Kejuaraan Eropa UEFA 2020

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kejuaraan Eropa UEFA 2020
UEFA Euro 2020 Logo.svg
Logo resmi Kejuaraan Eropa UEFA 2020
Live It. For Real.
Informasi turnamen
Tuan rumah
11 negara
Azerbaijan
Belanda
Denmark
Hongaria
Inggris
Italia
Jerman
Rumania
Rusia
Skotlandia
Spanyol
Jadwal
penyelenggaraan
11 Juni – 11 Juli 2021
Tempat
penyelenggaraan
11 (di 11 kota)
Jumlah
tim peserta
24
Hasil turnamen
Juara Gold medal blank.svg Italia
(gelar ke-2)
Juara kedua Silver medal blank.svg Inggris
Statistik turnamen
Jumlah pertandingan51
Jumlah gol142 (2,78 per pertandingan)
Jumlah penonton1.099.278 (21.554 per pertandingan)
Pemain terbaikItalia Gianluigi Donnarumma
Pencetak gol
terbanyak
Ceko Patrik Schick
Portugal Cristiano Ronaldo
(5 gol)
Pemain muda terbaikSpanyol Pedri
2016
2024

Kejuaraan Eropa UEFA 2020, biasanya disebut UEFA Euro 2020 atau hanya Euro 2020 (disebut pula sebagai Piala Eropa 2020 di Indonesia), adalah edisi ke-16 dari Kejuaraan Eropa UEFA, kejuaraan sepak bola pria empat tahunan Eropa yang diselenggarakan oleh Uni Sepak Bola Eropa (UEFA).[1]

Turnamen ini diadakan di 11 kota yang terletak di 11 negara anggota UEFA dan semula dijadwalkan berlangsung pada tanggal 12 Juni hingga 12 Juli 2020, tetapi ditunda akibat pandemi COVID-19 di Eropa dan dijadwal ulang menjadi 11 Juni hingga 11 Juli 2021.[2] Walaupun diselenggarakan pada tahun 2021, turnamen ini tetap menggunakan nama UEFA Euro 2020.[3] Portugal merupakan juara bertahan, setelah memenangi kompetisi edisi 2016 yang digelar di Prancis, tetapi tersingkir di babak 16 besar oleh Belgia.[4] Sistem asisten wasit video (VAR) diperkenalkan untuk pertama kali dalam turnamen Kejuaraan Eropa UEFA.[5]

Presiden UEFA Michel Platini pada 2012 mengatakan turnamen yang diselenggarakan di beberapa negara sebagai acara satu kali "romantis" untuk merayakan "ulang tahun" ke-60 kompetisi Piala Eropa.[6] Memiliki kapasitas terbesar dari keseluruhan stadion dalam kompetisi ini, Stadion Wembley di London menjadi tempat pertandingan babak semifinal dan final untuk kedua kali setelah turnamen edisi 1996 yang dihelat di stadion lama. Stadio Olimpico di Roma dipilih untuk menjadi tempat pertandingan pembuka yang mempertemukan Turki dan Italia. Semula akan diadakan di 13 kota, tetapi dua tuan rumah kemudian dihapus, yaitu: Brussel pada Desember 2017 karena tidak ada kelanjutan dari pembangunan Eurostadium[7] dan Dublin pada April 2021 karena tidak ada jaminan penonton untuk hadir. Spanyol juga mengubah tuan rumah dari Bilbao menjadi Sevilla agar penonton dapat menghadiri langsung pertandingan.[8]

Pemilihan tuan rumah[sunting | sunting sumber]

Saat beberapa negara telah berminat untuk mengajukan pencalonan tuan rumah turnamen ini,[9][10][11][12][13][14][15][16] Presiden UEFA saat itu, Michel Platini, memberi saran saat konferensi pers pada 30 Juni 2012, sehari sebelum Final Piala Eropa 2012, bahwa daripada memiliki satu negara tuan rumah (atau tuan rumah bersama oleh beberapa negara), turnamen dapat disebar di "12 atau 13 kota" di seluruh benua.[17] Saat itu, UEFA telah menggunakan sistem yang serupa untuk Babak Kedua Kejuaraan Eropa U-17 UEFA, di mana masing-masing tujuh grup memiliki tuan rumah berbeda.

Keputusan format penyelenggaraan di seluruh Eropa[sunting | sunting sumber]

Pada 6 Desember 2012, UEFA mengumumkan bahwa turnamen akan diadakan di beberapa kota di seluruh Eropa untuk menandakan hari jadi ke-60 turnamen ini.[18][19] Pemilihan kota tuan rumah tidak menjamin jatah kualifikasi otomatis untuk tim nasional negara tuan rumah.

UEFA beralasan bahwa menyelenggarakan turnamen di seluruh Eropa merupakan keputusan yang logis ditengah kesulitan finansial yang melanda Eropa.[20][21] Reaksi tentang rencana UEFA tersebut beragam di seluruh Eropa.[22] Kritik yang beredar telah dikaitkan dengan format perluasan (dari 31 pertandingan yang melibatkan 16 negara menjadi 51 pertandingan yang melibatkan 24 negara) dan biaya tambahan sebagai faktor penentu bahwa hanya satu negara (Turki) yang telah serius mengajukan pencalonan tuan rumah.[23]

Tempat penyelenggaraan yang dicalonkan[sunting | sunting sumber]

Daftar akhir pencalonan tuan rumah dipublikasikan oleh UEFA pada 26 April 2014, dengan pemilihan tuan rumah dilakukan oleh Komite Eksekutif UEFA pada 19 September 2014. Terdapat dua pencalonan untuk Paket Final (salah satunya berhasil, ditandai dengan warna hijau gelap untuk pertandingan babak semifinal dan final) dan 19 pencalonan untuk Paket Standar (12 di antaranya semula berhasil, ditandai dengan warna hijau terang untuk pertandingan babak perempat final dan babak grup, serta kuning untuk pertandingan babak 16 besar dan babak grup); Brussel, ditandai dengan warna merah, semula terpilih tetapi dikeluarkan dari daftar tempat penyelenggaraan oleh UEFA pada 7 Desember 2017.[24][25][26] Dublin, ditandai dengan warna merah, semula terpilih tetapi dikeluarkan dari daftar tempat penyelenggaraan oleh UEFA pada 23 April 2021. Pada hari yang sama, UEFA juga mengumumkan bahwa pertandingan di Spanyol dipindahkan dari Bilbao ke Sevilla.[8]

  Pencalonan berhasil untuk pertandingan babak grup dan babak 16 besar
  Pencalonan berhasil untuk pertandingan babak grup dan perempat final
  Pencalonan berhasil untuk pertandingan babak semifinal dan final. Kemudian ditambahkan: Babak grup dan babak 16 besar
  Pencalonan berhasil untuk pertandingan babak grup dan babak 16 besar pada awalnya tetapi kemudian dikeluarkan dari daftar
  Pencalonan berhasil untuk pertandingan babak grup dan babak 16 besar tetapi kemudian mengubah stadion lain di negara tersebut
  Pencalonan tidak berhasil (baik ditolak karena dinilai oleh UEFA tidak memenuhi syarat pencalonan atau tersingkir melalui pemungutan suara)
Negara Kota Stadion Kapasitas Paket Hasil #
 Azerbaijan Baku Stadion Olimpiade 68.700 Paket Standar Babak grup dan perempat final 4
 Belanda Amsterdam Amsterdam Arena[a] 54.990 (akan ditingkatkan hingga 56.000) Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar 4
 Belarus Minsk Stadion Dinamo 34.000 (akan ditingkatkan hingga 39.000) Paket Standar Ditolak 0
 Belgia Brussel Eurostadium (stadion nasional baru yang diajukan) 50.000 (potensial 62.613) Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar
(dibatalkan kemudian)
0
 Bulgaria Sofia Stadion Nasional Vasil Levski 43.000 (akan ditingkatkan hingga 50.000) Paket Standar Ditolak 0
 Denmark Kopenhagen Stadion Parken 38.065 Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar 4
 Hongaria Budapest Puskás Aréna 56.000 (stadion baru berkapasitas 68.000 diajukan) Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar 4
 Inggris London Stadion Wembley 90.000 Paket Final
(mundur dari Paket Standar)
Semifinal dan final
Babak grup dan dua babak 16 besar (ditambahkan kemudian)
8
 Israel Yerusalem Stadion Teddy 34.000 (akan ditingkatkan hingga 53.000) Paket Standar Ditolak 0
 Italia Roma Stadio Olimpico 70.634 Paket Standar Pertandingan pembuka, babak grup, dan perempat final 4
 Jerman München Allianz Arena 70.000 Paket Standar, Paket Final Babak grup dan perempat final 4
 Makedonia[b] Skopje Philip II Arena[c] 33.460 Paket Standar Ditolak 0
 Republik Irlandia Dublin Stadion Aviva 51.700 Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar
(dibatalkan kemudian)
0
 Rumania Bukares Arena Națională 55.600 Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar 4
 Rusia Sankt-Peterburg Stadion Krestovsky 68.134 Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar (grup kedua ditambahkan kemudian) 7
 Skotlandia Glasgow Hampden Park 51.866 Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar 4
 Spanyol Bilbao San Mamés 53.289 Paket Standar Babak grup dan babak 16 besar
(dipindahkan kemudian ke La Cartuja di Sevilla)
4
 Swedia Solna, Stockholm Friends Arena 54.329 Paket Standar Tersingkir 0
 Wales Cardiff Stadion Millennium 74.500 Paket Standar Tersingkir 0
  1. ^ Berganti nama pada 2018 menjadi Johan Cruyff Arena
  2. ^ Kini bernama Makedonia Utara
  3. ^ Berganti nama pada 2019 menjadi Toše Proeski Arena

Dampak pandemi COVID-19[sunting | sunting sumber]

Dimulainya pandemi dan penundaan[sunting | sunting sumber]

Pada awal 2020, pandemi di Eropa menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampaknya kepada pemain, staf, dan pengunjung di 12 kota tuan rumah turnamen.[27] Dalam Kongres UEFA pada awal Maret, Presiden UEFA Aleksander Čeferin mengatakan organisasi tersebut yakin bahwa situasinya dapat ditangani, sementara sekretaris jenderal Theodore Theodoridis menyatakan bahwa UEFA tetap melakukan kontak dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan pemerintah nasional mengenai koronavirus.[28] Dampak terhadap sepak bola timbul pada bulan itu karena banyak pertandingan kompetisi domestik dan UEFA mulai dimainkan tanpa penonton. Mulai 13 Maret 2020, pertandingan kompetisi UEFA mendatang ditunda, sementara liga besar Eropa ditangguhkan, seperti Bundesliga, La Liga, Ligue 1, Liga Utama Inggris, dan Serie A.[29]

UEFA mengadakan konferensi video pada 17 Maret 2020 dengan perwakilan dari 55 asosiasi anggotanya, bersama perwakilan FIFPro dan dewan Asosiasi Klub Eropa serta Liga Eropa, untuk membahas tanggapan terhadap wabah untuk kompetisi domestik dan Eropa, termasuk Piala Eropa 2020.[30] Dalam pertemuan tersebut, UEFA mengumumkan bahwa turnamen ditunda hingga tahun depan dan mengusulkan akan berlangsung pada tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2021.[31] Penundaan memberikan pengurangan tekanan terhadap layanan publik di negara yang terdampak dan juga memberikan ruang dalam kalender untuk liga domestik Eropa yang sempat tertunda agar menyelesaikan musimnya.[2] Pada keesokan harinya, Biro Dewan FIFA menyetujui perubahan tanggal dalam Kalender Pertandingan Internasional FIFA. Akibatnya, Piala Dunia Antarklub FIFA diperluas yang dijadwalkan berlangsung pada Juni dan Juli 2021, telah ditunda.[32] Pada 23 April 2020, UEFA mengkonfirmasi bahwa turnamen ini tetap dikenal sebagai UEFA Euro 2020.[3][33]

Rencana penonton dan perubahan tempat penyelenggaraan[sunting | sunting sumber]

Pada Mei 2020, Čeferin menyatakan bahwa pada prinsipnya turnamen akan diselenggarakan di 12 kota tuan rumah yang terpilih. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengurangi jumlah kota tuan rumah karena tiga tuan rumah tidak yakin apakah pertandingan dapat diadakan dengan jadwal baru.[34] Tempat penyelenggaraan turnamen dan jadwal pertandingan ditinjau oleh Komite Eksekutif UEFA selama pertemuan mereka pada 17 Juni 2020.[35] Dalam pertemuan tersebut, UEFA menegaskan bahwa seluruh 12 tempat penyelenggara awal akan tetap menjadi tuan rumah untuk turnamen pada tahun 2021 dan menyetujui jadwal pertandingan yang telah direvisi.[36][37] Namun, Čeferin menyatakan pada Oktober 2020 bahwa masih ada kemungkinan turnamen ini diselenggarakan oleh kurang dari 12 negara tuan rumah yang direncanakan.[38] Pada bulan berikutnya, UEFA menyatakan bahwa "berniat untuk menyelenggarakan Euro 2020 dalam format dan tempat yang dikonfirmasi sebelumnya pada tahun ini dan kami bekerja sama dengan semua kota tuan rumah dalam persiapannya".[39] UEFA juga mengumumkan bahwa setiap tuan rumah sedang berdiskusi dengan UEFA dan otoritas kesehatan setempat tentang apakah stadion tersebut dapat menyelenggarakan pertandingan dengan kapasitas penuh, yang berkisar antara 100%, 50%, 33% atau tanpa penonton. Setiap kota tuan rumah diminta untuk menyusun dua atau tiga rencana dari empat pilihan. Pembatasan juga dapat melibatkan hanya penonton lokal yang diizinkan untuk menghadiri pertandingan. Keputusan akhir tentang skenario mana yang akan diterapkan secara individu setiap tempat penyelenggara awal diputuskan pada 5 Maret 2021.[40][41] Pada Oktober 2020, diumumkan bahwa pertandingan UEFA ditangguhkan di Armenia dan Azerbaijan hingga pemberitahuan lebih lanjut akibat perang Nagorno-Karabakh 2020.[42] Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi rencana pertandingan Piala Eropa 2020 yang digelar di Baku.[43] Penangguhan ini dicabut pada Desember 2020 menyusul perjanjian gencatan senjata antar kedua negara.[44]

