Muhammad Zaini Abdul Ghani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Muhammad Zaini bin Abdul Ghani
K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani
Al-Alimul al-Alamah al-Arif Billaah al-Bahrul Ulum al-Waliy Qutb as-Syekh al-Mukarram Maulana
Kiai Haji
Muhammad Zaini bin Abdul Ghani
al-Banjari
Guru-ijai-sekumpul.jpg
Nama dan Gelar
Semua Gelar
Gelar (Islam)Al-Alimul al-Alamah al-Arif Billaah al-Bahrul Ulum al-Waliy Qutb as-Syekh al-Mukarram Maulana
Gelar
(Islam/Sosial)
Kiai Haji
Nama
NamaMuhammad Zaini bin Abdul Ghani
Nisbahal-Banjari
Nama lainnya
Guru Sekumpul
Guru Ijai
Tuan Guru
Kelahirannya
Tanggal lahir (H)27
Tanggal lahir (M)11
Bulan lahir (M)Februari
Tahun lahir (H)1361
Tahun lahir (M)1942
Tempat lahirMartapura
Nama ayahAbdul Ghani
Nama ibuHj. Masliah
Nama lahirMuhammad Zaini
Nama kecil: Qusyairi
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama Islam
Etnis (Suku bangsa)
Etnis
(Suku bangsa)
Suku Banjar
KebangsaanIndonesia
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan Indonesia
Bantuan kotak info

Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari (11 Februari 1942 – 10 Agustus 2005) adalah salah seorang ulama dan tokoh yang sangat kharismatik dan populer di Kalimantan.

Gelar-gelar[sunting | sunting sumber]

Terdapat beragam sebutan untuk Muhammad Zaini, di antaranya yang umum adalah:

  • Qusyairi (nama kecil)[1][2]
  • Guru Sekumpul (sebutan yang paling populer)
  • Guru Ijai (Guru Izai)
  • Guru Ijai Sekumpul[3]
  • Tuan guru
  • Abah guru

Adapun gelar panjang yang diberikan oleh masyarakat luas terutama dari kalangan ulama adalah:

  • Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani
  • Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani[4]
  • Syaikhuna al-Alim al-Allamah al-Arif billaah al-Bahr al-Ulum al-Waliy al-Qutb As-Syaikh al-Mukarram Maulana Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari

Kelahiran dan silsilah keluarga[sunting | sunting sumber]

Guru Sekumpul dilahirkan pada malam Rabu 11 Februari 1942 (27 Muharam 1361 Hijriah) di desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar dari pasangan suami-istri Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dengan Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin.[5][2]

Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari. Adapun silsilahnya adalah: Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari.[2][6]

Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan anak pertama, sedangkan adiknya bernama Hj. Rahmah.[7]

Muhammad Zaini memiliki 2 orang putra, yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.[8]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Guru Sekumpul sewaktu kecil selalu berada di samping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Mereka menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Al-Qur'an. Karena itulah, guru pertama dari Guru Sekumpul adalah ayah dan neneknya sendiri.[2]

Semenjak kecil ia sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama.

Menurut riwayat, Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.

Lingkungan keluarga[sunting | sunting sumber]

Gemblengan ayah dan bimbingan intensif pamannya semenjak kecil betul-betul tertanam. Semenjak kecil ia sudah menunjukkan sifat mulia; penyabar, rida, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan dan juga ditunjukkan oleh ayahnya sendiri. Misalnya, suatu saat ketika hujan turun deras, sedangkan rumah Guru Sekumpul sekeluarga sudah sangat tua dan reot. Sehingga air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah. Pada waktu itu, sang ayah menelungkupinya untuk melindungi tubuhnya dari hujan dan rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan.

Abdul Ghani bin Abdul Manaf, ayah dari Guru Sekumpul juga adalah seorang pemuda yang saleh dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Cerita duka dan kesusahan sekaligus juga merupakan intisari kesabaran, dorongan untuk terus berusaha yang halal, menjaga hak orang lain, jangan mubazir, bahkan sistem manajemen usaha dia sampaikan kepada generasi sekarang lewat cerita-cerita itu.

