Superbenua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam geologi, Superbenua atau Superkontinen merupakan gabungan dari seluruh lempeng benua atau kraton yang membentuk daratan tunggal yang sangat luas.[1] Namun istilah superbenua masih ambigu. Banyak ahli tektonik seperti Hoffman (1999) menggunakan istilah "superbenua" untuk menyebut "kumpulan hampir seluruh benua".[2] Keberadaan superbenua pertama kali diusulkan oleh Alfred Wegener dengan teorinya "pergeseran benua".[3] Mereka terbentuk oleh lempeng benua yang menyatu. Lempeng benua secara berkala bertabrakan dan berkumpul dalam periode orogeni (pembentukan gunung) untuk membentuk superbenua.[4] Tampaknya ada siklus superbenua yang terbentuk dan terpecah setiap 400 atau 500 juta tahun, didorong oleh lempeng tektonik. Ilmuwan memperkirakan bahwa ada siklus setidaknya tujuh superbenua di Bumi.[5]

Superbenua terakhir, Pangaea terbentuk sekitar 300 - 250 juta tahun lalu dan pecah sampai 100 juta tahun setelah itu. Benua yang kita kenal akan menyatu lagi sekitar 250 juta tahun mendatang untuk membentuk sekali lagi superbenua.[5]

Nama superbenua Umur (Mt: miliar tahun yang lalu, Jt: juta tahun yang lalu)
Kraton Yilgarn ~4.4-3.6 Mt
Ur (Vaalbara) ~3.6-2.8 Mt
Kenorland ~2.7-2.1 Mt
Arktika ~2.565 Mt
Atlantika ~2-1.1 Mt
Protopangea-

Paleopangea

~2.7-0.6 Mt
Nena (Superbenua) ~1.9 Mt
Columbia (Nuna) ~1.8-1.5 Mt
Rodinia ~1.25-0.75 Mt
Pannotia ~600 Jt
Pangaea ~300 Jt
Benua di masa depan (Jt: Juta tahun mendatang)
Afro-Eurasia ~24 Jt
Afro-Euraustralasia ~59 Jt
Amasia ~100 Jt
kembali menjadi Afro-Euraustralasia ~122 Jt
Terra Orientalis ~170 Jt
Pangaea Proxima ~220 Jt
Pangaea Proxima pecah kembali. ~500 Jt

Tabel 1- Superbenua dalam sejarah geologi menggunakan definisi umum.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rogers, John J.W., and M. Santosh. Continents and Supercontinents. Oxford: Oxford UP, 2004. Print.
  2. ^ Hoffman, P.F., “The break-up of Rodinia, Birth of Gondwana, True Polar Wander and the Snowball Earth.” Journal of African Earth Sciences, 17(1999): 17–33.
  3. ^ "Reading: Supercontinents | Geology". courses.lumenlearning.com. Diakses tanggal 2020-09-21. 
  4. ^ "Supercontinent Facts for Kids". kids.kiddle.co. Diakses tanggal 2020-09-21. 
  5. ^ a b "What is a supercontinent?". Earth Observatory of Singapore (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-21. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]