Dalam wawancara Tahun Baru, Čeferin mengatakan, "Vaksinasi telah dimulai dan saya pikir kami akan dapat berdiri penuh di musim panas. Untuk saat ini, rencananya adalah untuk bermain di seluruh 12 negara. Tentu saja, ada opsi cadangan untuk berjaga-jaga jika sebuah negara memiliki masalah. Kami siap untuk menyelenggarakan kompetisi di sebelas, sepuluh atau sembilan kota... dan bahkan hanya di satu negara, jika perlu. Namun, saya 99,9 persen yakin bahwa kami akan menyelenggarakan Kejuaraan Eropa di seluruh 12 kota, seperti yang direncanakan."[45][46] Pada 27 Januari 2021, UEFA bertemu dengan asosiasi tuan rumah untuk membahas masalah operasional dan menegaskan kembali turnamen akan diadakan di 12 kota.[47] Tenggat waktu tuan rumah untuk menyerahkan rencana jumlah kapasitas stadionnya diubah menjadi 7 April 2021,[48] dengan keputusan akhir terhadap kota tuan rumah dan penonton untuk awalnya dibuat oleh Komite Eksekutif UEFA pada 19 April 2021.[49] UEFA mengumumkan pada keesokan harinya bahwa Daniel Koch, mantan kepala bagian penyakit menular di Kantor Federal Kesehatan Masyarakat Swiss menjadi penasihat medis turnamen tentang hal yang berkaitan dengan pandemi COVID-19.[50] Pada Februari 2021, Asosiasi Sepak Bola Israel menawarkan untuk menyelenggarakan beberapa pertandingan turnamen di negara tersebut, yang memiliki tingkat vaksinasi tinggi. Namun, hal tersebut ditolak oleh UEFA yang menegaskan kembali komitmennya terhadap 12 kota tuan rumah.[51] Dalam wawancara pada Maret 2021, Čeferin mengatakan, "Kami memiliki beberapa skenario, tetapi satu-satunya jaminan yang dapat kami buat adalah opsi untuk memainkan pertandingan Euro 2020 di stadion yang kosong adalah tidak ada artinya. Setiap tuan rumah harus menjamin adanya penonton dalam pertandingan mereka." UEFA kemudian menyatakan bahwa tidak ada kota tuan rumah yang akan secara otomatis dibatalkan jika mereka memutuskan untuk memainkan pertandingan tanpa penonton. Namun, UEFA perlu mempertimbangkan apakah masuk akal jika memainkan pertandingan tanpa penonton atau jika pertandingan ini harus direlokasi ke tempat lain.[52] Pada bulan yang sama, Perdana Menteri Britania Boris Johnson menawarkan UEFA untuk menyelenggarakan pertandingan turnamen tambahan di Inggris jika ada tempat yang perlu dipindah.[53]

Pada 9 April 2021, UEFA mengumumkan bahwa delapan dari 12 kota tuan rumah turnamen telah mengkonfirmasi rencana jumlah penontonnya, dengan kapasitas stadion berkisar dari 25% hingga 100%. Hanya Bilbao, Dublin, München, dan Roma yang belum menyerahkan rencana kapasitasnya dan setiap tuan rumah awalnya diberi perpanjangan waktu hingga 19 April 2021 untuk menyerahkan kapasitas stadionnya.[54] Pada 14 April, UEFA mengumumkan bahwa Roma telah menjamin penonton untuk turnamen ini dan karena itu dikonfirmasi sebagai tempat penyelenggara.[55] Pada 19 April, diumumkan bahwa perpanjangan waktu kedua diberikan kepada tiga tuan rumah tersisa hingga 23 April saat UEFA akan membuat keputusan akhir.[56] Karena dibutuhkan untuk menyelesaikan detail tiket, kota tuan rumah memiliki waktu hingga 28 April untuk memutuskan apakah tidak akan mengubah batas penonton atau meningkatkan kapasitas yang telah diizinkan.[57]

Pada 23 April, UEFA mengumumkan bahwa Sevilla menggantikan Bilbao sebagai tuan rumah turnamen, sedangkan pertandingan di Dublin direlokasi ke Sankt-Peterburg untuk babak grup dan London untuk babak 16 besar.[8] Karena pandemi COVID-19 di Republik Irlandia, Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia tidak dapat menerima jaminan dari Pemerintah Irlandia dan Dewan Kota Dublin untuk mengizinkan penonton masuk ke stadion.[58][59][60] Sementara itu, Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) mengatakan kondisi sanitasi yang diberlakukan oleh Pemerintah País Vasco untuk menjadi tuan rumah pertandingan di Bilbao "tidak terpatuhi" dan dengan demikian tidak mengizinkan penonton untuk hadir.[61] Setelah dihapus sebagai tuan rumah, Dewan Kota Bilbao menyatakan bahwa mereka menganggap UEFA dan RFEF "bertanggung jawab langsung agar kami tidak menggelar acara olahraga ini dan pembatalan sepihak dari hubungan kontrak kami" dan mengancam tindakan legal dengan kompensasi finansial.[62]

Juga pada 23 April, UEFA mengumumkan bahwa otoritas lokal dapat menjamin "minimum 14.500 penonton" untuk pertandingan yang dijadwalkan di München dan oleh karenanya dikonfirmasi sebagai tempat penyelenggara empat pertandingan.[8] Namun, pemerintah daerah Bayern dan Kementerian Dalam Negeri Jerman kemudian menegaskan kembali posisi mereka bahwa tidak ada jaminan seperti itu dan masuknya penonton tergantung pada situasi pandemi aktual saat turnamen berlangsung.[63] Beberapa hari kemudian, presiden UEFA Čeferin mengundurkan diri dalam sebuah wawancara dengan sebuah surat kabar Jerman, ia membantah bahwa UEFA telah menuntut jaminan pertandingan dengan adanya penonton dan mengakui bahwa "otoritas lokal akan memutuskan sebelum pertandingan apakah adanya penonton dapat disetujui atau tidak."[64][65]

Tempat penyelenggaraan babak semifinal dan final[sunting | sunting sumber]

Penyelenggaraan Stadion Wembley untuk babak semifinal dan final terancam karena penyekatan karantina di Britania Raya yang harus dipatuhi oleh penggemar dan 2.500 VIP. Puskás Aréna di Budapest dipertimbangkan sebagai tempat alternarif karena Hongaria tidak memiliki pembatasan masuk untuk perjalanan di Kawasan Schengen dan dapat menyelenggarakan pertandingan dengan kapasitas penuh.[66] Seorang juru bicara Federasi Sepak Bola Hongaria mengatakan organisasi tersebut "siap menjadi tuan rumah ajang sepak bola tingkat tinggi apapun".[67] Namun, UEFA tetap yakin bahwa Wembley dapat menjadi tuan rumah pertandingan final, karena UEFA dan pemerintah Britania Raya membahas pengecualian karantina,[68] tetapi tidak mengesampingkan perubahan tempat penyelenggaraan.[69] Menteri Kit Malthouse mengatakan pemerintah telah melakukan "sebanyak mungkin yang kami bisa" untuk menjadi tuan rumah pertandingan final,[70] sementara perdana menteri Boris Johnson menyatakan mereka akan mencoba membuat "akomodasi yang masuk akal" untuk UEFA sambil tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat.[71] Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan pertandingan final seharusnya diselenggarakan di Roma karena meningkatnya kasus COVID-19 di Britania Raya.[72] Pekan berikutnya, dilaporkan bahwa ofisial dan eksekutif yang bepergian untuk pertandingan tidak perlu mengisolasi diri, meskipun mereka akan dikenakan pembatasan dan diharuskan untuk tetap berada di "gelembung sepak bola".[73][74]

Perubahan peraturan[sunting | sunting sumber]

Pada 31 Maret 2021, Komite Eksekutif UEFA menyetujui penggunaan maksimal lima pergantian pemain dalam pertandingan turnamen ini (dengan pergantian keenam dilakukan pada babak perpanjangan waktu).[75] Namun, setiap tim hanya diberi kesempatan melakukan tiga kali pergantian pemain, dengan pergantian keempat dilakukan pada babak perpanjangan waktu, tidak termasuk pergantian yang dilakukan pada babak pertama, sebelum babak perpanjangan waktu, dan babak pertama perpanjangan waktu.[76] Penggunaan lima pergantian pemain diizinkan oleh IFAB selama pandemi COVID-19 yang mengakibatkan jadwal pertandingan menjadi padat sehingga menyebabkan beban yang lebih berat bagi para pemain.[77]

Pada awal April 2021, UEFA juga mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan skuat turnamen ditambah dari biasanya 23 pemain, setelah pemanggilan dari manajer tim nasional jika ada kemungkinan wabah COVID dalam tim, serta untuk mengurangi kelelahan pemain yang disebabkan oleh jadwal pertandingan yang padat pada musim sebelumnya.[78] Pada 27 April, dilaporkan bahwa Komite Kompetisi Tim Nasional UEFA telah menyetujui penambahan jumlah skuat menjadi 26 pemain dan telah dikonfirmasi oleh Komite Eksekutif UEFA.[79] Pada 4 Mei 2021, komite eksekutif mengkonfirmasi penggunaan skuat 26 pemain. Namun, tim peserta tetap hanya boleh mendaftarkan maksimal 23 pemain pada lembar pertandingan untuk setiap pertandingan turnamen ini (12 diantaranya adalah pemain pengganti), sesuai dengan Aturan-Aturan Permainan. Diantara 23 pemain tersebut harus ada tiga penjaga gawang. UEFA juga mengumumkan bahwa setelah pertandingan pertama setiap tim, penjaga gawang masih dapat digantikan karena ketidakmampuan fisik, bahkan jika penjaga gawang lain di daftar skuat masih ada.[80]

Jeda minum diizinkan sehingga para pemain dapat meminum air dari botol pribadi masing-masing.[81] Jeda pendinginan, pertama kali diterapkan dalam Piala Dunia FIFA 2014, juga diizinkan untuk pertandingan yang dimainkan dalam suhu udara tinggi.[82]

Aturan khusus terkait COVID-19[sunting | sunting sumber]

Pada 4 Mei 2021, Komite Eksekutif UEFA menyetujui aturan khusus berikut untuk turnamen putaran final akibat pandemi COVID-19 di Eropa:[80][83]

  • Jika sekelompok pemain dari tim peserta ditempatkan ke karantina wajib atau isolasi mandiri setelah keputusan dari pejabat kesehatan nasional atau lokal karena positif SARS-CoV-2, maka pertandingan akan dilanjutkan sesuai jadwal selama tim tersebut memiliki waktu dan memiliki minimal 13 pemain (termasuk satu penjaga gawang).
  • Jika tim peserta tidak dapat menurunkan jumlah pemain minimum yang disyaratkan karena positif SARS-CoV-2, maka pertandingan dapat dijadwal ulang dalam waktu 48 jam ke depan dari tanggal asli pertandingan oleh administrasi UEFA, tergantung pada opsi penjadwalan ulang yang tersedia. Selain itu, UEFA dapat memindahkan pertandingan yang dijadwal ulang ke tempat alternatif jika dianggap sesuai.
  • Jika pertandingan tidak dapat dijadwal ulang, maka Badan Pengendalian, Etika, dan Disiplin UEFA akan memutuskan masalah tersebut. Tim peserta yang bertanggung jawab atas pertandingan yang tidak dimainkan, maka dianggap meninggalkan pertandingan dan kalah 3–0.
  • Jika ada anggota tim wasit terpilih yang harus diganti karena positif SARS-CoV-2, UEFA dapat mengecualikan untuk menunjuk seorang wasit pertandingan berkewarganegaraan sama dengan salah satu tim yang dipertandingkan atau tidak ada dalam daftar FIFA.

Kualifikasi[sunting | sunting sumber]

  Tim yang lolos ke Piala Eropa 2020
  Tim yang gagal lolos

Tidak ada jatah kualifikasi otomatis yang diberikan dalam turnamen ini dan seluruh 55 tim nasional anggota UEFA, termasuk 12 tim nasional yang negaranya terpilih untuk menyelenggarakan pertandingan turnamen putaran final harus berkompetisi dalam babak kualifikasi untuk memperebutkan 24 tempat di turnamen putaran final.[84][85] Karena kota tuan rumah dipilih oleh UEFA pada September 2014, sebelum babak kualifikasi, tim nasional dari kota tuan rumah memiliki kemungkinan untuk gagal lolos ke turnamen putaran final.

Pengundian untuk babak kualifikasi dilakukan pada 2 Desember 2018 di Convention Centre di Dublin, Irlandia.[86]

Babak kualifikasi utama dimulai pada Maret 2019, bukan pada September 2018 setelah Piala Dunia FIFA 2018, dan berakhir pada November 2019. Format kualifikasi sebagian besar tetap sama, meski hanya 20 dari 24 tempat untuk turnamen putaran final yang ditentukan dari babak kualifikasi utama dan menyisakan empat tempat yang belum ditentukan. Setelah bergabungnya Kosovo ke UEFA pada Mei 2016, UEFA mengumumkan bahwa 55 anggota pada saat itu akan diundi ke dalam sepuluh grup setelah berakhirnya Liga Negara UEFA (lima grup berisi lima tim dan lima grup berisi enam tim, dengan empat peserta turnamen final Liga Negara UEFA dipastikan diundi ke dalam grup berisi lima tim), dengan dua tim terbaik dalam setiap grup babak kualifikasi. Babak kualifikasi dipertandingkan dalam format double matchday pada bulan Maret, Juni, September, Oktober, dan November 2019.[87]

Dengan pembentukan Liga Negara UEFA yang dimulai pada 2018,[88][87][89][90] Liga Negara UEFA 2018–2019 dihubungkan dengan kualifikasi Piala Eropa dan memberikan kesempatan kedua bagi beberapa tim untuk lolos ke turnamen. Empat tim dari setiap divisi yang belum lolos ke Piala Eropa berkompetisi di babak play-off untuk setiap divisi. Pemenang babak play-off dari setiap divisi ditentukan melalui dua pertandingan semifinal tunggal (tim peringkat terbaik vs. tim peringkat terendah dan tim peringkat terbaik kedua vs. tim peringkat terbaik ketiga, dipertandingkan di stadion di negara dengan tim peringkat tertinggi) dan pertandingan final tunggal (dengan tempat pertandingan diundi antara kedua pemenang babak semifinal), bergabung dengan 20 tim peserta yang telah lolos ke turnamen.[90]

Tim peserta[sunting | sunting sumber]

Dari 24 tim yang lolos ke turnamen, 19 diantaranya lolos kembali dari edisi 2016. Diantaranya adalah Belgia dan Italia yang meraih catatan sempurna dalam babak kualifikasi (10 kemenangan dalam 10 pertandingan),[91][92] juara bertahan Eropa Portugal, juara dunia Prancis, sementara Jerman mencatatkan lolos ke 13 edisi Piala Eropa secara beruntun.[93] Finlandia dan Makedonia Utara tampil perdana dalam Piala Eropa, setelah belum pernah lolos ke turnamen besar.[94][95] Skotlandia, salah satu tuan rumah bersama tunamen, lolos ke turnamen internasional pertama sejak Piala Dunia FIFA 1998 dan juga Piala Eropa pertama sejak 1996.[96] Belanda dan Denmark tampil kembali setelah absen pada edisi 2016, sementara bagi Belanda mereka tampil di turnamen besar pertama sejak Piala Dunia FIFA 2014.[97][98] Untuk pertama kali, Austria, Hongaria, Slowakia, dan Wales lolos ke turnamen Piala Eropa berturut-turut.[99][100] Yunani, juara 2004, menjadi satu-satunya mantan juara yang gagal lolos, dengan begitu mereka kehilangan dua edisi Piala Eropa dan juga turnamen besar ketiga berturut-turut.[101] Albania, Islandia, Irlandia Utara, Republik Irlandia, dan Rumania gagal untuk lolos setelah tampil di putaran final edisi 2016.[102]

Dari 11 negara tuan rumah, tujuh diantaranya berhasil lolos langsung ke turnamen, sedangkan Hongaria dan Skotlandia lolos melalui babak play-off. Rumania tersingkir di semifinal babak play-off[103] dan Azerbaijan tersingkir di babak grup kualifikasi.[104] Republik Irlandia yang awalnya terpilih sebagai tuan rumah turnamen juga tersingkir di semifinal babak play-off,[103] tetapi kemudian hak tuan rumah mereka dibatalkan.

