Ar-Raudhah Sekumpul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Mushalla Ar-Raudhah
Ar-Raudhah1.jpg
Informasi umum
Letak Sekumpul, Martapura, Banjar
Distrik Kabupaten Banjar
Provinsi Kalimantan Selatan
Status Islam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitektur Arsitektur Islam
Spesifikasi
Bahan beton

Mushalla Ar-Raudhah, adalah sebuah mushalla yang ada di kelurahan Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan. Sebagai sebuah mushalla layaknya mushalla-mushalla yang lain, Mushalla Ar-Raudhah Sekumpul digunakan oleh masyarakat sebagai tempat beribadah, pengajian, terkecuali tentunya untuk salat Jum'at yang wajib dilaksanakan di masjid.

Yang menarik dari mushalla Ar-Raudhah ini adalah karena tempat ini menjadi titik sentral pengajian agama, pembacaan maulid nabi Muhammad S.A.W, dan ibadah lainnya, yang dipimpin oleh ulama besar Martapura Al-'Alim Al-Allamah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjary, yang akrab disapa dengan Guru Sekumpul.

Bahkan setelah berpulangnya sang ulama kharismatik yang dimakamkan di samping mushalla ini, tempat ini tetap menjadi pusat perhatian masyarakat yang terus berdatangan untuk menziarahi dia,

Setiap tahun, setiap tanggal 5 Rajab, mushalla Ar-Raudhah menjadi sentra kegiatan haul Guru Sekumpul yang dihadiri puluhan bahkan ratusan ribu masyarakat Kalimantan Selatan khususnya, dan para pencinta dia di tanah Jawa dan luar Indonesia pada umumnya.[1] Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Kalimantan Selatan, Prof. DR. H.A Fahmi Arief, MA menilai, kegiatan haul atau peringatan hari wafat seorang tokoh ulama cukup positif bagi sarana pembinaan umat.[2]

Presiden Joko Widodo, yang pada waktu itu masih sebagai calon Presiden dalam Pemilihan Umum 2014, mengunjungi mushalla Ar-Raudhah dalam rangka untuk berziarah ke makam Guru Sekumpul.[3][4]

Aksesibilitas[sunting | sunting sumber]

Ruas Jalan Sekumpul, Martapura dan Komplek Ar-Raudhah (Gapura Sekumpul) sebelah kiri

Mushalla Ar-Raudhah cukup mudah dicari dan ditempuh oleh masyarakat, baik untuk menuntut ilmu (saat guru Sekumpul masih hidup) ataupun yang bermaksud berziarah ke kubah dia. Mereka yang berasal dari pusat kota Banjarmasin, Banjarbaru, ataupun dari Hulu Sungai (Rantau, Kandangan, Barabai, Amuntai, dan Tanjung) serta pendatang dari wilayah luar Kalimantan Selatan, berhenti di pertigaan Jalan Sekumpul dan Jalan Ahmad Yani km.38 di dekat Masjid Syi'arush Shalihin.

Perjalanan dilanjutkan sejauh kurang lebih 800 meter sepanjang Jalan Sekumpul, hingga akhirnya didapat gapura komplek Ar-Raudhah Sekumpul. Mushalla Ar-Raudhah, rumah kediaman dan Kubah Guru Sekumpul ada dalam komplek ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Mushalla Ar Raudhah ini dibangun oleh leluhur Guru Sekumpul secara turun temurun dan penerus keturunan Syekh ini tidak mau Mushalla Ar Raudhah ini dijadikan masjid.[5]

Komplek makam Sekumpul[sunting | sunting sumber]

Arah menuju kubah Guru Sekumpul di dalam Komplek Ar-Raudhah Sekumpul

Di dalam komplek Ar-Raudhah Sekumpul ini, selain bangunan Mushalla Ar-Raudhah dan rumah kediaman keluarga Guru Sekumpul, terdapat pula bangunan kubah (yang dikenal dengan sebutan Kubah Sekumpul), di mana di dalamnya dimakamkan antara lain:

Ruangan kubah yang berukuran kurang lebih 25 meter persegi ini memiliki 2 pintu masuk utama untuk penziarah laki-laki dan wanita yang dipisahkan.[5]

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Mushalla Ar-Raudhah mempunyai gaya arsitektur gedung yang cantik dan memikat siapapun pengunjungnya; berukuran besar, dihiasi dengan bermacam ornamen kaligrafi yang indah dari ayat-ayat Al Qur’an yang berukuran besar di ruang utama dan dikelilingi serambi tempat belajar ilmu agama, membaca serta memahami isi kandungan Al Qur’an.[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]