Keluaran 34

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Keluaran 34 (disingkat Kel 34) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Penyampaian yang dicatat di pasal ini terjadi sewaktu bangsa Israel berkumpul di kaki gunung Sinai setelah ke luar dari tanah Mesir.[3] (~1447 SM)

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 6[sunting | sunting sumber]

Bahasa Ibrani: ויעבר יהוה ׀ על־פניו ויקרא יהוה ׀ יהוה אל רחום וחנון ארך אפים ורב־חסד ואמת׃

Transliterasi Ibrani: wai·ya·'a·bor YHWH al-pa·naw wai·yiq·ra YHWH YHWH el ra·hum we·ha·nun e·rek a·pa·yim we·rab-khe·sed we·'e·met.

Terjemahan Baru:Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya[4]

Di sini Allah menjelaskan lebih lanjut arti nama tersebut dan tabiat-Nya yang paling dalam. Tuhan adalah Allah yang belas kasihan, kebaikan hati, dan pengampunan-Nya terpadu dengan kebenaran, kekudusan, dan keadilan. Kenyataan bahwa Allah itu murah hati dan penuh belas kasihan menunjukkan bahwa Ia tidak akan menghukum siapa pun terkecuali dan hingga kasih-Nya yang panjang sabar itu ditolak dan dihina.[5]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

[TUHAN berseru:] "...yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."[6]

Orang-tua harus memperhatikan bahwa dosa mereka, pengabaian rohani atau kegagalan untuk memisahkan diri dari dunia dapat membawa dampak menyedihkan bagi anak-anak mereka. Anak-anak menderita karena dosa orang-tuanya dalam arti bahwa mereka pada umumnya mengikuti orang-tua mereka pada jalan pencobaan atau kompromi rohani, dan dengan demikian mengambil alih kebiasaan dan sikap yang jahat sehingga menuntun mereka makin jauh dari Allah menuju kebinasaan.[5]

Ayat 27[sunting | sunting sumber]

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel."[7]

Ayat 28[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.[8]

Teks Masoret (dibaca dari kanan ke kiri)

ויהי־שם עם־יהוה ארבעים יום וארבעים לילה לחם לא אכל ומים לא שתה ויכתב על־הלחת את דברי הברית עשרת הדברים׃

Transliterasi (dibaca dari kiri ke kanan)

way-hî-syām ‘im-Yah-weh ’ar-bā-‘îm yōwm wə-’ar-bā-‘îm lay-lāh, le-ḥem ’ā-ḵal, ū-ma-yim šā-ṯāh; wa-yiḵ-tōḇ ‘al-ha-lu-ḥōṯ, ’êṯ-diḇ-rê ha-bə-rîṯ, ‘ă-śe-reṯ ha-də-ḇā-rîm.[9]

Musa dipelihara secara adikodrati oleh Allah selama berpuasa empat puluh hari ketika ia tidak makan atau minum. Baik secara alkitabiah maupun fisiologis, puasa yang mencakup hal tidak minum tidak boleh lebih lama daripada tiga hari (lihat Matius 6:16).[5]

Ayat 29[sunting | sunting sumber]

Ketika Musa turun dari gunung Sinai --kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.[10]

Referensi silang: Keluaran 34:35; Mazmur 34:6; Yesaya 60:5; Matius 17:2; 2 Korintus 3:7

Ayat 30[sunting | sunting sumber]

Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia.[11]

Ayat 35[sunting | sunting sumber]

Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN.[12]

Referensi silang: 2 Korintus 3:13

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

Dalam Surat 2 Korintus pasal 3, rasul Paulus merujuk pada kisah muka Musa yang bercahaya ketika menerima 2 loh batu langsung dari hadapan Allah (ayat 29 pasal ini), sehingga membuat takut orang Israel termasuk Harun untuk mendekati Musa (ayat 30). Paulus menambahkan bahwa Musa "menyelubungi mukanya" (ayat 35), "supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu".[13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 9794158151, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 9794153850, 9789794153857
  3. ^ Keluaran 12:40-41
  4. ^ Keluaran 34:6
  5. ^ a b c The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Keluaran 34:7
  7. ^ Keluaran 34:27
  8. ^ Keluaran 34:28
  9. ^ Biblehub - Exodus 34:28
  10. ^ Keluaran 34:29
  11. ^ Keluaran 34:30
  12. ^ Keluaran 34:35
  13. ^ 2 Korintus 3:13

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]