Tim[A] Status Tanggal lolos Penampilan turnamen sebelumnya[B]
 Belgia Juara Grup I 02019-10-1010 October 2019 5 (1972, 1980, 1984, 2000, 2016)
 Italia Juara Grup J 02019-10-1212 October 2019 9 (1968, 1980, 1988, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Rusia[C] Peringkat kedua Grup I 02019-10-1313 October 2019 11 (1960, 1964, 1968, 1972, 1988, 1992, 1996, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Polandia Juara Grup G 02019-10-1313 Oktober 2019 3 (2008, 2012, 2016)
 Ukraina Juara Grup B 02019-10-1414 Oktober 2019 2 (2012, 2016)
 Spanyol Juara Grup F 02019-10-1515 Oktober 2019 10 (1964, 1980, 1984, 1988, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Prancis Juara Grup H 02019-11-1414 November 2019 9 (1960, 1984, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Turki Peringkat kedua Grup H 02019-11-1414 November 2019 4 (1996, 2000, 2008, 2016)
 Inggris Juara Grup A 02019-11-1414 November 2019 9 (1968, 1980, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2012, 2016)
 Ceko[D] Peringkat kedua Grup A 02019-11-1414 November 2019 9 (1960, 1976, 1980, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Finlandia Peringkat kedua Grup J 02019-11-1515 November 2019 0 (perdana)
 Swedia Peringkat kedua Grup F 02019-11-1515 November 2019 6 (1992, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Kroasia Juara Grup E 02019-11-1616 November 2019 5 (1996, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Austria Peringkat kedua Grup G 02019-11-1616 November 2019 2 (2008, 2016)
 Belanda Peringkat kedua Grup C 02019-11-1616 November 2019 9 (1976, 1980, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012)
 Jerman[E] Juara Grup C 02019-11-1616 November 2019 12 (1972, 1976, 1980, 1984, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Portugal Peringkat kedua Grup B 02019-11-1717 November 2019 7 (1984, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)
 Swiss Juara Grup D 02019-11-1818 November 2019 4 (1996, 2004, 2008, 2016)
 Denmark Peringkat kedua Grup D 02019-11-1818 November 2019 8 (1964, 1984, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2012)
 Wales Peringkat kedua Grup E 02019-11-1919 November 2019 1 (2016)
 Makedonia Utara Pemenang play-off Jalur D 02020-11-1212 November 2020 0 (perdana)
 Hongaria Pemenang play-off Jalur A 02020-11-1212 November 2020 3 (1964, 1972, 2016)
 Slowakia Pemenang play-off Jalur B 02020-11-1212 November 2020 1 (2016)
 Skotlandia Pemenang play-off Jalur C 02020-11-1212 November 2020 2 (1992, 1996)
  1. ^ Tulisan bercetak miring menandakan tim menjadi salah satu dari sebelas asosiasi tuan rumah.
  2. ^ Tulisan bercetak tebal menandakan juara pada tahun itu. Tulisan bercetak miring menandakan tuan rumah pada tahun itu.
  3. ^ Pada tahun 1960 hingga 1988, Rusia berkompetisi sebagai Uni Soviet dan pada 1992 sebagai CIS.
  4. ^ Pada tahun 1960 hingga 1980, Ceko berkompetisi sebagai Cekoslowakia.
  5. ^ Pada tahun 1972 hingga 1988, Jerman berkompetisi sebagai Jerman Barat.

Tempat penyelenggaraan[sunting | sunting sumber]

Sebanyak 13 stadion awalnya dipilih dan diumumkan oleh UEFA pada 19 September 2014.[105] Namun, Komite Eksekutif UEFA menghapus Brussel sebagai kota tuan rumah pada 7 Desember 2017 karena tidak ada kelanjutan dari pembangunan Eurostadium. Empat pertandingan (tiga babak grup dan satu babak 16 besar) yang semula rencananya diselenggarakan di Brussel direlokasi ke Stadion Wembley di London.[7] Pada 23 April 2021, UEFA mengumumkan bahwa karena kurangnya jaminan terkait penonton yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, Stadion Aviva di Dublin dihapus sebagai tuan rumah turnamen. Empat pertandingan yang dihelat di stadion tersebut kemudian direlokasi ke Stadion Krestovsky di Sankt-Peterburg untuk tiga pertandingan babak grup dan ke Stadion Wembley untuk satu pertandingan babak 16 besar. Demikian pula, UEFA memindahkan empat pertandingan di Spanyol ke tempat lain di negara tersebut, dengan La Cartuja di Sevilla menggantikan San Mamés di Bilbao.[8]

Pada 7 Desember 2017, UEFA juga mengumumkan bahwa pertandingan pembuka diselenggarakan di Stadio Olimpico, Roma, mengalahkan kandidat lain, seperti: Amsterdam, Glasgow, dan Sankt-Peterburg. UEFA memutuskan bahwa jika tim nasional Italia lolos, maka pertandingan pembuka akan menampilkan tim tersebut.[7][106]

Dari 11 kota dan negara yang terpilih, tujuh kota dan enam negara belum pernah menjadi tuan rumah pertandingan Piala Eropa edisi sebelumnya. Sevilla tidak menjadi salah satu tempat penyelenggara ketika Spanyol menjadi tuan rumah Piala Negara Eropa 1964 dan Azerbaijan, Denmark, Hongaria, Rumania, Rusia serta Skotlandia belum pernah menjadi tuan rumah turnamen sebelumnya. Dari 11 stadion terpilih, dua diantaranya pernah menggelar pertandingan Piala Eropa sebelumnya, yaitu: Stadio Olimpico (1968 dan 1980) dan Johan Cruyff Arena (2000). Stadion Wembley yang lama pernah menggelar pertandingan dan laga final dalam Piala Eropa 1996, tetapi meski dibangun di tempat yang sama, stadion tersebut diklasifikasikan sebagai stadion yang berbeda dari Stadion Wembley yang digunakan saat ini.

Bendera Inggris London Bendera Italia Roma Bendera Jerman München
Stadion Wembley Stadio Olimpico Allianz Arena
Kapasitas: 90.000 Kapasitas: 70.634 Kapasitas: 70.000
Wembley-Stadion 2013 16x10.jpg L'Olimpico - panoramio.jpg München - Allianz-Arena (Luftbild).jpg
Bendera Azerbaijan Baku Bendera Rusia Sankt-Peterburg Bendera Hongaria Budapest
Stadion Olimpiade Stadion Krestovsky Puskás Aréna
Kapasitas: 68.000 Kapasitas: 68.134 Kapasitas: 67.215
Baku Olympic Stadium panorama 1.JPG Spb 06-2017 img40 Krestovsky Stadium (cropped).jpg Puskás Aréna 05.jpg
Bendera Spanyol Sevilla Bendera Rumania Bukares Bendera Belanda Amsterdam Bendera Skotlandia Glasgow Bendera Denmark Kopenhagen
La Cartuja Arena Națională Johan Cruyff Arena Hampden Park Stadion Parken
Kapasitas: 60.000 Kapasitas: 55.600 Kapasitas: 54.990 Kapasitas: 51.866 Kapasitas: 38.065
Panoramio - V&A Dudush - Estadio Olímpico 57 619.jpg Bucharest (8272279241).jpg Amsterdam Arena Roof Open.jpg Hampden Park (Glasgow) aerial view cropped.jpg Parken from the air 2.JPG

Setiap kota tuan rumah menyelenggarakan tiga pertandingan babak grup dan satu pertandingan babak 16 besar atau perempat final, dengan pengecualian untuk Sankt-Peterburg yang menyelenggarakan enam pertandingan babak grup dan London yang menyelenggarakan dua pertandingan babak 16 besar. Alokasi pertandingan untuk 11 tempat penyelenggaraan adalah sebagai berikut:

Tuan rumah babak grup[sunting | sunting sumber]

Kota tuan rumah dibagi ke dalam enam pasang berdasarkan kekuatan olahraga (semua tim tuan rumah diasumsikan lolos), pertimbangan geografis, dan masalah keamanan/politik. Pasangan tersebut dialokasikan ke dalam grup melalui undian acak pada 7 Desember 2017. Setiap tim negara tuan rumah yang lolos akan menyelenggarakan minimum dua pertandingan kandang. Pasangan tempat penyelenggaraan pertandingan babak grup adalah sebagai berikut:[7]

Kriteria berikut berlaku untuk menentukan pertandingan kandang tim tuan rumah dalam grup yang sama:[107]

  • Jika kedua tim tuan rumah lolos langsung atau keduanya maju ke babak play-off, maka pengundian akan menentukan tim mana yang memainkan seluruh tiga pertandingan babak grup di kandang (yaitu yang menjadi tuan rumah pertandingan head-to-head) dan tim mana yang hanya memainkan dua pertandingan kandang.
  • Jika satu tim tuan rumah lolos langsung dan yang lainnya gagal untuk lolos langsung juga, maka tim tuan rumah yang lolos langsung memainkan seluruh tiga pertandingan babak grup di kandang dan jika lolos, tuan rumah lainnya hanya memainkan dua pertandingan kandang.
  • Jika satu tim tuan rumah maju ke babak play-off dan yang lainnya tersingkir, maka tim tuan rumah di babak play-off, jika lolos, memainkan seluruh tiga pertandingan babak grup di kandang.
  • Tidak ada tindakan yang diperlukan jika kedua tim tuan rumah gagal lolos.

Jika tim tuan rumah di babak play-off gagal lolos, maka pemenang jalur akan mengambil tempat tuan rumah dalam jadwal pertandingan dan oleh karena itu akan memainkan dua atau tiga pertandingan berdasarkan kriteria di atas yang dihelat di kota tuan rumah tim peserta yang gagal lolos. Pengundian dilakukan pada 22 November 2019, pukul 12:00 CET, di markas UEFA di Nyon, Swiss (bersamaan dengan pengundian untuk babak play-off).[108] Dalam pengundian yang hanya diperlukan untuk Grup B (Denmark dan Rusia), dua bola undian dipersiapkan, dengan tim yang pertama yang diundi akan menyelenggarakan tiga pertandingan.[109]

Alokasi pertandingan kandang babak grup untuk negara tuan rumah
Grup Tuan rumah Status tuan rumah Undian? Jumlah pertandingan kandang
Tiga Dua
A  Azerbaijan Tersingkir di babak grup kualifikasi Tidak  Italia Tidak ada
 Italia Lolos langsung ke putaran final
B  Denmark Lolos langsung ke putaran final Ya  Denmark  Rusia
 Rusia Lolos langsung ke putaran final
C  Belanda Lolos langsung ke putaran final Tidak  Belanda Tidak ada
 Rumania Tersingkir di babak play-off
D  Inggris Lolos langsung ke putaran final Tidak  Inggris  Skotlandia
 Skotlandia Lolos melalui babak play-off
E  Republik Irlandia[a] Tersingkir di babak play-off Tidak  Spanyol Tidak ada
 Spanyol Lolos langsung ke putaran final
F  Jerman Lolos langsung ke putaran final Tidak  Jerman  Hongaria
 Hongaria Lolos melalui babak play-off
  1. ^ a b Pada April 2021, Dublin dihapus sebagai tuan rumah turnamen, oleh sebab itu pertandingan babak grup direlokasi ke Sankt-Peterburg, yang sudah menjadi tuan rumah Grup B.

Pembatasan penonton[sunting | sunting sumber]

Karena pandemi COVID-19 dan mengakibatkan pembatasan pertemuan di ruang publik, banyak stadion dalam turnamen ini tidak dapat beroperasi dengan kapasitas penuh. UEFA meminta setiap tuan rumah untuk merancang rencana jumlah penonton bersama dengan pemerintah lokal/nasional dan otoritas kesehatan. Tuan rumah diberi batas waktu hingga 7 April 2021 untuk membicarakan rencana tersebut dengan UEFA. Pada 9 April, UEFA mengumumkan bahwa delapan tuan rumah turnamen telah mengkonfirmasi jumlah kapasitas stadion mereka, mulai dari 25% hingga 100%. Empat tuan rumah lain (Bilbao, Dublin, München, dan Roma) diberi perpanjangan waktu hingga 23 April untuk menyerahkan jumlah kapasitas stadion mereka.[54] Pada 14 April, UEFA mengumumkan bahwa Roma juga telah mengkonfirmasi jumlah kapasitas stadionnya.[55] Pada 23 April, jumlah kapasitas stadion dari München juga dikonfirmasi, sedangkan Bilbao digantikan oleh Sevilla, yang dapat menjamin penonton. Selain itu, Dublin dihapus sebagai tuan rumah, karena tidak dapat memastikan penonton dapat hadir.[8]

Banyak pertandingan tidak terisi dengan kapasitas stadion yang diizinkan sejauh ini, hanya pertandingan babak grup tim nasional Belanda di Johan Cruyff Arena yang terisi dengan menyisakan kurang dari seribu kursi dari kapasitas yang diizinkan. Pertandingan antara Inggris melawan Kroasia terlihat kehadiran penonton sebanyak 18.497, dibandingkan dengan kapasitas yang diizinkan, yaitu 22.500. UEFA mengatakan penyekatan karantina sebagai penyebab kehadiran penonton yang rendah.[110]

Kapasitas yang diizinkan untuk stadion Kejuaraan Eropa UEFA 2020
Kota Stadion Kapasitas standar Kapasitas yang diizinkan
Amsterdam Johan Cruyff Arena 54.990 Setidaknya 33% (sekitar 16.000), dapat ditingkatkan[111]
Baku Stadion Olimpiade 68.700 50% (sekitar 34.350), dengan larangan ada penonton asing selain warga negara tim peserta[112]
Bukares Arena Națională 55.600 Setidaknya 25% (sekitar 13.000) untuk babak grup dan 50% (sekitar 25.000) untuk babak 16 besar[113][114]
Budapest Puskás Aréna 67.215 Kapasitas penuh, tergantung penonton yang memenuhi syarat ketat untuk masuk stadion
Glasgow Hampden Park 51.866 25% (sekitar 12.000)[115]
Kopenhagen Stadion Parken 38.065 40% (sekitar 15.900) untuk laga pertama melawan Finlandia dan 67% (sekitar 25.000) untuk dua laga babak grup lain dan satu laga babak 16 besar[116]
London Stadion Wembley 90.000 25% (sekitar 22.500) untuk babak grup dan pertandingan pertama babak 16 besar, 50% (sekitar 45.000) untuk pertandingan kedua babak 16 besar, dan 67% (sekitar 60.000) untuk babak semifinal dan final[117]
München Allianz Arena 70.000 20% (14.000)[118]
Roma Stadio Olimpico 70.634 Setidaknya 25% (sekitar 17.659), dapat ditingkatkan[119]
Sankt-Peterburg Stadion Krestovsky 68.134 Setidaknya 50% (sekitar 34.067), dapat ditingkatkan
Sevilla La Cartuja 60.000 30% (sekitar 18.000)

Kamp basis tim[sunting | sunting sumber]

Setiap tim peserta memilih "kamp basis tim" sebagai tempat tinggal selama pertandingan. Tim akan berlatih dan tinggal di lokasi tersebut sepanjang turnamen dan melakukan perjalanan ke pertandingan yang diadakan jauh dari markas mereka. Tidak seperti turnamen edisi sebelumnya, setiap tim dapat memilih kamp basis di mana saja karena edisi ini menggunakan format Eropa, sehingga tidak wajib untuk tinggal di salah satu negara tuan rumah.[120]

Kamp basis yang dipilih oleh tim peserta yang lolos secara langsung diumumkan oleh UEFA pada 27 Januari 2020.[121] Kamp basis tim peserta lain yang lolos melalui babak play-off diumumkan pada 2021.[122]

