Batalyon Infanteri 408

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Yonif-408 Suhbrasta sedang bertugas di Korem 074 Solo

Batalyon Infanteri 408/Suhbrasta atau Yonif 408/SBH merupakan batalyon infanteri dibawah komando Korem 074/Warastratama, Kodam IV/Diponegoro. Markas Yonif 408/Suhbrasta di Sragen, Jawa Tengah, dengan Kompi Senapan B ditempatkan di Boyolali yang bermarkas di pinggir jalan Boyolali - Semarang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha terbentuk dengan adanya pergeseran satuan yaitu Markas Batalyon Infanteri 427/Kuda Putih Brigade Q dari Kota Magelang ke Kota Ambarawa Jateng pada 26 Januari 1951. Kemudian Batalyon Infanteri 427/Kuda Putih tersebut diubah menjadi Batalyon Infanteri 440 dibawah Resimen Infanteri 14 dalam rangka pemusatan kekuatan Kowilhan di Jawa Tengah Pada 26 September 1952.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VII / Diponegoro No. Skep /105 /IX /1966 tanggal 26 September 1966 yang direalisasi Danbrigif 5 melalui Surat Perintah No. Sprin /136 /X /1966 tanggal 10 Oktober 1966 tentang perintah penggabungan antara Batalyon Infanteri 440 dengan Batalyon Infanteri 452. Dari hasil gabungan 2 satuan tersebut terbentuk Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha, dengan Komposisi Yonif 440 sebagai kekuatan Inti dan Yonif 452 sebagai kekuatan pelengkap.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam VII / Diponegoro No : STR / 253 / 1981 tanggal 18 Juli 1981 tentang perintah untuk melakukan pergeseran markas Yonif 408/Suhbrastha dari kota Ambarawa ke Sragen, tetapi dislokasi Kipan B di Boyolali dan Kipan A di Weleri, Kendal. Sedangkan markas satuan lama di Ambarawa digunakan Batalyon Kaveleri 2/Tank Kodam IV/Diponegoro.

Sebelumnya yonif ini merupakan satuan organik dari Brigif-5 yang telah dibekukan. Pada tanggal 1 Mei 1985 Yonif 408 / Suhbrastha secara resmi menjadi organik dijajaran Korem 074 / Warastratama berdasarkan Surat Telegram Pangdam IV / Diponegoro No. STR /539 /1984 tanggal 1 Oktober 1984 dengan bentuk organisasi sesuai TOP ROI 80 Type M. 01.

Lambang Satuan[sunting | sunting sumber]

Lambang Yonif 408/Suhbrasta
  • Tunggul Batalyon

Tunggul Batalyon Infanteri 408 terdiri dari Kepala Tunggul dan Bendera Tunggul yang bernama “Suhbrastha” artinya senjata ampuh pemusnah angkara murka ( musuh negara ). Historis, bentuk dan makna lambang Suhbrastha sebagai berikut :

Historis nama “Suhbrastha“ terjelma dari rangkaian cerita sejarah pewayangan, Suhbrastha merupakan sebuah senjata ampuh ( Pusaka Dibya ) milik Sang Hyang Wisnu Murti. Pusaka Suhbrastha tersebut dianugerahkan dari Sang Hyang Wisnu Murti kepada Prabu Bhogadenta saat bertapa di Gunung Rasa Mala. Prabu Bhogandenta adalah seorang Raja yang bertahta dikerajaan Srawanti Pura. Selain Pusaka Suhbrastha, Sang Prabu Bhogadenta juga memiliki Gajah Tunggangan yang bernama Murdaningkung. Ketiga kekuatan antara Sang Raja, Pusaka Suhbrastha dan Gajah dinamakan “Tunggal Sudibya“ yang berarti satu kesatuan kekuatan yang memiliki Kesaktian Mandra Guna.

  • Bentuk dan Letak Lambang Satuan.

Lambang “Suhbrastha“ berbentuk Panah (Jemparing) yang dililit Seuntai Rantai yang kokoh dan berwarna Merah yang mengeluarkan 7 kelopak bunga harum berwarna hijau dibawah mata panah yang legam tajam. Karena ampuhnya panah tersebut sehingga menimbulkan 8 sinar inti api kuning yang berkobar dengan 8 bola api berwarna merah menyala. Panah tersebut menopang Bintang Sakti bersudut 5 berwarna kuning emas dan berdiri tegak lurus diatas Bokor hitam berisi bunga setaman cempaka mulya dan Kangkung Tirta yang berwarna hijau dan tumbuh subur.

  • Makna Lambang Satuan.

