Patterns of Evidence: Exodus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Patterns of Evidence: Exodus
SutradaraTim Mahoney
ProduserKevin O'Neill
PenulisTim Mahoney
Steve Law
NaratorKevin Sorbo
SinematografiRamy Romany
PenyuntingChad S. Greene
Perusahaan
produksi
Thinking Man Films
DistributorThinking Man Films
Tanggal rilis
  • 26 Juli 2014 (2014-07-26) (Pan Pacific)
  • 19 Januari 2015 (2015-01-19) (United States)
Durasi
115 menit
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
Pendapatan kotor$925,576[1]

Patterns of Evidence: Exodus adalah sebuah film dokumenter tahun 2014 yang disutradarai oleh Tim Mahoney.[2] Film ini mengajukan teori bahwa cerita Alkitab perihal keluarnya budak-budak Ibrani dari Mesir sebenarnya terjadi pada zaman Kerajaan Pertengahan Mesir. Dirilis di gedung-gedung bioskop oleh Thinking Man Film pada tanggal 19 Januari 2015.

Isi[sunting | sunting sumber]

Film ini menampilkan sejumlah penemuan, termasuk bukti arkeologis pemukiman orang Ibrani di Mesir, dan bukti sejarah terbaru mengenai garis waktu peristiwa-peristiwa sekitar keluarnya orang Israel dari Mesir di bawah pimpinan Musa, dibandingkan dengan catatan-catatan sejarah kuno Mesir. Juga menunjukkan berbagai artefak yang telah ditemukan serta dokumen-dokumen dari zaman Mesir kuno yang menjadi bahan perdebatan para ahli selama bertahun-tahun.[3][4][5]

Sejumlah pandangan dalam film ini terkait dengan Kronologi Baru Mesir, dipelopori oleh David Rohl, yang berkontradiksi dengan pandangan umum Egyptologi.[6]

Dalam film ini ditampilkan wawancara dengan para arkeolog, sejarawan dan pakar Alkitab.[7]

Suatu argumen yang diajukan dalam film ini adalah analisis yang predominan saat ini bahwa peristiwa dalam Kitab Keluaran terjadi sekitar tahun 1250 SM ternyata tidak benar. Bukti-bukti yang ditampilkan mendukung hipotesis bahwa peristiwa itu lebih tepat terjadi pada zaman Kerajaan Pertengahan Mesir, sekitar tahun 1450 SM, berdasarkan sumber-sumber arkeologis dan alkitabiah.

Daftar para pakar yang diwawancarai[sunting | sunting sumber]

Sejumlah pakar yang berkaitan dengan sejarah kuno Mesir dan Kanaan maupun Alkitab Perjanjian Lama telah diwawancarai dan ditampilkan dalam film ini (menurut abjad nama keluarga):[7]

