FedEx

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
FedEx Corporation
Publik
Simbol saham
IndustriKurir
Didirikan1971; 50 tahun lalu (1971)
(dengan nama Federal Express Corporation)
Little Rock, Arkansas
PendiriFrederick W. Smith
Kantor
pusat
,
Wilayah operasi
Seluruh dunia
Tokoh
kunci
  • Frederick W. Smith
    (Chairman dan CEO)
  • Raj Subramaniam
    (Presiden dan COO)
ProdukPengantaran pos, pos kilat, ekspedisi muatan, logistik pihak ketiga
Pendapatan US$69,693 milyar (2019)[1]
US$4,466 milyar (2019)[1]
US$540 juta (2019)[1]
Total aset US$54,403 milyar (2019)[1]
Total ekuitas US$17,757 milyar (2019)[1]
Karyawan
400.000 (2019)
Anak
usaha
Office, Express, Ground, Freight, Supply Chain, TNT Express, Custom Critical, Trade Networks, Services, FedEx Logistics
Situs webwww.fedex.com

FedEx Corporation adalah sebuah perusahaan jasa pengantaran multinasional yang berkantor pusat di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat.[2] Nama "FedEx" merupakan singkatan dari nama divisi udara perusahaan ini, yakni Federal Express (kini FedEx Express), yang digunakan dari tahun 1973 hingga 2000. Perusahaan ini terkenal berkat jasa pengiriman semalamnya dan mempelopori sistem yang dapat melacak lokasi paket dan menyediakan pembaruan waktu-nyata mengenai lokasi paket, sebuah fitur yang kini telah diterapkan oleh sebagian besar penyedia jasa pengantaran.[3] FedEx juga merupakan salah satu kontraktor teratas dari pemerintah Amerika Serikat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Mobil pertama Fedex dipamerkan di kantor pusat FedEx

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1971 dengan nama Federal Express Corporation oleh Frederick W. Smith, seorang lulusan Sekolah Bisnis Yale. Ia menyusun konsep perusahaan ini sejak masih berkuliah di Yale, yang saat itu ia sebut sebagai sistem yang dirancang khusus untuk pengantaran mendesak. Ia lalu mulai berbisnis pada tahun 1973, saat ia pindah ke Memphis. Selain karena dekat dengan titik tengah Amerika Serikat, Bandar Udara Internasional Memphis hampir tidak pernah tutup, walaupun diterpa cuaca buruk sekalipun.[4]

Perusahaan inipun tumbuh pesat, dan pada tahun 1983 telah mencatatkan pendapatan sebesar satu milyar dolar, hal yang jarang terjadi pada sebuah perusahaan yang baru berbisnis selama sepuluh tahun. Perusahaan ini kemudian berekspansi ke Eropa dan Asia pada tahun 1984. Pada tahun 1988, perusahaan ini mengakuisisi salah satu kompetitor terbesarnya, Flying Tiger Line, sehingga perusahaan ini menjadi maskapai penerbangan kargo terbesar di dunia. Pada tahun 1994, Federal Express resmi memperpendek namanya menjadi "FedEx" untuk keperluan pemasaran, dengan mengadopsi julukan yang telah digunakan selama beberapa tahun.[4]

Pada tanggal 2 Oktober 1997, FedEx direorganisasi menjadi sebuah perusahaan induk, yakni FDX Corporation, yang didaftarkan sebagai sebuah badan hukum di Delaware.[5] Perusahaan induk tersebut mulai beroperasi pada bulan Januari 1998 dengan akuisisi Caliber System Inc. oleh Federal Express. Dengan mengakuisisi Caliber, FedEx mulai menawarkan layanan selain pengiriman kilat. Anak usaha Caliber meliputi RPS, sebuah layanan pengiriman paket kecil; Roberts Express, sebuah penyedia jasa pengiriman kilat; Viking Freight, sebuah penyedia jasa pengiriman regional di bagian barat Amerika Serikat; Caribbean Transportation Services, sebuah penyedia jasa ekspedisi muatan via udara antara Amerika Serikat dan Karibia; serta Caliber Logistics dan Caliber Technology, penyedia jasa logistik dan teknologi. FDX Corporation didirikan untuk mengawasi operasi dari semua perusahaan tersebut serta operasi Federal Express.[4]

Pada dekade 1990-an, FedEx Ground berencana menyediakan layanan bersama British Airways, di mana BA akan menerbangkan sebuah Concorde ke Bandar Udara Shannon di Irlandia dengan mengangkut paket dari FedEx, dan kemudian FedEx akan menerbangkan paket tersebut ke titik pengantarannya di Eropa. Namun rencana ini kemudian dibatalkan.

