
Cho Oyu 8.201
Dhaulagiri 8.167
Manaslu 8.163
Nanga Parbat 8.126
Annapurna 8.091
Gasherbrum I 8.068
Broad Peak 8.047
Gasherbrum II 8.035
Shishapangma 8.027
Gyachung Kang 7.922
Nanda Devi 7.817
Kabru 7.338
Pumori 7.161

Dampak terhadap politik dan budaya[sunting | sunting sumber]

Gudang di pegunungan seperti ini digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai perlindungan untuk ternak mereka setelah mengembalakannya dilokasi paling tinggi yang dapat dicapai.

Himalaya karena ukurannya yang besar dan luas, telah menjadi sebuah rintangan alam yang besar bagi manusia sejak zaman dahulu. Terutama, pencegahan hubungan antara orang dari sub-benua India dengan orang dari Tiongkok dan Mongolia, menyebabkan bahasa yang sangat berbeda dan budaya dari wilayah tersebut.

Himalaya juga telah mencegah rute perdagangan dan ekspedisi militer melaluinya. Contohnya, Genghis Khan tidak dapat memperluas kekaisarannya ke selatan Himalaya menuju sub-benua India tersebut.

Gambar[sunting | sunting sumber]