Situ Patenggang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Situ Patenggang, dari jalan menujunya

Situ Patenggang atau Situ Patengan adalah suatu danau yang terletak di kawasan objek wisata alam Bandung Selatan, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di Ciwidey. Terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik. Situ patenggang juga memiliki pemandangan alam yang asri, karena disekitarnya terdapat hamparan kebun teh.

Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektar. Serta total luas cagar alamnya mencapai 123.077,15 hektar. Situ patenggang selalu menjadi pilihan wisatawan terutama bagi mereka yang baru pulang dari tempat wisata Kawah Putih. Jaraknya dari wisata kawah putih hanya sekitar 7 KM dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.

Mitos Situ Patenggang[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan informasi yang tertera di lokasi wisata, situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.

Lokasi dan transportasi[sunting | sunting sumber]

Situ Patenggang terletak di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Patengan, Kec. Rancabali, Kab. Bandung, Jawa Barat 40973 – Indonesia, Kordinat GPS : S7.163690 - E107.357070, Altitude 1605 meter.

Transportasi

Banyak jalur alternatif yang dapat anda lalui untuk menuju Situ Patenggang, baik itu dari jakarta ke patenggang ataupun dari Bandung ke Patenggang.

Jarak tempuh antara Pusat Kota Bandung pada titk nol (Jalan Asia Afrika) dengan Situ Patenggang berdasarkan Google Maps yaitu 48,3 km / 1 jam 25 menit waktu normal.

Sedangkan dari Jakarta, dengan titik nol (Pelabuhan Sunda Kelapa, Pasar Ikan, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta), jaraknya kurang lebih 203 km / 3 jam 5 menit. Berikut ini, terdapat 4 rute yang pada umumnya sering dilalui oleh para wisatawan dari Jakarta dan Bandung kota.

Rute Jalan dari Jakarta ke Pantenggang:

•    Jakarta: 151 km -> Cipularang: 25.3 km -> Pintu Tol Kopo: 15.3 km -> Soreang: 14.2 km -> Ciwidey: 14.2 km -> Patengan / Patenggang

•    Jakarta: 151 km -> Cipularang: 32.5 km -> Tol Buah Batu: 12.4 km -> Banjaran: 9.1 km -> Soreang: 14.2 km -> Ciwidey: 14.2 km > Patengan / Patenggang

•    Jakarta: 151 km -> Cipularang: 19.6 km -> Leuwi Gajah: 16.9 km -> Soreang: 14.2 km -> Ciwidey: 14.2 km -> Patengan / Patenggang

Rute Jalan dari Jakarta ke Patenggang menggunakan Kendaraan UmumApabila menggunakan kendaraan umum dari Jakarta, anda bisa menggunakan bus jurusan Leuwi Panjang Bandung. Dari sana kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan minibus jurusan Leuwi Panjang – Ciwidey. Dari terminal Ciwidey, ada angkutan kota dengan jalur menuju Patenggang.

•    Jakarta: 164 km -> Leuwi Panjang: 30.2 km -> Ciwidey: 14.2 km -> Patengan/Patenggang.

Rute jalan dari Bandung ke Patenggang :

•    Buah Batu – Situ Patenggang :

Buah Batu => Bojong Soang => Banjaran => Soreang => Ciwidey => Situ Patenggang.

Atau

Buah Batu => Kopo => Soreang => Ciwidey => Situ Patenggang.

•    Majalaya – Patenggang :

Majalaya => Ciparay => Banjaran => Soreang => Ciwidey => Situ Patenggang.

Akomodasi

Tiket masuk[1] ke area wisata adalah Rp18.000 / orang untuk weekday dan Rp.20.500/orang untuk weekend, kemudian untuk kendaraannya bis Rp.22.000/bis, dan untuk mobil roda 4 Rp. 11.000/mobil dan untuk pengendara motor Rp.3.500/motor. Sarana yang tersedia antara lain berupa tempat parkir yang luas, toilet umum, mushala, dan tempat menginap yang berada dibawah pengelolaan Perhutani . Selain itu juga terdapat banyak gazebo yang bisa digunakan untukistirahat di sekitar objek wisata .

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]