  • Charles Aling (Egyptologis, University of Northwestern, St. Paul): Aling adalah Profesor Sejarah pada University of Northwestern, St. Paul, Minnesota, Amerika Serikat. Setelah bertugas sebagai petugas intelijen pada US Army ia melakukan penggalian pada makam raja di Valley of the Kings, Mesir. Aling mengarang buku "Egypt and Bible History" (1981), yang menyelidiki hubungan antara dua sejarah itu.[7]
  • Manfred Bietak (Egytologis, Universitas Wina): Bietak adalah Direktur pada Austrian Archaeological Institute di Kairo, Mesir, selama 35 tahun. Dianggap sebagai salah satu arkeolog terbesar yang masih hidup saat ini, ia paling dikenal sebagai pemimpin tim penggalian Austria pada situs Delta Nil Tell el-Daba, yang telah berlangsung selama 40 tahun. Situs ini merupakan ibu kota Hyksos kuno yang dikenal sebagai Avaris, serta bagian selatan Rameses, suatu kota yang disebut dalam Alkitab dibangun oleh orang Israel dalam Kitab Keluaran.
  • Clyde Billington (Sejarawan Purba – University of Northwestern, St. Paul): Billington adalah seorang Professor Sejarah pada University of Northwestern, St. Paul, Minnesota. Ia adalah mantan editor majalah Artifax dan telah menerbitkan lebih dari 30 artikel, tinjauan buku, dan presentasi kesarjanaan. Area spesialisasinya meliputi Sejarah Purba, Sejarah Abad Pertengahan, Sejarah Gereja dan Arkeologi Alkitab.
  • John Bimson (Tutor dalam Perjanjian Lama, Trinity College, Bristol, PhD Tutor): Minat khusus Bimson meliputi latar belakang sejarah dan arkeologi Perjanjian Lama dan ia telah mengambil bagian dalam sejumlah penggalian di Israel. Riset doktoral dilakukannya pada historisitas dan tatanan Keluar dari Mesir dan Penyerangan Kanaan. Bukunya, Redating the Exodus (1978), mengusulkan bahwa akhir Zaman Perunggu Tengah menyediakan waktu paling cocok dengan bukti penyerangan Kanaan di Alkitab dan bahwa tarikh yang diterima saat ini harus diubah.
  • Mansour Boraik (Egyptologis, Director General of Antiquities – Luxor): Boraik, lulusan Zagazig University, adalah Egyptologis yang berkedudukan kedua tertinggi di Mesir. Ia mengawasi daerah Luxor, dianggap sebagai museum udara terbuka terbesar di dunia. Lokasi ini merupakan bekas ibu kota Mesir kuno, Thebes dan dipenuhi dengan sejumlah situs arkeologi terpenting di Mesir seperti kompleks kuil "Karnak", Luxor, dan "Ramesseum", serta "Valley of the Kings".
  • Israel Finkelstein (Arkaeolog, Tel Aviv University): Finkelstein adalah Co-director untuk ekskavasi di Megiddo dan Profesor Arkeologi pada Department of Archaeology and Ancient Near Eastern Civilizations Universitas Tel Aviv. Bersama Neil Asher Silberman, ia mengarang buku The Bible Unearthed (2001).
  • Norma Franklin (Arkeolog, University of Haifa): Franklin adalah profesor pada Universitas Haifa, Zinman Institute of Archaeology dan Co-director Jezreel Expedition di Tel Jezreel. Franklin pernah bertugas di Tel Aviv University sebagai koordinator Megiddo Expedition.
  • Rabbi Manis Friedman (Rabi, Sarjana Alkitab, Pengarang): Friedman adalah anggota cabang Hassidik Yudaisme yang dikenal sebagai Chabad Lubavitch. Sebagai guru, penasihat dan filsuf, ia telah memberikan kuliah di seluruh dunia dan anggota berperingkat profesional pada "National Speakers Association". Pendiri dan Dekan Bais Chana Institute of Jewish Studies, tulisan-tulisan Friedman meliputi buku Doesn’t Anyone Blush Anymore? (1990).
  • Rabbi David Hartman (Rabbi, Shalom Hartman Institute, Pengarang): Hartman adalah Professor of Jewish Thought pada Hebrew University of Jerusalem selama lebih dari 20 tahun dan Pendiri "Shalom Hartman Institute". Sebagai pengarang pemenang penghargaan dan filsuf Yudaisme kontemporer, ia berupaya untuk merevitalisasi Yudaisme di seluruh dunia. Bukunya meliputi "A Living Covenant: The Innovative Spirit in Traditional Judaism" (1998) dan "The God Who Hates Lies: Confronting and Rethinking Jewish Tradition" (2011).
  • James K. Hoffmeier (Egyptologis, Pengarang): Hoffmeier adalah Professor of Old Testament and Near Eastern Archaeology pada Trinity Evangelical Divinity School (Deerfield, IL). Sejak tahun 1994 ia menjadi Director of the North Sinai Archaeological Project. Hoffmeier telah muncul pada banyak program TV dan mengarang dua buku mengenai bukti-bukti terkait Eksodus: "Israel in Egypt" (1999) dan "Ancient Israel in Sinai" (2011).
