Keluaran 13

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
pasal 12       Keluaran 13       pasal 14
Mikraot Gedolot, Shemot/Exodus 13:4-8.

Satu jilid Mikraot Gedolot modern, terbuka pada halaman yang memuat Keluaran 13:4-8.
Kitab: Kitab Keluaran
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 2
Kategori: Taurat

Keluaran 13 (disingkat Kel 13) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Korban bakaran untuk Allah. Ilustrasi dari buku tahun 1897 "Bible Pictures and What They Teach Us": Berisi 400 Ilustrasi dari Perjanjian Lama dan Baru: dengan pemerian singkat oleh Charles Foster.

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi beberapa waktu setelah bangsa Israel meninggalkan tanah Mesir.[3] (~1447 SM)

Tempat[sunting | sunting sumber]

Disebutkan tempat-tempat di Mesir:

  • Rameses
  • Dari Rameses, lalu ke Sukot.
  • Dari Sukot, lalu ke Etam yang di tepi padang gurun.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 19[sunting | sunting sumber]

Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: "Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini."[4]

Pesan Yusuf itu dicatat dalam Kitab Kejadian pasal 50.[5] Di akhir Kitab Yosua dicatat, bahwa tulang-tulang Yusuf dikuburkan di Sikhem, di tanah milik yang dibeli Yakub dengan harga 100 kesita dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, dan yang ditentukan bagi bani Yusuf menjadi milik pusaka mereka[6]. Dengan demikian tulang-tulang Yusuf ini menjadi mata rantai yang mengikat Kitab Kejadian, Kitab Keluaran sampai ke Kitab Yosua, semacam jaminan bahwa keluarga Yakub, yaitu umat Israel, pasti akan dibawa TUHAN kembali ke tanah Kanaan.

Ayat 21[sunting | sunting sumber]

TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.[7]

Allah menempatkan tiang awan dan tiang api sebagai bukti kehadiran, kasih, dan perhatian-Nya kepada Israel (bandingkan Kel 40:38; Bil 9:15-23; Bil 14:14; Ul 1:33; 1Kor 10:1). Awan dan api ada bersama mereka hingga mereka mencapai tanah perjanjian empat puluh tahun kemudian.[8]

Ayat 22[sunting | sunting sumber]

Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.''[9]

Dikutip dalam 1 Korintus 10.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Keluaran 12:40-41
  4. ^ Keluaran 13:19
  5. ^ Kejadian 50:25
  6. ^ Yosua 24:32
  7. ^ Keluaran 13:21
  8. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  9. ^ Keluaran 13:22

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]