Sebuah McDonnell Douglas MD-11 milik Federal Express pada tahun 1995

Pada bulan Januari 2000, FDX Corporation mengubah namanya menjadi FedEx Corporation dan mengubah nama semua anak usahanya. Federal Express diubah namanya menjadi FedEx Express, RPS diubah namanya menjadi FedEx Ground, Roberts Express diubah namanya menjadi FedEx Custom Critical, sementara Caliber Logistics dan Caliber Technology digabung untuk membentuk FedEx Global Logistics. Anak usaha baru yang diberi nama FedEx Corporate Services juga dibentuk untuk memusatkan penjualan, pemasaran, dan pelayanan pelanggan dari semua anak usahanya. Pada bulan Februari 2000, FedEx mengakuisisi Tower Group International, sebuah perusahaan logistik internasional. FedEx juga mengakuisisi WorldTariff, sebuah perusahaan informasi bea dan pajak; TowerGroup dan WorldTariff kemudian diubah namanya untuk membentuk FedEx Trade Networks.[6]

Pada bulan Februari 2004, FedEx Corp. mengakuisisi Kinko's, Inc. dan mengubah namanya menjadi FedEx Kinko's. Akuisisi ini dilakukan untuk mengembangkan akses ritel FedEx. Setelah akuisisi selesai, semua gerai FedEx Kinko's hanya menawarkan pengiriman melalui FedEx.[6] Pada bulan Juni 2008, FedEx mengumumkan bahwa mereka akan menghapus nama Kinko's. FedEx Kinko's pun diubah namanya menjadi FedEx Office.[7][8] Pada bulan September 2004, FedEx resmi mengakuisisi Parcel Direct, sebuah konsolidator parsel, dan mengubah namanya menjadi FedEx SmartPost.[6]

Pada bulan Desember 2007, Internal Revenue Service "memutuskan secara tentatif" bahwa FedEx Ground mungkin menghadapi liabilitas pajak sebesar $319 juta untuk tahun 2002, karena kesalahan klasifikasi pegawainya sebagai kontraktor independen. Hal ini membatalkan keputusan tahun 1994 yang memungkinkan FedEx untuk mengklasifikasikan pegawainya yang memiliki kendaraan sendiri sebagai kontraktor independen, IRS mengaudit tahun 2003 hingga 2006, dengan tujuan menilai apakah ada kesalahan klasifikasi pegawai telah terjadi. FedEx menyangkal bahwa telah terjadi kesalahan klasifikasi, namun menghadapi tuntutan hukum dari pegawai yang menuntut manfaat yang seharusnya mereka dapat jika mereka diklasifikasikan sebagai pegawai.[9]

Pada bulan Juni 2009, FedEx memulai sebuah kampanye melawan serikat pekerja United Parcel Service (UPS) dan Teamsters, dengan menuduh kompetitornya menerima bailout dalam sebuah kampanye iklan berjudul "Brown Bailout". FedEx mengklaim bahwa dengan menandatangani aturan reotorisasi Federal Aviation Administration, akan mempermudah sejumlah pekerjanya untuk berserikat (dan menurut FedEx, "dapat membahayakan kliennya dengan mogok kerja lokal yang dapat mengganggu proses pengiriman kargo yang bernilai tinggi dan sensitif waktu"),[10] yang setara dengan memberi UPS sebuah "bailout". Pengamat independen mengkritik keras pemilihan diksi dari FedEx,[10] dan mengklaim bahwa hal tersebut adalah "penyalahgunaan istilah".[10] Pegawai FedEx Express diatur sesuai Undang-Undang Buruh Perkeretaapian.[11]

Pada tanggal 14 Januari 2013, FedEx menunjuk Henry Maier sebagai CEO dan Presiden FedEx Ground, untuk menggantikan David Rebholz yang akan pensiun pada tanggal 31 Mei 2013.[12] Pada tanggal 17 Juli 2014, FedEx didakwa atas konspirasi mendistribusikan obat-obat terbatas melalui kerja sama dengan Chhabra-Smoley Organization dan Superior Drugs.[13] Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, "FedEx dituduh secara sengaja berkonspirasi untuk mendistribusikan obat terbatas dan obat resep, termasuk Phendimetrazine (Schedule III); Ambien, Phentermine, Diazepam, dan Alprazolam (Schedule IV), kepada klien yang tidak memiliki kebutuhan medis berdasarkan resep dari dokter yang bertindak di luar etika kedokteran yang sewajarnya."[14] Seorang wakil dari FedEx menyatakan bahwa mereka tidak dapat menolak klien yang ingin menggunakan jasa mereka, dan bahwa "FedEx adalah sebuah perusahaan pengantaran, bukan penegak hukum".[15] Pada tanggal 17 Juli 2016, Kantor Jaksa Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memerintahkan Hakim Charles Breyer untuk membatalkan dakwaan tersebut, tanpa menyatakan alasannya.[16][17][18]

Pada bulan April 2015, FedEx resmi mengakuisisi TNT Express dengan harga €4,4 milyar ($4,8 milyar; £3,2 milyar) untuk mengembangkan eksistensinya di Eropa.[19][20]

Pada bulan Februari 2016, FedEx mengumumkan peluncuran FedEx Cares, sebuah platform amal global, dan berkomitmen menginvetasikan $200 juta untuk memperkuat lebih dari 200 komunitas hingga tahun 2020.[21][22]

