StarOne

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
StarOne
PT StarOne Mitra Telekomunikasi
(PT Indosat Tbk)
Jenis sebelumnya Anak perusahaan Indosat (sekarang Indosat Ooredoo)
Industri/jasa Operator dan layanan telekomunikasi seluler Indonesia
Nasib Beralih ke jaringan GSM milik Indosat
Penerus Mentari Ooredoo
Matrix Ooredoo
IM3 Ooredoo
Didirikan 9 Juli 2004
Ditutup 30 Juni 2015
Kantor pusat Bendera Indonesia Indonesia
Produk CDMA2000 1x
CDMA2000 1xEV-DO
Situs web www.indosat.com/starone

StarOne adalah merek dagang untuk operator jasa telekomunikasi telepon tetap nirkabel menggunakan suara untuk percakapan lokal, SLJJ, SLI keseluruh telepon tetap maupun telepon genggam menggunakan teknologi CDMA perusahaan Indosat (sekarang Indosat Ooredoo).[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Walaupun upaya untuk memperkenalkan StarOne telah dimulai sejak Mei 2004.[2] StarOne diluncurkan secara resmi di Jakarta pada 9 Juli 2004 dengan investasi sebesar 40 juta dolar AS.[1][3] Pada saat diluncurkannya pada tahun 2004 pelanggan dapat memilih untuk melakukan prabayar ataupun pasca bayar, sementara layanan SMS dimungkinkan antar sesama StarOne, dan ke beberapa operator seluler seperti Satelindo, XL Axiata, Mobile-8 dan Lippo Telecom.[1]

Teknologi dan jaringan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2004 saat diperkenalkan, StarOne menggunakan jaringan CDMA 2000-1X yang berlisensi sebagai akses telepon tetap nirkabel (Fixed Wireless Access (FWA)) menggunakan frekuensi 1900 Mhz atau dikenal sebagai 3G.[4]

Sesuai dengan Keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi & Informasi KM 181/KEP/M.KOMINFO/12/2006 dan perubahannya mengenai penataan kembali penggunaan Frekuensi bagi seluruh operator CDMA, maka pemerintah telah menetapkan frekuensi 800 Mhz baru bagi layanan StarOne Indosat. Perpindahan frekuensi berlaku di seluruh Indonesia. Untuk daerah Jabodetabek dan sekitarnya serta Bogor, yang semula menggunakan band frekuensi 1900 MHz menjadi band frekuensi 800 MHz serta di luar Jabodetabek bergeser dari band frekuensi 800 MHz yang lama (band A) ke band frekuensi 800 MHz yang baru (band B).

Cakupan dan fitur[sunting | sunting sumber]

Status cakupan StarOne sampai pertengahan tahun 2009 meliputi berbagai daerah di Indonesia mulai dari Banda Aceh hingga Kendari. Per bulan Agustus 09, jaringan StarOne menjangkau 82 kota. Pelanggan yang menggunakan fitur "JELAJAH" StarOne dari satu area tetap bisa menggunakan StarOne di area yang lainnya. StarOne melayani kebutuhan komunikasi suara, SMS dan data bagi pelanggan di 66 kota yang tersebar mulai dari Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Bangka, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi.

Untuk komunikasi data, saat ini StarOne menyediakan layanan Internet akses baik untuk kartu pascabayar maupun prabayar.

Rencana akuisisi StarOne oleh Telkom Indonesia[sunting | sunting sumber]

Menteri BUMN Dahlan Iskan, memberikan restu kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk mengakuisisi unit usaha Fixed Wireless Access (FWA) StarOne milik PT Indosat Tbk untuk disinergikan dengan usaha sejenis Flexi.

Menurutnya, sejauh akuisisi tersebut bagus untuk kemajuan perseroan dan bisa dipertanggungjawabkan dan tidak ada masalah, silahkan. Dia juga menambahkan bahwa Pemerintah tidak menyuruh dan tidak pula melarang. Sepanjang itu tujuannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen. Dahlan juga mempersilahkan Telkom untuk menjalankan aksi korporasi yang bertujuan memacu pertumbuhan organiknya dan rencana akuisisi merupakan bagian dari aksi korporasi, sehingga diserahkan sepenuhnya kepada manajemen.