  • Timothy P. Mahoney (Pembuat film): Mahoney menulis skenario, menyutradarai, dan memproduksi “Patterns of Evidence: The Exodus”, film dokumenter fitur panjang pertamanya, suatu penelitian yang berlangsung 12 tahun. Ia juga mengarang buku dengan judul yang sama. Setelah 25 tahun berpengalaman di bidang produksi media, Mahoney mendirikan "Thinking Man Films", suatu perusahaan produksi/distribusi yang menyelidiki dunia tempat kita hidup dan mendorong orang mempertanyakan apa yang telah diberitahukan kepada mereka mengenai budaya, sains, sejarah dan agama.
  • Michael Medved (Radio talk-show host, Pengarang): Medved adadlah seorang nationally syndicated radio talk-show host dengan lebih dari 4,75 juta pendengar setiap minggunya. Sebagai seorang kritikus film veteran, ia menjadi co-host untuk acara PBS "Sneak Previews" selama 12 tahun. Buku-bukunya yang termasuk daftar terlaris meliputi "Hollywood vs. America" (1992), dan "Right Turns" (2005).
  • Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel): Netanyahu adalah bekas Duta Besar Israel untuk PBB. Ia adalah pengarang dan peneliti sejarah seperti ayahnya, Benzion Netanyahu, yang adalah Professor of History baik pada Universitas Cornell dan Universitas Ibrani. Buku-buku Benjamin Netanyahu meliputi: "Israel and its Place Among the Nations" (1992) dan "Fighting Terrorism: How Democracies Can Defeat Domestic and International Terrorism" (1996).
  • Shimon Peres (Presiden Israel): Peres adalah anggota Knesset sejak tahun 1959 dan dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri. Sebagai Menteri Pertahanan, ia mengawasi operasi penyelamatan Entebbe pada tahun 1976. Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1994, ia mendirikan "The Peres Center for Peace" pada tahun 1996. Peres adalah pengarang sepuluh buku termasuk: "The Next Step" (1965), "David’s Sling" (1970) "Entebbe Diary" (1991), dan "Battling for Peace: a Memoir" (1995).
  • Maarten Raven (Egyptologis, Kurator – Leiden Museum): Raven adalah seorang profesor di Leiden University, Belanda, dan Curator "Egyptian Department of the National Museum of Antiquities", Leiden sejak tahun 1979. Ia mempunyai pengalaman luas dalam penggalian di Saqqara, Mesir sejak 1975 dan bekerja sebagai Joint director di sana sejak tahun 1999. Raven menerbitkan banyak tulisan dari kerja lapangannya pada penggalian makam Mesir, serta mengenai koleksi Museum Leiden.
  • David Rohl (Egyptologis, Pengarang): Rohl adalah seorang Egiptologis dan sejarawan Britania Raya yang mendapat penghargaan terhormat W.F. Masom History Research Scholarship oleh University of London, dan mantan Presiden "Sussex Egyptology Society" (SES), serta menjabat sebagai Chairman "Institute for the Study of Interdisciplinary Sciences" (ISIS). Ia mengemukakan sejumlah teori kontroversial mengenai kronologi Mesir dan Palestina kuno. Buku-buku karya Rohl termasuk: "A Test of Time" (1995), "The Lords of Avaris" (2007) dan "Exodus – Myth or History?" (2014). Ia memproduksi dokumenter televisi tiga bagian "Pharaohs and Kings: A Biblical Quest".
  • Kent Weeks (Egyptologis, Theban Mapping Project): Weeks adalah salah satu Egyptologis Amerika Serikat terkemuka yang merancang dan meluncurkan Theban Mapping Project, yang berupaya untuk mendokumentasi setiap makam dan kuil di Theban Necropolis (area Luxor). Pada tahun 1995, Weeks menemukan makam luas KV5, yang merupakan kuburan para putra Ramses II di Lembah Para Raja. Sejak tahun 1988 ia telah menjadi Profesor Egyptology pada American University di Kairo, Mesir.
  • Rabbi David Wolpe (Rabi, Pengarang): Wolpe adalah pembicara publik terkenal dan Rabi pada Sinai Temple, kongregasi terbesar di Los Angeles. Dinamakan Rabi paling berpengaruh di Amerika Serikat oleh majalah "Newsweek" pada tahun 2012, ia telah mengajar dan menjabat sebagai Assistant Chancellor pada "Jewish Theological Seminary of America" di New York. Ia sering tambil dalam dokumenter bertopik alkitabiah dan sebagai komentator pada program berita jaringan. Buku Wolpe "Why Faith Matters" (2009) menjawab ateisme dan mengisahkan perjuangannya melawan limfoma.
  • Bryant Wood (Arkeolog, Associates for Biblical Research): Wood adalah Direktur Associates for Biblical Research. Ia meraih gelar Ph.D. dalam bidang Syro-Palestinian Archaeology dari Universitas Toronto di mana ia berspesialisasi dalam tembikar Kanaan dari Zaman Perunggu Akhir. Wood paling dikenal karena usulannya untuk menentukan tarikh lapisan kehancuran akhir yang ditemukan di kota kuno Yerikho dari Zaman Perunggu Tengah, di mana secara konvensional ditetapkan, ke Zaman Perunggu Akhir.

