Pannotia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lokasi Pannotia yang berpusat di kutub selatan.
Pannotia (550 juta tahun yang lalu).

Pannotia (dari bahasa Yunani: pan- , "semua", -nótos , "selatan"; yang berarti "seluruh tanah selatan") juga dikenal sebagai Superbenua Vendia, Greater Gondwana dan Superbenua Pan-Afrika adalah benua super hipotetis yang ada dari masa orogeni Pan-Afrika atau sekitar 633 juta tahun yang lalu dan hanya bertahan akhir masa Prakambrium atau sekitar 550 juta tahun yang lalu. Superbenua ini pertama kali dideskripsikan oleh Ian W. D. Dalziel pada tahun 1997. Pannotia terbentuk setelah pecahnya Superbenua Rodinia sekitar 750 juta tahun lalu. Pecahan Pannotia membentuk benua baru, yaitu Protolaurasia (sebelum pecah menjadi Laurentia, Baltica, dan Siberia) dan Gondwanaland.[1]

Perpecahan[sunting | sunting sumber]

Samudra Lapetus mulai terbentuk di pusat kutub selatan Pannotia menandai perpecahan benua tersebut. Hal ini terjadi 200 juta tahun setelah perpecahan Rodinia. Pembentukan Lapetus dan laut Kambrium lainnya menyediakan habitat bagi metazoa bertubuh lunak yang baru mengalami tahap awal evolusi. Hal ini disebut sebagai Ledakan kambrium.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pannotia". Palaeos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-03-13. Diakses tanggal 2006-03-12. 
  2. ^ Dalziel, Ian W. D. (1997-01-01). "OVERVIEW: Neoproterozoic-Paleozoic geography and tectonics: Review, hypothesis, environmental speculation". GSA Bulletin (dalam bahasa Inggris). 109 (1): 38. doi:10.1130/0016-7606(1997)1092.3.CO;2. ISSN 0016-7606. However, the Iapetus ocean basin formed within the Pannotian supercontinental assembly ≈200 m.y. later than the breakup of Rodinia, after the initial development of soft-bodied metazoans, notably the Ediacaran fauna (Grotzinger et al., 1995), and possibly after the divergence of metazoan phyla (Wray et al., 1996). The oxygen content of the atmosphere had passed a critical threshold (Knoll and Walter, 1992), and the advancing Cambrian seas appear to have opened up a myriad of unoccupied habitats, permitting the unique “explosion” of skeletalized metzaoans of phyla already established. 

Lihat juga[sunting | sunting sumber]