Bintang 5 sudut berwarna Kuning Emas bermakna bahwa Prajurit Suhbrastha hanya beriman / bertaqwa kepada TUHAN YME sebagai mana tercantum dalam dasar Negara yaitu Pancasila. Selain itu arti dari Bintang bersudut 5 berwarna kuning emas menunjukkan bahwa Prajurit Suhbrastha senantiasa menepati 5 butir sumpahnya yang tertuang dalam Sumpah Prajurit.

Senjata Panah (Jemparing) Suhbrastha yang berdiri kokoh dan tegak lurus keatas dengan Mata anak panah yang tajam dan legam, mengandung makna : - Prajurit Suhbrastha kokoh pendiriannya dan bulat tekadnya dalam mendharma bhaktikan kepada Bangsa dan Negara RI. - Prajurit Suhbrastha memiliki ketulusan hati dan jiwa militansi yang tajam dalam setiap pelaksanaan tugas.

Hulu anak panah terdapat 7 kelopak bunga yang berwarna hijau dan menebarkan aroma yang harum mengandung arti : - Prajurit Suhbrastha memiliki keikhlasan jiwa dan raga ( Tanpa Pamrih ) dalam mempersembahkan karyanya yang terbaik untuk Bangsa dan Negara. - Prajurit Suhbrastha selalu berpegang teguh pada 7 butir Doktrinya yang tercantum dalam Sapta Marga.

Senjata panah Suhbrastha berwarna Kuning Emas dan memancarkan 8 inti api berwarna kuning yang berkobar sehingga menimbulkan 8 bola api berwarna merah menyala “ Hasta Brata“ mengandung arti : - Prajurit Suhbrastha memiliki Integritas jiwa / raga, keluhuran budi pekerti, yakin dengan kemampuan sendiri dan mengutamakan leladi / lelabuhan. - Prajurit Suhbrastha dengan semangat yang menggelora selalu siap mengamalkan 8 Wajib TNI dalam kehidupan sehari – hari bersama masyarakat.

Batang anak panah dililit untaian rantai merah membara bermakna bahwa Prajurit Suhbrastha memiliki ikatan jiwa korsa yang tinggi dan sehat pada Satuanya. Selain itu Prajurit Suhbrastha memiliki Nasionalisme yang kuat untuk membangun dan mempertahankan NKRI bersama komponen bangsa yan lainnya. Perpaduan Jiwa Korsa dengan Nasionalisme maka akan melahirkan Prajurit yang Militan, Terlatih dan Profesional sebagai mana tercantum dalam Motto Prajurit Suhbrastha yaitu “ We are the Militan, Skill and Profesional Soldiers”.

Kangkung Tirta. - Kangkung Tirta adalah tumbuhan yang hidup di 3 tempat yaitu di tanah, di air dan di udara yang berarti Prajurit Suhbrastha selalu beradaptasi dengan lingkungannya dimanapun, kapanpun dan dalam situasi / kondisi bagaimanapun. - Hidupnya Kangkung Tirta menjalar ujungnya melengkung kedalam ( ukel minangkaro ) mengandung arti Prajurit Suhbrastha selalu tanggap, tanggon dan trengginas. Ukel minangkaro dibagian muka rendah dan bagian belakang tinggi artinya Prajurit Suhbrastha selalu menyesuaikan perubahan situasi ( Ngerti mareng endek duwuring sangkan paran ). - Kangkung Tirta mudah hidup sendiri sekalipun terputus - putus artinya Prajurit Suhbrastha pantang menyerah dalam menantang kehidupan secara mandiri. - Batang Kangkung Tirta tidak berisi yang artinya dalam melaksanakan tugas Prajurit Suhbrastha tidak pamrih

Bokor sesaji berwarna hitam berisi bunga cempaka mulya penghias taman ( kembang setaman ) mengandung arti Prajurit Suhbrastha secara tulus dan harum untuk berbakti pada Nusa dan Bangsa.

Pita Lambang bertuliskan “Suhbrastha” dan kedua ujungnya melipat cekung kemuka mengandung arti Prajurit Suhbrastha selalu bersikap berserah diri kepada Tuhan YME ( Semungkem matrapake sembah marang Gustine ).

Makara terdiri dari pita, bokor sesaji, kangkung Tirta dan cempaka mulya serta berbentuk kepala raksasa (Denawa) yang berarti Prajurit Suhbrastha selalu menjadi suri tauladan dan pelopor yang baik bagi Bangsanya.

  • Tata Warna pada Lambang Satuan terdiri dari :

- Warna kuning berarti Prajurit Suhbrastha senantiasa beriman pada TUHAN YME dan berbudi luhur. - Warna merah berarti Prajurit Suhbrastha selalu berani pada yang benar. - Warna hijau berarti Prajurit Suhbrastha mampu beradaptasi di lingkungannya. - Warna hitam berarti Prajurit Suhbrastha selalu Teguh dalam berbhakti.