Beberapa cerita yang diriwayatkan adalah sewaktu kecil mereka sekeluarga yang terdiri dari empat orang hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji telur, dibagi empat. Tak pernah sekalipun di antara mereka yang mengeluh. Pada masa-masa itu juga, ayahnya membuka kedai minuman. Setiap kali ada sisa teh, ayahnya selalu meminta izin kepada pembeli untuk diberikan kepada Qusyairi. Sehingga kemudian sisa-sisa minuman itu dikumpulkan dan diberikan untuk keluarga.

Adapun sistem mengatur usaha dagang, ayah Guru Sekumpul menyampaikan bahwa setiap keuntungan dagang itu mereka bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk disumbangkan. Salah seorang ustaz setempat pernah mengomentari hal ini, “Bagaimana tidak berkah hidupnya kalau seperti itu.” Pernah sewaktu kecil Qusyairi bermain-main dengan membuat sendiri mainan dari gadang pisang. Kemudian sang ayah keluar rumah dan melihatnya. Dengan ramah sang ayah menegurnya, “Nak, sayangnya mainanmu itu. Padahal bisa dibuat sayur.” Qusyairi langsung berhenti dan menyerahkannya kepada sang ayah.

Madrasah Darussalam[sunting | sunting sumber]

Guru Sekumpul ketika masih muda.

Pada tahun 1949 saat berumur 7 tahun, ia mengikuti pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura.

Kemudian tahun 1955 pada usia 13 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Martapura.[6]

Pada masa ini, ia sudah belajar dengan guru-guru besar yang spesialis dalam bidang keilmuan seperti:

Tiga yang terakhir merupakan gurunya yang secara khusus untuk pendalaman Ilmu Tajwid.

Sapinah al-Auliya[sunting | sunting sumber]

Pada usia 9 tahun, tepat malam Jumat, Qusyairi bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal, berdiri seorang penjaga dengan jubah putih. Di pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Qusyairi ingin masuk, tetapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Pada malam Jumat berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa. Pada malam Jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Tetapi kali ini ia dipersilakan masuk dan disambut oleh salah seorang syekh. Ketika sudah masuk, ia melihat masih banyak kursi yang kosong.

Ketika Qusyairi merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka tak dikira orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi guru adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut.

Kasyaf Hissi[sunting | sunting sumber]

Ketika umur kurang lebih 10 tahun, sudah mendapat khususiah dan anugerah dari Tuhan berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa yang ada di dalam atau yang terdinding.

Dalam usia itu pula Qusyairi pernah didatangi oleh seseorang bekas pemberontak yang sangat ditakuti masyarakat karena kejahatan dan kekejamannya. Kedatangan orang tersebut tentu sangat mengejutkan keluarga di rumah dia. Namun apa yang terjadi? Ketika laki-laki tersebut melihat Qusyairi, ia langsung sungkem dan minta ampun. Ia memohon bimbingan dan diperiksa ilmunya yang selama itu ia amalkan. Jika ilmunya salah atau sesat, ia minta diluruskan dan dibimbing untuk bertobat.

Syekh Seman Mulia[sunting | sunting sumber]

Syaikh Seman Mulia adalah pamannya yang secara intensif mendidiknya baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah. Ketika mendidik Guru Sekumpul, Guru Seman hampir tidak pernah mengajarkan langsung bidang-bidang keilmuan itu kepadanya kecuali di sekolahan. Tetapi, Guru Seman langsung mengajak dan mengantarkan dia mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan spesialisasinya masing-masing baik di daerah Kalimantan Selatan maupun di Jawa untuk belajar. Seperti misalnya ketika ingin mendalami hadis dan tafsir, Guru Seman mengajak (mengantarkan) Guru Sekumpul kepada al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang terkenal sebagai muhaddits dan ahli tafsir. Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari ternyata Guru Tuha Seman Mulia adalah pakar di semua bidang keilmuan Islam itu. Tetapi karena kerendahan hati dan tawaduk tidak menampakkannya ke depan khalayak.

Semenjak kecil, pergaulannya betul-betul dijaga. Kemana pun bepergian selalu ditemani. Pernah suatu ketika Qusyairi ingin bermain-main ke pasar seperti layaknya anak sebayanya semasa kecil. Saat memasuki gerbang pasar, tiba-tiba muncul pamannya, Syaikh Seman Mulia di hadapannya dan memerintahkan untuk pulang. Orang-orang tidak ada yang melihat Syekh, begitu juga sepupu yang menjadi pengawalnya. Dia pun langsung pulang ke rumah.

