Lompat ke isi

Ci Kaso (Sukabumi)

Sungai Kaso
Ci Kaso, Sungai Cikaso, Tjikaso, Tji Kaso
Kapal di Sungai Cikaso membawa sepeda motor. Salah satu transportasi sungai umum di daerah ini.
PetaKoordinat: 7°25′23″S 106°40′52″E / 7.42306°S 106.68111°E / -7.42306; 106.68111
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Barat
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiCimerang (Purabaya)
 - elevasi700 mdpl
Hulu ke-2 
 - lokasiCisitu (Nyalindung)
 - elevasi700 mdpl
Muara sungai 
 - lokasiBuniasih Samudera Hindia
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Cikaso[1]
Kode DASDAS220047[1]
Luas DAS909 km2 (351 sq mi)[1]
Pengelola DASBPDAS Citarum-Ciliwung[1]
Wilayah sungaiWS Cisadea-Cibareno[2]
Kode wilayah sungai02.07.B[2]
Otoritas wilayah sungaiUPT PSDA Cisadea-Cibareno[2]
Air terjunCurug Cikaso, Curug Cangkuang
JembatanJembatan gantung Merah-Putih, Jembatan Cikaso 3, Jembatan Cikaso 2
Informasi lokal
Zona waktuWIB (UTC+7)
GeoNames1641000

Sungai Kaso, juga Ci Kaso, adalah sungai di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, sekitar 140 km di selatan ibu kota Jakarta.[3][4]

Hidrologi DAS

[sunting | sunting sumber]

Cikaso berhulu di wilayah perbukitan perbatasan Purabaya dan Nyalindung. Aliran utamanya mengalir menuju selatan Sukabumi hingga bermuara di Buniasih, wilayah perairan Samudera Hindia.[1]

DAS Cikaso berbatasan langsung dengan DAS Cimandiri dibagian hulunya beserta DAS Cibuni di sebelah timur dari hulu hingga ke bagian hilirnya. Di sisi barat DAS Cikaso bersebelahan dengan DAS Cikarang (Surade) dari bagian tengah hingga hilir.[1]

Pengelolaan DAS

[sunting | sunting sumber]

Dalam pengelolaan daerah aliran sungai, DAS Cikaso termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Citarum-Ciliwung yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[5] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Cikaso merupakan bagian dari satuan wilayah sungai Cisadea-Cibareno beserta DAS lain di dalamnya dibawah otoritas Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) WS Cisadea-Cibareno.[2]

Kapal-kapal di Ujung Genteng di bawah air terjun Cikaso.

Sungai ini mengalir di wilayah barat daya pulau Jawa yang beriklim muson tropis (kode: Am menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 23 °C. Bulan terpanas adalah Agustus, dengan suhu rata-rata 26 °C, and terdingin Januari, sekitar 20 °C.[7] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 3834 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Desember, dengan rata-rata 578 mm, dan yang terendah September, rata-rata 35 mm.[8]

Infrastruktur dan Pemanfaatan Energi

[sunting | sunting sumber]

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM)

[sunting | sunting sumber]

Sungai Cikaso juga dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Salah satu infrastruktur penting adalah Bendung dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Cikaso 3 yang berlokasi di Curugluhur, Sukabumi, Jawa Barat.

Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 9,9 MW. Dikembangkan oleh PT Zhong Min Hydro Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp182,21 Miliar. Meskipun rencana awal beroperasi pada Juli 2019,[9] PLTM Cikaso 3 ini telah resmi beroperasi dan mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada semester I tahun 2021, berkontribusi pada penambahan kapasitas pembangkit berbasis hidro yang ditargetkan oleh PT PLN (Persero) untuk mendukung peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.[10]

Air terjun Cikaso berada di kawasan wisata Ujung antara Jampang Kulon dan Surade. Air terjun ini memiliki ketinggian hampir 80 meter (260 ft), dengan tiga curahan paralel sepanjang tebing yang lebarnya sekitar 100 kaki (30 m). Air terjun ini dapat diakses dari Ciniti, desa Cibitung di Cibitung Kulon sub-Jampang, dengan berjalan kaki atau dengan perahu motor.[11]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". geoportal.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2025-07-08.
  2. 1 2 3 4 "Permen PUPR No. 04/PRT/M/2015 Tahun 2015 Tentang Kriteria Dan Penetapan Wilayah Sungai". Database Peraturan Perundang-undangan Indonesia - [PERATURAN.GO.ID] (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-08.
  3. Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  4. Ci Kaso at Geonames.org (cc-by); Last updated 2013-06-04; Database dump downloaded 2015-11-27
  5. Online, Hukum. "Hukumonline Pro - Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.511/MENHUT-V/2011 Tahun 2011". hukumonline.com. Diakses tanggal 2025-07-08.
  6. Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11: 1633–1644. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. Diakses tanggal 30 January 2016. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 January 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-10. Diakses tanggal 2019-02-19.
  8. "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 January 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2019-02-19.
  9. "Menteri Jonan Saksikan Penandatanganan 9 PPA Pembangkit Energi Terbarukan". ESDM (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-09.
  10. ahmadhidayat (2021-08-09). "Fokus Kembangkan EBT, PLN Tambah Kapasitas Pembangkit Berbasis Hidro di tahun 2021". PT PLN (Persero). Diakses tanggal 2025-07-09.
  11. "Cikaso Waterfall". Jave-Adventure. 27 June 2011. Diakses tanggal 2011-12-10.[pranala nonaktif permanen]

7°25′23″S 106°40′52″E / 7.4231°S 106.681°E / -7.4231; 106.681