Batalyon Infanteri Lintas Udara 501

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Bajra Yudha
Gambar Yonif Linud 501.jpg
Lambang Yonif Linud 501/BY
Didirikan 22 Januari 1961
Negara Indonesia
Angkatan TNI Angkatan Darat
Tipe unit Satuan Tempur Infanteri
Motto Bajra Yudha
Situs resmi
Situs http://yoniflinud501.blogspot.com

Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Bajra Yudha disingkat Yonif Linud 501/Bajra Yudha adalah yonif lintas udara yang tergabung dalam Brigif Linud 18/Trisula Kostrad. berawal dari pengelompokkan kembali Yonif 504/Men 16 dan Yonif 518/Men 17 yang kemudian membentuk satu batalyon raider bernama Yonif 530/Raiders pada 22 Januari 1961. Kemudian Yonif 530 dididik sekolah para dan berganti nama menjadi Yonif 530/Para. Nama Yonif Linud 501/BJ dipakai sejak 3 Maret 1973.[1]

Yonif Linud 501/BJ berlokasi di Madiun, Jawa Timur berdasarkan Surat Keputusan Pangkostrad Nomor Skep/015/III/1973 tanggal 3 Maret 1973 Batalyon Infanteri 530/Para menjadi Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Bajra Yudha Brigif Linud 18/Trisula. dan merupakan Batalyon pemukul, tidak hanya bagi Kostrad (sebagai induk Yonif 501 ini) namun juga bagi TNI-AD.

Operasi Lintas Udara merebut Dili[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 7 Desember 1975, 270 anggota Grup-1 Kopassus dan 285 anggota Yonif 501 dan anggota Markas Brigif-18 terlibat dalam sebuah operasi lintas udara merebut Dili, ibukota Timor-Timur. Dili dapat direbut melalui sebuah pertempuran dahsyat, 35 anggota Yonif 501 plus Mabrigif-18 gugur termasuk dua perwira yaitu Kapten Inf H Simanjutak (Pasi-1 Yonif 501) dan Kapten Inf Ajat Sudrajat.

Batalyon ini pernah pula ditugaskan di Kamboja pada tahun 1990an.

Komandan Batalyon: Letnan Kolonel Inf Andi Kusworo.

Mengenang Tragedi di Gunung Baunoraq Oss-Viqueke Timor-Timur Tahun 1984[sunting | sunting sumber]

Pasukan Yonif Linud 501 berangkat melaksanakan tugas pada bulan Maret 1983 dengan menggunakan pesawat Hercules mendarat di BAUCAU di Timor-Timur dalam rangka misi kontak damai dibawah pimpinan Komandan Batalyon Letkol Inf Sujono.[2] Setelah operasi penugasan berjalan 1 tahun Pada pukul 23.00 WIT tanggal 09 Maret 1984 Wakil Komandan Batalyon Mayor Inf Wibisono memerintahkan Serda Trilis untuk menjemput/mengawal PANGAB Jenderal TNI Leonardus Benyamin Moerdani dalam rangka kunjungan Imbargasi Yonif Linud 501 kemudian Serda Trilis beserta 8 anggota lainnya bergerak menuju ke Viqueke dengan menggunakan 4 kendaraan Land Rover untuk menjemput dan mengawal Pangab Jenderal TNI Leonardus Benyamin Moerdani. Pada pukul 02.30 WIT salah satu kendaraan Land Rover mengalami kerusakan ditengah-tengah hutan rimba kemudian anggota tersebut memperbaikinya dan dilanjutkan menuju ke Viqueke.

Pada pukul 04.30 WIT tanggal 10 Maret 1984 kendaraan Land Rover tersebut di hadang oleh GPK di gunung Baunoraq perbatasan Osso-Viqueke yang mengakibatkan sopir Land Rover pertama atas nama Serda Trilis kena tembak lengan bagian kanan yang mengakibatkan meninggal dunia dan semua anggota turun berlindung dan membalas tembakan, setelah itu Pratu Imam Supi’i terkena tembakan yang mengakibatkan meninggal dunia, sedangkan senjata dapat di amankan dari tangan GPK. Dalam waktu yang bersamaan Anggota Yonif Linud 501 bertahan dengan menggunakan senjata SS-1 dan TP sedangkan ratusan GPK berbendera putih sambil meneriakkan suara “Apanca Maubere” yang artinya “maju terus” untuk melaksanakan serbuan terhadap anggota Yonif Linud 501. Pada saat ratusan GPK berjarak kurang lebih 10 Meter tiba-tiba datang Helikopter, pesawat Kondor dan Mortir Marinir untuk membantu anggota Yonif Linud 501 yang telah dikepung GPK sehingga mengakibatkan kelompok GPK banyak yang tewas dan melarikan diri.

Pada pukul 12.00 WIT tanggal 10 Maret 1984 situasi sudah aman dengan kerugian 3 orang meninggal dunia, 2 orang luka-luka dan 4 orang selamat, kemudian dari 9 anggota tersebut di evakuasi dengan menggunakan Helikopter menuju ke lapangan Imbargasi di Kelikai untuk di upacarakan bagi yang gugur dan yang masih hidup dimintai keterangan oleh Pasi-1 Yonif Linud 501 Kapten Inf Suryo tentang kejadian penghadangan tersebut.

Monumen dan Saksi Bisu GPK Timor-Timur Tahun 1983

Keterangan Korban Penghadangan digunung Baunoraq perbatasan Osso-Viqueke dengan 4 kendaraan Land Rover tahun 1984 :

  • Korban selamat :
  1. Kopda Inf Suwarto
  2. Pratu Inf Ismail,
  3. Pratu Inf Sarwo
  4. Serda Inf Budi (Divisi)
  • Korban luka-luka :
  1. Kopda Inf Sodin
  2. Kopda Inf Sarjono
  • Korban meninggal dunia :
  1. Serda Inf (Annumerta) Trilis
  2. Koptu Inf (Annumerta) Suprapto
  3. Pratu Inf (Annumerta) Imam Supi’i

Referensi[sunting | sunting sumber]