Tim Kamp basis
 Austria Seefeld in Tirol, Austria
 Belanda Zeist, Belanda
 Belgia Tubize, Belgia
 Ceko Praha, Ceko[a]
 Denmark Helsingør, Denmark
 Finlandia Repino, Sankt-Peterburg, Rusia
 Hongaria Telki, Hongaria
 Inggris Burton upon Trent, Inggris
 Italia Coverciano, Firenze, Italia
 Jerman Herzogenaurach, Jerman
 Kroasia Rovinj, Kroasia[b]
 Makedonia Utara Bukares, Rumania
 Polandia Sopot, Polandia[c]
 Portugal Budapest, Hongaria
 Prancis Clairefontaine-en-Yvelines, Prancis
 Rusia Novogorsk, Khimki, Rusia
 Skotlandia Hurworth-on-Tees, Inggris[125]
 Slowakia Sankt-Peterburg, Rusia[d]
 Spanyol Las Rozas de Madrid, Spanyol
 Swedia Göteborg, Swedia[e]
 Swiss Roma, Italia
 Turki Baku, Azerbaijan
 Ukraina Bukares, Rumania
 Wales Baku, Azerbaijan
  1. ^ Awalnya di Currie, Edinburgh, Skotlandia,[121] tetapi dipindahkan karena penyekatan karantina COVID-19 di Skotlandia[123]
  2. ^ Awalnya di St Andrews, Skotlandia,[121] tetapi dipindahkan karena penyekatan karantina COVID-19 di Skotlandia[124]
  3. ^ Awalnya di Portmarnock, Republik Irlandia[121]
  4. ^ Awalnya di Castleknock, Republik Irlandia[126][127]
  5. ^ Awalnya di Maynooth, Republik Irlandia[121]

Pengundian putaran final[sunting | sunting sumber]

Pengundian untuk putaran final dilakukan pada 30 November 2019, pukul 18:00 CET (pukul 19:00 waktu setempat, EET) di Romexpo, Bukares, Rumania.[128][129][130][104] Sebanyak 24 tim diundi ke dalam enam grup berisi empat tim. Identitas dari empat tim yang ditentukan melalui babak play-off belum diketahui pada waktu pengundian dan diidentifikasi sebagai pemenang play-off 1 hingga 4.[131] Jika terdapat grup yang tidak dapat ditetapkan pada waktu pengundian putaran final turnamen, pengundian berikutnya akan diadakan setelah babak play-off pada 1 April 2020,[1] tetapi UEFA mengkonfimasi pengundian tambahan tidak diperlukan setelah identitas dari 20 tim yang lolos langsung dan 16 tim yang mengikuti babak play-off telah diketahui.[109]

Tim peserta ditempatkan sesuai peringkat keseluruhan Kualifikasi Kejuaraan Eropa yang berdasarkan hasil kualifikasi Kejuaraan Eropa UEFA 2020. Berikut ini komposisi standar untuk pengundian pot:[132]

  • Pot 1: Juara grup peringkat 1–6
  • Pot 2: Juara grup peringkat 7–10, peringkat kedua grup peringkat 1–2 (keseluruhan 11–12)
  • Pot 3: Peringkat kedua grup peringkat 3–8 (keseluruhan 13–18)
  • Pot 4: Peringkat kedua grup peringkat 9–10 (keseluruhan 19–20), pemenang play-off A–D (identitas belum diketahui saat pengundian berlangsung)

Karena dua tim tuan rumah dari grup yang sama tidak dapat berada di pot penempatan yang sama, maka Panel Darurat UEFA mengganti satu tim tuan rumah dengan tim peringkat terendah dari pot yang lebih tinggi atau mengganti satu tim tuan rumah dengan tim peringkat tertinggi dari pot bawah (berdasarkan prinsip bahwa pengubahan tersebut berdampak kecil pada penempatan asli). Namun, tidak ada penyesuaian penempatan yang diperlukan.

Pengundian dimulai dengan Pot 1 dan diakhiri dengan Pot 4, dari sana sebuah tim diundi dan ditempatkan ke grup pertama yang tersedia. Posisi di grup (untuk penentuan jadwal pertandingan) kemudian diundi. Dalam pengundian, ketentuan berikut berlaku (termasuk untuk tim yang masih bisa lolos melalui babak play-off):[133]

  • Penempatan grup secara otomatis: Tim tuan rumah secara otomatis ditempatkan ke grup berdasarkan pemasangan kota tuan rumah.
  • Pertemuan yang dilarang: Untuk alasan politik, UEFA mengatur pemasangan tim yang dianggap dilarang untuk bertemu. Selain tidak dapat diundi ke dalam grup yang sama, tim non tuan rumah juga dicegah untuk masuk ke grup yang dituan rumahi oleh negara yang terlibat konflik dengan negara tersebut, bahkan jika tuan rumah tidak lolos. Hanya satu pertemuan yang dilarang, Rusia / Ukraina, diterapkan saat pengundian babak grup. Pertemuan yang dilarang lainnya diantara tim yang lolos dan yang masuk babak play-off adalah Kosovo / Bosnia dan Herzegovina dan Kosovo / Serbia, tetapi tim dalam pasangan tersebut semuanya masuk ke babak play-off dan di Pot 4 untuk undian dan tidak akan berada di grup yang sama; Kosovo / Rusia juga dilarang,[134] tetapi keduanya juga tidak dapat berada di grup yang sama karena pemasangan jalur play-off dibutuhkan untuk alokasi tuan rumah. Namun, larangan pertemuan ini tidak berlaku untuk babak gugur.

Alokasi grup jalur play-off[sunting | sunting sumber]

Karena format babak play-off yang mengantisipasi semua skenario yang mungkin menjadi tidak mungkin, administrasi UEFA harus menunggu hingga babak grup kualifikasi selesai untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengundian putaran final turnamen ini.[107] Tidak mungkin bagi UEFA untuk mencegah salah satu jalur play-off berisi dua tim tuan rumah, akibatnya Rumania (tuan rumah Grup C) dan Hongaria (tuan rumah Grup F) diundi bersama di Jalur A. Oleh karena itu, pemenang jalur play-off ini harus ditempatkan ke dalam dua grup saat pengundian putaran final turnamen ini. Untuk mendapat hasil tersebut, Jalur A dipasangkan dengan Jalur D (yang tidak memiliki tuan rumah) dan oleh sebab itu UEFA telah menyiapkan skenario yang jelas untuk setiap kemungkinan tim yang lolos. Pengundian dilakukan pada 22 November 2019, pukul 12:00 CET, di markas UEFA di Nyon, Swiss (bersamaan dengan pengundian untuk babak play-off), yang menentukan urutan prioritas untuk alokasi Jalur A hingga grup untuk putaran final turnamen ini.[109]

Dua bola undian dipersiapkan yang berisi nama grup yang dituan rumahi tim yang bersangkutan (Grup C dan Grup F untuk Rumania dan Hongaria, masing-masing). Bola undian pertama menentukan grup ("grup prioritas") yang dialokasikan untuk Jalur A, dengan pengecualian tim tuan rumah dari bola undian kedua yang mengundi ("grup non-prioritas") pemenang Jalur A. Dalam pengundian, Grup F terpilih sebagai grup prioritas, dengan demikian berikut kemungkinan yang akan terjadi:

  • Jalur A dimenangkan oleh Bulgaria, Hongaria atau Islandia: Pemenang Jalur A masuk Grup F dan pemenang Jalur D masuk Grup C. (Karena Rumania kalah dalam babak semifinal play-off, kemungkinan ini yang digunakan sebagai penempatan grup.)
  • Jalur A dimenangkan Rumania: Rumania masuk Grup C dan pemenang Jalur D masuk Grup F.

Penempatan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini komposisi untuk setiap pot:[135]

Pot 1
Tim Tn. rumah Pos
 Belgia[a] 1
 Italia Grup A 2
 Inggris Grup D 3
 Jerman Grup F 4
 Spanyol Grup E 5
 Ukraina[a] 6
Pot 2
Tim Tn. rumah Pos
 Prancis 7
 Polandia 8
 Swiss 9
 Kroasia 10
 Belanda Grup C 11
 Rusia Grup B 12
Pot 3
Tim Tn. rumah Pos
 Portugal 13
 Turki 14
 Denmark Grup B 15
 Austria 16
 Swedia 17
 Ceko 18
Pot 4[b]
Tim Tn. rumah Pos
 Wales 19
 Finlandia 20
Pemenang play-off A Grup C & F[c] N/A
Pemenang play-off B Grup E[d]
Pemenang play-off C Grup D[e]
Pemenang play-off D[f]
  1. ^ a b Ukraina tidak dapat diundi ke dalam grup yang sama dengan Rusia (tuan rumah Grup B). Karena kedua negara tersebut juga tidak dapat diundi ke salah satu dari empat grup lain dengan tuan rumah Pot 1, maka Ukraina ditempatkan di Grup C. Sebagai konsekuensinya, Belgia ditempatkan di Grup B.
  2. ^ Identitas empat pemenang play-off belum diketahui saat pengundian berlangsung.
  3. ^ Rumania (tuan rumah Grup C) dan Hongaria (tuan rumah Grup F) berkompetisi di babak play-off Jalur A dan dengan demikian pemenang Jalur A ditempatkan ke dalam dua grup (Grup C dan Grup F), di mana grup akhir bergantung pada identitas pemenang Jalur A.
  4. ^ Republik Irlandia (tuan rumah awal Grup E) berkompetisi di babak play-off Jalur B dan dengan demikian pemenang Jalur B ditempatkan di Grup E.
  5. ^ Skotlandia (tuan rumah Grup D) berkompetisi di play-off Jalur C dan dengan demikian pemenang Jalur C ditempatkan di Grup D.
  6. ^ Play-off Jalur D dipasangkan dengan Jalur A (yang berisi dua tuan rumah) dan dengan demikian pemenang Jalur D ditempatkan ke dalam dua grup (Grup C dan Grup F), di mana grup akhir bergantung pada identitas pemenang Jalur A.

Hasil undian dan jadwal pertandingan babak grup[sunting | sunting sumber]

Hasil pengundian untuk setiap grup adalah sebagai berikut (nama tim dalam cetak miring adalah pemenang play-off yang identitasnya belum diketahui saat pengundian berlangsung):

Grup A
Pos Tim
A1  Turki
A2  Italia[a]
A3  Wales
A4  Swiss
Grup B
Pos Tim
B1  Denmark[a]
B2  Finlandia
B3  Belgia
B4  Rusia[b]
Grup C
Pos Tim
C1  Belanda[a]
C2  Ukraina
C3  Austria
C4  Makedonia Utara
Grup D
Pos Tim
D1  Inggris[a]
D2  Kroasia
D3  Skotlandia[b]
D4  Ceko
Grup E
Pos Tim
E1  Spanyol[a]
E2  Swedia
E3  Polandia
E4  Slowakia
Grup F
Pos Tim
F1  Hongaria[b]
F2  Portugal
F3  Prancis
F4  Jerman[a]
  1. ^ a b c d e f Tuan rumah turnamen memainkan seluruh tiga pertandingan babak grup di kandang.
  2. ^ a b c Tuan rumah turnamen memainkan dua pertandingan babak grup di kandang.

Pertandingan babak grup ditentukan berdasarkan hasil undian sebagai berikut:

Catatan: Posisi tim untuk mengatur jadwal tidak menggunakan pot penempatan, melainkan menggunakan posisi undian, misalnya Tim 1 belum tentu tim dari Pot 1 dalam pengundian.

Jadwal pertandingan babak grup
Pertandingan Tanggal Pertandingan
Pertandingan 1 11–15 Juni 2021 1 vs 2, 3 vs 4
Pertandingan 2 16–19 Juni 2021 1 vs 3, 2 vs 4
Pertandingan 3 20–23 Juni 2021 4 vs 1, 2 vs 3

Skuat[sunting | sunting sumber]

Untuk mengurangi beban pemain akibat pandemi COVID-19 dan kasus wabah dalam tim, jumlah skuat ditingkatkan dari 23 (digunakan dalam setiap edisi Piala Eropa sejak 2004) menjadi 26. Namun, jumlah maksimum pemain yang diizinkan pada lembar pertandingan untuk setiap pertandingan turnamen ini tetap berjumlah 23.[80] Setiap skuat tim nasional, yang mencakup tiga penjaga gawang, wajib diserahkan paling lambat sepuluh hari sebelum pertandingan pembuka turnamen (hingga 1 Juni 2021). Jika seorang pemain mengalami cedera atau sakit yang cukup parah sehingga mencegahnya berpartisipasi dalam turnamen ini sebelum pertandingan pertama tim tersebut, maka ia dapat digantikan oleh pemain lain.[1] Namun, penjaga gawang masih dapat digantikan setelah pertandingan pertama tim tersebut karena ketidakmampuan fisik.[80]

Perangkat pertandingan[sunting | sunting sumber]

Pada 27 September 2018, Komite Eksekutif UEFA menyetujui penggunaan sistem asisten wasit video (VAR) untuk pertama kali dalam Kejuaraan Eropa UEFA.[5] Pada 12 Februari 2020, UEFA dan CONMEBOL menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kolaborasi, termasuk kemungkinan tim wasit pertandingan asal Amerika Selatan yang ditunjuk untuk memimpin pertandingan babak grup turnamen ini.[136]

Pada 21 April 2021, UEFA mengumumkan 19 tim wasit yang bertugas dalam turnamen ini.[137] Daftar tersebut termasuk wasit asal Argentina Fernando Rapallini dan asistennya, yang menjadi wasit asal Amerika Selatan pertama yang terpilih untuk Piala Eropa sebagai bagian dari program pertukaran wasit UEFA dengan CONMEBOL. Tim wasit asal Spanyol juga terpilih untuk Copa América 2021.[138]

Sebuah tim wasit yang terdiri dari sembilan orang ditunjuk untuk setiap pertandingan. Lima diantaranya bertugas di stadion yang terdiri dari wasit, dua asisten wasit, seorang wasit keempat, dan seorang asisten wasit cadangan.[138] Selain itu, empat wasit pertandingan video berlokasi di markas UEFA di Nyon, Swiss. Tim tersebut terdiri dari seorang asisten wasit video (pimpinan wasit video yang merupakan titik utama yang melakukan kontak dengan wasit), seorang pembantu asisten wasit video (AVAR 1, yang berfokus mengikuti pertandingan), seorang VAR offside (AVAR 2, yang meninjau semua situasi yang berpotensi offside), dan seorang pendukung VAR (AVAR 3, yang bertindak dalam kapasitas koordinasi).[139] Turnamen ini menggunakan Aturan-Aturan Permainan 2021 yang mulai diberlakukan pada 1 Juli, tetapi dapat diperkenalkan dalam kompetisi yang berlangsung sebelum tanggal tersebut.[140]

