Keluaran 30

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Keluaran 30 (disingkat Kel 30) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Penyampaian yang dicatat di pasal ini terjadi sewaktu bangsa Israel berkumpul di kaki gunung Sinai setelah ke luar dari tanah Mesir.[3] (~1447 SM)

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

"Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;"[4]

Pembakaran ukupan ini melambangkan penyembahan dan doa yang terus-menerus dari umat Allah (Keluaran 30:8; Mazmur 141:1-10; Lukas 1:10; Wahyu 8:3-4; Wahyu 5:8). Mezbah pembakaran ukupan dapat dinajiskan (Keluaran 30:9), yang menunjukkan bahwa doa yang tidak dipanjatkan untuk kemuliaan Allah atau tidak dengan hati yang kudus, tidak diterima oleh Tuhan (bandingkan Mazmur 66:18-19; Yesaya 1:15-16).[5]

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

"sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu."[6]

Ayat 6[sunting | sunting sumber]

"Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau."[7]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

"Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya."[8]

Ayat 9[sunting | sunting sumber]

"Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya."[9]

Ayat 10[sunting | sunting sumber]

"Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."[10]

Istilah "pendamaian" (bahasa Ibrani: kippurim, dari kafar atau kapar, yang artinya "menutupi") mengandung gagasan "menutup dosa" dengan memberikan pembayaran yang setara (yaitu, sebuah "tebusan"), sehingga telah dibayarkan pengganti kerugian yang memadai karena pelanggaran yang dibuat (perhatikan prinsip "tebusan" dalam Keluaran 30:12; Bil 35:31; Mazm 49:8; Yes 43:3).

  • 1) Perlunya pendamaian timbul dari kenyataan bahwa dosa-dosa Israel (Im 16:30), apabila tidak didamaikan, akan menjadikan mereka sasaran murka Allah (bandingkan Rom 1:18; Kol 3:5; 1Tes 2:16). Jadi, tujuan Hari Pendamaian ialah menyediakan suatu korban yang meliputi semua dosa yang mungkin tidak didamaikan oleh korban-korban setahun yang lalu. Dengan demikian umat Israel akan disucikan dari dosa-dosa mereka tahun lalu, mengalihkan murka Allah terhadap mereka, dan memelihara persekutuan dengan Allah (Im 16:30-34; Ibr 9:7).
  • 2) Karena Allah ingin menyelamatkan orang Israel, mengampuni dosa mereka dan rukun kembali dengan mereka, Dia menyiapkan sebuah jalan keselamatan dengan menerima sebagai pengganti mereka kematian makhluk yang tidak bersalah (yaitu, binatang yang dikorbankan); binatang ini menanggung kesalahan dan hukuman mereka (Im 17:11; bandingkan Yes 53:4,6,11) dan menutupi dosa mereka dengan darahnya yang tertumpah.[5]

Lihat pula Yom Kippur.

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

"Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu."[11]

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

"Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus -- syikal ini dua puluh gera beratnya --; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN."[12]

Referensi silang: Keluaran 38:26; Matius 17:24
Bea Bait Allah ini masih terus dipungut pada masa hidup Yesus Kristus (abad pertama Masehi), di mana setengah syikal per orang setara dengan dua dirham (atau dua drakhma/drachma). Yesus Kristus membayar bea ini bersama-sama Simon Petrus (total sebesar 4 drakhma) dari sekeping mata uang tetradrachm bernilai 4 dirham yang diperoleh Petrus dari mulut ikan dalam suatu mukjizat yang terjadi di Kapernaum.[13]

Ayat 23[sunting | sunting sumber]

"Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,"[14]

Ayat 24[sunting | sunting sumber]

"dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin."[15]

Ayat 34[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya."[16]

Ayat 34 bahasa Inggris[sunting | sunting sumber]

Versi Raja James

And the LORD said unto Moses, Take unto thee sweet spices, stacte, and onycha, and galbanum; these sweet spices with pure frankincense: of each shall there be a like weight:[17]
  • versi lain menggantikan "sweet spices" dengan "fragrant spices" atau "aromas", yang sama maknanya yaitu "rempah-rempah wangi-wangian"

Ayat 34 bahasa Ibrani[sunting | sunting sumber]

Teks Masoret

ויאמר יהוה אל־משה קח־לך סמים נטף ׀ ושחלת וחלבנה סמים ולבנה זכה בד בבד יהיה׃

Transliterasi

wa-yō-mer Yah-weh ’el-mō-šeh qaḥ-lə-ḵā samîm nā-ṭāp̄ ū-shə-khê-leṯ wə-khel-bə-nāh samîm ū-lə-ḇō-nāh zak-kāh; baḏ bə-baḏ yih-yeh.

