XL Axiata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
"XL" beralih ke halaman ini. Untuk tahun dalam angka Romawi, lihat 40.
PT XL Axiata Tbk.
Jenis Publik
Simbol saham IDX: EXCL
Industri/jasa Operator telekomunikasi seluler
Didirikan 8 Oktober 1996
Kantor pusat Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Tokoh penting Hasnul Suhaimi, CEO (2006–2015)
Dian Siswarini, CEO (2015-sekarang)[1]
Produk Telepon Seluler, Aplikasi, Content dan Datacom
Pendapatan Rp 21,26 triliun[2]
Laba bersih Rp1,03 triliun[2]
Karyawan 2.021 (2013)
Slogan Sekarang, bisa!
Induk Rajawali Corporation (1996–2005)
Telekom Malaysia (2005–2009)
Axiata Group (2009-sekarang)
Divisi Axis Telekom
Situs web www.xl.co.id

PT XL Axiata Tbk (IDX: EXCL), (sebelumnya bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk) atau disingkat XL adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia.[3] XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996, dan merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. Pada 16 November 2009, RUPSLB XL menetapkan perubahan nama perusahaan dari PT Excelcomindo Pratama Tbk. menjadi PT XL Axiata Tbk.

XL memiliki dua lini produk GSM, yaitu XL Prabayar dan XL Pascabayar. Selain itu XL juga menyediakan layanan korporasi yang termasuk Internet Service Provider (ISP) dan VoIP.

Produk[sunting | sunting sumber]

Logo XL (8 Oktober 1996-25 Juni 2004)
Logo ProXL (1 Januari 1998-25 Juni 2004)
Logo XL (25 Juni 2004-31 Desember 2006)
Logo XL (1 Juni 2006-31 Mei 2009)
Logo XL Axiata (1 Juni 2009-28 Oktober 2014)
Logo XL Axiata (28 Oktober 2014-31 Desember 2016)
Logo XL Axiata (5 Oktober 2016-sekarang)
Logo korporat XL Axiata (28 Oktober 2014-sekarang)

Kartu XL Prabayar[sunting | sunting sumber]

Kartu XL Prabayar merupakan peleburan dari 3 produk prabayar XL sebelumnya, yaitu proXL, Bebas, Jempol, dan Jimat. Peleburan menjadi satu lini produk ini merupakan upaya XL untuk memangkas biaya pemasaran Jempol yang memiliki perkembangan kurang siginifikan jika dibandingkan dengan Bebas. Peleburan ini diawali pada 1 Agustus 2007 dengan menyatukan voucher isi ulang untuk kedua produk dan diresmikan pada 1 Januari 2008 dengan peluncuran merek XL Prabayar. Pelanggan XL Prabayar mendapat nomor dengan awalan 0817, 0818, 0819, 0859, 0878, dan 0877.

Pada tanggal 28 Oktober 2014, XL meluncurkan logo barunya dengan peluncuran layanan Real Mobile 4G LTE pada kartu XL. Logo ini pertama kali muncul di media cetak seperti koran.

Logo baru XL mempersembahkan identitas baru dalam mewujudkan komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Sebuah logo adalah representasi identitas yang dapat menggambarkan berbagai visi dan misi untuk membantu lebih maju. Tiga dimensi warna dalam logo baru XL memiliki makna yang saling berintegrasi. Warna biru merupakan identitas prinsip dasar XL yang melambangkan kepercayaan dan tanggung jawab. Warna hijau melambangkan sumber inspirasi pertumbuhan dan harmoni. Warna kuning menggambarkan energi dan pemikiran terang yang dapat membawa kemajuan.[4]

Pada tanggal 5 Oktober 2016, bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) XL ke-20 tahun, XL kembali memperbaharui logonya, dengan pergantian warna logo dari warna kuning dan hijau menjadi warna biru dan hijau, seperti warna pada logo proXL.[5]

Kartu Perdana proXL[sunting | sunting sumber]

Kartu Perdana proXL, diluncurkan pertama kali pada tanggal 31 Desember 1997 setelah berakhir pada tanggal 25 Juni 2004 proXL mengubah nama menjadi XL, dengan tambahan fitur dan layanan.

