Keluaran 17

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
pasal 16       Keluaran 17       pasal 18
Plate X. The S.S. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896.

Gambar sebuah gulungan Taurat modern, terbuka pada halaman yang memuat "Kidung Laut" (Keluaran 15:1-19) jelas dengan penataan khusus. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896.
Kitab: Kitab Keluaran
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 2
Kategori: Taurat

Keluaran 17 (disingkat Kel 17) adalah pasal ketujuh belas Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1] Pasal ini berisi kisah perjalanan orang Israel keluar dari tanah Mesir, setelah mereka berangkat dari Elim, dan tiba di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai. [2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

Tempat[sunting | sunting sumber]

Bilangan 33 mencatat tempat-tempat persinggahan tersebut:

Rafidim terletak di dekat Gunung Sinai (Gunung Horeb), karena Musa mengeluarkan air dari Gunung Horeb.

Rafidim juga berada dekat perbatasan Amalek (Kanaan Selatan), karena di sana orang Amalek menyerang perkemahan Israel, namun berhasil dikalahkan.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. (TB)[6]

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" (TB)[7]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?" (TB)[8]

Kitab Keluaran tidak mencatat lebih lanjut tentang Meriba, namun Bilangan 20:2-13 mencatat tentang suatu tempat yang bernama Meriba sekitar 40 tahun kemudian. Di "Meriba dekat Kadesh di Padang gurun Zin", Musa dan Harun berdosa yang menyebabkan mereka tidak akan masuk Kanaan. (Bilangan 27:12-14). Hal itu terjadi setelah Miryam meninggal. Tidak diketahui apakah Meriba Rafidim tersebut sama atau berbeda dengan Meriba Kadesh.

Perbandingan Keluaran 17 dan Bilangan 20:

  • Di Masa dan Meriba (Rafidim, sebelum mencapai Gunung Sinai) tidak ada air, dan bangsa Israel bertengkar dengan Musa. Di Meriba Kadesh (38 tahun setelah meninggalkan Gunung Sinai) tidak ada air, dan bangsa Israel bertengkar dengan Musa dan Harun
  • Di Rafidim, Musa berseru kepada Tuhan, dan Tuhan menyuruh Musa membawa tua-tua Israel dan pergi memukul gunung batu (tsur) di Horeb dengan tongkat Musa, "dan dari dalamnya akan keluar air" (pada waktu itu Kemah Pertemuan belum dibuat). Di Kadesh, Musa dan Harun sujud di depan pintu Kemah Pertemuan, dan Tuhan menyuruh Musa dan Harun membawa tongkat (tidak dituliskan tongkat Musa atau tongkat Harun) dan mengumpulkan bangsa Israel, kemudian "[mengatakan] di depan mata mereka kepada bukit batu itu (cela) supaya diberi airnya"
  • Di Rafidim, Musa mengikuti perintah Tuhan tanpa insiden, sementara di Kadesh, Musa tidak melakukan seperti yang diperintahkan, akibatnya ia dan Harun dihukum Tuhan.

Ayat 9[sunting | sunting sumber]

Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." (TB)[9]

Pertama kalinya nama Yosua disebut di Alkitab. Kelak Tuhan menunjuk Yosua sebagai pengganti dan penerus Musa untuk memimpin umat Israel memasuki tanah Kanaan.[10]

Ayat 15[sunting | sunting sumber]

Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menambahinya: "TUHANlah panji-panjiku." (TB)[11]

Nama mezbah itu dalam bahasa Ibrani : "יהוה ׀ נסי" ("YHWH nisi; "Jehovah nissi") dari kata YHWH, yaitu nama kudus Allah bagi umat Israel (diduga dilafalkan "Yehuwah" atau "Yahweh", karena dilarang diutarakan dalam percakapan maupun pembacaan), dan "nes", artinya "panji-panji" atau "bendera lambang", dengan akhiran bahasa Ibrani "-i", yang menandakan akhiran kata ganti milik orang pertama tunggal "-ku" dalam bahasa Indonesia.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Keluaran 12:40-41
  4. ^ Amenhotep II sebagai Firaun waktu Israel meninggalkan Mesir oleh Douglas Petrovich
  5. ^ Keluaran 16:1
  6. ^ Keluaran 17:1 - Sabda.org
  7. ^ Keluaran 17:2 - Sabda.org
  8. ^ Keluaran 17:7 - Sabda.org
  9. ^ Keluaran 17:9 - Sabda.org
  10. ^ Bilangan 27:18
  11. ^ Keluaran 17:15 - Sabda.org

Pranala luar[sunting | sunting sumber]