Gletser

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Endapan salju yang telah membatu dalam jangka waktu yang lama

Gletser atau glasier atau glesyer (Inggris: glacier) adalah sebuah bongkahan atau endapan es yang besar dan tebal yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akibat akumulasi endapan salju atau es yang mengeras dan membatu selama kurun waktu tertentu yang sangat lama. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi.[1]

Gletser merupakan reservoir terbesar air tawar di Bumi.[2] Gletser juga dapat terbentuk dari pembekuan air akibat musim dingin, lalu ketika temperatur tinggi gletser akan mencair sehingga menjadi sumber air tawar bagi mahluk hidup. Karena massa glasial dipengaruhi oleh perubahan jangka panjang iklim, misalnya, curah hujan, suhu rata-rata, dan awan, perubahan massa glasial dianggap salah satu indikator yang paling sensitif dari perubahan iklim dan merupakan sumber utama dari variasi permukaan laut.

Meskipun banyak orang yang mengira gletser selalu ada di daerah kutub, sesungguhnya mereka juga bisa berada di daerah pegunungan tinggi di seluruh benua, kecuali Australia, bahkan juga terdapat di pegunungan tinggi di daerah dekat khatulistiwa.

Bongkahan besar gletser yang berwarna biru disebabkan karena besarnya kuantitas air yang terakumulasi pada gletser. Sebab, molekul air sangat baik dalam menyerap berbagai warna kecuali biru. Alasan lain, karena kandungan gelembung udara pada gletser kurang.

Kata berbahasa Inggris glacier dipinjam dari bahasa Prancis Kuno dari kata Latin glacies "es".[3]

Gletser

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Times, I. D. N.; Anggara, Dahli. "5 Fakta Ilmiah tentang Gletser, Dulunya Pernah Menutupi Sepertiga Bumi". IDN Times. Diakses tanggal 2021-01-11. 
  2. ^ Brown, Molly Elizabeth; Ouyang, Hua; Habib, Shahid; Shrestha, Basanta; Shrestha, Mandira; Panday, Prajjwal; Tzortziou, Maria; Policelli, Frederick; Artan, Guleid; Giriraj, Amarnath; Bajracharya, Sagar R.; Racoviteanu, Adina (2010). "HIMALA: Climate Impacts on Glaciers, Snow, and Hydrology in the Himalayan Region". Mountain Research and Development. 30 (4): 401. doi:10.1659/MRD-JOURNAL-D-10-00071.1. 
  3. ^ "glacier | Origin and meaning of glacier by Online Etymology Dictionary". www.etymonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Desember 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]