Tim wasit
Negara Wasit Asisten wasit Pertandingan yang dipimpin[141]
 Jerman Felix Brych Mark Borsch
Stefan Lupp
Belanda–Ukraina (Grup C)
Finlandia–Belgia (Grup B)
Belgia–Portugal (Babak 16 besar)
Ukraina–Inggris (Perempat final)
Italia–Spanyol (Semifinal)
 Turki Cüneyt Çakır Bahattin Duran
Tarık Ongun
Hongaria–Portugal (Grup F)
Ukraina–Austria (Grup C)
Kroasia–Spanyol (Babak 16 besar)
 Spanyol Carlos del Cerro Grande Juan Carlos Yuste Jiménez
Roberto Alonso Fernández
Prancis–Jerman (Grup F)
Kroasia–Ceko (Grup D)
 Swedia Andreas Ekberg Mehmet Culum
Stefan Hallberg
Austria–Makedonia Utara (Grup C)
 Israel Orel Grinfeld Roy Hassan
Idan Yarkoni
Belanda–Austria (Grup C)
 Rumania Ovidiu Hațegan Radu Ghinguleac
Sebastian Gheorghe
Polandia–Slowakia (Grup E)
Italia–Wales (Grup A)
 Rusia Sergei Karasev Igor Demeshko
Maksim Gavrilin
Italia–Swiss (Grup A)
Jerman–Hongaria (Grup F)
Belanda–Ceko (Babak 16 besar)
 Rumania István Kovács Vasile Marinescu
Ovidiu Artene
Makedonia Utara–Belanda (Grup C)
 Belanda Björn Kuipers Sander van Roekel
Erwin Zeinstra
Denmark–Belgia (Grup B)
Slowakia–Spanyol (Grup E)
Ceko–Denmark (Perempat final)
Italia–Inggris (Final)
 Belanda Danny Makkelie Hessel Steegstra
Jan de Vries
Turki–Italia (Grup A)
Finlandia–Rusia (Grup B)
Inggris–Jerman (Babak 16 besar)
Inggris–Denmark (Semifinal)
 Spanyol Antonio Mateu Lahoz Pau Cebrián Devís
Roberto Díaz Pérez del Palomar
Belgia–Rusia (Grup B)
Inggris–Skotlandia (Grup D)
Portugal–Prancis (Grup F)
 Inggris Michael Oliver Stuart Burt
Simon Bennett
Hongaria–Prancis (Grup F)
Swedia–Polandia (Grup E)
Swiss–Spanyol (Perempat final)
 Italia Daniele Orsato Alessandro Giallatini
Fabiano Preti
Inggris–Kroasia (Grup D)
Spanyol–Polandia (Grup E)
Swedia–Ukraina (Babak 16 besar)
 Argentina Fernando Rapallini Juan Pablo Belatti
Diego Bonfá
Ukraina–Makedonia Utara (Grup C)
Kroasia–Skotlandia (Grup D)
Prancis–Swiss (Babak 16 besar)
 Jerman Daniel Siebert Jan Seidel
Rafael Foltyn
Skotlandia–Ceko (Grup D)
Swedia–Slowakia (Grup E)
Wales–Denmark (Babak 16 besar)
 Portugal Artur Soares Dias Rui Tavares
Paulo Soares
Turki–Wales (Grup A)
Ceko–Inggris (Grup D)
 Inggris Anthony Taylor Gary Beswick
Adam Nunn
Denmark–Finlandia (Grup B)
Portugal–Jerman (Grup F)
Italia–Austria (Babak 16 besar)
 Prancis Clément Turpin Nicolas Danos
Cyril Gringore
Wales–Swiss (Grup A)
Rusia–Denmark (Grup B)
 Slovenia Slavko Vinčić Tomaž Klančnik
Andraž Kovačič
Spanyol–Swedia (Grup E)
Swiss–Turki (Grup A)
Belgia–Italia (Perempat final)

Selain itu, UEFA mengumumkan 22 wasit pertandingan video dan 12 wasit pendukung (yang bertugas sebagai wasit keempat dan asisten wasit cadangan).[137] Daftar tersebut termasuk wasit pendukung Stéphanie Frappart, wasit wanita pertama di putaran final turnamen Piala Eropa.[138]

Wasit pertandingan video
Negara Asisten wasit video VAR Offside
 Inggris Stuart Attwell
Chris Kavanagh
Lee Betts
 Prancis Jérôme Brisard
François Letexier
Benjamin Pagès
 Jerman Bastian Dankert
Christian Dingert
Marco Fritz
Christian Gittelmann
 Italia Marco Di Bello
Massimiliano Irrati
Paolo Valeri
Filippo Meli
 Belanda Kevin Blom
Pol van Boekel
 Polandia Paweł Gil
 Portugal João Pinheiro
 Spanyol Alejandro Hernández Hernández
Juan Martínez Munuera
José María Sánchez Martínez
Íñigo Prieto López de Cerain
Wasit pertandingan pendukung
Negara Wasit keempat Asisten wasit cadangan
 Bulgaria Georgi Kabakov Martin Margaritov
 Prancis Stéphanie Frappart Mikaël Berchebru
 Italia Davide Massa Stefano Alassio
 Polandia Bartosz Frankowski Marcin Boniek
 Serbia Srđan Jovanović Uroš Stojković
  Swiss Sandro Schärer Stéphane De Almeida

Upacara pembukaan[sunting | sunting sumber]

Upacara pembukaan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Italia pada 11 Juni 2021 pukul 20:35 (CEST) sebelum pertandingan pertama turnamen. Penyanyi opera tenor Italia Andrea Bocelli membawakan lagu "Nessun dorma".[142] Martin Garrix, Bono, dan the Edge juga tampil dengan membawakan lagu resmi turnamen, "We Are the People". Penampilan secara virtual ini ditengah pandemi COVID-19 dan difilmkan di studio kontrol gerak di London dan Stadio Olimpico untuk menciptakan kembali lingkungan stadion dalam bentuk 3D.[143]

Babak grup[sunting | sunting sumber]

Pencapaian tim peserta di Piala Eropa 2020

UEFA mengumumkan jadwal turnamen awal pada 24 Mei 2018, yang hanya berisi waktu kick-off untuk pertandingan pembuka dan babak perempat final hingga final.[144][145] Waktu kick-off babak grup yang lain dan pertandingan babak 16 besar diumumkan pada 30 November 2019 setelah pengundian putaran final.[146] Pada 17 Juni 2020, UEFA mengumumkan telah merevisi jadwal pertandingan untuk turnamen ini menjadi 2021.[147][148] Seluruh tanggal pertandingan, waktu kick-off, dan tempat pertandingan masih sama, tetapi diundur satu hari sebelumnya sehingga pertandingan tetap pada hari yang sama dalam sepekan (misalnya 12 hingga 11 Juni sebagai pertandingan pembuka, maka tetap pada hari Jumat). Pada 23 April 2021, UEFA merevisi penetapan tempat pertandingan dari jadwal pertandingan setelah satu stadion dihapus dari turnamen dan stadion lainnya diganti.[149]

Juara grup, peringkat kedua, dan empat tim peringkat ketiga terbaik lolos ke babak 16 besar.

Seluruh waktu pertandingan dalam CEST (UTC+2), sebagaimana yang didaftarkan oleh UEFA. Jika tempat pertandingan berada di zona waktu yang berbeda, waktu setempat juga dicantumkan.

Kriteria peringkat[sunting | sunting sumber]

Jika dua atau lebih tim memiliki poin yang sama setelah pertandingan babak grup berakhir, maka kriteria peringkat berikut diterapkan:[1]

  1. Jumlah poin tertinggi yang diperoleh dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan;
  2. Selisih gol yang lebih unggul yang dihasilkan dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan;
  3. Jumlah gol yang dicetak terbanyak dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan;
  4. Jika setelah menerapkan kriteria 1 hingga 3, tim-tim tersebut masih memiliki peringkat yang sama, kriteria 1 hingga 3 diterapkan kembali khusus untuk pertandingan antara tim yang masih imbang untuk menentukan peringkat akhir.[a] Jika prosedur ini tidak berujung pada suatu keputusan, kriteria 5 hingga 10 berlaku;
  5. Selisih gol yang lebih unggul di seluruh pertandingan babak grup;
  6. Jumlah gol yang dicetak di seluruh pertandingan babak grup;
  7. Jumlah kemenangan terbanyak di seluruh pertandingan babak grup;[b]
  8. Jika kedua tim saling bertemu dalam pertandingan terakhir babak grup dan keduanya memiliki jumlah poin yang sama, jumlah gol masuk dan gol kemasukan yang sama, dan skor berakhir imbang dalam pertandingan tersebut, maka peringkat dari kedua tim tersebut ditentukan melalui adu penalti. (Kriteria ini tidak digunakan jika lebih dari dua tim yang memiliki jumlah poin yang sama.);
  9. Jumlah poin kedisiplinan terendah di seluruh pertandingan babak grup (1 poin untuk kartu kuning tunggal, 3 poin untuk kartu merah sebagai konsekuensi dari dua kartu kuning, 3 poin untuk kartu merah langsung, 4 poin untuk kartu kuning yang disertai kartu merah langsung);
  10. Posisi tertinggi dalam peringkat keseluruhan Kualifikasi Kejuaraan Eropa.

Catatan

  1. ^ Jika ada tiga tim dengan poin yang sama, penerapan tiga kriteria pertama hanya dapat menentukan peringkat untuk salah satu tim, meninggalkan dua tim lainnya tetap imbang. Dalam hal ini, prosedur kriteria peringkat dilanjutkan dari awal untuk kedua tim yang masih imbang.
  2. ^ Kriteria ini hanya dapat diterapkan jika terjadi pengurangan poin, karena beberapa tim dalam grup yang sama tidak dapat terikat jumlah poin tetapi terikat dengan jumlah kemenangan yang berbeda.

Grup A[sunting | sunting sumber]

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Italia (H) 3 3 0 0 7 0 +7 9 Lolos ke babak gugur
2  Wales 3 1 1 1 3 2 +1 4[a]
3  Swiss 3 1 1 1 4 5 −1 4[a]
4  Turki 3 0 0 3 1 8 −7 0
Sumber: UEFA
(H) Tuan rumah.
Catatan:
  1. ^ a b Imbang dalam hasil head-to-head (Wales 1–1 Swiss). Selisih gol keseluruhan digunakan sebagai penentu peringkat akhir.

11 Juni 2021 (2021-06-11)
21:00
Turki  0–3  Italia
Laporan
Stadio Olimpico, Roma
Penonton: 12.916[150]
Wasit: Danny Makkelie (Belanda)

12 Juni 2021 (2021-06-12)
15:00 (17:00 UTC+4)
Wales  1–1  Swiss
Laporan

16 Juni 2021 (2021-06-16)
18:00 (20:00 UTC+4)
Turki  0–2  Wales
Laporan

16 Juni 2021 (2021-06-16)
21:00
Italia  3–0  Swiss
Laporan
Stadio Olimpico, Roma
Penonton: 12.445[153]
Wasit: Sergei Karasev (Rusia)

20 Juni 2021 (2021-06-20)
18:00 (20:00 UTC+4)
Swiss  3–1  Turki
Laporan

20 Juni 2021 (2021-06-20)
18:00
Italia  1–0  Wales
Laporan

Grup B[sunting | sunting sumber]

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Belgia 3 3 0 0 7 1 +6 9 Lolos ke babak gugur
2  Denmark (H) 3 1 0 2 5 4 +1 3[a]
3  Finlandia 3 1 0 2 1 3 −2 3[a]
4  Rusia (H) 3 1 0 2 2 7 −5 3[a]
Sumber: UEFA
(H) Tuan rumah.
Catatan:
  1. ^ a b c Imbang dalam poin head-to-head (3). Selisih gol head-to-head: Denmark +2, Finlandia 0, Rusia −2.

12 Juni 2021 (2021-06-12)
18:00
Denmark  0–1  Finlandia
Laporan

12 Juni 2021 (2021-06-12)
21:00 (22:00 UTC+3)
Belgia  3–0  Rusia
Laporan

16 Juni 2021 (2021-06-16)
15:00 (16:00 UTC+3)
Finlandia  0–1  Rusia
Laporan

17 Juni 2021 (2021-06-17)
18:00
Denmark  1–2  Belgia
Laporan

21 Juni 2021 (2021-06-21)
21:00
Rusia  1–4  Denmark
Laporan

21 Juni 2021 (2021-06-21)
21:00 (22:00 UTC+3)
Finlandia  0–2  Belgia
Laporan

Grup C[sunting | sunting sumber]

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Belanda (H) 3 3 0 0 8 2 +6 9 Lolos ke babak gugur
2  Austria 3 2 0 1 4 3 +1 6
3  Ukraina 3 1 0 2 4 5 −1 3
4  Makedonia Utara 3 0 0 3 2 8 −6 0
Sumber: UEFA
(H) Tuan rumah.

13 Juni 2021 (2021-06-13)
18:00 (19:00 UTC+3)
Austria  3–1  Makedonia Utara
Laporan

13 Juni 2021 (2021-06-13)
21:00
Belanda  3–2  Ukraina
Laporan

17 Juni 2021 (2021-06-17)
15:00 (16:00 UTC+3)
Ukraina  2–1  Makedonia Utara
Laporan

17 Juni 2021 (2021-06-17)
21:00
Belanda  2–0  Austria
Laporan

21 Juni 2021 (2021-06-21)
18:00
Makedonia Utara  0–3  Belanda
Laporan

21 Juni 2021 (2021-06-21)
18:00 (19:00 UTC+3)
Ukraina  0–1  Austria
Laporan

Grup D[sunting | sunting sumber]

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Inggris (H) 3 2 1 0 2 0 +2 7 Lolos ke babak gugur
2  Kroasia 3 1 1 1 4 3 +1 4[a]
3  Ceko 3 1 1 1 3 2 +1 4[a]
4  Skotlandia (H) 3 0 1 2 1 5 −4 1
Sumber: UEFA
(H) Tuan rumah.
Catatan:
  1. ^ a b Imbang dalam hasil head-to-head (Kroasia 1–1 Ceko) dan selisih gol keseluruhan (+1). Jumlah gol keseluruhan digunakan sebagai penentu peringkat akhir.

13 Juni 2021 (2021-06-13)
15:00 (14:00 UTC+1)
Inggris  1–0  Kroasia
Laporan

14 Juni 2021 (2021-06-14)
15:00 (14:00 UTC+1)
Skotlandia  0–2  Ceko
Laporan

18 Juni 2021 (2021-06-18)
18:00 (17:00 UTC+1)
Kroasia  1–1  Ceko
Laporan

18 Juni 2021 (2021-06-18)
21:00 (20:00 UTC+1)
Inggris  0–0  Skotlandia
Laporan

22 Juni 2021 (2021-06-22)
21:00 (20:00 UTC+1)
Kroasia  3–1  Skotlandia
Laporan

22 Juni 2021 (2021-06-22)
21:00 (20:00 UTC+1)
Ceko  0–1  Inggris
Laporan

Grup E[sunting | sunting sumber]

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Swedia 3 2 1 0 4 2 +2 7 Lolos ke babak gugur
2  Spanyol (H) 3 1 2 0 6 1 +5 5
3  Slowakia 3 1 0 2 2 7 −5 3
4  Polandia 3 0 1 2 4 6 −2 1
Sumber: UEFA
(H) Tuan rumah.

14 Juni 2021 (2021-06-14)
18:00 (19:00 UTC+3)
Polandia  1–2  Slowakia
Laporan

14 Juni 2021 (2021-06-14)
21:00
Spanyol  0–0  Swedia
Laporan
La Cartuja, Sevilla
Penonton: 10.559[175]
Wasit: Slavko Vinčić (Slovenia)

18 Juni 2021 (2021-06-18)
15:00 (16:00 UTC+3)
Swedia  1–0  Slowakia
Laporan

19 Juni 2021 (2021-06-19)
21:00
Spanyol  1–1  Polandia
Laporan
La Cartuja, Sevilla
Penonton: 11.742[177]
Wasit: Daniele Orsato (Italia)

23 Juni 2021 (2021-06-23)
18:00
Slowakia  0–5  Spanyol
Laporan
La Cartuja, Sevilla
Penonton: 11.204[178]
Wasit: Björn Kuipers (Belanda)

23 Juni 2021 (2021-06-23)
18:00 (19:00 UTC+3)
Swedia  3–2  Polandia
Laporan

Grup F[sunting | sunting sumber]

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Prancis 3 1 2 0 4 3 +1 5 Lolos ke babak gugur
2  Jerman (H) 3 1 1 1 6 5 +1 4[a]
3  Portugal 3 1 1 1 7 6 +1 4[a]
4  Hongaria (H) 3 0 2 1 3 6 −3 2
Sumber: UEFA
(H) Tuan rumah.
Catatan:
  1. ^ a b Hasil head-to-head: Portugal 2–4 Jerman.

