Dewayani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Dalam mitologi Hindu, Dewayani (Dewanagari: देवयानी,IASTDevayānī, देवयानी) merupakan putri Mahaguru Sukra (Sukracarya) dengan Jayanti, putri Dewa Indra. Suaminya adalah Maharaja Yayati dari Dinasti Soma (Candra), keturunan Pururawa, yang kelak menurunkan leluhur Pandawa dan Korawa.

Persahabatan dengan Sang Kaca[sunting | sunting sumber]

Ayah Dewayani memiliki ajian yang dapat membuat makhluk dapat hidup kembali, bahkan meski sudah menjadi abu sekalipun. Wrehaspati pun menyuruh Sang Kaca untuk mengabdi kepada Sukra agar ajian itu dapat diwarisi. Kaca melayani Sukra dengan setia, dan hormat kepada Dewayani. Hal tersebut membuat iri para detya, murid-murid Mahaguru Sukra. Meskipun Kaca dibunuh berkali-kali oleh para detya, namun ia dapat hidup kembali atas ajian sakti Sukra.

Saat Kaca berhasil mewarisi ilmu tersebut dan hendak pulang ke kahyangan, ia dicegah oleh Dewayani. Dewayani memohon agar Kaca menikahinya. Kaca merasa sungkan untuk menikahi anak gurunya sendiri, sehingga ia menolak. Dewayani pun marah lalu mengutuk Kaca supaya kelak ilmu yang dikuasainya tidak sempurna. Tetapi Kaca merupakan seorang murid yang jujur dan setia, sehingga kutukan yang diberikan Dewayani tidak akan mempan. Selain itu, ia Dewayani bertindak karena berdasarkan nafsu belaka. Kaca pun mengutuk Dewayani, agar kelak ia dimadu oleh budak sendiri.

Pertemuan dengan Yayati[sunting | sunting sumber]

Dewayani berteman dengan Sarmista, putri Wresaparwa, pemimpin para detya. Pada suatu ketika, Dewayani dan Sarmista mandi di sungai dengan diiringi oleh 1000 pelayan. Tiba-tiba angin bertiup kencang, dan mengacak-acak pakaian mereka. Sehabis mandi, Sarmista mengambil pakaian Dewayani karena tidak menyadarinya. Dewayani pun marah, namun Sarmista juga tidak mau mengalah sehingga ia mendorong Dewayani ke dalam sumur.

Sementara itu, Raja Yayati, seorang keturunan Pururawa dari Dinasti Soma, sedang berburu. Karena lelah, ia berhenti di suatu tempat dan mencari air di sebuah sumur. Ketika ia menengok ke dalam sumur, didapatinya seorang wanita berada di sana, yang tiada lain adalah Dewayani. Yayati pun menyelamatkan Dewayani. Setelah berhasil keluar dari sumur, Dewayani memperkenalkan dirinya dan bercerita bahwa ia didorong oleh Sarmista, temannya sendiri, karena memperebutkan pakaian setelah mandi. Setelah mendengarkan penjelasan Dewayani, sang raja pergi meninggalkan tempat tersebut. Sang raja berjanji akan kembali kepada Dewayani untuk menjadikannya permaisuri.

Memperbudak Sarmista[sunting | sunting sumber]

Mahaguru Sukra sangat kesal atas prilaku para detya yang selalu iri, begitu pula terhadap Sarmista, putri Wresaparwa, yang mendorong Dewayani ke dalam sumur. Ketika ia hendak memutuskan untuk berhenti mengajari para detya, Wresaparwa memohon maaf kepadanya, dan berusaha memenuhi keinginan apa pun keinginannya asalkan Sukra tidak berhenti mendidik para detya. Sukra memberi kebebasan kepada putrinya, Dewayani, untuk meminta sesuatu kepada Wresaparwa, sebab Dewayani merupakan putri kesayangannya. Dewayani meminta agar Sarmista beserta seribu pelayannya diberikan kepadanya sebagai budak. Wresaparwa pun memenuhinya dan kemudian Sarmista menjadi budak Dewayani.

Permaisuri Yayati[sunting | sunting sumber]

Yayati menghadap Sukra untuk melamar Dewayani. Atas jasanya karena telah menolong Dewayani, Sukra merestui pernikahan Dewayani dan Yayati. Sukra juga mengajukan syarat bahwa sang raja tidak boleh menikahi Sarmista, yakni pelayan Dewayani. Yayati pun menyanggupinya. Dari hasil perkawinannya, Yayati dan Dewayani dikaruniai dua orang putra, yang sulung diberi nama Yadu dan yang bungsu diberi nama Turwasu.

Setelah dikaruniai dua putra, Yayati dirayu oleh Sarmista. Sang raja pun melupakan janjinya dahulu. Ia berselingkuh dengan Sarmista. Dari hasil perkawinannya, sang raja dikaruniai tiga putra. Yang sulung diberi nama Druhyu, yang tengah diberi nama Anu, yang bungsu diberi nama Puru. Ketiga-tiganya berparas mirip dengan Sang Raja.

Ketika Dewayani jalan-jalan di taman, ia melihat ada tiga orang anak yang wajahnya mirip dengan suaminya. Dewayani pun menanyakan ayah mereka, dan ia terkejut setelah mengetahui bahwa mereka adalah putra Raja Yayati. Dewayani yang merasa sakit hati, lari mengadu kepada ayahnya, Sukra. Ia mengatakan bahwa sang raja sudah mengingkari janjinya. Sukra kemudian mengutuk Raja Yayati agar menjadi tua lebih cepat, tua sebelum usia yang wajar. Setelah mendapat kutukan tersebut, sang raja memohon agar mertuanya menarik kembali kutukannya. Menurut Sukra, hal itu tak dapat dilakukan, namun salah satu putranya dapat mewakilinya untuk menanggung kutukan tersebut. Kemudian Yayati memanggil kelima putranya.

Putra pertamanya, Sang Yadu, menolak, maka ayahnya marah dan tak mewarisi tahta kerajaan kepada Sang Yadu. Berturut-turut—Turwasu, Druhyu, Anu—semuanya menolak. Sang raja juga menyatakan bahwa mereka tidak berhak mewarisi kerajaannya. Hanya Sang Puru yang bersedia menanggung kutukan yang diterima Yayati. Kemudian Yayati menikmati masa mudanya kembali dengan Dewayani.

Silsilah[sunting | sunting sumber]

Sukra
 
Jayanti
 
Nahusa
 
 
 
 
Wresaparwa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dewayani
 
 
 
 
 
Yayati
 
 
 
 
 
Sarmista
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Yadu
 
Turwasu
 
Madawi
 
Druhyu
 
Anu
 
Puru
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bangsa
Yadawa
 
Suku
Yawana
 
4 putra
 
Dinasti
Waiboja
 
Bangsa
Mleccha
 
Wangsa
Paurawa


Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]