Meriba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search


Meriba ("Meribah" atau "Mirabah"; bahasa Ibrani: מְרִיבָה) adalah suatu lokasi yang dilalui oleh Israel dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan di bawah pimpinan Musa, yang tercatat dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] meskipun daftar tempat persinggahan Israel dalam Kitab Bilangan tidak mencantumkan nama itu.[2] Dalam Kitab Keluaran, Meriba disebutkan bersamaan dengan Masa, dalam konteks yang menunjukkan bahwa Masa terletak di lokasi yang sama sebagai Meriba, tetapi bagian Alkitab lainnya menyebutkan "Masa dan Meriba", seperti yang di Berkat Musa,[3][4] tampaknya menyiratkan bahwa mereka berada di lokasi yang berbeda.[5][6]

Catatan Alkitab[sunting | sunting sumber]

Teks Alkitab menyebutkan dua episode sangat mirip yang keduanya terjadi di sebuah tempat bernama Meriba. Episode yang diceritakan oleh Kitab Keluaran menggambarkan orang Israel bertengkar dengan Musa tentang kekurangan air, dan Musa menegur bangsa Israel karena menguji Yahweh;[7] teks itu menyatakan bahwa karena itulah tempat itu dinamakan Masa, yang berarti pengujian, dan nama Meriba, yang berarti pertengkaran. Narasi di Kitab Keluaran menyatakan bahwa, karena kehausan, orang-orang Israel mengeluh terhadap Musa,[8] sehingga Musa, takut dibunuh, naik banding kepada Yahweh;[9] narasi berlanjut dengan Yahweh menyuruh Musa untuk berjalan di depan orang-orang, dan memukul batu di Horeb dengan tongkatnya,[10] dan tatkala Musa melakukan hal ini, batu itu mengeluarkan air.[11]

Episode yang diceritakan dalam Kitab Bilangan menggambarkan orang Israel bertengkar dengan Musa dan Harun tentang kurangnya air dan tanaman pangan;[12] teks itu menyatakan bahwa Musa dan Harun menjawab dengan berkonsultasi Yahweh di pintu Kemah Suci, sambil bersujud, dan Yahweh mengatakan kepada mereka untuk mengambil tongkat, dan berbicara kepada batu tertentu ketika orang-orang berkumpul bersama-sama melihat.[13] Narasi berlanjut dengan Musa mengikuti petunjuk untuk mengambil tongkat Harun dan mengumpulkan orang-orang Israel,[14] tapi bukannya berbicara kepada batu seperti Firman Yahweh supaya mengeluarkan air,[15] Musa berbicara kepada orang banyak dan memukul batu, sampai dua kali, sehingga keluarlah aliran air yang kuat.[16]

Keluaran 17[sunting | sunting sumber]

Keluaran 17:1-7

Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum."
Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"[17]

Bilangan 20[sunting | sunting sumber]

Bilangan 20:1-13

Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.[18]
Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun, dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN! Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ? Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?"
Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.[19]

Mazmur 95[sunting | sunting sumber]

Mazmur 95, suatu panggilan ibadah dan ketaatan, mengingat-ingat kejadian di Masa dan Meriba:

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.[20]

Sebagai diindikasikan dalam Mazmur 95, tindakan pengujian dan pembangkangan ini mengakibatkan keseluruhan satu generasi Israel dilarang untuk memasuki tanah perjanjian:

Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku." Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."[21]

Analisis[sunting | sunting sumber]

Beberapa sarjana tekstual menganggap dua akun itu merupakan versi yang berbeda dari suatu peristiwa yang sama di Meriba, di mana versi dalam Kitab Keluaran adalah dari sumber JE, sedangkan versi Kitab Bilangan dari sumber lain;[22][23] akun yang terakhir ini secara umum, dianggap sebagai upaya untuk menggantikan versi cerita JE, yang tidak memperlakukan Harun sebagai tokoh penting sebagaimana yang lebih disukai oleh penulis sumber Imamat yang mengutamakan Harun.[22] Menurut para sarjana tekstual itu, akun Keluaran JE mengenai peristiwa-peristiwa di Masa dan Meriba digabungkan bersama-sama dari dua sumber teks sebelumnya, yaitu Yahwis dan teks Elohis teks[22]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]