Pangea

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pangaea)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta Superbenua Pangea selama Mesozoikum .
Animasi pemisahan Pangea.

Pangea atau Pangaea disebut juga Pangeae adalah Superbenua yang ada selama era akhir Paleozoikum dan awal Mesozoikum, terbentuk sekitar 300 juta tahun yang lalu[1] dan mulai retak sekitar 200 juta tahun yang lalu, sebelum komponen benua dipisahkan menjadi konfigurasi mereka saat ini.[2] Pangea dikelilingi oleh Superlautan yang bernama Panthalassa.

Nama Pangea berasal dari Yunani Kuno, (πᾶν) pan "seluruh" dan Gaia (Γαῖα) yang berarti "bumi".[3] Nama itu diciptakan pada simposium 1927 dibahas Alfred Wegener tentang teori pergeseran benua. Dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans (Die Entstehung der Kontinente und Ozeane), pertama kali diterbitkan pada tahun 1915, ia menduga bahwa semua benua pada satu waktu pernah membentuk super benua tunggal yang ia sebut "Urkontinent", sebelum kemudian pecah dan hanyut ke lokasi mereka saat ini.[4]

Pembentukan[sunting | sunting sumber]

Pembentukan ini berawal dari pembentukan Superbenua Columbia sekitar 1.8 hingga 1.5 miliar tahun yang lalu. Columbia terpecah sekitar 1.5 miliar tahun yang lalu hingga Superbenua berikutnya ialah Rodinia yang terbentuk sekitar 1.1 miliar tahun yang bertahan hingga 750 juta tahun yang lalu. Rodinia terpecah sekitar 750 juta tahun yang lalu sehingga terbentuk 3 benua baru, yakni Proto-Laurasia , Proto-Gondwana , dan Kraton Kongo .

Masing-masing benua hasil pecahan Rodinia berpisah dan tidak bersatu, seperti Proto-Laurasia dan Proto-Gondwana yang dipisahkan oleh Samudra Proto-Tethys . Tidak lama setelah perpecahan Rodinia, Proto-Laurasia mulai retak dan terpecah menjadi Siberia , Laurentia , dan Baltica . Perpecahan Rodinia sekitar 750 juta tahun yang lalu, menciptakan 2 Samudra baru, yakni Samudra Lapetus dan Samudra Paleoasian . Sekitar 633 juta tahun yang lalu, semua daratan dunia mulai bersatu dan membentuk Superbenua Pannotia . Superbenua ini merupakan Superbenua dengan usia paling singkat. Pannotia hanya bertahan hingga 540 juta tahun yang lalu mendekati Kambrium . Setelah perpecahan Pannotia, terbentuk 3 benua baru seperti perpecahan Rodinia. 3 benua itu yakni, Laurentia , Baltica dan benua raksasa Gondwanaland dan mengecilnya Samudra Pan-Afrika dan Mirovia serta meluasnya Panthalassa.

Pada awal dimulainya periode Kambrium , benua-benua mulai mengalami perpecahan dan menabrak satu sama lain. Dimulai dari lepasnya Mikro-benua Avalonia dari Gondwanaland yang kemudian mulai bergerak menuju Laurentia yang saat itu sedang berada di Garis Khatulistiwa . Laurentia sendiri saat itu berbatasan dengan 3 Samudra, yakni Samudra Panthalassic di Utara dan Barat, Samudra Lapetus di Selatan, dan Samudra Khanty di Timur. Laurentia, Baltica, dan Avalonia mulai bersatu dan membentuk Superbenua Euramerica atau Laurasia yang melenyapkan Samudra Lapetus. Saat semua peristiwa ini terjadi, Gondwanaland perlahan bergerak menuju kutub selatan. Ini merupakan Langkah pertama dalam pembentukan Pangea.