Penerimaan[sunting | sunting sumber]

Film ini telah menimbulkan diskusi hangat dari berbagai peninjau dan komentator mengenai sejumlah topik sejarah dan hipotesis yang diutarakan di dalamnya.[8] [9] [10]

Patterns of Evidence: The Moses Controversy[sunting | sunting sumber]

Patterns of Evidence: The Moses Controversy adalah film dokumenter tahun 2019 yang disutradarai oleh Tim Mahoney dan merupakan sekuel Patterns of Evidence: Exodus. Film ini menyelidiki apakah Musa sesungguhnya memiliki kemampuan untuk menulis peristiwa-peristiwa Eksodus sebagai saksi mata, sehubungan dengan pandangan tradisional Kepengarangan Musa bahwa "Lima Kitab Musa" (Taurat) langsung ditulis oleh Musa sendiri, kecuali bagian-bagian yang memuat kisah kematiannya, atau apakah Eksodus Israel terjadi sebelum adanya penulisan abjad.[11] Ini dibandingkan dengan bukti yang digunakan oleh kebanyakan para pakar Alkitab untuk menunjukkan bahwa Taurat nampaknya muncul dalam sejarah pada abad ke-7 SM paling awal, berabad-abad setelah kematian Musa, dan indikasi-indikasi lain bahwa kitab-kitab itu merupakan suatu kompendium kisah-kisah dari berbagai pengarang (sebagaimana Hipotesis dokumenter). The Moses Controversy dirilis di gedung-gedung bioskop pada tanggal 19 Maret 2019, dan memperoleh pendapatan kotor $765.361,- di Amerika Serikat sampai tanggal 24 Maret.[12]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Patterns of Evidence: The Exodus (2015)". Box Office Mojo. Diakses tanggal September 22, 2016. 
  2. ^ ‘Patterns of Evidence: Exodus’ review: New analysis puts pressure on science for truth, theglobaldispatch.com, 1/19/15.
  3. ^ 'Patterns of Evidence' Film Puts Scripture to the Test, . cbn TV video report.
  4. ^ Documentary Has Convincing New Evidence Clearly Matching the Exodus Stories, PolitiChicks.com, 12/26/14.
  5. ^ Film Review: Patterns of Evidence: Exodus, by Darris McNeely, January 20, 2015.
  6. ^ Digging Into The Exodus Story, by Steve Lipman,. Interview with Galit Dayan, 3/31/15.
  7. ^ a b c Official Cast List, November 20, 2015
  8. ^ Patterns of Evidence: Exodus, 1/26/15.
  9. ^ A Review of Patterns of Evidence: Exodus, crossexamined.org, January 21, 2015
  10. ^ Another broken arrow in the quiver of Apologetics: A Review of the film “Patterns of Evidence”, by Larry Largent on January 19, 2015.
  11. ^ "New documentary examines controversy regarding authorship of Bible". The Laconia Daily Sun - Jan 18, 2019.
  12. ^ "Patterns of Evidence: The Moses Controversy (2019)". Box Office Mojo. Retrieved March 25, 2019.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]