Rukmi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Rukmi merupakan pemimpin kerajaan Widarbha menurut wiracarita Mahabharata. Ia merupakan putra Raja Bismaka dan merupakan kakak bagi Putri Rukmini.

Seorang pangeran dari golongan Yadawa bernama Kresna jatuh cinta pada Rukmini. Mereka saling mencintai, namun Rukmi tidak mersetuinya. Demikian pula Raja Bismaka. Mereka berencana menjodohkan Rukmini dengan Sisupala, Raja Chedi yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Kresna. Tetapi, sehari sebelum upacara pernikahan dilangsungkan, Kresna menculik Rukmini. Maka para raja yang bersekutu dengan Bismaka segera menyerang para Yadawa untuk membunuh Kresna. Akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh Baladewa –kakak Kresna– dan para Yadawa lainnya. Setelah para sekutunya gagal, Rukmi maju menghadapi Kresna, dengan janji bahwa ia tidak akan kembali ke Kundinapuri (ibukota kerajaannya) sebelum berhasil membunuh Kresna.

Rukmi bertarung dengan Kresna dengan jumlah tentara yang besar, namun ia dikalahkan. Saat Kresna hendak membunuhnya, Rukmini menjatuhkan dirinya di kaki Kresna sambil memohon agar nyawa kakaknya diampuni, sebab ia hanya memiliki seorang kakak saja. Kresna setuju lalu membiarkan Rukmi pergi, setelah rambut Rukmi dicukur habis sebagai tanda untuk mempermalukan kesatria yang kalah berperang.

Rukmi tidak pernah kembali ke kota Kundinapuri, ibukota kerajaan Widarbha, karena ia berjanji tidak akan pernah kembali ke Kundinapuri sebelum berhasil membunuh Kresna. Akhirnya ia membangun sebuah kota baru yang kemudian diberi nama Bhojakata, yang letaknya di sebelah barat Kundinapuri dan dipakai sebagai pusat pemerintahan kerajaannya.

Di kemudian hari Rukmi berteman dengan Kresna. Menjelang dimulainya perang di Kurukshetra, Rukmi tidak diterima sebagai sekutu oleh Arjuna maupun Duryodana karena ia sombong. Hal itu membuat Rukmi menjadi pihak netral saat perang di Kurukshetra berlangsung.

Untuk mempererat hubungan kekeluargaan, putri Rukmi, Rukmawati, dijodohkan dengan putra Kresna, Pradyumna. Mereka memiliki putra yang diberi nama Aniruda. Kemudian, Aniruda dijodohkan dengan cucu Rukmi yang bernama Rocana. Pada pesta pernikahannya, para Yadawa datang beramai-ramai ke Bhojakata. Di sana, para raja membujuk Rukmi untuk mengajak Baladewa bermain dadu, karena Baladewa menyukai permainan tersebut meski tidak bisa memainkannya dengan baik. Rukmi menyetujui hal tersebut dengan tujuan dapat mengalahkan Baladewa.

Dalam permainan tersebut, Baladewa selalu beruntung. Untuk menyangkal kemenangan lawannya, Rukmi berkata, “Kau sudah memasang taruhan, namun aku belum menerimanya. Jadi kau belum menang.” Meskipun demikian, Baladewa bersikukuh bahwa ia menang sebab Rukmi sudah melempar dadunya setelah taruhan iu diserahkan. Karena Rukmi terus mengelak hingga kesabaran Baladewa habis, maka Baladewa membunuhnya. Raja Kalingga yang menertawakan kejadian itu dipukul oleh Baladewa hingga giginya rontok semua.

Rukmi dalam pewayangan Jawa[sunting | sunting sumber]

Dalam dunia pewayangan di Jawa, Rukmi disebut Arya Prabu Rukma. Ia dianggap sebagai putera Prabu Basukunti, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita, puteri Prabu Kunti, raja negara Boja. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama Arya Basudewa, Dewi Kunti alias Dewi Prita, dan Arya Ugrasena.

Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini, putera Prabu Rumbaka, raja negara Kumbina. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putera bernama Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi, swaraswati di keraton Mandura, dan mempunyai seorang puteri bernama Ken Rarasati alias Dewi Larasati.

Arya Prabu Rukma mempunyai sifat berani, cerdik pandai, trengginas, mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya, Prabu Rumbaka, dan bergelar Prabu Bismaka, Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana.

Dalam akhir riwayatnya diceritakan bahwa Prabu Bismaka (gelar Arya Prabu Rukma) gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura, raja negara Surateleng atau Trajutisna.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]