Langkah kedua dalam pembentukannya adalah tabrakan antara Gondwana dengan Euramerica. Saat periode Silurian , sekitar 440 juta tahun yang lalu, Laurentia dan Baltica bertabrakan dan membentuk Euramerica. Avalonia saat itu belum bertabrakan dengan Superbenua ini yang baru terbentuk. Saat Avalonia menuju Laurentia, Avalonia melintasi Samudra Lapetus yang saat itu terus mengecil. Eropa Selatan yang saat itu bagian dari Gondwana, mulai berpisah dari Gondwana dan bergerak menuju Baltica (Euramerica) melintasi Samudra Rheic yang saat itu baru terbentuk. Eropa Selatan mulai bertabrakan dengan Baltica pada periode Devonian . Selain itu, Samudra Khanty juga menyusut hingga menjadi Pulau Busur yang lalu menjadi bagian Siberia saat benua tersebut bertabrakan dengan Euramerica (Sebelah Baltica Timur). Di belakang Busur Pulau Siberia tersebut terbentuk Samudra Ural
yang saat itu baru saja terbentuk.

Pada akhir Silurian , China Utara dan China Selatan berpisah dari Gondwana dan mulai bergerak menuju belahan bumi utara melintasi Samudra Proto-Tethys dan meluasnya Samudra Paleo-Tethys . Pada Zaman Devonian, Gondwana bergerak menuju Euramerica hingga menyebabkan menyusutnya Samudra Rheic. Pada awal Periode Karbon , saat itu Afrika bagian barat laut mulai bertabrakan dengan Euramerica bagian tenggara yang menciptakan Pegunungan Appalachia , Pegunungan Meseta , dan Pagunungan Mauritanide . Amerika Selatan bergerak menuju Euramerica selatan dan bagian timur Gondwana (terdiri dari Australia , Antartikka , dan India) di kutub selatan khatulistiwa. Mikro-benua Kazakstania sudah bertabrakan dengan Siberia .

Kazakstania barat (bagian Kazakstania yang saat itu menjadi bagian Siberia) bertabrakan dengan Euramerica melenyapkan Samudra Ural dan Samudra Proto-Barat yang membentuk Pegunungan Ural serta pembentukan Superbenua Laurasia . Sementara itu, Amerika Selatan menabrak Laurentia selatan, melenyapkan Samudra Rheic dan membentuk bagian selatan Pegunungan Appalachia . Pada saat itu, posisi Gondwana berada di dekat Kutub selatan , akibatnya terbentuk gletser di Antartika, India, Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Australia. China Utara bertabrakan dengan Siberia dan menutup keseluruhan Samudra Proto-Tethys. adalah langkah terakhir dalam pembentukan Pangea.

Pada awal Permian , Cimmeria berpisah dari Gondwana dan bergerak menuju Laurasia . Cimmeria melintasi Samudra Paleo-Tethys sehinggap melenyapkan Samudra tersebut dan membentuk Samudra baru, yakni Samudra Tethys . Saat itu, Pangea sudah terbentuk, tetapi Cimmeria belum menyatu dengannya setelah berpisah dari Gondwana sekitar 250 juta tahun yang lalu. Pangea mulai sedikit berputar yang kala itu Cimmeria sedang melintasi Samudra Paleo-Tethys yang terus mengecil dan meluasnya Samudra Tethys di selatannya. Dan akhirnya pun Samudra Paleo-Tethys lenyap dari Timur ke Barat dan menyatunya Cimmeria dengan Laurasia.

Superbenua pangea yang baru saja terbentuk setelah tabrakan antara Laurasia dan Gondwana .

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lovett, Richard A. (September 5, 2008). "Supercontinent Pangaea Pushed, Not Sucked, Into Place". National Geographic News. 
  2. ^ Plate Tectonics and Crustal Evolution, Third Ed., 1989, by Kent C. Condie, Pergamon Press
  3. ^ "Pangaea". Online Etymology Dictionary. 
  4. ^ cf. Willem A. J. M. van Waterschoot van der Gracht (and 13 other authors): Theory of Continental Drift: a Symposium of the Origin and Movements of Land-masses of both Inter-Continental and Intra-Continental, as proposed by Alfred Wegener. X + 240 S., Tulsa, Oklahoma, USA, The American Association of Petroleum Geologists & London, Thomas Murby & Co, 1928.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]