Kabupaten Ogan Komering Ulu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ogan Komering Ulu)
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Lambang Kabupaten Ogan Komering Ulu.png
Lambang Kabupaten Ogan Komering Ulu
Moto: Sebimbing Sekundang


Lokasi Sumatera Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu.svg
Peta lokasi Kabupaten Ogan Komering Ulu
Koordinat: -
Provinsi Sumatera Selatan
Dasar hukum UU No. 37 Tahun 2003
Tanggal Peresmian -
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Kuryana Azis
 - DAU Rp. 517.309.972.000.-(2013)[1]
Luas 3.617,60 km2
Populasi
 - Total 334.295 jiwa (2011)
 - Kepadatan 92,41 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Ogan, Komering, Daya, Jawa, Besemah, Lematang, Lampung, Bali, dan Ranau
 - Kode area telepon 0735
Pembagian administratif
 - Kecamatan Lengkiti, Sosoh Buah Rayap, Pengandonan, Ulu Ogan, Muara Jaya, Peninjauan, Sinar Peninjauan, Lubuk Batang, Lubuk Raja, Baturaja Timur, Baturaja Barat, Semidang Aji
 - Kelurahan 130
Simbol khas daerah
 - Situs web http://www.okukab.go.id

Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Baturaja. Kabupaten ini terkenal dengan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak Suku Ogan di Provinsi Sumatera Selatan. Namun di lain sisi, juga terdapat suku Komering, Suku Daya, Suku Jawa, Suku Bali, dan Suku Lampung.

Kecamatan yang ada di Kabupaten OKU ;

1. Kecamatan Barutaja Barat

Desa Air Gading, Desa Batu Kuning, Desa Batu Putih ,Desa Karang AgungDesa Karang Endah,Desa Tanjung Karang,Desa Talang JawaDesa Tanjung Agung ,Desa Saung Naga, Desa Saung Naga, Desa Laya , Desa Pusar

2. Kecamatan Baturaja Timur

Desa Air Paoh/Pauh, Desa Baturaja Permai, Desa Kemala Raja , Desa Kemelak Bindung Langit

Desa Sekar Jaya ,Desa Sepancar Lawang Kulon, Desa Tanjung Kemala, Desa Terusan, Desa Sukaraya, Desa Tanjung Baru, Desa Baturaja Lama, Desa Pasar Lama, Desa Pasar Baru, Desa Sukajadi

3. Kecamatan Lengkiti

Desa Bandar Jaya , Desa Bumi Kawa , Desa Bunga Tanjung Desa Gedung Pakuan/Pekuon, Desa Karang Endah Desa Lubuk Dalam, Desa Lubuk Hara, Desa Negeri Agung Desa Negeri Ratu, Desa Pagar Dewa, Desa Pajar Bulan, Desa Segara Kembang, Desa Simpang Empat, Desa Sukaraja, Desa Sundan, Desa Tanjung Agung , Desa Tanjung Lengkayap, Desa Tihang, Desa Tualang, Desa Umpan, Desa Way Heling

4. Kecamatan Lubuk Batang

Desa Air Wall, Desa Bandar Agung, Desa Banu Ayu, Desa Belatung, Desa Gunung Meraksa, Desa Karta Mulia, Desa Kurup, Desa Lubuk Banjar, Desa Lubuk Batang Baru, Desa Lubuk Batang Lama, Desa Lunggaian, Desa Markisa, Desa Merbau, Desa Tanjung Dalam, Desa Tanjung Manggus

5. Kecamatan Lubuk Raja

Desa Battu Winangun, Desa Batumarta I, Desa Batumarta II, Desa Lekis Rejo , Desa Lubuk Banjar

6. Kecamatan Pengandonan

Desa Pengandonan, Desa Tangsi Lontar, Desa Belambangan, Desa Gunung Kuripan, Desa Gunung Liwat, Desa Gunung Meraksa, Desa Kesambi Rata, Desa Semanding, Desa Tanjung Pura, Desa Tanjung Sari, Desa Tanjungan, Desa Ujan Mas

