Keluaran 25

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Keluaran 25 (disingkat Kel 25) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Penyampaian yang dicatat di pasal ini terjadi sewaktu bangsa Israel berkumpul di kaki gunung Sinai pada tanggal 6 bulan Siwan, 49 hari setelah ke luar dari tanah Mesir.[3] (~1447 SM)

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 8-9[sunting | sunting sumber]

Bahasa Ibrani: 8ועשו לי מקדש ושכנתי בתוכם׃

9ככל אשר אני מראה אותך את תבנית המשכן ואת תבנית כל־כליו וכן תעשו׃ ס

Transliterasi Ibrani: 8we·'a·syu li miq·dash we·sya·kan·ti be·to·w·kam.

9ke·kol a·syer a·ni mar·'eh o·wt·ka et tab·nit ha·misy·kan we·'et tab·nit kol-ke·law we·ken ta·'a·syu. (s)

Terjemahan Baru: [Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:]: "8Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

9Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."[4]

Di dalam pasal Kel 25:1-40 Allah memberikan pengarahan tentang Kemah Suci. Makna historis, rohani, dan lambang dari Kemah Suci ini harus dilandaskan pada apa yang dikatakan oleh Alkitab.

  1. Kemah Suci itu merupakan "tempat kudus" ("miqdash"), suatu tempat yang dikhususkan bagi Tuhan untuk tinggal di antara dan bertemu dengan umat-Nya (Keluaran 25:22; 29:45-46; Bilangan 5:3; Yehezkiel 43:7,9). Kemuliaan ("shekina") Allah ada di atas Kemah Suci siang malam. Ketika kemuliaan Allah naik, Israel harus pindah. Allah menuntun mereka dengan cara ini selama mereka ada di padang gurun (Keluaran 40:36-38; Bilangan 9:15-16).
  2. Kemah Suci merupakan "tempat hukum Allah" (Keluaran 38:21), yaitu berisi Kesepuluh Hukum (Keluaran 25:10). Kesepuluh Hukum itu selalu mengingatkan mereka akan kekudusan Allah dan tuntutan-tuntutan-Nya. Hubungan kita dengan Allah tidak pernah dapat dipisahkan dari ketaatan kepada hukum-Nya.
  3. Di Kemah Suci inilah Allah menyediakan pengampunan dosa melalui korban darah (Keluaran 29:10-14). Dengan demikian korban darah ini menunjuk kepada korban nyawa Kristus di kayu salib karena dosa umat manusia (lihat Ibrani 8:1-2; 9:11-14).
  4. Kemah Suci menunjuk ke sorga, yaitu ke tempat kudus sorgawi di mana Kristus, imam besar abadi kita, hidup selama-lamanya untuk berdoa bagi kita (Ibrani 9:11-12,24-28).
  5. Kemah Suci menunjuk kepada penebusan Allah yang terakhir ketika langit baru dan bumi baru akan datang, yaitu ketika "kemah Allah (harafiah: Kemah Suci) ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka" (Wahyu 21:3).[5]

Ayat 10[sunting | sunting sumber]

"Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya."[4]

Peti ini adalah tabut yang berisi Kesepuluh Hukum (bandingkan Keluaran 25:16,22), sebuah buli-buli berisi manna (Keluaran 16:33-34), dan tongkat Harun (Bilangan 17:10; Ibrani 9:4). Tabut ini ditutup dengan sebuah penutup yang diberi nama "tutup pendamaian" (Keluaran 25:17). Pada kedua ujung tutup tersebut terpasang ukiran dua kerub bersayap (Keluaran 25:18). Tabut ini diletakkan di tempat Mahakudus dalam Kemah Suci (Keluaran 26:34) dan melambangkan takhta Allah. Di hadapan tabut ini imam besar berdiri setahun sekali pada Hari Pendamaian untuk memercikkan darah atas tutup pendamaian untuk mengadakan pendamaian karena dosa-dosa yang tidak disengaja selama setahun sebelumnya.[5]

Ayat 23[sunting | sunting sumber]

Ayat 23 bahasa Ibrani[sunting | sunting sumber]

Teks Masoret (dibaca dari kanan ke kiri)

ועשית שלחן עצי שטים אמתים ארכו ואמה רחבו ואמה וחצי קמתו׃

Transliterasi Ibrani (dari kiri ke kanan):

we·'a·shita shul-khān ‘ă-tsê shiṭ-ṭîm ’am-mā-ṯa-yim ’ā-rə-kōw wə-’am-māh rā-ḥə-bōw, wə-’am-māh wā-khê-tsî qō-mā-ṯōw.

Terjemahan Baru:

[Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:]: "Lagi haruslah engkau membuat meja dari kayu penaga, dua hasta panjangnya, sehasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya."[8]

Ilustrasi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Keluaran 12:40-41
  4. ^ a b Keluaran 25:8-9
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Biblehub - Exodus 25:10
  7. ^ Alkitab Sabda - Keluaran 25:10
  8. ^ Keluaran 25:23

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]