Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur)
Lompat ke: navigasi, cari
Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur
Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur
Kuala Lumpur International Airport
吉隆坡国际机场 (Jílóngpō guójì jīchǎng)
கோலாலம்பூர் சர்வதேச விமான நிலையம்
KLIA Logo.png
KLIA MTB&Tower.jpg
Menara pengendali KLIA dan bagian dari bandar udara
IATA: KUL · ICAO: WMKK
Informasi
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah Malaysia
Pengelola Malaysia Airports (Sepang) Sdn Bhd
Melayani Kuala Lumpur, Malaysia Barat
Lokasi Sepang, Selangor, Malaysia Barat
Dibuka 27 Juni 1998
Penghubung untuk
Dibangun 27 Juni 1998
Ketinggian MDPL 71 kaki (21 m)
Koordinat 02°44′44″LU 101°42′35″BT / 2,74556°LU 101,70972°BT / 2.74556; 101.70972Koordinat: 02°44′44″LU 101°42′35″BT / 2,74556°LU 101,70972°BT / 2.74556; 101.70972
Situs web www.klia.com.my
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
14L/32R 13.530 4.124 Beton
14R/32L 13.288 4.056 Beton
14C/32C 13.288 4.056 Beton
Statistik (2016)
Pergerakan penumpang 52,62 juta
Pergerakan angkutan udara dalam ton 882.593
Pergerakan pesawat 371.536

Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (bahasa Inggris: Kuala Lumpur International Airport/KLIA, bahasa Melayu: Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur) adalah bandara internasional utama Kuala Lumpur, Malaysia yang terletak di Sepang, negara bagian Selangor dengan kode IATA KUL.

Dibuka pada 1998, pembangunannya memakan biaya 3,5 miliar Dolar dengan slogan "Bringing the World to Malaysia and Malaysia to the World" ("Membawa dunia pada Malaysia dan Malaysia pada Dunia").

Bandara ini merupakan pangkalan untuk Malaysia Airlines dan Air Asia.

Pada 2011, ia telah mencatat sebanyak 25.915.723 penumpang, menjadikannya bandara ke-14 tersibuk di dunia menurut lalu lintas penumpang internasional.

Operasi dan Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Desain[sunting | sunting sumber]

Bangunan terminal satelit

Desain dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur ini dibuat oleh seorang arsitek asal Jepang, Kisho Kurokawa. Lokasi bangunan terminal didesain dengan menggunakan konsep Bandar Udara di tengah hutan, hutan di dalam Bandara, yang dikelilingi oleh pohon-pohon penghijauan. Konsep ini dilakukan dengan kerjasama dari Institut Penelitian Hutan Malaysia. Keseluruhan hutan hujan ditransplantasikan dari hutan dan diletakkan di tengah-tengah bangunan satelit bandara ini.

Bandara ini didesain untuk menampung hingga 130 juta penumpang per tahun. Selain karena ukurannya, bandara ini didesain agar kepadatan penumpang menyebar ke seluruh penjuru bangunan, dengan tampilan menarik dan tanda-tanda fasilitas yang disediakan dalam bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, bahasa Jepang dan bahasa Arab. Bahkan fasilitas untuk penyandang cacat pun telah sesuai dengan standar dunia.

Luas landasan dan bangunan dari bandara ini 100 km persegi, dan secara teori dapat menampung 100 pergerakan penerbangan kapan saja. Ada 216 kaunter untuk daftar diri disusun dalam 6 lorong. Bandara ini adalah bandara pertama yang menggunakan Sistem Total Manajemen Bandara (dalam bahasa Inggris disebut Total Airport Management System atau disingkat TAMS)- walaupun sistem ini ditunjuk sebagai biang dari beberapa masalah oleh Menteri Perhubungan Ling Liong Sik.

Menara Pengendali Lalu Lintas Udara[sunting | sunting sumber]

Menara kontrol

Ada dua menara pengendali lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuala Lumpur: menara pengendali utama dan menara pengendali landasan.

Menara pengendali utama

Tinggi menara pengendali utama adalah 130 meter dan merupakan menara pengendali lalu lintas udara tertinggi kedua di dunia setelah menara pengendali Bandara Internasional Bangkok. Bentuk menara ini seperti obor olimpiade, menara ini digunakan sebagai tempat untuk mengendalikan sistem lalu lintas udara dan peralatan radar.

