Yitro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Yitro (bahasa Ibrani: יִתְרוֹ, Modern Yitro Tiberias Yiṯrô ; "Yang mulia"; bahasa Inggris: Jethro; Arab: شعيب‎, Nabi Syu'aib; juga disebut Rehuel) adalah tokoh yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, khususnya Kitab Keluaran, sebagai mertua Musa, seorang penggembala domba suku Keni dan imam di Midian.[1] Ia juga dihormati sebagai seorang nabi dalam agama Druze,[2] dan dianggap leluhur orang Druze.[3]

Dalam Kitab Keluaran[sunting | sunting sumber]

Musa minta izin meninggalkan Yitro lukisan Jan Victors, ~1635, dari peristiwa di Keluaran 4:18. Yitro duduk di sebelah kiri, berwarna merah.

Yitro disebut sebagai imam di Midian dan menjadi mertua Musa setelah ia memberikan putrinya, Zipora, sebagai istri Musa. Ia diperkenalkan di Kitab Keluaran pasal 2, terutama di Keluaran 2:18.

Yitro dicatat hidup di Midian; wilayah yang membentang dari tepi timur Teluk Aqaba sekarang di sebelah barat laut Saudi Arabia. Ada yang menganggap Midian terletak dalam semenanjung Sinai.

Musa berjumpa dengan Yitro, ketika melarikan diri dari Mesir setelah membunuh seorang Mesir. Sesudah menikah dengan putri Yitro, Zipora, Musa bekerja 40 tahun untuk Yitro menggembalakan domba-dombanya sampai ia dipanggil Allah melalui peristiwa semak berapi (Keluaran 3). Kemudian Musa meminta diri dari Yitro untuk kembali ke Mesir, di mana Musa memimpin orang-orang Israel keluar dari tanah Mesir, tanah perbudakan, dan berjalan menuju ke tanah Kanaan, "tanah perjanjian". Musa dan orang-orang Israel sampai ke tanah Midian, di mana Yitro kemudian mengunjungi Musa dengan membawa serta Zipora dan kedua putra Musa yang dilahirkan istrinya itu. Yitro juga menasihati Musa untuk menunjuk pemimpin-pemimpin yang dapat meringankan tugas Musa dalam menjadi hakim perkara-perkara yang kecil di antara orang Israel. Ini dicatat dalam bagian bacaan Taurat (parsyah) yang diberi "Yitro" (Keluaran 18:1-20:23).

Nama[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab Hakim-hakim pasal 4:11 disebutkan seorang bernama Hobab yang adalah saudara ipar Musa, di mana ayahnya bernama "Rehuel". Hobab ini pernah dicatat sebelumnya di dalam kitab Bilangan, yaitu Bilangan 10:29. Dengan demikian Rehuel dan Yitro rupanya adalah orang yang sama.

Yitro dalam Islam[sunting | sunting sumber]

Dalam Islam, ada tokoh yang disamakan dengan Yitro yaitu: Syu'aib (juga ditulis Shuʿayb, Shoaib, (Arab: شعيب‎; artinya orang yang menunjukkan jalan yang benar), yang dihormati sebagai seorang nabi Islam[4] dan mencatat sejumlah perbuatan yang tidak dicatat dalam Alkitab. Ia diyakini hidup setelah Abraham dan dikirimkan sebagai nabi kepada dua masyarakat, yaitu orang Midian [5] dan Aykah (penebang kayu; People of the Wood).[6] Kepada mereka, Syu'aib menyampaikan kepercayaan Islam dan memperingatkan orang untuk menghentikan perbuatan laknat. Ketika mereka tidak mau bertaubat, Allah menghancurkan kedua masyarakat itu.[7][8] Syu'aib adalah satu dari beberapa nabi Arab yang disebutkan namanya dalam Al Quran, selain Saleh, Hud, Ismael dan Muhammad. Ia dikenal oleh orang-orang Muslim mula-mula sebagai "pengkhotbah yang fasih di antara para nabi", karena menurut tradisi Islam, ia memiliki bakat dan kefasihan berbahasa.[9]

Dalam Islam, Syuʿaib merupakan mertua Musa, yang juga dihormati sebagai nabi Islam.

Syu'aib secara khusus dihormati dalam ritual dan ziarah agama Druze.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Harris, Stephen L., Understanding the Bible. Palo Alto: Mayfield. 1985.
  2. ^ Lev, David (25 October 2010). "MK Kara: Druze are Descended from Jews". Israel National News. Arutz Sheva. Diakses tanggal 13 April 2011. 
  3. ^ Blumberg, Arnold (1985). Zion Before Zionism: 1838-1880. Syracuse, NY: Syracuse University Press. hlm. 201. ISBN 0-8156-2336-4. 
  4. ^ Brandon M. Wheeler, Historical Dictionary of Prophets in Islam and Judaism, Shuayb, pg. 303
  5. ^ Quran 7:85-93
  6. ^ Quran 26:176-177
  7. ^ Qur'an 7:85–91
  8. ^ Quran 26:189
  9. ^ Stories of The Prophets, Ibn Kathir, pg. 220

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]