Ulangan 14

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 13       Ulangan 14       pasal 15
4Q41_2 - Dead Sea Scrolls

Bagian gulungan 4Q41 yang memuat Ulangan 5:1-6:1 termasuk Sepuluh Perintah Allah, dari antara Gulungan Laut Mati yang berasal dari abad ke-1 SM.
Kitab: Kitab Ulangan
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 5
Kategori: Taurat

Ulangan 14 (disingkat Ul 14) adalah bagian dari Kitab Ulangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang merupakan kitab ke-5 dan terakhir dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada tanggal 1 bulan ke-11 tahun ke-40 perjalanan orang Israel dari tanah Mesir.[4] (~1407 SM)

Lokasi[sunting | sunting sumber]

  • Musa mengucapkan perkataan-perkataan ini kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab, sebelas hari perjalanan jauhnya dari Horeb sampai Kadesh-Barnea, melalui jalan pegunungan Seir.[5]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

"Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian."[6]

Aturan makanan ini membuat orang Israel berbeda dengan bangsa-bangsa lain (Imamat 11). Larangan dari Allah untuk memakan jenis-jenis binatang tertentu ini memisahkan orang Israel dari kebiasaan bangsa-bangsa di sekitarnya. Tanda-tanda fisik ini dipakai Allah untuk melambangkan kekudusan orang Israel, di mana mereka dikhususkan untuk melaksanakan kehendak Allah, bukan untuk dunia. Kebiasaan penduduk Kanaan disebut sebagai "kekejian" menekankan ketidaksukaan Allah terhadap cara hidup mereka.[7]

Ayat 4[sunting | sunting sumber]

"Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing;"[8]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

"rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan."[9]

Ayat 21[sunting | sunting sumber]

"Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."[10]

Orang-orang Kanaan memasak anak kambing hidup-hidup dalam air susu induknya sebagai persembahan untuk dewa-dewa kesuburan. Larangan melakukan hal sama selain di ayat ini juga telah diberikan dua kali sebelumnya di Kitab Keluaran (Keluaran 23:19; Keluaran 34:26). Orang Israel harus menjalankan cara berbeda untuk mengorbankan binatang yang tidak keji, karena mereka berbeda dengan bangsa-bangsa lain, sebagai bangsa yang "kudus".[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Ulangan 1:1
  4. ^ Ulangan 1:3
  5. ^ Ulangan 1:1-2
  6. ^ Ulangan 14:3
  7. ^ a b The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  8. ^ Ulangan 14:4
  9. ^ Ulangan 14:5
  10. ^ Ulangan 14:21

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]