Menara pengendali landasan

Menara pengendali landasan bertangung jawab sebagai perbekalan layanan lalu lintas udara kepada penerbangan, pergerakan kendaraan-kendaraan di bagian utara dan selatan dari bangunan terminal selatan dan kawasan landasan kargo.

Frekuensi Pengendali Lalu Lintas Udara:

  • Pengantar Pembersihan Lumpur - 126.00 MHz
  • Daratan Lumpur - 121.65 MHz, 121.80 MHz, 229 MHz
  • Menara Lumpur - 118.50 MHz, 118.80 MHz, 229 MHz
  • Sekitar Lumpur - 119.45 MHz, 124.20 MHz
  • Pelayanan Otomatis Informasi Terminal (Automatic Terminal Information System atau disingkat ATIS) - 126.45 MHz

Landasan[sunting | sunting sumber]

Pesawat di lapangan taksi Bandara Internasional Sepang

KLIA mempunyai 2 landasan paralel, yang panjang keduanya adalah 4000 meter dengan lebar 60 meter. Setiap landasan mempunyai 10 jalur taksi (jalur yang digunakan pesawat sebelum lepas landas) dengan waktu taksi berkisar antar 2 menit hingga 11 menit.

Kedua landasan ini dapat digunakan untuk menangani 120 pergerakan per jam ketika salah satu landasan digunakan untuk lepas landas dan landasan lainnya digunakan untuk mendarat. Setiap landasan juga dilengkapi dengan satu jalan taksi yang lengkap dengan jalur taksi kedua dan Sistem Instrumentasi Pendaratan untuk mengarakan pendaratan penerbangan dengan aman dalam segala situasi cuaca.

Landasan di KLIA sedang dalam proses peningkatan untuk mengakomodasikan pesawat Airbus A380. Perencanaan utama untuk perluasan KLIA termasuk penambahan 2 landasan dan 1 landasan pilihan.

Sistem Penanganan Bagasi[sunting | sunting sumber]

Pengambilan bagasi

Sistem Penanganan Bagasi di KLIA menawarkan daftar diri di 216 kaunter selama 24 jam dan digabungkan dengan pengendali kode bar otomatis dan dilengkapi dengan 4 tingkat pengamanan pengecekan bagasi.

  • 8 kaunter daftar barang di pelataran parkir jangka pendek
  • 8 kaunter daftar barang stasiun bus dan kereta api
  • 3 tingkat sistemn pengecekan pengamanan bagasi
  • Penyimpanan daftar barang yang awal (kapasitas mencapai 1200 tas)
  • 33 km total panjang tali pengantar barang
  • Sebagian dari tali ini menempuh jarak 1.1 km dari bangunan terminal utama ke bangunan satelit.

Sistem penanganan bagasi dibuat oleh Toyo Kanetsu dan pada tahun 2006 kontrak untuk memperpanjang sistem ini dari bangunan utama ke serambi stasiun Jalur Kereta Api Cepat (Express Rail Link atau disingkat ERL) telah diberikan kepada Siemens. Kasus pencurian bagasi dilaporkan secara teratur dan pada tahun 2006, 8 pekerja bandara telah dinyatakan bersalah pada kasus pencurian bagasi.

Penanganan Bagasi dilakukan oleh dua perusahaan, Malaysia Airlines dan Kuala Lumpur Airport Services (KLAS). Sistem oleh Malaysia Airlines menangani hampir seluruh maskapai yang mendarat di KLIA sedangkan KLIAS menangani beberapa maskapai lainnya.

IATA berstuju untuk memudahkan penggunaan RFID antara KL International Airport dan Bandara Hong KOng setelah peresmian RFID chip terkecil di Kuala Lumpur. KLIA akan menajadi bandara kedua yang menggunakan RFID.

Percobaan pengenalan bagasi RFID sedang dilakukan di Kuala Lumpur dan Hong KOng. Pengenalan bagasi dapat diminta pada kounter daftar diri Malaysia Airlines dan Cathay Pacisic. Tapi percobaan ini ditunda dikarenakan permasalahan mendapatkan pencetak.

Penyelamatan Kebakaran[sunting | sunting sumber]

Pelayanan penyelamatan kebakaran bandara (atau Aiport Fire and Rescue Services, juga disingkat AFRS) disediakan untuk penanganan kecelakaan penerbangan di KLIA Sepang. Ada dua stasiun pemadam kebakaran di bandara ini, yaitu:

  • Pemadam Kebakaran Stasiun 1, dengan luas 170.000 kaki persegi dengan jumlah luas lantai hinga 11.400 kaki persegi (1.060 m²)dengan dua tingkat struktur baja.
  • Pemadam Kebakaran Stasiun 2, dengan luas 60.500 kaki persegi dengan jumlah luas lantai hingga 12.900 kaki persegi (1.200 m²) dengan dua tingkat struktur baja.

