Purbolinggo, Lampung Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Purbolinggo
Kecamatan

Purbolinggo-view.jpg

Peta Purbolinggo
Peta lokasi Kecamatan Purbolinggo
Negara  Indonesia
Provinsi Lampung
Kabupaten Lampung Timur
Pemerintahan
 • Camat Sahrun, S.Pd.,M.IP
Kodepos 34192
Luas 61,59 km² atau 6.158,50 Ha
Jumlah penduduk 41.783 jiwa (2015)
Kepadatan 678 jiwa/km²
Desa/kelurahan 12 Desa, 59 Dusun
Pblsvg.svg

Purbolinggo adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Indonesia. Ibu Kota Kecamatan Purbolinggo berkedudukan di Desa Taman Fajar. Kecamatan ini memiliki jumlah penduduk sebesar 41.783 jiwa dengan luas wilayah 61,59 km2 atau 6.158,50 Ha. Wilayah Kecamatan Purbolinggo saat ini memiliki 12 Desa/ Kelurahan [1] dengan 59 Dusun.

Mata pencaharian utama penduduk Purbolinggo adalah pada sektor pertanian. Pada sektor ini kemajuan di bidang pertanian sudah maju yang ditandai dengan penghargaan petani berprestasi oleh Presiden Joko Widodo mendapatkan predikat juara 1 Kelompok Tani berprestasi tingkat Provinsi[2].

Bidang pendidikan menjadi prioritas untuk kecamatan ini, terdapat dua sekolah yang menjadi percontohan yaitu SMP Negeri 1 Purbolinggo dan SMA Negeri 1 Purbolinggo merupakan sekolah favorit di Purbolinggo bahkan tingkat Kabupaten.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Profil[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Purbolinggo saat ini mempunyai 12 kelurahan/desa serta 59 Dusun dengan penduduk 41.783 jiwa dengan total perumahan baik permanen ataupun semi permanen adalah 11.345 perumahan rakyat.[3]

Tabel Desa, Luas dan Penduduk di Wilayah Purbolinggo
No Nama Desa Luas (km2) Dusun (buah) Penduduk (jiwa)
1. Taman Asri 5,85 4 3.571
2. Taman Bogo 5,49 5 4.376
3. Tambah Dadi 5,05 4 3.406
4. Taman Cari 6,09 5 4.048
5. Taman Endah 5,02 4 3.022
6. Taman Fajar 4,80 6 3.539
7. Tegal Gondo 3,45 4 1.809
8. Toto Harjo 4,54 5 3.837
9. Tambah Luhur 4,50 4 2.102
10. Tanjung Inten 5,31 6 4.763
11. Tegal Yoso 5,37 6 3.294
12 Tanjung Kesuma 6,11 6 4.016
Total Keseluruhan 61,59 59 41.783

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Secara geografis batas wilayah Kecamatan Purbolinggo [1]:

Iklim dan cuaca[sunting | sunting sumber]

Secara umum iklim di Indonesia beriklim tropis yang mana iklim tersebut terdapat dua musim di dalamnya diantaranya Musim Penghujan dan Musim Kemarau. Begitu juga dengan kecamatan Purbolinggo yang mempunyai iklim tropis dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim Kemarau berada di antara bulan Juni hingga Nopember, sedangkan Musim Penghujan berada antara bulan Desember hingga Mei. Suhu udara di Purbolinggo terbilang relatif sedang, terbilang suhu udara saat kemarau mencapai 33oC, sedangkan saat musim penghujan suhu udara terendah tercatat 22oC. Suhu rata - rata di wilayah Purbolinggo adalah 27,8oC.

Data iklim Purbolinggo, Lampung Timur
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.1
(86.2)
30.5
(86.9)
31.1
(88)
31.8
(89.2)
31.9
(89.4)
31.5
(88.7)
31.4
(88.5)
31.7
(89.1)
31.9
(89.4)
32.4
(90.3)
31.9
(89.4)
31.0
(87.8)
31.43
(88.58)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.8
(73)
22.6
(72.7)
22.8
(73)
22.8
(73)
22.7
(72.9)
22.1
(71.8)
22.0
(71.6)
21.9
(71.4)
22.2
(72)
22.6
(72.7)
22.8
(73)
22.8
(73)
22.51
(72.51)
Presipitasi mm (inci) 343
(13.5)
287
(11.3)
274
(10.79)
198
(7.8)
148
(5.83)
126
(4.96)
77
(3.03)
77
(3.03)
86
(3.39)
104
(4.09)
186
(7.32)
296
(11.65)
2.202
(86,69)
Rata-rata hari hujan 28 25 25 20 11 7 4 0 0 9 16 24 158
Sumber: CLIMATE-DATA.ORG[4]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Al-Falaq merupakan Masjid Raya terbesar di Purbolinggo, Lampung Timur

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk di Purbolinggo menganut agama Islam. Hal ini ditunjang dengan banyaknya tempat ibadah umat Islam (Masjid dan Mushola) di setiap masing - masing Desa. Selain Islam sebagai agama mayoritas, penganut agama lain, diantaranya adalah Kristen, dan Katolik dan Sebagian Hindu[3]. Presentase : Islam adalah 98,38 %, Katolik 0,92 %, Kristen 0,7 %, dan Kepercayaan Lain seperti Hindu = 0,001%

Etnis[sunting | sunting sumber]