7. Kecamatan Peninjauan

Desa Belimbing, Desa Bindu, Desa Bunglai, Desa Durian, Desa Kampai, Desa Karang Dapo, Desa Kedaton, Desa Kedondong, Desa Kepayang, Desa Lubuk Kemiling, Desa Lubuk Rukam, Desa Makarti Jaya, Desa Makarti Tama, Desa Mendala, Desa Mitra Kencana, Desa Panti Jaya, Desa Penilikan/Mitra Ogan, Desa Peninjauan, Desa Rantau Panjang, Desa Saung Naga, Desa Sp Tiga, Desa Suka Pindah

8. Kecamatan Semidang Aji

Desa Banjar Sari, Desa Batang Hari, Desa Bedegung, Desa Guna Makmur, Desa Kebon Agung, Desa Kebun Jati, Desa Nyiur Sayak, Desa Padang Bindu, Desa Panai Makmur, Desa Pandan Dulang, Desa Panggal Panggal, Desa Pengaringan, Desa Raksa Jiwa, Desa Seleman, Desa Singapura, Desa Suka Merindu, Desa Sukarami, Desa Tanjung Kurung, Desa Tebing Kampung, Desa Tubohan, Desa Ulak Pandan

9. Kecamatan Sinar Peninjauan

Desa Karya Jaya, Desa Karya Mukti, Desa Marga Bakti, Desa Marga Mulya, Desa Sri Mulya, Desa Tanjung Makmur

10. Kecamatan Sosoh Buay Rayap

Desa Bandar, Desa Kungkilan, Desa Lubuk Baru, Desa Lubuk Leban, Desa Mekar Jaya, Desa Negeri Sindang, Desa Penyandingan, Desa Rantau Kumpai, Desa Tungku Jaya

11. Kecamatan Ulu Ogan

Desa Belandang, Desa Gunung Tiga, Desa Kelumpang , Desa Mendingin, Desa Pedataran, Desa Sukajadi, Desa Ulak Lebar

12. Kecamatan Muara Jaya[2]

Desa Muara Saeh, Desa Lontar, Desa Lubuk Tupak, Desa Surau, Desa Beringin, Desa Karang Lantang, Desa Kemala Jaya

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu. Sedangkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Ogan Komering Ulu terbentuk dengan keluarnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan dan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Sumatera Selatan menjadi Provinsi di dalam Negara Republik Indonesia.

Selanjutnya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950, ditetapkan batas-batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibu kota kabupaten di Baturaja. Sejalan dengan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 yang diperkuat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821), Kabupaten Ogan Komering Ulu menjadi daerah otonom yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Sesuai dengan semangat Otonomi Daerah, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4347), pada tahun 2003 Kabupaten OKU resmi dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yakni (1) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) dengan Ibukota Martapura; (2) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua dan (3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Ibukota Baturaja.

BUPATI KABUPATEN OKU[sunting | sunting sumber]

1.M. Said 1949 - 1950

2.Nawawi 1950 - 1952

Bupati Ogan Komering Ulu ke-16

3.Aziz. 1952 - 1954

4.Mustofa 1954 - 1956

5.Saleh 1956 - 1958

6.Harum. 1958 - 1962

7.Usman Raden Mangku 1962 - 1963

8.Rusman Effendi Rustam 1963 - 1968

9.M. Muhammad Muslimin 1968 - 1979

10.HM. Saleh Hasan, SH. 1979 - 1989

11.Drs. H. Mulkan Aziman 1989 - 1994

12.Amiruddin Ibrahim 1994 - 1999

13.H. Rosihan Arsyad 1999 - 2000

14.Ir. Syahrial Oesman, MM. 2000 - 2002

15.Eddy Yusuf, SH., MM. 2002 - 2008

16.Drs. H. Yulius Nawawi. 2008 - 2010

17.Drs. H. Yulius Nawawi 2010 - 2014

18.Drs. H. Kuryana Azis. 2014 - 2015

19.H. Maulan Aklil, S.IP, M.Si 2015 - 2016

20.Drs. H. Kuryana Azis. 2015 - Sedang menjabat

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu saat ini cukup banyak, baik berupa wisata alam maupun wisata buatan. Dari data OKU dalam angka (BPS, 2007) terdapat sekitar 42 wisata, 9 di antaranya sebagai berikut :

1.Goa Puteri Objek wisata andalan Kabupaten OKU ini terletak di desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji (35 KM dari Baturaja). Legenda Goa Puteri terjadi adalah tempat hunian manusia dimasa lalu. Disitu ditemukan jejak-jejak hunian goa antara lain pecahan gerabah, tulang bintang, tulang manusia, beragam alat batu seperti pukul, batu pahat, batu kapak dan lain-lain.

