Bank Permata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bank Patriot)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Bank Permata Tbk
Publik (IDX: BNLI)
IndustriPerbankan dan komponennya
PendahuluBank Bali
Bank Universal
Bank Prima Express
Bank Artamedia
Bank Patriot
DidirikanJakarta, Indonesia (2002)
PendiriDjaya Ramli
Kantor
pusat
Gedung World Trade Center II, Jakarta, Indonesia
Tokoh
kunci
Ridha DM Wirakusumah, Presiden Direktur
ProdukKeuangan
IndukBangkok Bank
Situs webwww.permatabank.com

Bank Permata atau PermataBank merupakan salah satu bank swasta nasional di Indonesia. Pada tahun 2019, Bangkok Bank mengambil alih PermataBank dan memulai transformasi besar-besaran di dalam organisasi. PermataBank memiliki visi menjadi pelopor dalam memberikan solusi finansial yang inovatif. Melayani lebih dari 2 juta nasabah di 62 kota di Indonesia, per Desember 2018 tercatat PermataBank memiliki 323 cabang, 16 Cabang Bergerak (Mobile Branch), 23 layanan Satu Atap Syariah, 2 payment point, 1018 ATM dengan akses di lebih dari 100.000 ATM (Visa Plus, Visa Electron, MasterCard, Alto, ATM Bersama dan ATM Prima) dan jutaan ATM di seluruh dunia yang terhubung dengan jaringan Visa, MasterCard dan Cirrus. Saat ini adalah PermataBank dipimpin oleh Ridha DM. Wirakusumah sebagai Direktur Utama.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Logo Bank Bali sebelum penggabungan bersama empat bank lainnya membentuk Bank Permata pada tahun 2002

Bank Permata merupakan bank hasil penggabungan dari lima bank di bawah pengelolaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yaitu:

Berdasarkan Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 4/159/KEP.DpG/2002 tanggal 30 September 2002, Bank Indonesia menyetujui penggabungan keempat bank di bawah pengelolaan BPPN ke dalam Bank Bali. Selanjutnya berdasarkan Surat Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 4/162/KEP.DpG/2002 tanggal 18 Oktober 2002, Bank Indonesia menyetujui perubahan nama PT Bank Bali Tbk menjadi PT Bank Permata Tbk. Penggabungan operasional Bank Artamedia dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2002, sedangkan Bank Prima Express pada tanggal 4 November 2002, Bank Universal pada tanggal 18 November 2002 dan Bank Patriot pada tanggal 16 Desember 2002. Proses penggabungan selesai diikuti dengan peluncuran logo Bank Permata pada tanggal 18 Februari 2003. Logo Bank Permata terdiri dari tiga kumpulan warna, yaitu biru, merah dan hijau. Biru mencerminkan keabadian, merah mencerminkan semangat, dan hijau mencerminkan kemakmuran.

Penggabungan lima bank ini merupakan implementasi dari keputusan Pemerintah mengenai Program Restrukturisasi Lanjutan yang dikeluarkan pada tanggal 22 November 2001, yang bertujuan untuk membentuk suatu bank yang memiliki struktur permodalan yang kuat, kondisi keuangan yang sehat dan berdaya saing tinggi dalam menjalankan fungsi intermediasi, dengan jaringan layanan yang lebih luas dan produk yang lebih beragam.

PT Bank Permata Tbk memperoleh izin sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.19371/U.M.II tanggal 19 Februari 1957.

Investasi strategis Bangkok Bank[sunting | sunting sumber]

Pada 13 Desember 2019, grup keuangan terbesar asal Thailand, Bangkok Bank mengumumkan rencananya[1] untuk mengakusisi kepemilikan mayoritas Bank Permata melalui perjanjian jual-beli bersyarat dengan Astra International dan Standard Chartered Bank. Akuisisi tersebut telah diselesaikan hingga mencapai 89,12% pada tanggal 21 Mei 2020.

Komisaris dan Direksi[sunting | sunting sumber]

Dewan Komisaris[sunting | sunting sumber]

  • Komisaris Utama: Chatsiri Sophonpanich
  • Komisaris: Chalit Tayjasanant
  • Komisaris: Chong Toh
  • Komisaris: Niramarn Laisathit
  • Komisaris Independen: Haryanto Sahari
  • Komisaris Independen: Rahmat Waluyanto
  • Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
  • Komisaris Independen: Yap Tjay Soen

Direksi[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Utama: Ridha DM Wirakusumah
  • Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani
  • Direktur Keuangan: Lea Setianti Kusumawijaya
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Dayan Sadikin
  • Direktur Teknologi dan Operasi: Abdy Dharma Salimin
  • Direktur Wholesale Banking: Darwin Wibowo
  • Direktur Retail Banking: Djumariah Tenteram
  • Direktur Unit Usaha Syariah: Herwin Bustaman

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sah! Bangkok Bank Akuisisi Permata, Ini Penjelasan Lengkap". CNBC Indonesia. 2019-12-13. Diakses tanggal 2019-12-13.