Syekh Salman Jalil[sunting | sunting sumber]

Sedangkan al-Alim al-Allamah Salman Jalil adalah pakar ilmu falak dan ilmu faraid. (Pada masa itu, hanya ada dua orang pakar ilmu falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya yaitu dia dan almarhum K.H. Hanafiah Gobet). Selain itu, Salman Jalil juga adalah Qadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN Antasari Banjarmasin. Salman Jalil ini pada masa tuanya kembali berguru kepada Guru Sekumpul sendiri. Peristiwa ini yang ia contohkan kepada generasi sekarang agar jangan sombong, dan lihatlah betapa seorang guru yang alim besar tidak pernah sombong di hadapan kebesaran ilmu pengetahuan, meski yang sekarang sedang menyampaikannya adalah muridnya sendiri.[9]

Guru khusus[sunting | sunting sumber]

Selain itu, di antara guru-guru Guru Sekumpul lagi selanjutnya:

Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus dia, atau meminjam perkataan dia sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah).

Dari beberapa guru dia lagi adalah:

Dakwah, ketokohan, dan pengaruh[sunting | sunting sumber]

Petuah[sunting | sunting sumber]

Salah satu pesan Guru Sekumpul adalah tentang karamah, yaitu agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Karena bagaimanapun juga karamah adalah anugerah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau kemahiran. Karena itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istikamah di jalan Allah itu sendiri. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tetapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan karamah, tetapi bakarmi (orang yang keluar sesuatu dari duburnya). Pada setiap 5 Rajab, kota Martapura, Kalimantan Selatan dikunjungi jutaan orang untuk memperingati Haul Guru Sekumpul.

Guru Sekumpul juga sempat memberikan beberapa pesan kepada seluruh masyarakat Islam, yaitu:

  1. Menghormati ulama dan orang tua
  2. Baik sangka terhadap muslimin
  3. Murah harta
  4. Manis muka
  5. Jangan menyakiti orang lain
  6. Mengampunkan kesalahan orang lain
  7. Jangan bermusuh-musuhan
  8. Jangan tamak atau serakah
  9. Berpegang kepada Allah, pada kabul segala hajat
  10. Yakin keselamatan itu pada kebenaran.
Ribuan warga Kota Martapura dan sekitarnya berduyun-duyun menuju lokasi Guru Sekumpul akan dimakamkan dan memenuhi Kawasan Jl. Sekumpul, Martapura.

Karya tulis[sunting | sunting sumber]

Karya tulisnya adalah sebagai berikut:

  • Risalah Mubaraqah.
  • Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani.
  • Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah.
  • Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil a’zham Muhammad bin Ali Ba’alawy.

Meninggal dunia[sunting | sunting sumber]

Ribuan jamaah rela berdesak-desakan demi mengantarkan Guru Sekumpul menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Kronologis

Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Sekumpul lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas salat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum.

Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi itu sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Musala Ar Raudhah, Rabu sore sekitar pukul 16.00, warga masyarakat yang datang diberikan kesempatan untuk melakukan salat jenazah secara bergantian. Kegiatan ibadah ini berpusat di Musala Ar Raudhah, Sekumpul, yang selama ini dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul.[6][10]

Kekerabatan[sunting | sunting sumber]

Jalur silsilah

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | | | | | |HSA= ♂ Imam 'Ub

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | | |

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | | | | | |MTW= ♂

{{familytree| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | | | | | |MTW=

{{familytree| | | | | | | | MTW | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | HSA | | | | | | | | | | AAF | | ||MTW=♂ Saudagar Mangkubumi
(Jantam)

{{familytree| | | | MTU |y| MTW | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | RSD | | HSA | | JAA | | | | | | JAH | | |MTU=RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Carang Laleyan

{{familytree| | | | MTW |y| MTU | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | RSD | | HSA | | SGA | | AAI | | SGJ | | |MTW=Pangeran NEGARA DAHA
♂ Raden Mantri Alu

{{familytree| | | | | | MTW | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | RSD | | HSA | | MHA | | AAI | | MHB | | |MTW=SULTAN BANJAR I 1500-1546
♂ Sultan Suriansyah

{{familytree| | | | MTW | | | | | | | | | | PDD | | DPT | | | | | | | | DJG | | | | RSD | | HSA | | AMA | | AAI | | AMB | | | | | | | | | |DPT=MANGKUBUMI BANJAR
♂ Sultan Rakyatullah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
 