Pada bulan Maret 2018, FedEx mengumumkan akuisisi terhadap P2P Mailing Limited, sebuah jasa pengantaran mil terakhir, dengan harga £92 juta untuk mengembangkan portofolionya.[23]

Pada bulan September 2018, FedEx mengembangkan operasi FedEx Ground di Amerika Serikat menjadi enam hari dalam seminggu, karena makin meningkatnya pengantaran paket akibat adanya perdagangan elektronik[24]

Pada bulan Januari 2019, FedEx Trade Networks diubah namanya menjadi FedEx Logistics.[25]

Pada bulan Mei 2019, FedEx mengumumkan pengembangan operasi FedEx Ground di Amerika Serikat menjadi tujuh hari dalam seminggu selama musim liburan. FedEx Ground kemudian beroperasi selama tujuh hari dalam seminggu selama setahun penuh mulai bulan Januari 2020 untuk mayoritas populasi di Amerika Serikat.[26]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "FedEx 2019 Form 10-K Annual Report" (PDF). sec.gov. U.S. Securities and Exchange Commission. July 16, 2019. 
  2. ^ "FedEx in Memphis" (PDF). News.Van.FedEx.com. FedEx. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal July 19, 2008. Diakses tanggal February 28, 2010. 
  3. ^ "Connecting People and Possibilities: The History of FedEx". FedEx. FedEx. Diakses tanggal February 24, 2016. 
  4. ^ a b c FedEx History. Retrieved on April 13, 2020.
  5. ^ Delaware Department of State, Division of Corporations, Online Services Diarsipkan July 21, 2011, di Wayback Machine.; File No. 2803030.
  6. ^ a b c FedEx History | About FedEx. About.fedex.designcdt.com. Retrieved on July 11, 2011.
  7. ^ " The Marketing Doctor Says: FedEx Does It Again!" Diarsipkan June 5, 2009, di Wayback Machine. Marketing Doctor Blog. June 3, 2008.
  8. ^ "FedEx Ditches Kinko's" Business Week. June 3, 2008.
  9. ^ Ron Da Parma (December 27, 2007). "IRS says FedEx may owe $319 million". Pittsburgh Tribune-Review. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 26, 2007. Diakses tanggal January 3, 2008. 
  10. ^ a b c 'Brown Bailout?' Hardly, FactCheck.org
  11. ^ "UPS, FedEx "Brown Bailout" battle rages on". Fleetowner.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 16, 2010. Diakses tanggal June 16, 2010. 
  12. ^ FedEx. FedEx Corp. Announces Henry J. Maier to Succeed David F. Rebholz as President and CEO for FedEx Ground. Siaran pers.
  13. ^ Moyer, Justin (July 18, 2014). "FedEx indicted for drug dealing. Not a delivery guy — the whole company". Washington Post. 
  14. ^ "FedEx Indicted For Its Role In Distributing Controlled Substances And Prescription Drugs". U.S. Department of Justice. July 17, 2014. 
  15. ^ Elias, Paul. "FedEx charges raise online pharmacy issues". Yahoo. Diakses tanggal August 2, 2014. 
  16. ^ "A trial accusing FedEx of knowingly shipping illegal prescription drugs just ended suddenly". Diakses tanggal August 24, 2016. 
  17. ^ Beckerman, Josh (June 20, 2016). "FedEx: Justice Department Dismisses Charges Over Online Pharmacy Shipments". Wall Street Journal. ISSN 0099-9660. Diakses tanggal August 24, 2016. 
  18. ^ "Feds Drop Charges Claiming FedEx Knowingly Trafficked Illegal Prescription Drugs". Fortune. June 20, 2016. Diakses tanggal August 24, 2016. 
  19. ^ "FedEx to buy rival TNT Express for €4.4bn". BBC News. April 7, 2015. 
  20. ^ "FedEx to buy Dutch Delivery Company TNT for 4.4 billion euros". news.biharprabha.com. Reuters. April 8, 2015. Diakses tanggal April 8, 2015. 
  21. ^ "Timeline". About FedEx. Diakses tanggal 2019-05-30. 
  22. ^ Candid. "FedEx Launches $200 Million Giving Initiative". Philanthropy News Digest (PND). Diakses tanggal 2019-05-30. 
  23. ^ "FedEx Expanding E-Commerce Capabilities with Acquisition of P2P". investors.fedex.com. Diakses tanggal 2019-05-30. 
  24. ^ "FedEx Ground Expands U.S. Operations to Six Days Per Week Year-Round". About FedEx. Diakses tanggal 2019-05-30. 
  25. ^ "FedEx Trade Networks Rebrands as FedEx Logistics". About FedEx. Diakses tanggal 2019-05-30. 
  26. ^ "FedEx Ground Announces Seven-Day Residential Delivery Year-round". About FedEx. Diakses tanggal 2019-05-30. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]