Kedua stasun pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran dan keselamatan darurat. Ada 7 gerbong persediaan uap, kendaraan Ziegler 8-(8x8) senilai RM 3,8 juta per kendaraan, 1 Perintah dan Kendali, 1 Tangga, 1 kendaraan P3K, 2 gerbong air, 1 kendaraan petugas pemantau, dan 1 gerbong keselamtan untuk kedua stasiun pemadam kebakaran.

Bandara Internasional KLIA adalah bandara kedua di dunia yang dilengkapi dengan cerobong difusi bahan-bahan peledak setelah Bandara Internasional Munich. Difusi dari bahan-bahan peledak tingkat tinggi dapat dihasilkan dari kedua cerobong ini dengan biaya RM 1,6 juta per cerobongnya.

Maskapai bersama destinasinya[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan 
Air Astana Almaty
Air China Beijing-Capital
Air Mauritius Mauritius
AirAsia Alor Setar, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandar Seri Begawan, Bandung, Bangalore, Bangkok-Don Mueang, Bhubaneswar, Bintulu, Changsha, Chennai, Chiang Mai, Clark, Colombo, Da Nang, Denpasar/Bali, Dhaka, Guangzhou, Guilin, Hanoi, Hat Yai, Ho Chi Minh City, Hong Kong, Hyderabad, Jakarta-Soekarno-Hatta, Johor Bahru, Kalibo, Kaohsiung, Kochi, Kolkata, Kota Bharu, Kota Kinabalu, Krabi, Kuala Terengganu, Kuching, Kunming, Labuan, Langkawi, Luang Prabang, Macau, Makassar, Malé, Manado, Manila, Mataram-Lombok, Medan, Miri, Nanning, Padang, Palembang, Pattaya-U Tapao, Pekanbaru, Penang, Phnom Penh, Phuket, Pontianak, Sandakan, Semarang, Shantou, Shenzhen, Sibu, Siem Reap, Singapore, Surakarta/Solo, Surabaya, Surat Thani, Tawau, Tiruchirapalli, Vientiane, Visakhapatnam, Yangon, Yogyakarta
AirAsia X Auckland, Beijing-Capital, Busan, Chengdu, Chongqing, Delhi, Gold Coast, Hangzhou, Honolulu, Jeddah, Kathmandu, Medina, Melbourne, Osaka-Kansai, Perth, Seoul-Incheon, Shanghai-Pudong, Sydney, Taipei-Taoyuan, Tehran-Imam Khomeini, Tokyo-Haneda, Wuhan, Xi'an
All Nippon Airways Tokyo-Haneda, Tokyo-Narita
Bangkok Airways Koh Samui
Batik Air Bandung, Chennai, Denpasar/Bali, Jakarta-Soekarno-Hatta, Manado, Medan
Biman Bangladesh Airlines Dhaka
British Airways London-Heathrow
Cathay Dragon Hong Kong
Cebu Pacific Manila
China Airlines Taipei-Taoyuan
China Eastern Airlines
dioperasikan oleh Shanghai Airlines
Shanghai-Pudong
China Southern Airlines Changsha, Guangzhou
EgyptAir Bangkok-Suvarnabhumi, Cairo
Emirates Dubai-International
Ethiopian Airlines Addis Ababa
Etihad Airways Abu Dhabi
EVA Air Taipei-Taoyuan
Flynas Musiman: Jeddah
Garuda Indonesia Jakarta-Soekarno-Hatta
Himalaya Airlines Kathmandu
Indonesia AirAsia Bandung, Delhi, Denpasar/Bali, Jakarta-Soekarno-Hatta, Makassar, Manado, Mataram-Lombok, Medan, Mumbai, Pekanbaru, Surabaya, Yogyakarta
Indonesia AirAsia X Delhi, Denpasar/Bali, Mumbai
Iraqi Airways Baghdad
Japan Airlines Tokyo-Narita
JC International Airlines Phnom Penh, Sihanoukville
Jetstar Asia Airways Singapore
KLM Amsterdam, Jakarta-Soekarno-Hatta
Korean Air Seoul-Incheon
Lion Air Jakarta-Soekarno-Hatta, Manado, Medan, Padang, Semarang, Surabaya
Lucky Air Kunming
Mahan Air Tehran-Imam Khomeini
Malaysia Airlines Adelaide, Alor Setar, Auckland, Bandar Seri Begawan, Bangalore, Bangkok-Suvarnabhumi, Beijing-Capital, Bintulu, Chennai, Colombo, Delhi, Denpasar/Bali, Dhaka, Fuzhou, Guangzhou, Haikou, Hanoi, Ho Chi Minh City, Hong Kong, Jakarta-Soekarno-Hatta, Jeddah, Johor Bahru, Kathmandu, Kota Bharu, Kota Kinabalu, Kuala Terengganu, Kuantan, Kuching, Labuan, Langkawi, London-Heathrow, Manado, Manila, Medan, Melbourne, Miri, Mumbai, Nanjing, Osaka-Kansai, Penang, Perth, Phnom Penh, Phuket, Sandakan, Seoul-Incheon, Sibu, Siem Reap, Singapore, Sydney, Taipei-Taoyuan, Tawau, Tokyo-Narita, Wuhan, Xiamen, Yangon
Musiman: Medina
Malindo Air Amritsar, Bangkok-Don Mueang, Bandung, Brisbane, Chittagong, Colombo, Delhi, Denpasar/Bali, Dhaka, Guangzhou, Haikou, Hanoi, Ho Chi Minh City, Hong Kong, Jakarta-Soekarno-Hatta, Jeddah, Johor Bahru, Kathmandu, Kochi, Kota Bharu, Kota Kinabalu, Kuching, Lahore, Langkawi, Manado, Medan, Mumbai, Penang, Perth, Phnom Penh, Phuket, Sanya, Singapore, Taipei-Taoyuan, Thiruvananthapuram, Tiruchirapalli, Wuhan, Yangon
Musiman: Christmas Island
Mega Maldives Malé
Myanmar Airways International Yangon
Nepal Airlines Kathmandu
Oman Air Muscat
Pakistan International Airlines Islamabad, Karachi, Lahore, Peshawar
Philippine Airlines Manila
Philippines AirAsia Cebu, Manila
Qatar Airways Doha
Regent Airways Dhaka
Royal Brunei Airlines Bandar Seri Begawan
Royal Jordanian Amman-Queen Alia, Bangkok-Suvarnabhumi
Saudia Jeddah, Medina, Riyadh
Shenzhen Airlines Shenzhen
SilkAir Singapore
Singapore Airlines Singapore
SriLankan Airlines Colombo
Thai AirAsia Bangkok-Don Mueang, Hat Yai
Thai Airways Bangkok-Suvarnabhumi
Thai Smile Bangkok-Suvarnabhumi
Tigerair Singapore
US-Bangla Airlines Dhaka
Uzbekistan Airways Singapore, Tashkent
VietJet Air Ho Chi Minh City
Vietnam Airlines Hanoi, Ho Chi Minh City
Xiamen Airlines Fuzhou, Xiamen
Kota-kota yang memiliki koneksi dengan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur.