 
 
{{{ }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
HSA=
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
HSA= ♂
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
HSA=
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA MAJAPAHIT
(♂ Hayam Wuruk Sri Rajasa
(+ 1232 M)
 
RAJA NEGARA DIPA
♂ Ampu Jatmaka
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sayyid Abdul Malik Azmatkhan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Suria Nata
(Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa)
 
RAJA NEGARA DIPA
Lambung Mangkurat
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
{{{ AMA }}}
 
 
 
 
 
{{{ IMA }}}
 
 
 
 
{{{ }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pangeran NEGARA DIPA
♂ Pangeran Suria-Wangsa
 
Putri NEGARA DIPA
♀ Putri Huripan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
{{{ ASI }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MTW=RAJA NEGARA DIPA
♀ Putri Kalungsu
HSA= ♂ Sayyid Muhammad Asadillah JAH= [[Jamaluddin RSD=PANGERAN MAJAPAHIT
♂ Lembu Sura
(anak Brawijaya V)
AAI=

}}

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA NEGARA DAHA I
♂ Maharaja Sari Kaburungan
Raden Sekar Sungsang
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA SUKADANA I
 
♂ Sayyid Hasan
 
{{{ ANI }}}
 
 
 
 
 
{{{ ANA }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pangeran NEGARA DAHA
 
{{{ MTU }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA SUKADANA II
 
{{{ HSA }}}
 
{{{ SAA }}}
 
 
 
 
 
{{{ SAU }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MTU=Putri NEGARA DAHA
♀ Putri Galuh Baranakan
HSA= ♂ Ali xxxxx ? SGJ= Syarif Hidayatullah
[[Sunan
RSD=RAJA SUKADANA III
AAA=

}}

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
HSA= ♂ Sayyid Abdurrahman MHB= SULTAN BANTEN
Sabakingkin
MHA= Abdurrahman RSD=RAJA SUKADANA IV


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR II
♂ Sultan Rahmatullah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA SUKADANA
 
♂ Sayyid Muhammad / Ahmad ?
 
Syahabuddin Al-Akbar
 
{{{ AAI }}}
 
Maulana Yusuf dari Banten
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pangeran BANJAR
♂ Pangeran Demang
 
SULTAN BANJAR III
♂ Sultan Hidayatullah I
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA SUKADANA VI
 
♂ Sayyid Salim
 
Abdurrahman Al Qhodi
 
Husein
 
Maulana Muhammad dari Banten
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Putri BANJAR
Ratu Agung
 
SULTAN BANJAR IV
♂ Sultan Mustain Billah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Selir orang Jawa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA SUKADANA VII
 
♂ Sayyid Muhammad
 
Syahabuddin Al-Asghor
 
Ahmad Ash Shalaibiyyah
 
Abu al-Mafakhir dari Banten
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MTW=SULTAN BANJAR V


♂ Sultan Inayatullah

DJG=RAJA KOTAWARINGIN I


Pangeran Dipati Anta-Kasuma

PDD=MANGKUBUMI BANJAR


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR VI
♂ Sultan Saidullah
 
PEMANGKU SULTAN BANJAR
Sultan Dipati Anom
 
♀ Gusti Batar
 
RAJA TANAH BUMBU I


♂ Pangeran Dipati Tuha


Raden Halus
 
Pangeran Aria Wiraraja
Raden Surya
(Raden Hangkut)
 
♀ Putri Samut
(Putri Galuh Hasanah)
 
♂ Ratu Amas
Pangeran Mas Dipati
(Raja Kotawaringin II)
 
♀ Putri Gelang
 
RAJA SUKADANA IX
Girie Moestaka
Girie Moestapha
Raden Saradewa
Raden Saradipa
 
♂ Habib Muhammad al-Kadrie
 
{{{ SAA }}}
 
{{{ AAI }}}
 
Tirtayasa dari Banten
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR VII


♂ Raden Bagus
Pangeran Suria Angsa
Sultan Amarullah Bagus Kasuma


Sultan Mindanao[11]
 
{{{ DJG }}}
 
♂ Raden Basus


Pangeran Suria Negara


Sultan Saidillah 2
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ PGL }}}
 
 
 
{{{ HSA }}}
 
{{{ ANA }}}
 
{{{ AAA }}}
 
{{{ AAB }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ AAI }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR
Sultan Tahmidullah
(Panembahan Kuning)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran.......
 
