Peristiwa kepunahan Perm–Trias

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Extinction intensity.svgKambriumOrdovisiumSilurianDevonKarbonifeursPermTriasJuraKapurPaleosenNeosen
Intensitas kepunahan laut selama Fanerozoikum
%
Juta tahun yang lalu
Extinction intensity.svgKambriumOrdovisiumSilurianDevonKarbonifeursPermTriasJuraKapurPaleosenNeosen
Plot intensitas kepunahan (persentase genera yang ada di setiap interval waktu tetapi tidak ada pada interval berikutnya) vs waktu di masa lalu untuk genera laut.[1] Periode geologis dijelaskan (dengan singkatan dan warna) di atas. Peristiwa kepunahan Perm-Trias adalah peristiwa yang paling signifikan untuk genera laut, lebih dari 50% di antaranya gagal bertahan hidup (menurut sumber ini). (sumber dan info gambar)

Peristiwa kepunahan Perm-Trias (P-Tr), umumnya dikenal sebagai Great Dying atau Great Permian Extinction,[2][3] terjadi sekitar 252 Ma (juta tahun) yang lalu,[4] yang membentuk batas antara periode geologi Perm dan Trias, serta era Paleozoikum dan Mesozoikum. Hal ini adalah peristiwa kepunahan paling parah di bumi yang diketahui, dengan sampai 96% dari semua spesies laut[5][6] dan 70% dari spesies vertebrata darat menjadi punah.[7] Ini adalah satu-satunya kepunahan massal yang diketahui dari serangga.[8][9] 57% dari semua familia dan 83% dari semua genera punah. Karena begitu banyak keanekaragaman hayati yang hilang, pemulihan kehidupan di Bumi butuh waktu secara signifikan lebih lama dari setelah peristiwa kepunahan lainnya,[5] mungkin sampai 10 juta tahun.[10]

Siberian Traps[sunting | sunting sumber]

Siberian Traps merupakan salah satu gunung di provinsi besar berapi di Siberia, Rusia. Gunung ini bahkan bertanggung jawab atas kepunahan ini. Gunung berapi ini diperkirakan meletus sekitar 250 - 251 juta tahun yang lalu. Ia meletus tepat di bagian utara Pangea. Gunung berapi besar ini meletus hampir selama 1 - 2 juta tahun lamanya. Dampak dari letusan gunung ini juga sangat besar. Seketika air laut seluruh dunia (terutama Panthalassa) panasnya naik drastis hingga suhu mencapai 40 °C sehingga menyebabkan banyak kehidupan laut punah (95%) serta 70% kehidupan darat punah karena suhu udara yang sangat ekstrim.

Seluruh Es Metana seluruh dunia (seluruhnya di lautan) seketika mencair. Sebelumnya letusan gunung berapi besar ini menyebabkan Pemanasan Global terparah. Es Metana yang mencair karena suhu air yang panas menyebabkan mereka menguap menjadi gas Metana. Metana kemudian mengumpul di atmosfer. Pengumpulan ini menyebabkan pemanasan global lebih parah bahkan 20 kali lebih parah dibanding letusan Siberian Traps sendiri. Jumlah Karbondioksida juga menumpuk luar biasa. Dampak dari letusan gunung berapi ini bahkan terasa hingga jutaan tahun lamanya. Pemulihan Ekosistem membutuhkan waktu 8 - 9 juta tahun lamanya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rohde, R.A. & Muller, R.A. (2005). "Cycles in fossil diversity". Nature. 434: 209–210. Bibcode:2005Natur.434..208R. doi:10.1038/nature03339. PMID 15758998. 
  2. ^ ""Great Dying" Lasted 200,000 Years". National Geographic. 23 November 2011. Diakses tanggal 1 April 2014. 
  3. ^ "How a Single Act of Evolution Nearly Wiped Out All Life on Earth". ScienceDaily. 1 April 2014. Diakses tanggal 1 April 2014. 
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Shen2011
  5. ^ a b Benton M J (2005). When life nearly died: the greatest mass extinction of all time. London: Thames & Hudson. ISBN 0-500-28573-X. 
  6. ^ Carl T. Bergstrom; Lee Alan Dugatkin (2012). Evolution. Norton. hlm. 515. ISBN 978-0-393-92592-0. 
  7. ^ Sahney S; Benton M.J (2008). "Recovery from the most profound mass extinction of all time". Proceedings of the Royal Society B. 275 (1636): 759–765. doi:10.1098/rspb.2007.1370. PMC 2596898alt=Dapat diakses gratis. PMID 18198148. 
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Labandeira
  9. ^ Sole RV, Newman M (2003). "Extinctions and Biodiversity in the Fossil Record". Dalam Canadell JG, Mooney, HA. Encyclopedia of Global Environmental Change, The Earth System - Biological and Ecological Dimensions of Global Environmental Change (Volume 2). New York: Wiley. hlm. 297–391. ISBN 0-470-85361-1. 
  10. ^ "It Took Earth Ten Million Years to Recover from Greatest Mass Extinction". ScienceDaily. 27 May 2012. Diakses tanggal 28 May 2012. 

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Over, Jess (editor), Understanding Late Devonian and Permian–Triassic Biotic and Climatic Events, (Volume 20 in series Developments in Palaeontology and Stratigraphy (2006). The state of the inquiry into the extinction events.
  • Sweet, Walter C. (editor), Permo–Triassic Events in the Eastern Tethys: Stratigraphy Classification and Relations with the Western Tethys (in series World and Regional Geology)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:ExtEvent nav Templat:Kepunahan