15 Juni 2021 (2021-06-15)
18:00
Hongaria  0–3  Portugal
Laporan

15 Juni 2021 (2021-06-15)
21:00
Prancis  1–0  Jerman
Laporan

19 Juni 2021 (2021-06-19)
15:00
Hongaria  1–1  Prancis
Laporan

19 Juni 2021 (2021-06-19)
18:00
Portugal  2–4  Jerman
Laporan

23 Juni 2021 (2021-06-23)
21:00
Portugal  2–2  Prancis
Laporan

23 Juni 2021 (2021-06-23)
21:00
Jerman  2–2  Hongaria
Laporan
Allianz Arena, München
Penonton: 12.413[185]
Wasit: Sergei Karasev (Rusia)

Peringkat ketiga terbaik[sunting | sunting sumber]

Pos Grup Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1 F  Portugal 3 1 1 1 7 6 +1 4 Lolos ke babak gugur
2 D  Ceko 3 1 1 1 3 2 +1 4
3 A  Swiss 3 1 1 1 4 5 −1 4
4 C  Ukraina 3 1 0 2 4 5 −1 3
5 B  Finlandia 3 1 0 2 1 3 −2 3
6 E  Slowakia 3 1 0 2 2 7 −5 3
Sumber: UEFA
Kriteria penentuan peringkat: 1) Poin; 2) Selisih gol; 3) Jumlah gol yang dicetak; 4) Kemenangan; 5) Jumlah poin kedisiplinan terendah; 6) Peringkat keseluruhan Kualifikasi Kejuaraan Eropa.

Babak gugur[sunting | sunting sumber]

Dalam babak gugur, jika pertandingan imbang hingga akhir waktu normal 90 menit, maka perpanjangan waktu dimainkan (dua babak, masing-masing 15 menit), di mana setiap tim dapat melakukan pergantian pemain keenam.[75] Jika tetap imbang hingga akhir perpanjangan waktu, maka pertandingan ditentukan melalui adu penalti.[1]

Sama seperti setiap edisi turnamen sejak Piala Eropa 1984, tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga.

Seluruh waktu pertandingan dalam CEST (UTC+2), sebagaimana yang didaftarkan oleh UEFA. Jika tempat pertandingan berada di zona waktu yang berbeda, waktu setempat juga dicantumkan.

Perjalanan menuju final[sunting | sunting sumber]

 
Babak 16 besarPerempat finalSemifinalFinal
 
              
 
27 Juni 2021 – Sevilla
 
 
 Belgia1
 
2 Juli 2021 – München
 
 Portugal0
 
 Belgia1
 
26 Juni 2021 – London
 
 Italia2
 
 Italia (p.w.)2
 
6 Juli 2021 – London
 
 Austria1
 
 Italia (a.p.)1 (4)
 
28 Juni 2021 – Bukares
 
 Spanyol1 (2)
 
 Prancis3 (4)
 
2 Juli 2021 – Sankt-Peterburg
 
 Swiss (a.p.)3 (5)
 
 Swiss1 (1)
 
28 Juni 2021 – Kopenhagen
 
 Spanyol (a.p.)1 (3)
 
 Kroasia3
 
11 Juli 2021 – London
 
 Spanyol (p.w.)5
 
 Italia (a.p.)1 (3)
 
29 Juni 2021 – Glasgow
 
 Inggris1 (2)
 
 Swedia1
 
3 Juli 2021 – Roma
 
 Ukraina (p.w.)2
 
 Ukraina0
 
29 Juni 2021 – London
 
 Inggris4
 
 Inggris2
 
7 Juli 2021 – London
 
 Jerman0
 
 Inggris (p.w.)2
 
27 Juni 2021 – Budapest
 
 Denmark1
 
 Belanda0
 
3 Juli 2021 – Baku
 
 Ceko2
 
 Ceko1
 
26 Juni 2021 – Amsterdam
 
 Denmark2
 
 Wales0
 
 
 Denmark4
 

Babak 16 besar[sunting | sunting sumber]

26 Juni 2021 (2021-06-26)
18:00
Wales  0–4  Denmark
Laporan

26 Juni 2021 (2021-06-26)
21:00 (20:00 UTC+1)
Italia  2–1 (p.w.)  Austria
Laporan

27 Juni 2021 (2021-06-27)
18:00
Belanda  0–2  Ceko
Laporan

27 Juni 2021 (2021-06-27)
21:00
Belgia  1–0  Portugal
Laporan
La Cartuja, Sevilla
Penonton: 11.504[189]
Wasit: Felix Brych (Jerman)

28 Juni 2021 (2021-06-28)
18:00
Kroasia  3–5 (p.w.)  Spanyol
Laporan

28 Juni 2021 (2021-06-28)
21:00 (22:00 UTC+3)
Prancis  3–3 (p.w.)  Swiss
Laporan
  Adu penalti  
4–5

29 Juni 2021 (2021-06-29)
18:00 (17:00 UTC+1)
Inggris  2–0  Jerman
Laporan

29 Juni 2021 (2021-06-29)
21:00 (20:00 UTC+1)
Swedia  1–2 (p.w.)  Ukraina
Laporan

Perempat final[sunting | sunting sumber]


2 Juli 2021 (2021-07-02)
21:00
Belgia  1–2  Italia
Laporan

3 Juli 2021 (2021-07-03)
18:00 (20:00 UTC+4)
Ceko  1–2  Denmark
Laporan

3 Juli 2021 (2021-07-03)
21:00
Ukraina  0–4  Inggris
Laporan
Stadio Olimpico, Roma
Penonton: 11.880[197]
Wasit: Felix Brych (Jerman)

Semifinal[sunting | sunting sumber]

6 Juli 2021 (2021-07-06)
21:00 (20:00 UTC+1)
Italia  1–1 (p.w.)  Spanyol
Laporan
  Adu penalti  
4–2
Stadion Wembley, London
Penonton: 57.811[198]
Wasit: Felix Brych (Jerman)

7 Juli 2021 (2021-07-07)
21:00 (20:00 UTC+1)
Inggris  2–1 (p.w.)  Denmark
Laporan

Final[sunting | sunting sumber]

11 Juli 2021 (2021-07-11)
21:00 (20:00 UTC+1)
Italia  1–1 (p.w.)  Inggris
Laporan
  Adu penalti  
3–2

Statistik[sunting | sunting sumber]

Pencetak gol[sunting | sunting sumber]

Sebanyak 142 gol dicetak pada 51 pertandingan, dengan rata-rata 2.78 gol per pertandingan.

Dengan gol-golnya pada turnamen ini, Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak di Kejuaraan Eropa dengan 14 gol.[202]

5 gol

4 gol

3 gol

2 gol

1 gol

1 gol bunuh diri

Sumber: UEFA[201]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tim Terbaik[204]
Penjaga gawang Bek Gelandang Penyerang
Italia Gianluigi Donnarumma Inggris Harry Maguire
Inggris Kyle Walker
Italia Leonardo Bonucci
Italia Leonardo Spinazzola
Denmark Pierre-Emile Højbjerg
Italia Jorginho
Spanyol Pedri
Belgia Romelu Lukaku
Inggris Raheem Sterling
Italia Federico Chiesa
Pemain Terbaik

Penghargaan Pemain Terbaik diberikan kepada Gianluigi Donnarumma, penjaga gawang pertama yang memenangkan penghargaan ini, yang dipilih oleh pengamat teknis UEFA.[205]

Pemain Muda Terbaik

Penghargaan Pemain Muda Terbaik, terbuka untuk pemain yang lahir pada atau setelah 1 Januari 1998, penghargaan ini diberikan kepada Pedri, dipilih oleh pengamat teknis UEFA.[206]

  • Spanyol Pedri – 25 November 2002 (berumur 18)
Sepatu Emas

Sepatu Emas diberikan kepada Cristiano Ronaldo, yang mencetak lima gol dan satu umpan gol.[207] Penentuan peringkat menggunakan kriteria: gol, umpan gol, waktu bermain paling sedikit dan jumlah gol di babak kualifikasi.[208]

Pencetak gol terbanyak
Peringkat Pemain Gol Umpan gol Menit
1 Portugal Cristiano Ronaldo 5 1 360
2 Ceko Patrik Schick 5 0 404
3 Prancis Karim Benzema 4 0 349
Gol Terbaik

Gol Terbaik diputuskan melalui pemilihan daring. Terdapat 10 gol masuk dalam daftar pendek. Pada 14 Juli 2021, setelah pemungutan suara terbuka dengan lebih dari 800.000 suara yang masuk, UEFA mengumumkan bahwa gol kedua dari penyerang Ceko Patrik Schick saat melawan Skotlandia dinobatkan sebagai gol terbaik pada turnamen tersebut.[209]

Kedisiplinan[sunting | sunting sumber]

Seorang pemain secara otomatis ditangguhkan untuk pertandingan selanjutnya karena pelanggaran berikut:[1]

  • Menerima kartu merah (hukuman kartu merah dapat diperpanjang jika melakukan pelanggaran serius)
  • Menerima dua kartu kuning dalam dua pertandingan yang berbeda; hukuman kartu kuning tidak berlaku setelah berakhirnya babak perempat final (hukuman kartu kuning tidak diteruskan ke pertandingan internasional mendatang)

Berikut pelanggaran yang berakibat penangguhan selama turnamen:[210][211][212]

Pemain Pelanggaran Penangguhan
Polandia Grzegorz Krychowiak Kartu kuning Kartu kuning-merah dalam laga Grup E vs Slowakia (pertandingan 1; 14 Juni 2021) Grup E vs Spanyol (pertandingan 2; 19 Juni 2021)
Austria Marko Arnautović Menghina pemain lain dalam laga Grup C vs Makedonia Utara (pertandingan 1; 13 Juni 2021)[213] Grup C vs Belanda (pertandingan 2; 17 Juni 2021)
Wales Ethan Ampadu Kartu merah dalam laga Grup A vs Italia (pertandingan 3; 20 Juni 2021) Babak 16 besar vs Denmark (26 Juni 2021)
Turki Hakan Çalhanoğlu Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Wales (pertandingan 2; 16 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Swiss (pertandingan 3; 20 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Turki Çağlar Söyüncü Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Italia (pertandingan 1; 11 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Swiss (pertandingan 3; 20 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Makedonia Utara Ezgjan Alioski Diberikan kartu kuning dalam laga Grup C vs Austria (pertandingan 1; 13 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup C vs Belanda (pertandingan 3; 21 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Kroasia Dejan Lovren Diberikan kartu kuning dalam laga Grup D vs Ceko (pertandingan 2; 18 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup D vs Skotlandia (pertandingan 3; 22 Juni 2021)
Babak 16 besar vs Spanyol (28 Juni 2021)
Ceko Jan Bořil Diberikan kartu kuning dalam laga Grup D vs Kroasia (pertandingan 2; 18 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup D vs Inggris (pertandingan 3; 22 Juni 2021)
Babak 16 besar vs Belanda (27 Juni 2021)
Slowakia Ondrej Duda Diberikan kartu kuning dalam laga Grup E vs Swedia (pertandingan 2; 18 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup E vs Spanyol (pertandingan 3; 23 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Hongaria Endre Botka Diberikan kartu kuning dalam laga Grup F vs Prancis (pertandingan 2; 19 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Grup F vs Jerman (pertandingan 3; 23 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Wales Kieffer Moore Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Swiss (pertandingan 1; 12 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Babak 16 besar vs Denmark (26 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Wales Harry Wilson Kartu merah dalam laga Babak 16 besar vs Denmark (26 Juni 2021) Penangguhan diberlakukan di luar turnamen
Belanda Matthijs de Ligt Kartu merah dalam laga Babak 16 besar vs Ceko (27 Juni 2021) Penangguhan diberlakukan di luar turnamen
Kroasia Marcelo Brozović Diberikan kartu kuning dalam laga Grup D vs Inggris (pertandingan 1; 13 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Babak 16 besar vs Spanyol (28 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Swiss Granit Xhaka Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Turki (pertandingan 3; 20 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Babak 16 besar vs Prancis (28 Juni 2021)
Perempat final vs Spanyol (2 Juli 2021)
Prancis Benjamin Pavard Diberikan kartu kuning dalam laga Grup F vs Hongaria (pertandingan 2; 19 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Babak 16 besar vs Swiss (28 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Jerman Matthias Ginter Diberikan kartu kuning dalam laga Grup F vs Portugal (pertandingan 2; 19 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Babak 16 besar vs Inggris (29 Juni 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen
Swedia Marcus Danielson Kartu merah dalam laga Babak 16 besar vs Ukraina (29 Juni 2021) Penangguhan diberlakukan di luar turnamen
Swiss Remo Freuler Kartu merah dalam laga Perempat final vs Spanyol (2 Juli 2021) Penangguhan diberlakukan di luar turnamen
Swiss Mario Gavranović Diberikan kartu kuning dalam laga Grup A vs Italia (pertandingan 2; 16 Juni 2021)
Diberikan kartu kuning dalam laga Perempat final vs Spanyol (2 Juli 2021)
Tim telah tersingkir dari turnamen

Hadiah[sunting | sunting sumber]

Hadiah uang yang akan disalurkan telah ditetapkan pada Februari 2018. Setiap tim menerima imbalan partisipasi sebesar €9,25 juta, dan juara turnamen ini dapat memperoleh hadiah maksimum €34 juta.[214]

Babak yang dicapai Jumlah hadiah Jumlah peserta
Putaran final €9,25 juta 24
Babak grup €1,5 juta untuk sekali menang
€750.000 untuk sekali imbang
24
Babak 16 besar €2 juta 16
Perempat final €3,25 juta 8
Semifinal €5 juta 4
Peringkat kedua €7 juta 1
Juara €10 juta 1

Pemasaran[sunting | sunting sumber]

Logo resmi dirilis pada 21 September 2016, saat upacara di City Hall di London. Logo tersebut menggambarkan Trofi Henri Delaunay dikelilingi oleh penggemar merayakan di sebuah jembatan, yang menurut UEFA mewakili bagaimana sepak bola dapat menghubungkan dan menyatukan orang.[215][216]

Setiap kota tuan rumah juga memiliki logo unik tersendiri. Logo persegi panjang menampilkan teks "UEFA EURO 2020" di atasnya, di bawahnya ada nama kota tuan rumah di atas teks "host city" (seluruhnya dalam huruf kapital), logo turnamen utama di sebelah kiri, dan jembatan lokal di sebelah kanan. Setiap logo menggunakan bahasa Inggris dan juga variasi dalam bahasa lokal yang dituturkan. Logo tersebut dirilis pada September 2016 hingga Januari 2017.

Logo kota tuan rumah
Kota tuan rumah Tanggal diumumkan Jembatan Bahasa lain Ref.
London 21 September 2016[a] Jembatan Menara N/A [216]
Roma 22 September 2016 Ponte Sant'Angelo Italia [217]
Baku 30 September 2016 Jembatan kabel pancang Baku Azerbaijani [218]
Bukares 15 Oktober 2016 Jalan layang Basarab Rumania [219]
Glasgow 25 Oktober 2016 Clyde Arc N/A [220]
München 27 Oktober 2016 Wittelsbacherbrücke Jerman [221]
Kopenhagen 1 November 2016 Jembatan Lingkaran Denmark [222]
Budapest 16 November 2016 Jembatan Rantai Széchenyi Hongaria [223]
Amsterdam 16 Desember 2016 Magere Brug Belanda [224]
Sankt-Peterburg 19 Januari 2017 Jembatan Istana Rusia [225]
Sevilla N/A Jembatan Alamillo Spanyol [226]
  1. ^ Sebagai bagian dari acara peluncuran logo utama.
Logo kota tuan rumah yang dihapus
Kota tuan rumah Tanggal diumumkan Jembatan Bahasa lain Ref.
Dublin 24 November 2016 Jembatan Samuel Beckett Irlandia [227]
Brussel 14 Desember 2016 Pont Sobieski [fr] Belanda, Prancis [228]
Bilbao 15 Desember 2016 Jembatan San Antón Spanyol [229]

Slogan resmi turnamen adalah "Live It. For Real." Slogan tersebut mengandung makna untuk memberanikan penggemar menonton langsung pertandingan di stadion di seluruh Eropa.[230]

Bola pertandingan[sunting | sunting sumber]

Bola resmi pertandingan, "Uniforia".
Adidas Uniforia Finale, digunakan untuk pertandingan babak semifinal dan final.