Etnis Jawa mendominasi penduduk Kecamatan Purbolinggo. Etnis lain yang mudah ditemui adalah Lampung dan Sunda. Desa Tambah Luhur dan Tanjung Kesuma banyak dijumpai warga etnis Sunda, dan untuk etnis Lampung tersebar di semua wilayah desa di kecamatan Purbolinggo.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Jawa adalah bahasa yang mendominasi semua warga Purbolinggo dalam bertutur kata dengan masyarakat setempat. Di samping Bahasa Jawa sebagai bahasa dominasi penggunaan Bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua yang digunakan. Penggunaan Bahasa Indonesia mayoritas digunakan pada sistem pendidikan seperti di sekolah, retail maupun lembaga lain seperti kursus dan sebagainya. Purbolinggo merupakan wilayah transmigran yang datang dari pulau Jawa dan menetap di propinsi Lampung. Selain bahasa tersebut Bahasa lokal Bahasa Lampung dan Bahasa Sunda sering diucapkan di wilayah ini.

Mata pencaharian penduduk[sunting | sunting sumber]

Patung Tani merupakan icon wilayah Purbolinggo yang melambangkan mata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam

Mata pencaharian penduduk Purbolinggo adalah pada sektor Pertanian, Perdagangan, dan Jasa. Mayoritas dalam bercocok tanam baik di persawahan maupun perkebunan. Selain ini pada sektor peternakan juga sering dijumpai.[3]

Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sedang diberdayakan oleh masyarakat setempat bertempat di Desa Tegal Gondo yang bertujuan untuk memelihara kesehatan masyarakat setempat yang berasal dari alam dan dapat meningkatkan kebugaran[5].

Layanan publik[sunting | sunting sumber]

Pusat perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Tradisional[sunting | sunting sumber]

Swalayan[sunting | sunting sumber]

Perbankan[sunting | sunting sumber]

Balai penelitian dan pemerintahan[sunting | sunting sumber]

  • Kebun Percobaan Taman Bogo
  • Balai Benih Dinas Kelautan dan Perikanan
  • UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)
  • Kantor Kecamatan Purbolinggo
  • Balai Pertemuan / Balai Desa

Ciri Khas[sunting | sunting sumber]

Hiburan/rekreasi[sunting | sunting sumber]

Sarana olahraga[sunting | sunting sumber]

  • Lapangan Sepak Bola Taman Asri
  • Fitness Centre
  • Futsall Indoor
  • Billiard Center Sejuk Permai

Tempat ibadah[sunting | sunting sumber]

Masjid[sunting | sunting sumber]

Gereja[sunting | sunting sumber]

Keamanan[sunting | sunting sumber]

Militer[sunting | sunting sumber]

  • KORAMIL 411-11/PURBOLINGGO

Kepolisian[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

PAUD/TK[sunting | sunting sumber]

  • TK Aba Aisyiyah Purbolinggo

SD/Mi[sunting | sunting sumber]

SMP/MTs[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalan Raya[sunting | sunting sumber]

Kondisi jalan di wilayah Purbolinggo sangat jauh dari kata layak, tercatat data kondisi jalan di wilayah Purbolinggo menyebutkan bedasarkan data (2015), kondisi Jalan Aspal 32,37%, kondisi Jalan Diperkeras 40,46%, dan kondisi Jalan Tanah 27,17%[1]. Namun saat ini perbaikan kondisi jalan di Purbolinggo sudah mulai berjalan dengan baik yang ditandai dengan perbaikan jalan ruas utama Kecamatan sudah diperbaiki yang ditunjukan dengan pengaspalan kembali jalan Bungur Raya di Desa Tanjung Kesuma dan jalan di Desa Taman Asri[6]. Pembangunan jalan desa dan siring sudah menunjukan adanya kemajuan di kecamatan ini.

Akses masuk ke Kecamatan Purblinggo dapat melalui Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera rute AH 25 yang melewati Desa Tambah Dadi, Desa Taman Fajar, Desa Tegal Yoso dan Desa Tanjung Kesuma dan Jalan akses Kota Metro - Sukadana.

Angkutan Umum[sunting | sunting sumber]

Angkutan umum yang beroperasi antara lain :

Media massa

Televisi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Purbolinggo terdapat 18 stasiun televisi lokal diantaranya sebagai berikut ;

Surat Kabar[sunting | sunting sumber]

Telekomunikasi[sunting | sunting sumber]

Jaringan telekomunikasi saat ini sudah berkembang pesat di Indonesia, berikut merupakan jaringan telekomunikasi yang ada di wilayah Purbolinggo, Lampung Timur diantaranya ;

Tragedi[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c https://lampungtimurkab.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Kecamatan-Purbolinggo-Dalam-Angka-2016.pdf
  2. ^ "3 Petani asal Lampung Timur Akan Dapat Penghargaan dari Jokowi". Kupastuntas.co (dalam id-ID). 2016-08-14. Diakses tanggal 2016-10-10. 
  3. ^ a b c "Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Timur". lampungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2016-10-10. 
  4. ^ "https://id.climate-data.org/location/583986/". June 2012. 
  5. ^ "Website Resmi Kabupaten Lampung Timur". www.lampungtimurkab.go.id. Diakses tanggal 2016-10-10. 
  6. ^ http://radarmetro.com/index.php/2016/08/03/baru-sebulan-diperbaiki-jalan-rusak-lagi/
  7. ^ Tempo.Co. "Bentrok Lampung Timur, Suasana Masih Mencekam | nusa | tempo.co". Tempo News. Diakses tanggal 2016-10-10. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 4°58′01″LS 105°30′44″BT / 4,9668591°LS 105,5122694°BT / -4.9668591; 105.5122694