Ulangan 32

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
pasal 31       Ulangan 32       pasal 33
Keter Aram Tzova (Aleppo Codex), 920

Halaman yang memuat Ulangan 32:50-33:29 pada Kodeks Aleppo (~920 M)
Kitab: Kitab Ulangan
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 5
Kategori: Taurat

Ulangan 32 (disingkat Ul 32) adalah bagian dari Kitab Ulangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang merupakan kitab ke-5 dan terakhir dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada tanggal 1 bulan ke-11 tahun ke-40 perjalanan orang Israel dari tanah Mesir.[4] (~1407 SM)

Tempat[sunting | sunting sumber]

Musa mengucapkan perkataan-perkataan ini kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Parandengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab, sebelas hari perjalanan jauhnya dari Horeb sampai Kadesh-Barnea, melalui jalan pegunungan Seir.[5]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Permulaan Parsyah Haazinu, Ulangan 32:1–4 sebagaimana ditulis dalam suatu gulungan Kitab Taurat.

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):



Ayat 17[sunting | sunting sumber]

"Mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar."[6]

Di belakang dewa-dewa dan agama-agama palsu dunia ini terdapat kuasa-kuasa roh-roh jahat (Mazmur 106:37; 1 Korintus 10:20). Roh-roh jahat ini dapat bertindak melalui para pengikut mereka bahkan sampai melakukan mukjizat (Keluaran 7:11,22; 2 Tesalonika 2:9-10; Wahyu 13:13; 19:20). Perjanjian Baru mengakui adanya roh-roh jahat itu dan mendorong orang percaya untuk melawan mereka dengan kuasa dan wibawa Kristus (Efesus 6:12).[7]

Ayat 39[sunting | sunting sumber]

"Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku."[8]

Ayat penegasan tentang satu-satunya Allah, yakni Allah yang mematikan maupun menghidupkan, yang telah meremukkan maupun menyembuhkan.

Ayat 43[sunting | sunting sumber]

"Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umat-Nya, sebab Ia membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umat-Nya."[9]

Menurut Teks Masoret, ayat ini diawali dengan kata-kata "Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa", tetapi menurut versi Septuaginta dan Naskah Laut Mati (dari sekitar abad ke-3 SM) terdapat tambahan di bagian awal sebelum ayat itu:

"Bersorak-sorailah, hai segala langit bersama-Nya dan semua malaikat Allah harus menyembah Dia."[10]

Bagian ini dikutip dalam Surat Ibrani di Perjanjian Baru:

Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."[11]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Ulangan 1:1
  4. ^ Ulangan 1:3
  5. ^ Ulangan 1:1-2
  6. ^ Ulangan 32:17
  7. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Ulangan 32:39
  9. ^ Ulangan 32:43
  10. ^ Septuaginta versi Aleksandria - Perbedaan tekstual.
  11. ^ Ibrani 1:6

Pranala luar[sunting | sunting sumber]