Executive GM Flexi Mas`ud Khamid, menambahkan jika nantinya Flexi dapat mengakuisisi StarOne diyakini akan memuluskan langkah Flexi bermain pada layanan mobile broadband.[5]

Penutupan layanan[sunting | sunting sumber]

PT Indosat Tbk secara resmi telah mengakhiri secara penuh layanan berbasis teknologi CDMA dengan merek StarOne pada 30 Juni 2015. Penutupan layanan tersebut ditandai dengan berhasilnya migrasi para pelanggan StarOne ke layanan Indosat (seperti Mentari, Matrix dan IM3).[6][7][8]

StarOne telah mulai dihentikan, namun penanganannya secara bertahap oleh operator yang identik dengan warna kuning ini di seluruh Indonesia sejak akhir 2014 dan selesai secara penuh pada 30 Juni 2015.

Berdasarkan keterangan tertulis, Minggu, 5 Juli 2015, pengakhiran layanan StarOne ini dilakukan sesuai dengan terbitnya Peraturan Menteri Kominfo No. 30 Tahun 2014 tentang Penataan Pita Frekuensi Radio 800 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler pada 10 September 2014.

Selain itu, Indosat harus "mematikan" StarOne sehubungan dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 799 Tahun 2014 tentang Penetapan Penggunaan Pita Frekuensi Radio 800 MHz kepada PT Indosat Tbk tanggal 12 September 2014.

Kedua keputusan menteri itu dimaksudkan, agar alokasi frekuensi radio 800 MHz dapat digunakan untuk keperluan yang lebih besar lagi, yakni untuk layanan seluler. Maka dari itu, Indosat mau tak mau menghentikan layanan berbasis teknologi CDMA tersebut.

Dampak dari keputusan pemerintah itu, Indosat dapat memberikan variasi layanan kepada masyarakat dengan berbagai inovasi layanan selulernya (Matrix, Mentari, dan IM3) dengan teknologi terkini, sebab adanya tambahan alokasi frekuensi radio.

“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kesetiaan pelanggan menggunakan layanan StarOne selama ini. Semoga pelanggan StarOne tetap setia menggunakan layanan Indosat melalui mekanisme transisi dengan pengalihan layanan berbasis CDMA ke layanan berbasis GSM,” ujar John M. Thompson, Director and Chief Technology Officer Indosat.

Penghentian layanan StarOne ini, Indosat telah mengumumkan secara serentak kepada para pelanggan melalui media, SMS blast, serta website Indosat dari awal 2015.

Terkait dampak terhadap pemberhentian layanan StarOne, Indosat mengaku memberikan kompensasi pelanggan tersebut dengan berbagai bentuk, mulai dari kartu SIM GSM, fasilitas Call Forwarding, serta saldo Indosat Dompetku yang besarannya tergantung dari penggunaan StarOne dalam tiga bulan.

Dompetku tersebut dapat ditarik tunai di Galeri Indosat terdekat atau dibelanjakan di merchant-merchant yang bekerja sama dengan Indosat.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Swa.co.id: Indosat Luncurkan StarOne di Jakarta. Dipublikasikan 9 Juli 2004. Diakses 5 Mei 2013
  2. ^ Star One diarahkan jadi pengganti saluran tetap Tech Info Publikasi 11 April 2005.Diakses 5 Mei 2013
  3. ^ Liputan6.com: Indosat Luncurkan StarOne di Jakarta. Dipublikasikan 9 Juli 2004. Diakses 5 Mei 2013
  4. ^ (Inggris)The Jakarta Post: The allocation of national frequencies and 3G development Dipublikasikan pada 22 November 2005
  5. ^ Dahlan persilakan Telkom akuisisi StarOne
  6. ^ Indosat Resmi Hentikan Layanan StarOne
  7. ^ Indosat Resmi Migrasikan Pelanggan StarOne
  8. ^ StarOne Resmi Tutup, Pelanggan Dimigrasi ke GSM Indosat

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]