Ayat 34 catatan[sunting | sunting sumber]

  • "Ambillah wangi-wangian". Kata "wangi-wangian" (bahasa Ibrani: סמים, "samîm"; bentuk jamak dari "sam", "rempah-rempah, kemenyan, wangi-wangian, parfum") tidak memuat kata sandang
  • "Getah damar" (bahasa Inggris: Stacte; bahasa Ibrani: נטף, "nā-ṭāp̄"). Kata bahasa Ibrani aslinya bermakna hanya "satu tetes" (Ayub 36:27), dan dapat diterapkan untuk jenis getah atau resin apapun yang dikeluarkan dari suatu pohon. Jenis getah damar ini didapatkan dari terjemahan bahasa Yunani (abad ke-3 SM) Septuaginta (LXX), στακτή, stakte, yang menunjuk pada dua jenis getah
    • getah alamiah dari pohon mur, yang disebutkan sebelumnya (Keluaran 30:23) "mur murni," atau "mur yang mengalir bebas;"
    • getah storax
Tampaknya bahan yang sama tidak mungkin disebut dengan dua nama berbeda dengan jarak hanya 10 ayat, sehingga diyakini bahwa getah yang dimaksud di sini adalah "storax". Getah ini (gum storax) dihasilkan oleh pohon dari genus Populus, dan dikenal dalam nama Latin Styrax officinalis, yang tumbuh berlimpah di Siria dan Palestina. Seringkali dipakai sebagai wangi-wangian pada zaman kuno[18]
Menurut buku tulisan Winifred Walker "All the Plants of the Bible", "shekheleth" merupakan sejenis "mawar karang" (rock rose), yaitu Cistus ladaniferus var. Cistus creticus, yang menghasilkan suatu getah atau resin yand disebut labdanum.[19] Bahan rempah-rempah manis ini telah digunakan dalam parfum dan kemenyan atau ukupan selama ribuan tahun. Tumbuhannya tumbuh subur di Timur Tengah, terutama di Israel dan Palestina. Mawar karang adalah semak belukar, bukan pohon, yang sesuai dengan pernyataan dalam Talmud, bahwa "shekheleth" berasal dari tumbuhan yang tumbuh rendah di tanah, bukan suatu pohon.[20] Tumbuhan ini bunganya dapat dikenali karena ada tanda-tanda pada kelopaknya yang mirip kuku jari manusia. Labdanum merupakan getah berwarna kelabu hitam yang keluar dari cabang-cabang semak mawar karang. Setelah ranum, labdanum menjadi berwarna hitam dan disebut "black amber" atau "black balsam" ("balsem hitam").[21] Gill menyatakan bahwa kata "shekheleth" tentunya berkaitan dengan kata Ibrani "shekhor" ("hitam"), "menunjukkan warna shekheleth yang digunakan dalam formula ketoret ("ukupan")".[22] "Onycha" merupakan perubahan kata"onyx" yang merupakan sebuah batu permata. "Onyx" yang paling dihargai pada zaman purba adalah "batu permata hitam".[23] Kata Ibrani untuk onyx adalah "shoham" dan “Braun melacak shoham pada bahasa Arab sachma, 'hitam; tingkat kehitaman:' 'Warna semacam itu,' menurutnya, 'adalah "onyx" Arabia, yang mempunyai warna dasar hitam.' Pada pokoknya ini sesuai dengan pernyataan Charles William King [24] 'Spesies Arabia,' katanya, 'dibentuk dari strata hitam atau biru.” [25] Mawar karang juga mempunyai identifikasi tak terpisahkan dengan batu-batu karang karena keberadaannya tergantung dari akar-akarnya di antara batu-batu itu dalam area di mana tidak ada daun-daunan lain dapat tumbuh. Setelah labdanum mengeras, bahan itu dapat diproses lagi supaya menjadi lebih "indah"[26] yang berkenaan dengan onyx atau untuk memurnikannya, "sehingga lebih harum."[27] Ketika digunakan dalam ritual suci resin-resin seringkali dicampurkan ke dalam anggur (atau bahan lain) untuk memperkuat baunya.[28]
  • "Getah rasamala" (bahasa Inggris: Galbanum). Kata Ibrani aslinya חלבנה, "khel-bə-nāh"atau "khelb'nah", sangat dekat maknanya dengan bahasa Yunani χαλβάιη dan bahasa Latin "galbanum" sehingga merupakan alasan kuat untuk menganggap semua kata itu mengacu pada bahan yang sama. Galbanum adalah suatu getah yang terkenal pada dunia purba maupun modern. Bahan ini tercatat pada "pharmacopeia". Tampaknya dihasilkan oleh beberapa jenis tumbuhan, antara lain Opoidia galbanifera, "Galbanum Persicum", dan sebuah tumbuhan yang tumbuh di bagian utara Persia, kemungkinan besar Ferula erubeseens. Jika dibakar, galbanum menghasilkan bau kuat, yang dikatakan tidak enak bila sendirian, tetapi dapat menguatkan dan mengawetkan bau-bauan lain.[29]
  • "Kemenyan" (bahasa Inggris: Frankincense; bahasa Ibrani: לבנה, lə-ḇō-nāh). Kemenyan digunakan luas, sebagaimana tercatat pada Keluaran 30: 1. Dihasilkan dari sebuah pohon yang pada zaman kuno banyak tumbuh di daerah Arabia, tetapi pada zaman modern hanya menghasilkan kualitas yang lebih rendah. Kemenyan terbaik sekarang ini datang dari dataran tinggi India. Dikeluarkan oleh sebuah pohon yang dinamai "salai" (Boswellia setrata atau thurifera menurut ahli botani). Ada yang mengira bahwa kemenyan yang sebagian besar diekspor dari Arabia ke negara sekitarnya sebagian merupakan dari hasil pohon ini yang diimpor oleh pedagang Arab dari Hindustan.[30]