Pada 6 November 2019, UEFA mengumumkan bahwa "Uniforia" yang diproduksi oleh Adidas menjadi bola resmi pertandingan. Bola tersebut didominasi warna putih, dengan coretan hitam dengan garis biru, neon, dan merah muda, serta memiliki koordinat dari 12 kota yang menyelenggarakan putaran final (termasuk Dublin dan Bilbao, yang kemudian dihapus sebagai kota tuan rumah). Namanya merupakan lakuran dari "unity" dan "euphoria".[231]

Sebuah variasi khusus yang bernama "Uniforia Finale" diluncurkan pada 5 Juli 2021 yang digunakan untuk pertandingan babak semifinal dan final. Bola tersebut memiliki warna dasar perak, susunan warna berbeda, dan memiliki koordinat dari London (51° 33′ 21,5″ U , 0° 16′ 46,4″ T), kota penyelenggara kedua babak tersebut.

Maskot[sunting | sunting sumber]

Maskot resmi turnamen, Skillzy, diperkenalkan pada 24 Maret 2019. Karakter tersebut terinspirasi dari budaya sepak bola gaya bebas, sepak bola jalanan, dan panna.[232]

Lagu resmi[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Oktober 2019, DJ dan produser musik asal Belanda, Martin Garrix, diumumkan sebagai artis musik resmi turnamen ini.[233] Ia membuat lagu resmi turnamen dan juga musik pengiring sebelum pertandingan serta musik siaran televisi.[234] Lagu resmi, "We Are the People", menampilkan Bono dan the Edge dari grup musik rock asal Irlandia U2 dan dirilis pada 14 Mei 2021.[235][236] Lagu tersebut dibawakan secara penuh untuk pertama kali dalam upacara pembukaan virtual di Stadio Olimpico, Roma.

Permainan video[sunting | sunting sumber]

Permainan dirilis oleh Konami sebagai konten unduhan gratis dalam eFootball PES 2020 pada Juni 2020 dan di Pembaruan Musim 2021 pada hari peluncuran. Pembaruan ini sudah termasuk kostum resmi dan kemiripan pemain dari 55 tim lisensi resmi UEFA. Pembaruan tersebut juga termasuk lima dari 11 tempat penyelenggaraan turnamen beserta bola resmi.[237][238]

[sunting | sunting sumber]

UEFA memiliki "rekan" berikut:[239]

Penyiaran[sunting | sunting sumber]

International Broadcast Centre (IBC) berlokasi di Expo Haarlemmermeer, Vijfhuizen, Belanda.[252]

Pada 13 September 2019, Mola TV mengumumkan pada akun Instagram nya bahwa mereka resmi akan menjadi pemegang lisensi hak siar turnamen putaran final Piala Eropa 2020 sekaligus menemani MNC Media melalui RCTI, MNCTV, dan iNews untuk televisi serta MNC Radio Networks melalui MNC Trijaya FM, RDI, Global Radio, dan V Radio untuk radio sebagai mitranya. Untuk siaran ulang pertandingannya juga disiarkan di iNews dan Mola TV.[253][254][255] Sebenarnya, MNC Media sudah lebih dahulu mengumumkannya 9 bulan sebelum Mola TV resmi diluncurkan.[256]

Insiden dan kontroversi[sunting | sunting sumber]

Kostum Ukraina[sunting | sunting sumber]

Tim nasional Ukraina memperkenalkan kostum untuk turnamen yang dihiasi dengan peta perbatasan negara, termasuk Krimea. Semenanjung tersebut telah aneksasi oleh Federasi Rusia pada 2014, tetapi tetap dianggap sebagai bagian dari wilayah Ukraina. Kostum tersebut juga bertuliskan slogan "Glory to Ukraine! Glory to the heroes!" (bahasa Indonesia: Kemuliaan bagi Ukraina! Kemuliaan bagi para pahlawan!). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa slogan tersebut bersifat nasionalis dan meniru slogan Nazi. Anggota parlemen Rusia Dmitry Svishchev meminta UEFA untuk campur tangan karena kostum tersebut "benar-benar tidak pantas".[257] UEFA mengatakan tidak ada sengketa untuk peta Ukraina karena mencerminkan perbatasan yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sementara UEFA memerintahkan penghapusan frasa tersebut karena "kombinasi spesifik dari kedua slogan tersebut dianggap jelas bersifat politis, memiliki makna historis, dan militeristik".[258]

Kolapsnya Christian Eriksen[sunting | sunting sumber]

Pertandingan Grup B antara Denmark melawan Finlandia dihentikan beberapa menit sebelum babak pertama berakhir setelah gelandang Denmark Christian Eriksen tersungkur di lapangan karena mengalami henti jantung mendadak. Ia dilarikan ke Rigshospitalet dan ia dalam kondisi stabil, sementara pertandingan dilanjutkan berdasarkan keputusan yang diambil tim Denmark saat itu.[259][260][261] Setelah pertandingan, tim Denmark menyatakan bahwa tidak adil mereka memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.[262] Mantan pemain internasional Peter Schmeichel mengklaim tim Denmark diberi tiga pilihan oleh UEFA, yaitu: menyelesaikan pertandingan pada hari yang sama, menyelesaikan pertandingan pada jam 12 siang keesokan harinya, atau meninggalkan pertandingan dan kalah 3–0. UEFA membantah bahwa salah satu tim telah diancam dengan kekalahan karena meninggalkan pertandingan.[263]

Lembaga penyiaran Britania Raya, BBC, menerima lebih dari 6.000 keluhan atas umpan video UEFA yang menyiarkan gambar langsung Eriksen sedang menerima CPR di lapangan.[264][265]

Penghinaan oleh Marko Arnautović[sunting | sunting sumber]

Dalam pertandingan Austria melawan Makedonia Utara pada 13 Juni 2021, pemain Austria Marko Arnautović menghina pemain Makedonia Ezgjan Alioski beserta keluarganya setelah gol Arnautović membuat kedudukan menjadi 3–1. Arnautović merupakan keturunan Serbia, sedangkan Alioski merupakan keturunan Albania; kedua negara terlibat konflik politik terkait Kosovo selama satu dekade. Federasi Sepak Bola Makedonia Utara mengajukan keluhan kepada UEFA setelah pertandingan, menuntut hukuman yang jelas. Komite Pengendalian UEFA kemudian memulai penyelidikan. Akibatnya, Arnautović ditangguhkan untuk pertandingan berikutnya oleh UEFA karena "menghina pemain lain" dan oleh sebab itu ia tidak dapat diturunkan dalam pertandingan kedua babak grup Austria melawan Belanda.[266]

Memindahkan botol minuman sponsor[sunting | sunting sumber]

Ketika konferensi pers pertandingan pertama Portugal pada 14 Juni 2021, Cristiano Ronaldo memindahkan botol Coca-Cola dari meja dan kemudian memegang botol air putih di depan kamera. Ia menyoroti bahwa air putih lebih sehat daripada Coca-Cola atau minuman berkarbonasi lain dan menegaskan itu merupakan minuman idealnya.[267][268] Tindakan tersebut dikira sebagai penyebab anjloknya nilai saham Coca-Cola, tetapi kemudian bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan tindakan Ronaldo tersebut.[269][270] Setelah pertandingan pertama Prancis melawan Jerman, Paul Pogba memindahkan botol bir Heineken non alkohol dari meja ketika konferensi pers. Setelah dua tindakan tersebut, UEFA berbicara kepada setiap tim peserta Piala Eropa yang menunjukan pentingnya sponsor. UEFA juga mengatakan bahwa jika hal itu terjadi lagi, maka hukuman akan diberikan kepada pemain tersebut.[271]

Protes Greenpeace[sunting | sunting sumber]

Menjelang pertandingan antara Jerman melawan Prancis pada 15 Juni 2021 di München, seorang pria dengan paramotor tersangkut di tali tetap saat terbang di atas Allianz Arena, kemudian terjatuh, menyerempet tribun penonton, dan mendarat di lapangan. Dalam aksi yang direncanakan sebagai protes oleh Greenpeace terhadap manufaktur mobil Volkswagen berupa bola besar dengan label yang dilempar ke lapangan, mengakibatkan dua orang di tribun menderita cedera kepala dan harus menerima perawatan medis.[272] Kampanye tersebut memicu kritik keras karena membahayakan penonton; UEFA mengkritiknya sebagai "tindakan sembrono dan berbahaya" yang dapat memiliki konsekuensi serius untuk orang banyak.[273] Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Presiden Menteri Bayern Markus Söder, dan politikus lain membuat pernyataan serupa dan Greenpeace pun meminta maaf. Larangan penerbangan total di atas Allianz Arena telah dikeluarkan selama Piala Eropa. Kepolisian München tengah menyelidiki pilot paramotor karena membahayakan orang, masuk tanpa izin, dan melanggar Undang-Undang Penerbangan.[274][275]

Ban lengan kapten pelangi[sunting | sunting sumber]

Sehubungan dengan Bulan Kebanggaan, tim nasional Jerman menggunakan simbolisme terkait. Kapten tim Manuel Neuer mengenakan ban lengan berwarna pelangi dalam pertandingan persahabatan melawan Latvia pada 7 Juni dan terus mengenakannya dalam pertandingan Jerman selanjutnya. Sebuah penyelidikan oleh UEFA dilakukan selama babak grup turnamen. Mereka menilai ban lengan sebagai "simbol tim untuk keragaman" dan dengan demikian sebagai "tujuan baik". UEFA memutuskan untuk tidak menjatuhkan hukuman karena aturan yang dilanggar oleh Neuer, yaitu mewajibkan kapten tim untuk mengenakan ban kapten UEFA.[276]

Penerangan Allianz Arena dalam warna pelangi[sunting | sunting sumber]

Pencahayaan Allianz Arena dalam warna pelangi (2016)

Sebelum pertandingan babak grup antara Jerman melawan Hongaria pada 23 Juni 2021, Dewan Kota München mengajukan permohonan kepada UEFA agar bagian luar stadion diterangi dalam warna pelangi sebagai sebagai tanda keragaman dan toleransi. Karena proyek tersebut diketahui sebagai protes terhadap undang-undang yang disahkan oleh Parlemen Hongaria yang membatasi hak informasi kaum muda sehubungan dengan homoseksualitas dan transisi gender,[277] UEFA menolak permohonan tersebut dengan mengacu pada statusnya sebagai organisasi yang netral secara politik dan agama.[278] Setelah awalnya menyetujui penerangan stadion dalam warna pelangi, Asosiasi Sepak Bola Jerman bergabung dengan pihak UEFA. Walikota München Dieter Reiter mengkritik keputusan ini dan menggambarkan penerangan tersebut bukan sebagai tindakan politik tetapi sebagai tanda kemanusiaan dan simbol penerimaan kesetaraan di antara orang-orang.[279] Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Hongaria Péter Szijjártó menyambut baik keputusan UEFA "untuk tidak terlibat dalam provokasi politik terhadap Hongaria."[280]

Berbagai reaksi dari hampir semua partai politik Jerman mengecam larangan UEFA tersebut. Di seluruh negeri, stadion sepak bola lain, seperti di Köln, Augsburg, Frankfurt, Wolfsburg, Berlin, dan Darmstadt, akan diterangi dengan warna pelangi. München menerangi Balai Kota, Olympiaturm, dan turbin angin tepat di sebelah arena sepak bola. Di Belanda, Erasmusbrug, Ziggo Dome, menara di Alphen aan den Rijn, dan beberapa balai kota diterangi dengan warna pelangi.[281][282] Sebagai protes terhadap larangan UEFA, perusahaan besar juga mengubah logo perusahaan mereka dalam warna pelangi di platform media sosial, seperti Twitter dan Facebook, diantaranya BMW, Volkswagen, Deutsche Telekom, Siemens, Sparkasse, dan HypoVereinsbank. Amnesty International dan CSD Jerman mengumumkan bahwa mereka akan membagikan hingga 11.000 bendera, 5.000 kotak kardus, dan 4.500 stiker yang bertuliskan "Don't Kick LGBTIQ Rights" (bahasa Indonesia: Jangan Tendang Hak LGBTIQ) kepada para penggemar di depan stadion. Pada 23 Juni, UEFA juga mengubah logonya sendiri di media sosial dengan menyertakan latar belakang pelangi dan pernyataan bahwa "pelangi bukanlah simbol politik, tetapi tanda komitmen tegas kami untuk masyarakat yang lebih beragam dan inklusif."[283] Sebagai tindakan balasan, Gábor Kubatov, presiden klub Hongaria Ferencváros dan wakil presiden Fidesz, telah menyerukan agar stadion di Hongaria diterangi dengan warna nasional Hongaria. Selain itu, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán membatalkan kunjungannya ke München sebagai protes.[284][285]

Penyitaan bendera pelangi di Baku[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Juli 2021, UEFA memulai penyelidikan setelah dua penggemar yang memiliki bendera pelangi disita saat pertandingan perempat final antara Ceko melawan Denmark di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan.[286][287] Foto beredar saat pertandingan sedang berlangsung yang menunjukkan dua penjaga stadion sedang mengambil bendera pelangi yang dibentangkan untuk mendukung komunitas LGBT, telah diambil.[288] Dalam pernyataannya, UEFA mengatakan: "UEFA tidak pernah menginstruksikan penjaga stadion di Baku—atau stadion lain manapun—untuk menyita bendera pelangi. Kami sedang menyelidiki apa yang terjadi dan tentu saja akan menghubungi delegasi UEFA, petugas keamanan UEFA, dan otoritas lokal untuk mengklarifikasi hal ini. Bendera pelangi adalah simbol yang mewujudkan nilai-nilai inti UEFA, mempromosikan segala sesuatu yang kami yakini—masyarakat yang lebih adil dan egaliter, toleran terhadap semua orang dan UEFA telah memastikan bahwa bendera itu telah dikembalikan kepada suporter."[289]

Insiden Inggris vs Denmark[sunting | sunting sumber]

Pada menit ke-104 pertandingan babak semifinal antara Inggris melawan Denmark, wasit lapangan Danny Makkelie menghadiahkan sebuah tendangan penalti untuk Inggris setelah bek Denmark Joakim Mæhle dinilai melanggar pemain Inggris Raheem Sterling di dalam kotak penalti. Tendangan penalti Harry Kane ditepis, tetapi Kane mampu mencetak gol dari bola liar tendangan penaltinya. Dalam konferensi pers tak lama setelah pertandingan, pelatih Denmark Kasper Hjulmand menyatakan kekecewaannya dengan keputusan penalti,[290] serta fakta bahwa ada dua bola di lapangan saat pelanggaran diberikan.[291] Komentator non-Inggris seperti Arsène Wenger, José Mourinho, dan Dietmar Hamann mengkritik keputusan penalti selama dan setelah pertandingan berlangsung yang berpendapat bahwa penalti tersebut seharusnya tidak diberikan ketika ditinjau oleh VAR, sementara Roy Keane menyebutnya "sangat, sangat lembut".[292][293] Mantan penyerang Inggris Alan Shearer juga menyebut keputusan penalti sebagai "lunak" dan ia berkata ia "sangat marah apabila penalti itu diberikan melawan Inggris", sementara mantan bek penuh Inggris Gary Neville berkata "Jika kami bersikap adil, Anda akan benar-benar hancur jika kalah dalam penalti seperti itu" dan wasit pertandingan Mark Clattenburg (yang memimpin final 2016) mengatakan ia tidak akan memberikan penalti untuk tekel dalam "momen sepenting itu".[294][295]