 
 
 
 
♂ Tuan Penghulu Abu Bakar
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR
Sultan Hamidullah
(Sultan Kuning)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MANGKUBUMI BANJAR
Sultan Tamjidillah I
Sultan Sepuh dari Banjar
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Thoha
 
♀ Ratu Salimah
 
♂ Abdullah Lok Gabang
 
Kapitan Kodok
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR
Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Ratu Aminah
 
 
 
Syekh Muhammad Arsyad
 
♀ Tuan Guwat
(Go Hwat Nio)
 
Haji Abdul Latif
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
{{{ DKB }}}
 
 
 
 
{{{ }}}
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Datu Kabul
 
 
 
 
 
ADIPATI BANUA LIMA
Kiai Adipati Singasari
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Putri Lawiyah
 
MANGKUBUMI BANJAR
Sunan Nata Alam
Sultan Tahmid Ilah II
(Panembahan Batu)
 
♀ Ratu Syarifah Aminah
binti Syarif Nuh mufti Prambanan
 
♂ Pangeran Mangku Dilaga
 
Pangeran Arya Mangku Negara
 
MUFTI
♂ Pangeran H. Ahmad
 
♂ Hasanuddin
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Amir
 
♂ Kiai Ngabehi Jaya Negara
(Pambakal Karim)
 
♀ Alooh Oengka
 
♂ Tumenggung Dipa Nata
 
♂ Kiai Temenggung Warga Nata
 
♀ Nyai Rika
 
♀ Nyai Srikandi
 
♀ Alooh Amimah
 
♀ Alooh Angool
 
♀ Alooh Noersari
 
♀ Njahi Ratoe Intan Sarie
(Nyai Ratu Sepuh)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR
Sultan Sulaiman Rahmatullah
Sultan Sulaiman Saidullah II
Sultan Sulaiman Al-Mu'tamid 'Alâ Allâh
 
 
 
 
 
♀ Njahi Siti Gading[12]
 
♂ Pangeran Muhammad
 
♂ H.M. Sa'id Khatib
 
♂ H.M. Khalid
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Mas'ud
 
ADIPATI BANUA LIMA
♂ Kiai Adipatie Danoe Radja
 
♀ Nyai Intan
(anak Alooh Oengka binti Kiai Adipati Singasari)
 
♀ Nyai Rami
 
♂ Pangeran Kasir
 
♀ Njahi Ratoe Koemala Sarie
 
SULTAN BANJAR
Sultan Adam al-Wâthiq billâh
 
MANGKUBUMI BANJAR
Pangeran Mangkoe Boemi Nata
(Pangeran Husin)
 
♀ Nyai Intan
(anak Alooh Oengka binti Kiai Adipati Singasari)
 
♀ Ratoe Sungging Anum
 
♂ Pangeran Perbatasari
 
♀ Ratu Haji Musa
binti Sultan Sulaiman
 
RAJA KUSAN
♂ Pangeran Haji Musa
 
♀ Nyai ......
 
 
 
Pangeran Singasari
 
♀ Ratoe Sjerief Akil
(Goestie Oemie)
 
♂ Sjerief Akil
(Syarif Husin bin Uwad Bahasyim)
 
♂ Pangeran Ahmad
(Adipati Kandangan)
 
♀ Ummi Kalsum
 
♂ H. Abdullah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Antasari
 
♀ Nyai Besar Aminah
(Nyai Dawang)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN MUDA BANJAR
Sulthan Moeda Abdoel Rachman
(Pangeran Ratu)
 
 
 
 
 
♀ Ratoe Sulthan Abdoel Rachman
(Goestie Siti)[12]
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Kasoema Ningrat
 
♀ Gusti Abun Sari
 
RAJA KUSAN/PULAU LAUT
Pangeran Abdoel Kadir
 
RAJA PULAU LAUT
Pangeran Djaija Samitra
 
♀ Nyai Ambak
(adik Nyai Ratu Kamala Sari)
 
Pangeran Haji Abu Bakar
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Kacil
Pangeran Mas Muda
Pangeran Abdul Majid
 
 
 