2.Air Terjun Kambas Objek wisata air terjun kambas terletak didesa Ulak Lebar. Jarak tempuh dari desa Ulak Lebar menuju lokasi air terjun kambas berkisar 1 jam berjalan kaki +30 menit. Lokasi air terjun kambas berada pada ketinggian 425 m di atas permukaan laut dengan kordinat 040n06'34" LS dan 104007'33" BT. Perjalanan menuju lokasi yang melalui perbukitan masih alami, hutan dan perkebunan rakyta dengan menyusuri alur sungai Kambas yang hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. objek wisata air terjun kambas memiliki ketinggian air yang jatuh berkisar 50 meter.

3.Air Panas Gemuhak Objek wisata Air Panas Gemuhak terletak didesa Gunung Tiga dengan jarak tempuh sekitar 6 KM dari desa Gunung Tiga. Objek wisata ini berada dalam kawasan hutang lindung dengan ketinggian 398 M diata permukaan air laut dengan koordinat 040 08'10" LS dan 103 043'23" BT dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Objek wisata Air Panas Gemuhak memiliki beberapa sumber air panas dengan pusat air panas terbesar dapat menyemburkan air panas (gleiser) setinggi tiga meter. Tiap kali penyemburan air panas memiliki interval waktu sekitar 15 detik. Air Panas tersebut memiliki suhu berkisar 96,50C - 98C dan mengandung mineral-mineral yang berasa asin dan dapat dikonsumsi secara langsung.

4.Batu Lesung Bintang Satu dari beberapa peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten OKU adalah Batu Lesung Bintang. Disebut Lesung Bintang karena batu tersebut berbentuk segi delapan yang ditengah-tengahnya terdapat lubang yang menyerupai lesung. Aset wisata budaya ini terletak di atas bukit didesa Laya Kecamatan Baturaja Barat yang menempati areal seluas 2.500 M2, jaraknya 3 KM dari kota Baturaja sehingga mudah untuk dikunjungi. Dinas dapat ditemukan : Batu berukir yang berbentuk sandi dan peta wilayah serta Batu tapak kaki.

5.Rantai Kumpai Objek wisata Rantai Kumpai terletak didesa Tungku Jaya Kecamatan Sosoh Buay Rayap, kira-kira 17 KM dari kota Baturaja. Bendali merupakan Bendungan Pengendali Air bagi kehidupan masyarakat sekitranya, luas areal mencapi + 6 Ha. Tempat ini cukup nyaman sebagai tempat rekreasi di akhir pekan. Sekitar 1 jam dari tempat ini terdapat air terjun Tirta Selaya. Fasilitas tersedia di Bendali Rantai Kumpai adalah arena panjat tebing, areal perkemahan, tempat pemancingan, shelter, becak air dan Mushola.

6.Mendingin Objek wisata ini masih dapat dijumpai panorama alam yang masih asli, di antaranya beraneka ragam tumbuhan yang masih hijau, hamparan sawah dan perkebunan penduduk serta beberapa jenis binatang hutan yang relatif punah di antaranya Monyet Putih, aneka ragam jenis burung serta binatang lainnya. Lokasi Kecamatan Ulu Ogan dapat ditempu dengan kendaraan roda empat maupun roda dua dengan waktu 2,5 Jam perjalanan dari Kota Baturaja.