  • Kepala Panji dan Surya Sangkakala

- Kepala Panji pada tiang Tunggul sama bentuknya dengan kepala panji Resimen Infanteri 14 yang tertulis "Hanggelar Tata Gapuraning Rahayu" dan Tahun Sangkakala 2591. - Surya Sangkakala pada tiang Tunggul artinya Sekalipun beban tugas yang sangat berat tetapi Prajurit Suhbrastha pantang menyerah dalam pengabdianya sampai titik darah penghabisan.

  • Sesanti Satuan .

Sesanti Satuan adalah ”Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti" artinya Betapapun besarnya kekuatan Angkara Murka yang dimiliki Musuh maka dengan Ridho TUHAN YME Prajurit Suhbrastha akan mudah untuk menumpas tuntas Kemurkaan tersebut.

  • Bendera Perang Satuan.

a. Angka 408, Senjata Silang dan warna dasar bendera hijau / merah adalah melambangkan Satuan Infanteri Yonif 408/Sbh yang selalu berada digaris depan dalam setiap pertempuran (Queen Of The Battle) dalam rangka menjaga dan mengamankan keutuhan dan kedaulatan NKRI. b. Helm baja selain perlengkapan tempur juga melambangkan kekuatan mental dan fisik Prajurit Suhbrastha yang membaja dan pantang menyerah dalam mengemban setiap tantangan tugas demi Bangsa dan NKRI. c. Sangkur terhuus dan Grant tangan yang digengm erat oleh kedua tangan melambangkan Prajurit Suhbrastha memiliki ketajaman dan kedahsyatan alam bertindak untuk mencapai kemenangan dalam pertempuran. Selain itu Sangkur dan Granat sebagai alat dalam pertempuran maupun dalam perkelahian jarak dekat. d. Sesanti ”Hing Ngarsa Husana Yudha” adalah maju terus pantang mundur sebelum memenangkan suatu pertempuran.

Nama dan Lambang dan Satuan Tingkat Kompi[sunting | sunting sumber]

  • Kompi Markas

Nama lain (Samaran) Kompi Markas adalah Pasopati. Nama tersebut diambil dari nama senjata Arjuna yang sakti mandraguna. Lambangnya berbentuk kerucut yang berwarna hitam, merah dan hijau yang melambangkan Warna Infanteri, ditengahnya terdapat Anak Panah yang mempunyai ujung berbentuk bulan sabit berwarna kuning keemasan yang melambangkan keberanian digaris depan untuk melenyapkan angkara murka.

  • Kompi Senapan A

Nama lain (Samaran) Kompi Senapan A adalah Lambito Muko. Nama tersebut diambil dari nama senjata Bima yang sakti mandraguna. Lambangnya berbetuk kerucut yang berwarna hitam, merah dan hijau yang melambangkan Warna Infanteri ditengahnya terdapat senjata berwujud Gada Bergerigi berwarna kuning keemasan yang melambangkan keperkasaan dan gagah berani dalam menumpas angkara murka.

  • Kompi Senapan B

Nama lain (samaran) Kompi Senapan B adalah Kunto Druwoso. Nama tersebut diambil dari nama senjata Adipati Karno yang sakti mematikan. Lambangnya berbentuk kerucut yang berwarna hitam, merah dan hijau yang melambangkan Infanteri. Dalam Lambang tersebut terdapat Anak Panah yang matanya berbentuk keris kuning yang tajam, Batangnya putih dan Ekornya hitam melambangkan dengan ketajaman dan keberanian siap menghancurkan musuh di garis depan dalam pertempuran.

  • Kompi Senapan C

Nama lain (samaran) Kompi Senapan C adalah Cakra Basworo. Nama tersebut diambil dari nama senjata Kresna yang sakti pamungkas. Lambangnya berbentuk kerucut yang berwarna hitam, merah dan hijau yang melambangkan Infanteri. Dalam Lambang tersebut terdapat Anak Panah beroda dan bergerigi tajam warna Kuning dengan kecepatan putar roda yang tinggi ketika anak panah melesat, Batangnya putih dan Ekornya hitam yang berarti dengan semangat menggelora siap menggilas musuh di medan pertempuran.

  • Kompi Bantuan

Nama lain (samaran) dari Kompi Bantuan adalah Garda Dadali. Nama tersebut diambil dari nama senjata milik Arjuna yang sakti mandraguna. Lambangnya berbentuk kerucut yang berwarna kuning, merah dan hijau yang melambangkan Warna Infanteri ditengahnya terdapat Anak Panah yang ujungnya berbetuk burung dadali berwarna kuning keemasan yang melambangkan dengan kecepatan dan ketajaman siap menumpas musuh di medan laga.

Referensi[sunting | sunting sumber]