smartfren

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
smartfren
Sektor Operator dan layanan telekomunikasi seluler Indonesia (2003-2017)
Operator dan layanan 4G LTE Indonesia (2015-sekarang)
Didirikan 2003 (sebagai Fren)
2003 (sebagai esia)
2006 (sebagai Smart)
2009 (sebagai AHA)
2011 (sebagai smartfren)
Markas Jakarta, Indonesia
Tokoh
Hary Tanoesoedibjo
(2003-2010)
Jastiro Abi
(2003-2016)
Rodolfo Pantoja
(2006-2015)
Merza Fachys
(2015-sekarang)
Produk CDMA2000 1x (2003-2017)
CDMA2000 1xEV-DO Rev. 0 dan A (2003-2017)
4G LTE 850 MHz (Band 5) dan 2,3 GHz (Band 40) (2015-sekarang)
Pemilik Global Mediacom (2003-2010)
Bakrie Group (2003-2016)
Sinar Mas Group (2006-2015)
Sinar Mas Communication & Technology
Induk Smartfren Telecom
Situs web www.smartfren.com

smartfren (sebelumnya bernama Smart, Fren, esia dan AHA) adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi 4G LTE Advanced yang merupakan pengembangan lanjutan dari 4G.

Sejarah

Era esia dan AHA

Logo esia (2003-2004)
Logo AHA (2009-2015)
Logo esia (2004-2012)
Logo esia (2012-2015)
Logo esia (2015-2016)

Perusahaan ini sebelumnya dikenal dengan nama PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo), yang didirikan pada bulan Agustus 1993, sebagai anak perusahaan Bakrie Group yang bergerak dalam bidang telekomunikasi di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat berbasis Extended Time Division Multiple Access (ETDMA). Pada bulan September 2003, PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo) berubah nama menjadi PT Bakrie Telecom Tbk, yang kemudian bermigrasi ke CDMA 1x, dan memulai meluncurkan produk esia. Pada awalnya jaringan esia hanya dapat dinikmati di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, namun sampai akhir 2007 telah menjangkau 26 kota di seluruh Indonesia dan terus berkembang ke kota-kota lainnya. Pada tahun 2006, Bakrie Telecom telah go-public dengan mendaftarkan sahamnya dalam Bursa Efek Jakarta.

Layanan Bakrie Connectivity dengan Broadband Wireless Access (BWA) berbasis CDMA (Code Division Multiple Access) yang didukung teknologi terkini EVDO Rev.A (Evolution Data Optimize), bisnis Bakrie Connectivity adalah berorientasi pada kemudahan pemakaian produk, memberi layanan dan konten yang menarik serta pengenaan tarif yang bukan hanya terjangkau tetapi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Sehingga prioritas utama tidak hanya pelayanan maksimal untuk pelanggan tetapi juga memberikan nilai lebih. Orientasi inilah diyakini oleh perusahaan akan memberi dampak positif kepada masyarakat pengguna jaringan internet.

Tujuan Bakrie Connectivity Melihat perkembangan budaya digital dan internet yang sudah masuk ke pori-pori kehidupan sosial masyarakat dan juga sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat membuat peluang bisnis layanan data internet begitu menjadi peluang besar bagi Bakrie Connectivity. Dengan penggarapan yang serius berorientasi penuh pada layanan terbaik bagi pelanggan untuk memajukan masyarakat Indonesia kearah yang lebih baik.

Selama perjalanan usaha pada tahun 2014, BTEL dilaporkan terancam bangkrut karena hutang yang menggunung bahkan nominal hutangnya telah melampaui harga aset perusahaan.[1] Untuk melakukan hal ini, BTEL berusaha membayar seluruh hutangnya satu per satu bahkan hingga memberhentikan 24 persen total karyawannya dengan alasan penghematan biaya operasional.[1]

Era smartfren

Logo Fren (2003-2011)
Logo Smart (2006-2011)
Logo smartfren (2011-2015)
Logo smartfren (2015-2018)
Logo smartfren (2018-sekarang)

PT Smartfren Telecom Tbk (smartfren) awalnya bernama PT Smart Telecom Tbk dan PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) sebelum tanggal 23 Maret 2011.[2] PT Mobile-8 Telecom Tbk awalnya dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk.[3] Namun akibat krisis finansial dan penurunan penjualan produk,[4] maka perusahaan ini diakuisisi oleh Sinar Mas Group pada bulan November 2009 dan mengganti nama perusahaan menjadi PT Smartfren Telecom Tbk pada tanggal 23 Maret 2011.[5]

Infografik Smartfren

Smartfren merupakan operator telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev. A dan layanan CDMA EV-DO Rev. B (setara dengan 3,5G di GSM dengan kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) bersama Qualcomm sebagai penyedia infrastruktur dan operator CDMA pertama yang menyediakan layanan BlackBerry.

