2 Korintus 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 2       2 Korintus 3       pasal 4
Papyrus 46

Folio dari Papirus 46 (ditulis ~ tahun 200 M), memuat 2 Korintus 11:33-12:9. Naskah tersebut memuat hampir semua Surat-surat Paulus.
Kitab: Surat 2 Korintus
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 8
Kategori: Surat-surat Paulus

2 Korintus 3 (atau II Korintus 3, disingkat 2Kor 3) adalah bagian dari surat rasul Paulus yang kedua kepada jemaat di Korintus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Dikarang oleh rasul Paulus dan Timotius.[3]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal:

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.[4]

Di bawah perjanjian baru yang diteguhkan dengan darah Kristus (Matius 26:28), Roh Kudus menuliskan hukum Allah, bukan pada loh-loh batu seperti di gunung Sinai (Keluaran 31:18), melainkan pada "loh-loh ... hati manusia" Orang percaya memiliki hukum Allah dalam hati mereka, dan melalui kuasa Roh mereka sanggup menaatinya (lihat Yeremia 31:33; Yehezkiel 11:19). Hukum yang ada di dalam batin ini terdiri atas kasih kepada Allah dan kepada orang lain (bandingkan Matius 22:34-40; Roma 13:8-10).[5]

Ayat 7-8[sunting | sunting sumber]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya.
Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian[6]

Ayat 8[sunting | sunting sumber]

betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh![7]

Referensi silang: Keluaran 34:29
Paulus menyebut perjanjian yang baru itu "pelayanan Roh". Melalui iman dalam Kristus seorang menerima Roh Kudus, dilahirkan kembali.[5]

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.[8]

Referensi silang: Keluaran 34:35

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ 2 Korintus 1:1
  4. ^ 2 Korintus 3:3
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ 2 Korintus 3:7
  7. ^ 2 Korintus 3:8
  8. ^ 2 Korintus 3:13

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]