Danau Lindu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Danau Lindu
Danau Lindu w bird 2007.jpg
Danau Lindu
Lokasi Kabupaten Sigi,
Sulawesi Tengah,
Indonesia Bendera Indonesia
Koordinat 1°19′9,2″LU 120°04′50,4″BT / 1,31667°LS 120,06667°BT / -1.31667; 120.06667
Aliran keluar utama Sungai Rawa
Panjang maks. 9,6 km
Lebar maksimal 4.8 km
Area permukaan 34,88 km²
Volume air 1.327,8 km³
Ketinggian permukaan 1.000 m (3.300 ft)

Danau Lindu merupakan danau yang terletak di kecamatan Lindu, kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia dan berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu. Luasnya mencapai 34,88 km² dengan kedalaman rata-rata 38 meter dan berada di ketinggian sekitar 1.000 meter diatas permukaan air laut. Danau Lindu adalah danau terbesar kedelapan[butuh rujukan] di Pulau Sulawesi dan kedua di Provinsi Sulawesi Tengah setelah Danau Poso.

Geomorfologi[sunting | sunting sumber]

Danau Lindu dimasukkan ke dalam kelas danau tektonik yang terbentuk selama era Pliosen setelah bak besar dilokalisasi dari sebuah bagian rangkaian pegunungan akibat dari proses alam berupa kekuatan geologis dahsyat. Pada kenyataannya danau ini secara geologi berada di wilayah Sesar Palu-koro yang membelah Pulau Sulawesi dari Teluk Palu hingga Sungai Leboni. Danau Lindu dikelilingi oleh sejumlah gunung seperti Gunung Nokilelaki (2.357 m), Gunung Lantawungu (2.270 m) dan Gunung Tumawu (2.120 m). Terdapat 16 sungai utama yang mengalirkan air ke danau ini empat diantaranya yang terbesar yaitu Sungai Kati, Sungai Lambosa, Sungai Langko dan Sungai Wongkodono. Sedangkan saluran keluar danau ini melalui Sungai Rawa yang kemudian masuk ke Sungai Gumbasa, anak Sungai Palu.

Keanekaragaman hayati[sunting | sunting sumber]

Danau Lindu terkenal dengan melimpahnya ikan air tawar. Terdapat 10 spesies ikan di danau ini dan 6 diantaranya merupakan ikan yang dilepaskan liarkan secara sengaja seperti ikan Mas, Mujair, Sepat, Gurame, Tawes dan Lele. Sedangkan 4 spesies lainnya adalah ikan endemik diantaranya adalah ikan Sidat dan ikan Xenopoecilus sarasinorum yang sudah jarang ditemui. Sementara jenis burung yang ada terdapat 15 spesies diantaranya Belibis Hutan, Kuntul, dan lainnya. Di danau ini juga terdapat satwa endemik katak sulawesi (Bufo celebensis). Danau Lindu merupakan habitat bagi berbagai macam tumbuhan dan hewan yang kini mulai berkurang keanekaragamannya karena menurunnya populasi spesies serta hilangnya beberapa spesies seperti tanaman rano.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Perjalanan menuju Danau Lindu dapat dimulai dari Kota Palu dengan kendaraan yang hanya sampai ke Kecamatan Kulawi. Selanjutnya menggunakan ojek melalui medan yang menantang. Danau Lindu yang dikelilingi oleh punggung pegunungan memang sulit untuk dijangkau oleh kendaraan bermotor. Untuk melintasinya masyarakat setempat mengunakan jasa kuda beban yang disebut pateke. Jika terdapat kendaraan bermotor maka adalah kendaraan bermotor yang sudah termodifikasi termausk ojek.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Daya tarik Hutan Wisata Danau Lindu adalah keindahan panorama pegunungan dan pemandangan danau, khususnya bagi wisatawan pejalan kaki dan pendaki gunung. Terdapat lima desa yaitu desa Puroo, Desa Langko, desa Tomado, desa Anca dan desa Olu yang terletak di tepi danau Lindu dan cukup terkenal akan keindahannya. Di wilayah yang berpenduduk dengan luas wilayah ini juga terkenal dengan laboratorium untuk pemeriksaan penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing schistosomiasis yang hanya bisa hidup melalui perantaraan sejenis keong endemik yang juga hanya hidup di beberapa tempat di dunia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]