Keluaran 16

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
pasal 15       Keluaran 16       pasal 17
Plate X. The S.S. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896.

Gambar sebuah gulungan Taurat modern, terbuka pada halaman yang memuat "Kidung Laut" (Keluaran 15:1-19) jelas dengan penataan khusus. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896.
Kitab: Kitab Keluaran
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 2
Kategori: Taurat

Keluaran 16 (disingkat Kel 16) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Di bagian inilah untuk pertama kalinya Allah menginstitusikan Sabat (hari ke-7) sebagai hari perhentian, bersamaan dengan turunnya manna untuk pertama kalinya.

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Peristiwa yang dicatat di pasal ini terjadi sesudah bangsa Israel meninggalkan tanah Mesir,[3] pada hari yang kelima belas bulan yang kedua (~25 Mei 1446 SM)[4]), tepat sebulan sejak mereka keluar dari tanah Mesir (Keluaran 16:1).

Tempat[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Sabat dan Manna[sunting | sunting sumber]

Hari Sabat atau hari perhentian erat kaitannya dengan manna, karena menyangkut peristiwa supra-alami yang hanya terjadi pada hari tersebut. Orang Israel selama 6 hari hanya boleh mengambil manna untuk kebutuhan sehari, jika mereka mengambil lebih, maka besoknya akan rusak. Jika terkena terik matahari siang, manna itu juga akan mencair.

Tetapi pada hari keenam, mereka mengambil persediaan untuk dua hari, karena hari ke-7 adalah hari perhentian, tidak ada manna yang datang, dan manna yang mereka kumpulkan hari sebelumnya juga tidak rusak.

Demikianlah yang mereka lakukan setiap hari selama 40 tahun di padang gurun. Sejak saat itu, maka bangsa Israel menyucikan hari Sabat, hingga pada masa kekristenan mula-mula, para rasul mengadopsi konsep Sabat, namun meletakkannya pada hari Minggu, yaitu hari pertama, yang menjadi peringatan akan Kebangkitan Yesus pada hari Minggu Paskah.

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.[5]

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

Burung puyuh
Ibrani: שלו, syelaw
Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.[6]

Referensi silang: Bilangan 11:31; Mazmur 78:27-28; 105:40; 106:15
Peristiwa pengiriman burung puyuh ini kelak terjadi lagi kira-kira setahun kemudian setelah bangsa Israel meninggalkan gunung Sinai dalam perjalanan ke tanah Kanaan seperti yang dicatat dalam Bilangan 11. Karena bersayap lemah, mereka tidak bisa terbang cepat dan tinggi, hanya sekitar 1 meter dari permukaan tanah (atau perairan, jika terbang di atas air), dan tidak mampu melawan angin, sehingga mereka memilih terbang berkelompok dalam jumlah besar, menjelang senja (untuk menghindari pemangsa), menunggu angin yang tepat, dan mudah untuk ditangkap orang.[7]

Ayat 15[sunting | sunting sumber]

bahasa Ibrani: (dari kanan ke kiri) ויראו בני־ישראל ויאמרו איש אל־אחיו מן הוא כי לא ידעו מה־הוא ויאמר משה אלהם הוא הלחם אשר נתן יהוה לכם לאכלה׃
transliterasi Ibrani: wai·yir·'u be·ni-yis·ra·'el wai·yo·me·ru isy el-a·hiw man hu ki lo ya·de·'u mah-hu wai·yo·mer mo·syeh a·le·hem hu ha·le·hem a·syer na·tan YHWH la·hem le·'a·he·lah.
Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu".[6]

Makanan yang diberikan Tuhan itu disebut manna (bahasa Ibrani: מן) oleh umat Israel,[8] sama tulisannya dengan kata "מן" (man) yang berarti kata tanya "apa". Peristiwa ini menjadi topik pembicaraan antara Yesus Kristus dengan orang banyak di Galilea yang tertulis dalam Injil Yohanespasal 6, di mana Ia menyatakan diri sebagai "roti hidup" yang "turun dari sorga".[9]

Ayat 31[sunting | sunting sumber]

Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. (TB)[8]

Referensi silang: Bilangan 11:7

Ayat 36[sunting | sunting sumber]

Adapun segomer ialah sepersepuluh efa. (TB)[11]
dan satu omer ialah sepersepuluh efa. (MILT; 2008)[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Keluaran 12:40-41
  4. ^ Amenhotep II sebagai Firaun waktu Israel meninggalkan Mesir oleh Douglas Petrovich
  5. ^ Keluaran 16:1
  6. ^ a b Keluaran 16:15
  7. ^ Burung puyuh - Zoocreation.com
  8. ^ a b Keluaran 16:31
  9. ^ Yohanes 6:35-41
  10. ^ Biblehub - Exodus 16:31
  11. ^ a b Keluaran 16:316 - Sabda.org

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]