Birmingham Mail mengklaim Denmark mengganggu tembok pertahanan Inggris ketika tendangan bebas kritis yang menghasilkan gol pembuka pertandingan dan seharusnya gol Denmark dianulir karena hal itu. Berdasarkan Aturan-Aturan Permainan FIFA, selama tendangan bebas, penyerang harus berjarak satu meter dari tembok tim bertahan, peraturan yang dilanggar oleh pemain Denmark yang dituduh menghalangi pandangan penjaga gawang Jordan Pickford.[296]

Pada 8 Juli 2021, sehari setelah pertandingan, UEFA memulai penyelidikan kasus kedisiplinan terhadap The FA atas insiden cahaya laser yang mengarah ke penjaga gawang Denmark Kasper Schmeichel sebelum penalti penentuan, mencemooh ketika lagu kebangsaan Denmark diperdengarkan, dan penggunaan piroteknik.[297][298][299][300] Cahaya laser pertama kali diketahui oleh The FA dan UEFA di babak pertama perpanjangan waktu tetapi pencarian pelakunya tidak berhasil.[301] The Football Association didenda £25.630 (€30.000) karena tiga pelanggaran.[302][303][304]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f "Regulations of the UEFA European Football Championship 2018–20". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 9 Maret 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Mei 2021. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  2. ^ a b "UEFA postpones EURO 2020 by 12 months". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 17 Maret 2020. Diakses tanggal 17 Maret 2020. 
  3. ^ a b "Executive Committee approves guidelines on eligibility for participation in UEFA competitions". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 23 April 2020. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  4. ^ "Belgium 1–0 Portugal: Holders dethroned by Thorgan Hazard". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 27 Juni 2021. Diakses tanggal 28 Juni 2021. 
  5. ^ a b "VAR to be introduced in 2019/20 UEFA Champions League". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 27 September 2018. Diakses tanggal 27 September 2018. 
  6. ^ Croke, Ruaidhrí (14 Januari 2020). "Dublin to Baku: What's the cost of Euro 2020 for the planet?". The Irish Times. Diakses tanggal 22 Juni 2020. 
  7. ^ a b c d "EURO 2020 to open in Rome, more London games, venues paired". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 7 Desember 2017. Diakses tanggal 7 Desember 2017. 
  8. ^ a b c d e f "Change of venues for some UEFA EURO 2020 matches announced". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 23 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  9. ^ "TFF Başkanı'ndan Açıklama" [Pengumuman Presiden TFF] (dalam bahasa Turki). Federasi Sepak Bola Turki. 17 April 2012. 
  10. ^ "Scotland and Wales FAs may look to Ireland to aid Euro 2020 bid". RTÉ Sport. RTÉ. 15 Mei 2012. 
  11. ^ "Haalt België Euro 2020 of WK −20 binnen?" [Dapatkah Belgia menyelenggarakan Euro 2020 atau Piala Dunia U-20?]. belgiumsoccer.be (dalam bahasa Belanda). 12 April 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 September 2017. Diakses tanggal 5 Januari 2012. 
  12. ^ "Drei Länder für eine Fußball-EM" [Tiga negara untuk satu Kejuaraan Eropa]. dw.de (dalam bahasa Jerman). Deutsche Welle. 8 Juli 2010. 
  13. ^ "Bulgaria confirma: vrea sa organizeze EURO 2020 impreuna cu Romania" [Bulgaria mengkonfirmasi: Bulgaria ingin menyelenggarakan Euro 2020 bersama Rumania]. HotNews.ro (dalam bahasa Rumania). 19 November 2007. 
  14. ^ "Niersbach: EM-Bewerbung wäre "reizvoll"" [Niersbach: Penyelenggaraan Euro akan menjadi "menarik"]. FIFA.com (dalam bahasa Jerman). FIFA. 4 Maret 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-04. Diakses tanggal 2018-12-12. 
  15. ^ "România şi Ungaria vor să organizeze Euro 2020 sau 2024" [Rumania dan Hongaria akan menyelenggarakan Euro 2020 atau 2024]. România Liberă (dalam bahasa Rumania). 28 September 2010. 
  16. ^ "KNVB richt zich nu op binnenhalen EK 2020" [KNVB sekarang berfokus untuk memenangkan Euro 2020]. NU.nl (dalam bahasa Belanda). 10 Maret 2011. 
  17. ^ "Michel Platini says Euro 2020 could be spread across continent". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 30 Juni 2012. Diakses tanggal 30 Juni 2012. 
  18. ^ "UEFA EURO 2020 to be held across continent". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 6 Desember 2012. 
  19. ^ "European Championship: Uefa to hold 2020 finals across continent". BBC Sport. 6 Desember 2012. Diakses tanggal 7 Desember 2012. 
  20. ^ "'EURO for Europe' means shared opportunity". UEFA. 6 Desember 2012. 
  21. ^ "Euro 2020 to be hosted across Europe, Uefa announces". The Guardian. 6 Desember 2012. Diakses tanggal 7 Desember 2012. 
  22. ^ "Euro 2020: Michel Platini's plan polarises opinion". BBC Sport. 7 Desember 2012. Diakses tanggal 7 Desember 2012. 
  23. ^ "Michel Platini's Euro 2020 roadshow may be coming to a city near you". The Guardian. 6 Desember 2012. Diakses tanggal 7 Desember 2012. 
  24. ^ "19 bids received for UEFA EURO 2020". UEFA. 26 April 2014. 
  25. ^ "Euro 2020: Wembley to host seven matches after Brussels loses right to host games". BBC Sport. 7 Desember 2017. 
  26. ^ "Wembley to stage UEFA EURO 2020 final". UEFA.org. 19 September 2014. 
  27. ^ Homewood, Brian (25 Februari 2020). "UEFA says monitoring coronavirus, not yet clear if any impact on Euro 2020". Associated Press. Roma. Diakses tanggal 25 Februari 2020. 
  28. ^ MacInnes, Paul (3 Maret 2020). "Uefa's Ceferin warns against fixating on 'dark scenarios' over coronavirus threat". The Guardian. Amsterdam. Diakses tanggal 12 Maret 2020. 
  29. ^ "Coronavirus: How the virus has impacted sporting events around the world". BBC. 12 Maret 2020. Diakses tanggal 15 Maret 2020. 
  30. ^ "UEFA calls meeting of European Football Stakeholders". UEFA. 12 Maret 2020. Diakses tanggal 12 Maret 2020. 
  31. ^ "Resolution of the European football family on a coordinated response to the impact of the COVID-19 on competitions". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 17 Maret 2020. Diakses tanggal 17 Maret 2020. 
  32. ^ "Bureau of the FIFA Council decisions concerning impact of COVID-19". FIFA.com. Fédération Internationale de Football Association. 18 Maret 2020. Diakses tanggal 18 Maret 2020. 
  33. ^ "UEFA EURO 2020 to keep its name". UEFA. 23 April 2020. Diakses tanggal 15 November 2020. 
  34. ^ McKay, Gabriel (15 Mei 2020). "Alexander Ceferin makes Euro 2020 admission as Hampden put on red alert over hosting duties". Daily Record. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  35. ^ "UEFA Executive Committee agenda for June meeting". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 11 Juni 2020. Diakses tanggal 11 Juni 2020. 
  36. ^ "UEFA competitions to resume in August". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 17 Juni 2020. Diakses tanggal 17 Juni 2020. 
  37. ^ "Venues confirmed for EURO 2020". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 17 Juni 2020. Diakses tanggal 17 Juni 2020. 
  38. ^ "Fewer hosts for Euro 2020 an option: UEFA president". Reuters. 16 Oktober 2020. Diakses tanggal 20 Oktober 2020. 
  39. ^ "Uefa says it has no plans to change format of Euro 2020". The Irish Times. 4 November 2020. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  40. ^ "UEFA legt Zuschauerzahlen für EURO 2021 früh fest" [UEFA menetapkan jumlah penonton awal untuk Euro 2021]. Sportschau (dalam bahasa Jerman). ARD. 27 November 2020. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  41. ^ Cooney, Gavin (26 Desember 2020). "FAI to present Uefa with range of Aviva capacity scenarios in hope to hold on to Dublin's Euro 2020 games". The42.ie. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  42. ^ "Temporary suspension of UEFA matches in Armenia and Azerbaijan". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 20 Oktober 2020. Diakses tanggal 20 Oktober 2020. 
  43. ^ Dunbar, Graham (20 Oktober 2020). "Euro 2020 not at risk from UEFA block on Azerbaijan hosting". Associated Press. Jenewa. Diakses tanggal 22 Oktober 2020. 
  44. ^ "Tirana to host first UEFA Europa Conference League final". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 3 Desember 2020. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  45. ^ "Predsednik UEFA žali što Srbije nema na EP: Čeferin otkrio zbog čega se pribojavao baraža sa Škotskom i zašto regionalna ex Yu liga nije realna" [Presiden UEFA menyesalkan Serbia tidak berada di Kejuaraan Eropa: Čeferin mengungkap kenapa ia takut terhadap play-off dengan Skotlandia dan kenapa liga regional eks Yugoslavia tidak realistis]. 24sedam.rs (dalam bahasa Serbia). Informer. 31 Desember 2020. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  46. ^ Evans, Simon (11 Januari 2021). "Fate of Euro 2020 tournament hangs on vaccine efforts". Reuters. Manchester. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  47. ^ "UEFA meets EURO 2020 hosts". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 27 Januari 2021. Diakses tanggal 27 Januari 2021. 
  48. ^ Cooney, Gavin (3 Maret 2021). "Uefa set 7 April deadline as doubts grow over Dublin's ability to host Euro 2020 games". The42.ie. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  49. ^ "Euro 2020: Host nations announce positions on fans". BBC Sport. 8 April 2021. Diakses tanggal 9 April 2021. 
  50. ^ "Top Swiss expert on global pandemic appointed as UEFA EURO 2020 medical advisor". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 28 Januari 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021. 
  51. ^ Dalleres, Frank (16 Februari 2021). "Uefa snubs Israeli offer to stage Euro 2020 matches and reaffirms commitment to 12 host nations". City A.M. Diakses tanggal 16 April 2021. 
  52. ^ Pearson, Matt; Crane, Jonathan (17 Maret 2021). "Euro 2020: Will there be fans in stadiums?". Deutsche Welle. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  53. ^ "England ready for more Euro games and we want 2030 World Cup — Boris Johnson". The Athletic. 2 Maret 2021. Diakses tanggal 16 April 2021. 
  54. ^ a b "Eight UEFA EURO 2020 hosts confirm matches with spectators". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 9 April 2021. Diakses tanggal 9 April 2021. 
  55. ^ a b "Rome confirms fans for UEFA EURO 2020". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 14 April 2021. Diakses tanggal 14 April 2021. 
  56. ^ "Decision on remaining EURO 2020 venues to be made on 23 April". UEFA.com. Uni Sepak Bola Eropa. 19 April 2021. Diakses tanggal 19 April 2021. 
  57. ^ Kilpatrick, Dan (7 April 2021). "Euro 2020 host nations set to submit their plans for fans". Evening Standard. Diakses tanggal 7 April 2021. 
  58. ^ "Statement from FAI re EURO 2020 submission". Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia. 7 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  59. ^ "UEFA moves EURO 2020 games from Dublin". Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia. 23 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  60. ^ "FAI Chief Executive Jonathan Hill reacts to UEFA EURO 2020 decision". Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia. 23 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  61. ^ "La RFEF ve inviable que haya público en Bilbao debido a las condiciones sanitarias establecidas por el Gobierno vasco" [RFEF menganggap tidak layak bagi publik untuk hadir di Bilbao karena kondisi sanitasi yang dikelola oleh Pemerintah Vasco.]. Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (dalam bahasa Spanyol). 7 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  62. ^ "Euro 2020: Declaración institucional de la "Sede Bilbao"" [Euro 2020: Deklarasi institusional terhadap "Kantor Pusat Bilbao"]. Dewan Kota Bilbao (dalam bahasa Spanyol). 21 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  63. ^ "Regierung: Keine Garantie für EM mit Zuschauern in München" [Pemerintah: Tidak ada jaminan untuk Kejuaraan Eropa dengan penonton di München]. T-Online (dalam bahasa Jerman). Nyon. 23 April 2021. Diakses tanggal 28 April 2021. 
  64. ^ "Ceferin relativiert: "Behörden entscheiden" über Zuschauer bei EM" [Kerabat Čeferin: "Otoritas memutuskan" terhadap penonton dalam Kejuaraan Eropa]. Sportschau (dalam bahasa Jerman). 25 April 2021. Diakses tanggal 28 April 2021. 
  65. ^ "Zuschauer bei EM-Spielen in München? UEFA-Boss Aleksander Ceferin bezieht Stellung" [Penonton dalam pertandingan Kejuaraan Eropa di München? bos UEFA Aleksander Ceferin mengambil sikap]. Sportbuzzer (dalam bahasa Jerman). 25 April 2021. Diakses tanggal 28 April 2021. 
  66. ^ Maguire, Patrick (18 Juni 2021). "Uefa threat over Euro 2020 final at Wembley". The Times. Diakses tanggal 24 Juni 2021. 
  67. ^ Evans, Simon (18 Juni 2021). "UEFA has contingency plan for London-scheduled Euro 2020 final". Reuters. Diakses tanggal 18 Juni 2021. 
  68. ^ Scott, Laura. "Euro 2020: Uefa 'confident' over Wembley games but has 'contingency plan'". www.bbc.co.uk. BBC Sport. Diakses tanggal 18 Juni 2021. 
  69. ^ Panja, Tariq (18 Juni 2021). "UEFA Won't Rule Out Moving Euro 2020 Final Over Virus Limits". The New York Times. Diakses tanggal 24 Juni 2021. 
  70. ^ Cecil, Nicholas; France, Anthony (18 Juni 2021). "We'll fight to keep the Euro 2020 final at Wembley, insists Kit Malthouse". Evening Standard. Diakses tanggal 24 Juni 2021. 
  71. ^ Slater, Matt (18 Juni 2021). "Euro 2020 final could be moved away from Wembley under UEFA 'contingency plan'". The Athletic. Diakses tanggal 24 Juni 2021. 
  72. ^ "Italy's PM says Euro final should be moved to Rome due to rise in Covid cases". ITV News. 22 Juni 2021. Diakses tanggal 23 Juni 2021. 
  73. ^ Morrison, Sean (23 Juni 2021). "'Bubbles' of visiting Euro 2020 VIPs could be exempt from quarantine rules". Evening Standard. Diakses tanggal 24 Juni 2021. 
  74. ^ Faulkner, Doug (23 Juni 2021). "Covid: Wembley VIP fans will face restrictions – minister". BBC News. Diakses tanggal 24 Juni 2021. 
  75. ^ a b "Five substitutions allowed at UEFA EURO 2020 and 2021 UEFA Nations League Finals". UEFA. 31 Maret 2021. Diakses tanggal 31 Maret 2021. 
  76. ^