Bendera Majapahit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bendera Majapahit
Flag of the Majapahit Empire.svg
Nama Sang Saka Getih Getah Samudra
Sang Saka Gula Kelapa
Pemakaian Lainnya
Perbandingan 3:5
Rancangan 5 garis mendatar berwarna merah (paling atas dan paling bawah) bertukar dengan 4 garis mendatar berwarna putih
Bendera kemaharajaan Majapahit masih dipakai sebagai bendera TNI-AL dalam Kapal Republik Indonesia (KRI) sebagai bendera maritim, dengan nama panji "Ular-Ular Perang"

Sang Saka Getih Getah Samudra adalah sebutan bagi bendera Majapahit. Bendera ini bercorak 5 garis merah dan 4 putih horizontal yang sama lebar, bermula dengan garis merah dan berakhir dengan garis merah yang melambangkan wilayah Nusantara dalam Sumpah Amukti Palapa.

Sampai sekarang bendera ini dikibarkan oleh TNI-AL dalam Kapal Republik Indonesia (KRI) sebagai bendera maritim, dengan nama panji "Ular-Ular Perang".

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sang Saka Getih-Getah atau Sang Saka Gula Kelapa dikibarkan sebagai panji kemenangan pasukan Raden Wijaya (raja pertama Majapahit) dalam pertempuran pertama melawan pasukan Dinasti Yuan dari Tiongkok. Bendera Sang Saka Getih-Getah atau Sang Saka Gula Kelapa pertama kali berkibar, tercatat dalam prasasti Kudadu dengan angka tahun 1292M. Piagam Merah Putih adalah sebutan nama lain dari prasasti Butak.

Pada pertempuran pertama, pasukan Raden Wijaya berhasil mengalahkan dan memukul mundur 3000 pasukan Dinasti Yuan. Ike Mese pimpinan pasukan Mongol (Tartar) tewas di tangan Raden Wijaya dalam pertempuran ini. Dalam perang kedua 1293 M, pasukan Raden Wijaya berhasil mengusir pergi pasukan Mongol (tartar) keluar dari pulau Jawa. Kekalahan pasukan Mongol (Tartar) oleh pasukan Jawa tercatat dan terus dikenang dalam sejarah Tiongkok."Sura Ing Bhaya" yang berarti "keberanian menghadapi bahaya," adalah "sesanti" (doa) yang menandai kemenangan pasukan Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongol (Tartar) dalam pertempuran kedua.[1]

Majapahit kerajaan besar Nusantara didirikan tahun 1293 M. Penyatuan wilayah Nusantara sampai sebagian Asia di bawah panji Surya Majapahit, sudah dimulai dari awal berdirinya kerajaan Majapahit. Mulai dari masa Gayatri - Raden Wijaya, Jayanegara (Kalagemet), Tribuanawijaya Tungga Dewi, sampai Hayam Wuruk, wilayah Nusantara dibawah panji Majapahit bisa terwujud. Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Mahapatih Amungkubumi Gajah Mada adalah salah satu bukti peristiwa sejarah Majapahit dalam menyatukan Nusantara.

Bendera lainnya[sunting | sunting sumber]

Bendera dengan bentuk serupa:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Melihat Kibar Bendera Merah Putih dan Nusantara Sebelum Indonesia". Diakses tanggal 12-03-2018.