Kargo[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan 
Cargolux Baku, Chennai, Luxembourg, Singapore, Zhengzhou
China Airlines Cargo Chennai, Luxembourg, Penang, Taipei-Taoyuan
FedEx Express Cebu, Guangzhou, Penang, Singapore, Tokyo-Narita
Gading Sari Kota Kinabalu, Kuching, Miri
Hong Kong Airlines Hong Kong
Korean Air Cargo Penang, Seoul-Incheon
MASkargo Amsterdam, Baku, Bangalore, Chennai, Chongqing, Dhaka, Guangzhou, Hanoi, Hong Kong, Jakarta-Soekarno-Hatta, Kota Kinabalu, Kuching, Labuan, Manila, Penang, Shanghai-Pudong, Sydney, Taipei-Taoyuan, Tokyo-Narita, Zhengzhou
Republic Express Airlines Jakarta-Soekarno-Hatta
Silk Way Airlines Amsterdam, Baku
Uni-Top Airlines Shenzhen
UPS Airlines Anchorage, Atlanta, Bangkok-Suvarnabhumi, Chicago-O'Hare, Dallas/Fort Worth, Hong Kong, Los Angeles, Louisville, Manila, Miami, Mumbai, New York-JFK, Osaka-Kansai, Seoul-Incheon, Shenzhen, Taipei-Taoyuan, Tokyo-Narita, Toronto-Pearson, Vancouver

Galeri[sunting | sunting sumber]

Panoramic view Gedung Terminal Utama

Referensi[sunting | sunting sumber]