Ayat 35[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

"Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus."[31]

Ayat 35 bahasa Inggris[sunting | sunting sumber]

Versi Raja James

And thou shalt make it a perfume, a confection after the art of the apothecary, tempered together, pure and holy:[32]

Ayat 36[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

"Sebagian dari ukupan itu haruslah kaugiling sampai halus, dan sedikit dari padanya kauletakkanlah di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan, di mana Aku akan bertemu dengan engkau; haruslah itu maha kudus bagimu."[33]

Ayat 37[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

"Dan tentang ukupan yang harus kaubuat menurut campuran yang seperti itu juga janganlah kamu buat bagi kamu sendiri; itulah bagian untuk TUHAN, yang kudus bagimu."[34]

Ayat 38[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

"Orang yang akan membuat minyak yang semacam itu dengan maksud untuk menghirup baunya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya."[35]

Ukupan Kudus[sunting | sunting sumber]

"Ukupan Kudus" (bahasa Inggris: Holy Incense) mempunyai komposisi khusus dan hanya dibakar di atas "mezbah pembakaran ukupan" (Keluaran 30:1) yang terbuat dari emas (Keluaran 30:7). Komposisi ini hanya satu saja macamnya dan tidak ada yang lain sebagaimana disiratkan dalam larangan untuk "membakar ukupan yang lain" (Keluaran 30:9). Musa diberitahu bagaimana tepatnya mempersiapkan komposisi ukupan itu. Sebagaimana minyak urapan kudus terdiri dari empat bahan rempah-rempah, ukupan kudus itu juga terdiri dari empat macam rempah-rempah: getah damar, kulit lokan, getah rasamala dan kemenyan yang tulen, masing-masing dalam jumlah sama banyaknya (Keluaran 30:34). Cara pembuatannya juga secara profesional "seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah" (bahasa Inggris: art of the apothecary, "cara pengerjaan apoteker"; Keluaran 30:35) Satu bagian daripadanya harus di-"giling sampai halus", dan diletakkan di hadapan "tabut hukum" atau "tabut perjanjian", yaitu pada mezbah pembakaran ukupan dari emas yang ditempatkan tepat di depan tirai pemisah Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus (Keluaran 30:36). Larangan lain ditambahkan, mirip dengan yang telah diberikan mengenai minyak urapan kudus, yaitu tidak seorangpun diizinkan membuat campuran itu untuk kepentingan pribadi, dengan ancaman "harus dilenyapkan dari antara bangsanya" (Keluaran 30:37-38).[17][30]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Ilustrasi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Keluaran 12:40-41
  4. ^ Keluaran 30:1
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Keluaran 30:2
  7. ^ Keluaran 30:6
  8. ^ Keluaran 30:7
  9. ^ Keluaran 30:9
  10. ^ Keluaran 30:10
  11. ^ Keluaran 30:12
  12. ^ Keluaran 30:13
  13. ^ Matius 17:24-27
  14. ^ Keluaran 30:23
  15. ^ Keluaran 30:24
  16. ^ Keluaran 30:34
  17. ^ a b Keluaran 30:34 bahasa Inggris pada BibleHub
  18. ^ Herod. 3:107; Plin. H. N. 12:17, §40.
  19. ^ Walker, Winifred, "All the Plants of the Bible,"Doubleday & Company (October 1979)
  20. ^ Kerithoth 6b
  21. ^ Chemical abstracts, Volume 13, By American Chemical Society,Chemical Abstracts Service, pg.2104
  22. ^ Gil Marks http://www.gilmarks.com/1215.html
  23. ^ Cyclopaedia of Biblical, theological, and ecclesiastical literature,James Strong, John McClintock
  24. ^ Antique Gems, p. 9.
  25. ^ Cyclopaedia of Biblical, theological, and ecclesiastical literature, Volume 7, by James Strong, John McClintock
  26. ^ Jacobs, Louis, The Jewish religion: a companion. pg. 266
  27. ^ Sutton, Rabbi Avraham, The Spiritual Significance of the Qetoret in Ancient Jewish Tradition
  28. ^ Natural History 12.19.
  29. ^ Plin. H. N. 12:54.
  30. ^ a b The Pulpit Commentary, disunting oleh H.D.M. Spence dan Joseph S. Exell, 1890.
  31. ^ Keluaran 30:35
  32. ^ Keluaran 30:35 bahasa Inggris pada BibleHub
  33. ^ Keluaran 30:36
  34. ^ Keluaran 30:37
  35. ^ Keluaran 30:38

Pranala luar[sunting | sunting sumber]