7.Mandi Hawa Objek wisata ini terletak didesa Tualang Kecamatan Lengkiti dengan jarak dari Baturaja 43 KM untuk menuju lokasi Mandi Hawa harus melalui jalan setapak 2 KM mengitari tepian sungai Saka. Menurut Legenda objek wisata Mandi Hawa merupakan tempat pertempuran perebutan wilayah Puyang Deham dengan Puyang Lampung Abung. Disana akan ditemukan peninggalan dari pertempuran kedua puyang tersebut yaitu Batu Asahan, Kolam Darah dan Kuburan Puyang. Batu Asahan merupakan tempat mengasah senjata sebelum perperangan, kolam darah konon merupakan tempat mengubur mayat-mayat korban pertempuran sedangkan kuburan Panjang terletak dihulu sungai Saka 15 menit berjalan kaki.

8.Bukit Pelawai Bukit Pelawi terlekat di Kecamatan Baturaja Barat tepatnya di 4 wilayah desa : Desa Laya, Desa Pusar, Desa Batu Kuining dan Desa Karang Agung dengan ketinggian puncak bukit pelawi 990 mdpl. Bukit pelawi secara geografis mempunyai ekosistem hayati dan hewani dapat dijumpai berbagai jenis binatang primata (monyet, lutung, beruk ekor pendek), babi, macan akar, menjangan, keanekaragaman hayati ialah beberapa jenis tanaman kayu seperti kayu pulay, bambang lanang, bungur, duren, duku dan tanaman karet.

9.Goa Harimau Goa Harimau terletak di desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU, berjarak kira-kira 35 KM dari kota Baturaja. Untuk menuju goa harimau harus menyebrangi sungai ogan melalui jembatan gantung tua, kemudian menelusuri jalan setapak sejauh 4 KM melewati Sungai Haman (Aek Haman).

Sebanyak 35 kerangka manusia kuno dari Ras Mongoloid berhasil ditemukan dimulut goa harimau oleh Tim penelitian arkeologi nasional (Puslit Arkenas) Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Kerangka manusia yang ditemukan tidak lagi termasuk dalam kategori manusia purba melainkan manusia kuno. Dikategorikan manusia kuno mengingat secara fisik bentuknya seperti manusia modern. Kemudian mereka juga sudah mengenal senjata yang dibuat dari batu, makanya juga sudah omnivora.

Menurut analisi Tim Puslit Arkenas kerangka manusia yang ditemukan di goa harimau termasuk dalam ras mongoloid karena adanya ciri-ciri morfologi yang ditemukan yaitu : bentuk tengkorak yang meninggi dan membundar (brachy cephal) dan bagian tengkorak belakang yang datar. Selain itu juga ada ciri morfologi gigi seri berbentuk orbit mata, kedalaman tulang hidung (nasal) serta postur tulang dan tubuh mereka yang khas mongoloid.Selain fosil, para arkeolog juga menemukan benda-benda bernilai sejarah tinggi seperti gerabah, biji kemiri yang telah menjadi fosil, batu pemukul serta beliung batu. Diperkirakan perabadan di goa harimau berasal dari 2000-3500 tahun yang lalu.

IBUKOTA ibukota kabupaten ini terletak di kota baturaja

  • Suku Ogan : Hampir terdapat di semua kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu
  • Suku Komering : Sebagian berada di Batumarta, Kota Baturaja, Lengkiti, dan Sosoh Buah Rayap
  • Suku Lampung : berdomisli di Kota Baturaja
  • Suku Jawa & Bali : Kota Baturaja, Semidang Aji, Peninjauan, Sinar Peninjauan, dan sekitarnya

Berdasarkan UU No. 37 Tahun 2003, Kabupaten Ogan Komering Ulu dimekarkan menjadi 3 kabupaten yaitu :

  • Kabupaten Ogan Komering Ulu (induk) beribukota di Kota Baturaja
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur beribukota di Martapura
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan beribukota di Muaradua

Wacana pemekaran daerah[sunting | sunting sumber]

Kota Baturaja[sunting | sunting sumber]

Ada 6 kecamatan di Kota Baturaja

Perusahaan[sunting | sunting sumber]

  1. PT. Semen Baturaja (Tbk)
  2. PT. Minanga Ogan
  3. PT. Mitra Ogan