♂ H. M. Saad
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MANGKUBUMI/SULTAN BANJAR XVI
♂ Panembahan Muhammad Said
 
 
SULTAN BANJAR
Pangeran Ratu
Sultan Tamjidillah al-Watsiq Billah
 
♂ Pangeran Djaya Kesoema
(Radin Toeyong)
bin Pangeran Amir
bin Pangeran Mangkoe Boemi Nata
 
♀ Ratoe Djaya Kesoema
(Ratoe Rampit)
 
♀ Goestie Sitie Ayer Maas
binti Pangeran Tahhmid
bin Sultan Sulaiman
 
SULTAN BANJAR
Pangeran Mangkubumi
Sultan Hidayatullah Halil-li'llah
(Gusti Andarun)
 
♀ Nyai Rahamah
 
♀ Ratoe Sjerief Oemar
 
♂ Pangeran Sjerief Oemar
 
♂ Goesti Sopie
 
 
 
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran Berangta Kasuma
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Kasuma Giri
(Goesti Abdoellah)
 
 
 
Pangeran Umar
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Abdul Hamid
 
 
 
♂ H. M. Seman
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Muhammad Arsyad
 
 
♂ Pangeran Amin
 
♀ Poetri Boelan
 
 
 
♂ Pangeran Kesoema Indra
bin Pangeran Kassir
bin Sultan Sulaiman
 
♀ Ratoe Kesoema Indra
 
 
♀ Goesti Serief Banoen
 
♂ Pangeran Muhammad
 
 
 
♀ Ratoe Saléha
 
♂ Pangeran Mohhamad Ali Bassa
(Goesti Isa)
 
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran Amir Husin Kasuma
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran Abdurrahman Kasuma
 
♂ H. Gusti Ali
 
♂ Goesti M.Basoe
 
Pangeran Jumberi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Abdul Manaf
 
 
 
♂ Abdul Manaf
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Muhammad Hussein
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Mohhamad Hanafia
 
♂ Pangeran Shashra Kesuma
(anak Nyai Noerain)
 
♂ Pangeran Abdullah
 
 
 
 
 
 
 
♀ Ratu Halimah
 
 
 
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran M. Aminullah Kasuma
 
 
 
 
 
♂ H. Gusti Damarmansjah
 
♂ Goesti Abdoellah
 
Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah.
سلطان المعتصم بالله
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Yanto Manaf
 
 
 
♂ Abdul Gani
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Abdul Wahab
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
♂ Gusti Dawud
 
♀ R.A. Zakiyah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Putri Jahrah Kasoema
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Chairiansjah
 
♂ Goesti Moehammad
 
♂ H. Gusti Dhia Hidayat
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
 
 
♂ Raden Yusuf Dawud
 
♀ Ning Munifah
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Chaldoen
 
 
 
 
 
♂ Gusti Rendy Firmansyah
 
♂ Goesti....
 
♂ Gusti .....
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ H. Ahmad Hafi Badaly
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
 
 
 
 
♂ Ismail Hasyim
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Helyadi
 
 
 
 
 
♂ Gusti .....
 
♂ Goesti....
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rodovid (site) (3 Desember 2011). "Muhammad Zaini (Qusyairi)". 
  2. ^ a b c d Nashih Nasrullah (11 Maret 2014). "KH. M. Zaini Abdul Ghani Membentengi Spiritualitas Muslim Banjar". 
  3. ^ Muhammad Zaini (Qusyairi)
  4. ^ Muhammad Zaini (Qusyairi)
  5. ^ Muhammad Zaini (Qusyairi)
  6. ^ a b c Angga Kusumah (18 Mei 2013). "Profil Syaikh Zaini Abdul Ghani". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-01-27. Diakses tanggal 2015-01-24. 
  7. ^ Muhammad Zaini (Qusyairi)
  8. ^ Muhammad Zaini (Qusyairi)
  9. ^ [Fajar Islami] (2003-10-28). "Syeikh Salman Jalil al-Banjari".  Periksa nilai |author-link1= (bantuan)
  10. ^ Tokoh Indonesia - Ulama Karismatik dari Sekumpul
  11. ^ https://silsilahabdurrasyid.wordpress.com/
  12. ^ a b Willem Adriaan Rees (1867). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863: nader toegelicht (dalam bahasa Belanda). Dutch East Indies: D.A. Thieme. hlm. 22. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]