Kartu Perdana Bebas[sunting | sunting sumber]

Logo XL Bebas (2004-2008)

Kartu Perdana Bebas diluncurkan pertama kali pada tanggal 25 Juni 2004. Produk ini merupakan kelanjutan produk XL sebelumnya. Bebas difokuskan dalam memberikan kemurahan tarif percakapan suara. Dalam perkembangannya, Bebas selalu memberikan tarif promosi percakapan suara yang bervariasi, mulai dari Rp25/detik, Rp10/detik, Rp1/detik, Rp0,1/detik, Rp600 sampai gratis. Diluncurkan kembali pada bulan Februari 2013.

Kartu Perdana Jempol[sunting | sunting sumber]

Logo XL Jempol (2004-2008)

Kartu Perdana Jempol diluncurkan pertama kali pada tanggal 25 Juni 2004. Jempol awalnya merupakan produk prabayar versi murah dari XL dengan menerapkan tarif hemat Rp99/SMS untuk SMS ke sesama XL dan Rp399/menit untuk percakapan suara ke nomor telepon rumah. Jempol juga sempat memberikan kemurahan tarif percakapan suara ke beberapa negara (yang kemudian dikembangkan menjadi produk tersendiri, Jimat). Dalam perkembangannya, Jempol semakin difokuskan untuk memberikan tarif yang murah dalam layanan pesan singkat (SMS), terakhir dengan tarif Rp45/sms ke semua operator. Perkembangan Jempol sangat kurang jika dibandingkan dengan Bebas, hanya menyumbang sekitar 25% dari total pendapatan produk prabayar XL.

Kartu Perdana Jimat[sunting | sunting sumber]

Logo XL Jimat (2006-2008)

Kartu Perdana Jimat diluncurkan pertama kali pada pertengahan tahun 2006. Jimat adalah produk prabayar pertama di Indonesia yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional dengan tarif yang sangat hemat dan murah. Perkembangan Jimat juga bernasib sama dengan Jempol.

Kartu Perdana Islami Hauraa[sunting | sunting sumber]

Kartu XL Pascabayar[sunting | sunting sumber]

Logo XL Xplor (2005-2008)

Kartu XL Pascabayar sebelumnya dikenal dengan nama Xplor. Perubahan ini seiring dengan restrukturisasi lini produk XL, di mana hanya ada 1 lini produk masing-masing untuk prabayar dan pascabayar.

XL Prioritas[sunting | sunting sumber]

Logo XL Prioritas

Kartu Perdana XL Prioritas ini dikenal karena kartu perdana ini berbasis pascabayar.

Akuisisi XL Axiata terhadap Axis Telekom[sunting | sunting sumber]

XL Axiata telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia, pada tanggal 26 September 2013.

Perjanjian jual beli bersyarat atau conditional sales purchase agreement (CSPA) dilakukan dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment BV (Teleglobal), yang merupakan anak perusahaan STC.

XL disebut akan membayar nilai nominal saham yang disepakati dan akan membayar sebagian dari utang dan kewajiban Axis.

Kesepakatan perjanjian jual beli bersyarat ini meliputi beberapa hal, yaitu:

  • Teleglobal akan menjual 95 persen saham di Axis kepada XL. 100 persen nilai perusahaan Axis dinilai sebesar 865 juta dollar AS, dengan catatan buku AXIS bersih dari utang dan posisi kas nol (cash free and debt free). Harga Pembayaran akan digunakan untuk membayar nilai nominal saham Axis, serta membayar utang dan kewajiban Axis.
  • Transaksi tersebut akan rampung setelah mendapatkan persetujuan pemerintah terkait dan persetujuan pemegang saham XL melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
  • Satu hal lagi, transaksi itu juga akan rampung apabila tidak ada perubahan dari kepemilikan spektrum.

"Kami yakin semua pemain di industri sepakat bahwa konsolidasi harus terjadi di industri telekomunikasi," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengenai akuisisi ini.

Merril Lynch (Singapura) Pte Ltd (Bank of America Merril Lynch) bertindak sebagai penasihat keuangan dari XL untuk transaksi ini.[6][7][8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]