Pada 19 Agustus 2015, Smartfren meluncurkan produknya yang bernama smartfren 4G LTE-Advanced dan menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi 4G LTE Advanced (atau yang dikenal sebagai 4.5G dengan kecepatan mengunduh hingga 300 Mbps).

Produk

Produk yang dikeluarkan oleh smartfren adalah :

  • Smart
  • Smart Jump
  • Fren
  • Hepi
  • Fren Sobat
  • Mobi
  • Fren Duo
  • Esia
  • Esia-AHA EVDO
  • AHA
  • AHA EC167 (produk Huawei)
  • AHA VME 110 (produk Olive)
  • AHA Vibe
  • AHA Link
  • AHA Touch
  • AHA My TV
  • Wifone
  • Wimode
  • Kartu Smartfren Extra (Smart)
  • Kartu Smartfren Extra (Fren)
  • Kartu Smartfren LokalPlus
  • Kartu Smartfren Social
  • Kartu Smartfren IHateSlow
  • Kartu Ummat
  • HP Smartfren EV-DO XStre@m
  • HP Smartfren Jambu
  • HP Smartfren Andro
  • HP Smartfren Andromax
  • HP Smartfren Andromax 4G LTE
  • MiFi Andromax 4G
  • Kartu Smartfren 4G LTE Advanced
  • Modem Smartfren Connex
  • Kartu Perdana Bali United
  • Kartu Perdana NOW

Layanan 4G bersama Esia

Esia menyerahkan seluruh pelayanan data internet sebesar 5 MHz kepada Smartfren di spektrum 850 MHz yang digunakan pula oleh Smartfren dalam menggelar jaringan 4G LTE. Dari spektrum 850 MHz inilah, Smartfren memulai jaringan 4G LTE (FDD - TDD).

Penutupan layanan dan pemindahan ke smartfren

Pada akhir tahun 2015, Bakrie Telecom mengumumkan bahwa penghentian layanan esia di beberapa kota telah dilakukan secara bertahap, terhitung mulai pada tanggal 1 Januari 2016. Sebelumnya, pada tahun 2015, esia resmi menghentikan layanan akses data, maka pada tahun 2016, esia juga resmi menghentikan layanan dasar, yaitu voice dan SMS. Pelanggan di beberapa kota sudah benar-benar tidak bisa menggunakan nomor esia mereka. Bakrie Telecom sendiri memang mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Menurunnya pasar CDMA membuat salah satu unit bisnis Bakrie ini mengalami kerugian dan penurunan kinerja drastis. Pada tahun 2014, Bakrie Telecom bekerja sama dengan PT Smartfren Telecom Tbk (smartfren) untuk menuju layanan 4G. Dalam kesepakatannya, Bakrie Telecom menyerahkan frekuensinya selebar 5 MHz kepada smartfren. Dengan kata lain, Bakrie Telecom tak lagi menjadi operator seluler atau penyelenggara telekomunikasi, melainkan penyedia jasa. Maka itu, pelanggan Esia akan tetap terlayani menggunakan jaringan smartfren.

Penanganan teknis pemindahan dengan pelanggan dilakukan dengan cara menghimbau pelanggan untuk menatar (upgrade) nomor esia yang lama ke nomor smartfren. Dengan melakukan penataran pelanggan akan mendapatkan layanan yang setara dengan pelanggan smartfren yaitu kecepatan akses internet hingga 14,4 Mbps (esia up to 3,1 Mbps) bahkan memperoleh layanan seluler 4G/LTE. Pelanggan yang mendapatkan nomor baru smartfren tidak akan kehilangan nomor esia yang lama karena panggilan tetap diterima di nomor terbaru meskipun menggunakan nomor lama pelanggan. Pembaruan pun dapat dilakukan di gerai esia atau smartfren.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar