Lorong Waktu (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lorong Waktu
Lorongwaktu3.jpg
Poster Lorong Waktu musim ketiga (2001)
Genre
PembuatDeddy Mizwar
PengarangWahyu HS
Sutradara
Pemeran
Penggubah lagu
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
No. musim6
No. episode207 (daftar episode)
Produksi
Produser eksekutifDeddy Mizwar
ProduserR. Giselawaty Wiranegara
Durasi
  • 20 menit
  • 40 menit (musim keenam)
Rilis
Jaringan penyiar
Format gambarResolusi standar (4:3)
Format audioStereo
Tanggal tayang asli9 Desember 1999 (1999-12-9) –
8 Juli 2006 (2006-7-8)
Kronologi
Acara terkaitLorong Waktu (animasi) (2019)
Pranala luar
Situs web produksi

Lorong Waktu adalah sinetron religi bertema fiksi ilmiah yang dibuat oleh Deddy Mizwar dengan penulis naskah skenario Wahyu H.S. serta disutradarai oleh Aldisar Syafar dan Deddy Mizwar sendiri. Tampil sebagai pemeran utama dalam sinetron ini antara lain Deddy Mizwar, Jourast Jordy, Hefri Olifian, Christy Jusung dan masih banyak lagi. Sinetron ini diproduksi oleh Demi Gisela Citra Sinema dan ditayangkan oleh SCTV pada tahun 1999 bertepatan dengan bulan Ramadan 1420 H. Sinetron ini kemudian dilanjutkan oleh lima sekuel lainnya sampai penayangan terakhirnya pada tahun 2006. Pada tahun 2019, sinetron ini dibuat ulang dalam format animasi dengan judul yang sama dan ditayangkan selama bulan Ramadan tetap oleh stasiun televisi SCTV.

Merujuk kepada beberapa media salah satunya Vice, sinetron ini secara umum dianggap sebagai sinetron Indonesia bertema religi terbaik sepanjang masa.[1] Sementara Kompas menyebutkan sinetron Lorong Waktu sebagai sinetron religi yang paling dirindukan oleh pemirsanya dan dianggap tidak pernah basi meskipun sudah tamat sejak tahun 2006.[2]

Plot[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini mengisahkan petualangan Haji Husin, Ustaz Addin dan santri cilik bernama Zidan. Ustaz Addin adalah seorang pemuda yatim-piatu yang dianggap anak oleh Haji Husin dan memiliki skill dalam bidang teknologi informasi. Ia menemukan mesin waktu yang kemudian membawa Haji Husin dan Zidan bertualang lintas masa baik ke masa lalu ataupun masa depan.

Pada musim kedua, masuk karakter baru yaitu mantan pencuri bernama Havid dan mantan paranormal bernama Sabrina. Havid merupakan seorang yang buta huruf dan memiliki niat kuat untuk bertobat dan hijrah mengubah nasibnya. Sementara Sabrina sebelumnya ditemui oleh Haji Husin dan Zidan di alam lorong waktu sebelum kemudian mereka saling bertemu di dunia nyata. Seiring waktu Ustaz Addin memiliki ketertarikan pada Sabrina dan begitu juga sebaliknya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah di akhir musim. Momen ijab kabul mereka sendiri dimunculkan di awal musim ketiga.

Dalam perjalanan menembus lorong waktu di musim ketiga, Haji Husin dan Zidan serta beberapa murid lainnya menemui berbagai kejadian maupun tokoh-tokoh unik yang secara tidak langsung memberikan pelajaran berharga dalam menghayati nilai-nilai kehidupan yang lebih baik. Mulai dari kisah pencuri kain kafan, pedagang kecil yang doanya lebih makbul ketimbang imam masjid, pemuda yang jujur yang direpotkan oleh sebutir jeruk, Mpu Gandrung yang merupakan saudara jauhnya Mpu Gandring yang membuat keris, kyai unik bernama Aa Gyman, dukun setan dan banyak lainnya. Sementara itu, dua murid Haji Husin yang sekaligus bertugas sebagai pengurus masjid, Havid dan Jambrong pada perkembangannya jatuh cinta pada gadis yang sama. Keseharian masjid diwarnai aneka muslihat untuk berkompetisi merebut cinta sang gadis yang bernama Adinda. Di akhir musim Adinda akhirnya memilih Havid sebagai pasangan hidupnya.

Pada awal musim keempat, Sabrina, istri Ustaz Addin, hamil muda dan menjadi sangat sensitif. Sebagai suami dan calon ayah yang bertanggung jawab, Ustaz Addin berusaha memenuhi tuntutan ngidam istrinya. Di akhir musim ini muncul kejutan lain yaitu kedatangan mantan narapidana yang juga merupakan teman Jambrong dan Havid bernama Jagur yang berniat bertobat dan memohon untuk bisa menjadi murid Haji Husin. Haji Husin menerima, namun kekhawatiran muncul di hati Jambrong dan Havid, karena Jagur dulunya adalah seorang penjahat. Namun ternyata mereka salah besar, sebab Jagur telah 100% berhijrah dan untuk membuktikannya ia bahkan meminta Zidan untuk menghapus tato dilengannya.

Pada musim kelima, Havid dan Jambrong, yang masing-masing sudah berkeluarga, mendapat tugas baru sebagai pengelola usaha perkebunan yang didanai yayasan mesjid. Jagur mengambil alih sebagai marbot penjaga mesjid. Ustaz Addin melakukan modernisasi pada peralatan mesin waktunya dengan dikendalikan melalui laptop dan cara pengirimannya kali ini bisa dari mana saja selama para rekannya memakai gawai yang dikembangkan Ustaz Addin. Sabrina telah melahiran anak laki-laki yang ia beri nama Firdaus.

Untuk musim keenam atau terakhir, cerita Lorong Waktu lebih banyak berkecimpung di permasalahan keluarga. Firdaus, putra Ustaz Addin dan Sabrina, kini sudah memasuki usia sekolah dan Sabrina disibukan oleh tingkah polah putranya yang nakal. Haji Husin masih belum berhenti berharap diberi kesempatan menikah lagi seiring usianya yang semakin menua dan kini sudah ditinggalkan murid-murid kesayangannya yang sibuk mengurus keluarga masing-masing. Ia lantas berkenalan dan tertarik dengan seorang wanita bernama Aini yang ia harapkan menjadi pelabuhan hatinya yang terakhir. Sementara itu Havid dan Jambrong kini sudah sukses membangun perkebunan yang didanai yayasan mesjid dan Jagur yang baru menikah ingin mencoba membangun keluarga kecilnya dengan bahagia.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Karakter utama[sunting | sunting sumber]

Aktor Deddy Mizwar berperan sebagai Haji Husin.
Aktor Dicky Chandra berperan sebagai Ustaz Addin untuk musim kedua.
  • Haji Husin — Asal usul Haji Husin tidak diketahui secara pasti, dalam episode kedua musim pertama diceritakan saat muda ia pernah menjadi juru masak masa pra-kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan seorang penjaga mesjid yang memiliki beberapa murid diantaranya Ustaz Addin, Zidan, Sabrina, Havid, Jambrong dan Jagur. Istrinya diceritakan sudah tiada. Dalam salah satu episode di musim kedua, sahabat Haji Husin yaitu Kyai Firman sempat memberikan clue bahwa Haji Husin adalah seorang pertobatan sebelum kemudian ia menunaikan ibadah haji dan memutuskan untuk memperdalam ilmu agama Islam. Karakter Haji Husin diperankan oleh Deddy Mizwar dari musim kesatu sampai musim keenam.
  • Ustaz Addin — Anak angkat Haji Husin. Seorang yatim-piatu sejak masih kecil, ia mendapatkan bimbingan dari Haji Husin sekaligus mendapat pendidikan formal hingga akhirnya bisa menjadi seorang ahli teknik komputer. Ia merupakan pengembang program lorong waktu. Ia menikah dengan mantan paranormal bernama Sabrina. Karakter Ustaz Addin diperankan oleh Adjie Pangestu pada musim pertama, Dicky Chandra pada musim kedua dan Hefri Olifian sejak musim ketiga sampai musim keenam.
  • Zidan — Santri pengajian cilik di mesjid yang dikelola Haji Husin dan Ustaz Addin. Ia sebetulnya tidak sengaja terlibat dalam proyek lorong waktu karena sempat bersembunyi di lab Ustaz Addin sampai kemudian Ustaz Addin tanpa sengaja mengirimnya ke tahun 1945 sebelum kemudian ditolong oleh Haji Husin. Zidan bersahabat dekat dengan Havid dan Jambrong. Karakter Zidan diperankan oleh Jourast Jordy dari musim kesatu sampai musim keenam.
  • Sabrina — Seorang mantan paranormal yang awalnya ditemui oleh Haji Husin dan Zidan di lorong waktu. Ia sempat nyaris dibunuh oleh para perampok yang akan memasuki rumahnya sebelum ditolong oleh Haji Husin dan Zidan. Pada awalnya Haji Husin yang seorang duda sempat naksir pada Sabrina sebelum kemudian ia melihat bahwa ternyata muridnya yaitu Ustaz Addin juga naksir pada Sabrina. Haji Husin kemudian menyerah dan mengalah. Sabrina kemudian menikah dengan Ustaz Addin dan memiliki satu orang anak. Karakter Sabrina diperankan oleh Christy Jusung di musim kedua sampai keempat, Aditya Novika di musim kelima dan Zaskia Adya Mecca di musim keenam.
  • Havid — Seorang mantan pencuri yang bertobat dan menjadi murid Haji Husin. Pada beberapa episode awal di musim kedua, Havid mencoba menyembunyikan kenyataan bahwa ia seorang buta huruf dan tidak bisa berhitung. Ia akhirnya tidak bisa mengelak saat Haji Husin mendapatinya tidak bisa memberikan kembalian kepada pembeli koperasi mesjid. Pada musim ketiga Havid bertemu dengan pasangan hidupnya yaitu Adinda yang sebelumnya sempat juga ditaksir oleh Jambrong. Karakter Havid diperankan oleh Opie Kumis dari musim kedua sampai musim keenam.
  • Jambrong — Seorang mantan preman yang bertobat dan menjadi murid Haji Husin. Ia teman baik dari Havid dan Jagur. Ia mulai dimasukan ke alur cerita pada musim ketiga dan sempat bersaing dengan Havid untuk memperebutkan Adinda. Ia kemudian menikah dengan Vira. Karakter Jambrong diperankan oleh Ramdhani Qubil AJ dari musim ketiga sampai musim keenam.
  • Jagur — Seorang mantan narapidana yang bertobat dan menjadi murid Haji Husin. Pada awal kemunculannya ia sempat ditolak oleh Havid dan Jambrong. Untuk membuktikan kesungguhannya bertobat, Jagur meminta Zidan menyetrika tato dilengannya. Karakter Jagur diperankan oleh Asrul Dahlan sejak akhir musim keempat sampai musim keenam dengan logat Batak khas sesuai asal kampung halaman sang aktor.

Gawai[sunting | sunting sumber]

Dalam perjalanan menjelajah lorong waktu, Ustaz Addin memiliki dan memberikan beberapa gawai kepada Haji Husin, Zidan ataupun Sabrina sebagai alat komunikasi. Alat-alat tersebut antara lain:

  • Komputer dan mesin waktu — Pengendali utama sistem lorong waktu, berbentuk komputer desktop (dari musim pertama sampai keempat dan musim keenam) dan komputer laptop (di musim kelima).
  • Komunikator 2000 — Alat komunikasi utama yang muncul di musim pertama dengan bentuk menyerupai roket mini.
  • Jam tangan komunikator — Muncul di awal-awal episode pada musim kedua, berbentuk jam tangan yang bisa dipakai berkomunikasi dua arah. Versi terbaru dari gawai ini muncul di musim kelima dan dipakai oleh Zidan, Havid dan Jambrong.
  • Telepon genggam video — Muncul di pertengahan musim kedua, berbentuk telepon genggam lipat yang bisa dipakai berkomunikasi dua arah.
  • Jam saku komunikator — Muncul di musim kelima, bentuk fisik seperti jam saku biasa tetapi memiliki kemampuan komunikasi dua arah.

Karakter pendukung[sunting | sunting sumber]

  • Aura — Seorang gadis yatim-piatu yang sempat menyukai Ustaz Addin di musim pertama. Ia bersaing dengan Lestari yang juga sama-sama menyukai Ustaz Addin. Tetapi karena satu dan lain hal kedua gadis ini tidak ada satupun yang dipilih oleh Ustaz Addin untuk menjadi pendamping hidupnya. Karakter Aura diperankan oleh Lenia Masagantha.
  • Lestari — Seorang gadis yang sempat menyukai Ustaz Addin di musim pertama. Ia bersaing dengan Aura yang juga sama-sama menyukai Ustaz Addin. Tetapi karena satu dan lain hal kedua gadis ini tidak ada satupun yang dipilih oleh Ustaz Addin untuk menjadi pendamping hidupnya. Karakter Lestari diperankan oleh Irma Safitri.
  • Intan — Seorang gadis yang merupakan teman Ustaz Addin sejak masih anak-anak. Ia diminta Ustaz Addin untuk berpura-pura menjadi pacarnya dan membuat Sabrina cemburu. Karena tidak mau menjadi masalah yang panjang, Intan akhirnya berterus terang pada Sabrina tentang apa yang sebenarnya terjadi dan meminta Ustaz Addin untuk berbaikan dengan Sabrina. Ia kemudian muncul sebagai pendamping Sabrina dalam acara lamaran yang dilakukan oleh Ustaz Addin. Karakter Intan hanya muncul di musim kedua dan diperankan oleh Fitri Kurnia.
  • Ayah dan Ibu Zidan — Ayah Zidan berprofesi sebagai insinyur, sementara ibu Zidan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pada musim kedua diceritakan bahwa ibu Zidan adalah seorang ibu lurah yang menandakan bahwa suaminya berprofesi sebagai pegawai negeri sipil. Karakter ayah Zidan diperankan oleh Diaz Erlangga pada musim pertama sampai ketiga, Hedi Yunus pada musim keempat dan Tabah Penemuan pada musim kelima. Sementara karakter ibu Zidan diperankan oleh Anggia Jelita.
  • Kakek dan Nenek Zidan — Muncul di episode keempat musim pertama. Merasa kesal pada ayah dan ibu Zidan karena jarang berkunjung menengok. Karakter kakek dan nenek Zidan diperankan oleh Wingky Harun dan Indriana Indriyanti.
  • Kyai Firman — Seorang kyai senior yang menjadi guru pertobatan dari Haji Husin. Ia juga menjadi orang tua angkat tidak resmi dari Sabrina dan mempertemukannya dengan Haji Husin dan kemudian Ustaz Addin. Karakter Kyai Firman diperankan oleh Eman Sulaiman.
  • Adinda — Istri dari Havid, muncul pertama kali di musim ketiga dan sempat juga diperebutkan oleh Jambrong. Karakter Adinda diperankan oleh Irma De Vanty.
  • Jamil dan Istrinya — Ayah dan ibunda dari Adinda. Jamil sendiri adalah teman seperjuangan Haji Husin saat mereka masih muda. Karakter Jamil muncul di musim ketiga dan diperankan oleh Gito Rollies sementara karakter istrinya diperankan oleh Elly Ermawati.
  • Vira — Istri dari Jambrong, muncul sejak musim kelima. Bersama Adinda ia dipercaya mengelola sebuah warung makan yang dibina oleh yayasan mesjid. Karakter Vira diperankan oleh Ayu Pratiwi pada musim kelima dan Annisa Suci Wulandari pada musim keenam.
  • Sofia — Saudara perempuan dari ibunda Zidan. Memiliki masalah rumah tangga dengan suaminya yang berujung perceraian talak tiga sebelum kemudian suaminya mengajaknya untuk rujuk. Haji Husin berniat membantunya dalam persoalan ini dengan mengajaknya menikah supaya ia bisa kembali menikah ulang dengan mantan suaminya. Karakter Sofia diperankan oleh Inneke Koesherawati.
  • Jardin — Teman dari Jambrong yang meminta konsultasi kepada Haji Husin. Ia sempat naksir kepada Sabrina yang membuat Jambrong mengingatkannya bahwa Sabrina sudah memiliki suami. Karakter Jardin muncul di musim ketiga dan diperankan oleh Agus Kuncoro.
  • Firdaus — Anak laki-laki dari pasangan Ustaz Addin dan Sabrina. Pertama muncul di musim kelima saat diceritakan masih bayi. Ia lantas memasuki usia sekolah dasar di musim keenam. Karakter Fidaus bayi diperankan oleh Ferdiansyah sementara Firdaus cilik diperankan oleh Emir Alviandri Akram.
  • Ibunda Jagur — Muncul di musim kelima. Ia datang atas panggilan anaknya yang akan menikah dengan Annisa. Ia membawa 'oleh-oleh' yang kemudian juga digunakan sebagai mahar pernikahan putranya yaitu emas batangan murni. Karakter ibunda Jagur diperankan oleh Cut Harilda dengan logat Batak khas meskipun aktris Cut Harilda aslinya berasal dari Aceh.
  • Annisa — Adik kandung dari Jambrong. Menikah dengan Jagur di musim kelima dan ikut membantu suaminya mengelola usaha perkebunan yang dibina oleh yayasan mesjid. Karakter Annisa diperankan oleh Linda Leona.
  • Anjas — Seorang pegawai perkebunan yang berada dibawah supervisi Havid dan Jambrong. Memiliki keterbatasan fisik yaitu kesulitan berbicara dengan jelas dan sifatnya yang terlalu lugu. Karakter Anjas muncul di musim kelima dan diperankan oleh Chaerul Yusuf.
  • Aini — Seorang pebisnis agrikultur yang tertarik menjadi rekanan dari perkebunan yang diurus trio Havid, Jambrong dan Jagur. Seiring waktu karena sering berkonsultasi dengan Haji Husin, lambat laun keduanya menjadi sangat akrab dan muncul keinginan Haji Husin untuk menjadikannya tambatan hati namun sempat terkendala orang tua Aini yang menganggap Haji Husin sudah terlalu tua. Karakter Aini muncul di musim keenam dan diperankan oleh Cheche Kirani.
  • Engkong Icung — Seorang pedagang balon gas keliling yang diusir oleh istrinya karena permasalahan rumah tangga dan kemudian meminta Haji Husin untuk menerimanya menjadi marbot mesjid. Karakter Engkong Icung muncul di musim keenam dan diperankan oleh Sujarwo.

Karakter lainnya[sunting | sunting sumber]

Beberapa aktor dan aktris juga berperan sebagai karakter one-off untuk satu atau dua episode diantaranya Anwar Fuady, Rahman Yakob, Pietrajaya Burnama, Ujang Ronda, Ali Bustomi, Eddies Adelia, Rifat Sungkar, Rachel Amanda dan Senandung Nacita.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini merupakan sinetron religi pertama di Indonesia yang mengembangkan konsep fiksi ilmiah. Menurut Deddy Mizwar, basis pengambilan alur cerita didasarkan pada Surah Al-'Asr (bahasa Arab: سورة العصر‎) yang berarti waktu/masa. Sehingga menurut Deddy, konsep cerita sinetron ini adalah mengisahkan bahwa semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali mereka yang selalu beramal saleh saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Selain itu inspirasi lain yang menjadi dasar sinetron ini adalah Isra Mikraj-nya Nabi Muhammad. Banyak di antara sahabat Nabi yang tidak percaya bahwa Nabi bisa melakukan perjalanan sampai Sidratul Muntaha dalam waktu semalam saja, tapi ternyata memungkinkan jika Allah SWT mengizinkan.[4]

Dalam penulisan skenario setiap episodenya sendiri, Deddy mempercayakannya kepada Wahyu HS. Maka ditambahkan jugalah imajinasi seperti Zidan bertemu Pangeran Diponegoro, Superman sampai Malin Kundang. Tentu dengan penambahan alur komedi supaya cerita bisa terlihat menarik tetapi tetap tidak keluar dari kaidah dakwah.[4]

Meskipun tidak signifikan, beberapa pihak juga menganggap Lorong Waktu terinspirasi dari karya-karya mainstream seperti misal The Time Machine karya H. G. Wells dan waralaba media Back to the Future karya Steven Spielberg.[5] Ada juga kesamaan ide dengan serial Quantum Leap di era 90-an yang juga memakai ide mesin waktu. Meski mungkin ide sinetron Lorong Waktu bukan orisinal, tapi termasuk sesuatu yang baru bagi dunia sinetron Indonesia.

Pemilihan pemeran[sunting | sunting sumber]

Dari enam musim sinetron Lorong Waktu, hanya karakter Haji Husin yang diperankan Deddy Mizwar dan Zidan yang diperankan oleh Jourast Jordy yang pemerannya tetap sama sejak awal sampai akhir. Bagi Jourast Jordy, perannya sebagai Zidan diakui sebagai pembuka kesuksesannya berkarier meski sejak 2012 ia mengundurkan diri dari dunia seni peran.[6] Jourast menyebut ia ditawari peran Zidan ini oleh Deddy Mizwar setelah menduduki peringkat kedua di ajang Abang None Cilik tahun 1999 dan saat itu ia juga belum lancar membaca naskah dan perlu diajari oleh tim produksi.[7]

Karakter Ustaz Addin beberapa kali melakukan pergantian pemeran. Adjie Pangestu, yang sebelumnya berperan dalam sinetron Mawar Sejati Mawar Berduri produksi Starvision, muncul di musim pertama namun karena kontrak panjang dengan Prima Entertainment untuk sinetron Misteri Nini Pelet membuatnya tidak bisa muncul untuk musim kedua dan digantikan oleh Dicky Chandra. Dicky sendiri memilih mundur setelah musim kedua usai dikarenakan 'anaknya tidak mau ayahnya berperan sebagai ayah untuk orang lain' sehubungan dengan Ustaz Addin yang diceritakan menikah dengan Sabrina di musim ketiga.[8] Sebagai pengganti Dicky maka dikontraklah seorang model yang saat itu baru mengawali karier di dunia seni peran yaitu Hefri Olifian sejak musim ketiga sampai keenam.[9] Hefri sendiri saat itu bermain juga dalam sinetron Duk-Duk Mong garapan Jaja Mihardja dan selebihnya ia kebanyakan hanya bermain dalam beberapa film televisi lepas.

Karakter Sabrina yang muncul mulai musim kedua diperankan oleh Christy Jusung. Karakter ini diduga kuat dimunculkan sebagai pengganti karakter Aura dan Lestari, masing-masing diperankan oleh Lenia Masagantha dan Irma Safitri, di musim pertama yang berakhir nanggung meskipun di episode terakhir musim pertama Ustaz Addin sempat berniat memilih salah satu diantara keduanya. Sebagai 'pesaing' Sabrina dimunculkanlah karakter Intan yang diperankan oleh Fitri Kurnia. Bagi Christy Jusung sendiri peran Sabrina inilah yang melambungkan namanya sebagai aktris di dunia seni peran Indonesia karena sebelumnya ia kebanyakan berperan sebagai figuran atau peran cameo khususnya di beberapa episode Warkop Millenium.[10] Pada musim kelima karena masalah klausul kontrak, karakter Sabrina yang diperankan Christy digantikan oleh model Aditya Novika.[11] Karena memerankan karakter muslimah, Aditya sampai menjaga diri tidak menerima sesi foto model untuk 'busana yang buka-bukaan' dan diyakini klausul inilah yang membuat Christy mengundurkan diri dari Lorong Waktu karena sebelumnya ia sempat menerima tawaran peran seksi dalam sineron komedi Sial-Sial Mujur.[12] Pada musim keenam pemeran Sabrina diganti lagi kali ini oleh Zaskia Adya Mecca.[13]

Penambahan karakter Havid yang diperankan oleh Opie Kumis sebagai mantan pencuri yang muncul mulai musim kedua menjadi skema pola yang diulang untuk musim-musim berikutnya dengan memunculkan karakter baru yang merupakan 'pertobatan penjahat'. Pada musim ketiga dimunculkan karakter Jambrong, diperankan oleh Ramdhani Qubil AJ, sebagai bekas preman dan pada episode terakhir musim keempat dimunculkan karakter Jagur, diperankan oleh Asrul Dahlan, sebagai mantan narapidana yang selanjutnya menjadi salah satu karakter utama untuk musim kelima. Satu ciri khas untuk penambahan karakter-karakter murid Haji Husin ini adalah peran-peran mereka yang lebih mengarah komedi. Bagi ketiganya, keikutsertaan sebagai pemeran di Lorong Waktu dirasa menjadi berkah. Opie Kumis misalnya, kehidupannya berubah semenjak memerankan Havid dan honor yang ia terima kemudian dipakai membiayai ibundanya naik haji.[14] Untuk Qubil dan Asrul, peran di Lorong Waktu membawa mereka menapaki karier yang lebih tinggi di dunia seni peran Indonesia.[15] Asrul sendiri sampai saat ini tetap dipercaya sebagai aktor di bawah bendera Demi Gisela Citra Sinema dengan peran-peran yang hampir mirip khususnya untuk sinetron Para Pencari Tuhan.[16]

Lokasi pengambilan gambar[sunting | sunting sumber]

Mesjid Baitussalam di Komplek Billy Moon, Jakarta Timur, menjadi lokasi pengambilan gambar dari musim kedua sampai keenam.

Untuk musim pertama, pengambilan gambar sinetron Lorong Waktu menggunakan lokasi di Mesjid Siti Rawani yang berlokasi di Komplek Villa Nusa Indah Raya, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Selain itu area rumah Zidan dan karakter lainnya yang muncul dalam setiap episode juga menggunakan area perumahan di komplek ini.[17]

Mulai musim kedua sampai musim keenam, lokasi pengambilan gambar berpindah ke Mesjid Raya Baitussalam yang berlokasi di Komplek Billy Moon, Duren Sawit, Jakarta Timur.[18] Awal mula pemilihan mesjid ini adalah ketika salah satu kru Demi Gisela Citra Sinema tidak sengaja lewat dan kemudian setelah melalui pertimbangan Deddy Mizwar mengajukan proposal izin untuk menggunakan mesjid sebagai lokasi pengambilan gambar.[19] Pada waktu itu (tahun 2000), mesjid ini baru saja selesai di renovasi. Sejak dipakai sebagai lokasi untuk Lorong Waktu, mesjid ini mendapat julukan baru sebagai "Mesjid Lorong Waktu". Ruangan yang dipakai sebagai lab sekaligus tempat mesin waktu disimpan merupakan sebuah ruangan serba guna yang saat mesjid direnovasi sengaja dibiarkan kosong.

Beberapa pengurus mesjid juga dilibatkan dalam produksi sinetron ini sebagai pemeran figuran. Salah satu pengurus mesjid bernama Abdul Latief menuturkan selain sebagai figuran dirinya juga mendapat kesempatan untuk menjadi muazin yang suara adzan-nya direkam kemudian dipakai dalam episode-episode sinetron ini.[20]

Musik[sunting | sunting sumber]

Anes Bali menjadi penata ilustrasi musik sekaligus pencipta lagu tema utama untuk musim pertama dan dari musim ketiga sampai musim keenam. Ia berkolaborasi dengan penyanyi lagu tema Ina Bartheen. Untuk musim kedua, karena satu dan lain hal, lagu tema yang digunakan adalah ciptaan dari Chossy Pratama dengan penyanyi Ayu Giri Anjani. Untuk ilustrasi musik yang dipakai dalam setiap episode sendiri saling bergantian antara Tikko Supratikwo, Koko Thole dan Anes Bali sendiri.

Lagu pembuka
  • Maka Jadilah — Digunakan di musim pertama, ciptaan Anes Bali dan dinyanyikan oleh Ina bersama Anes Bali.[21]
  • KepadaMu Allah — Digunakan di musim kedua, ciptaan Chossy Pratama dan dinyanyikan oleh Ayu Giri Anjani.[22]
  • Karunia — Digunakan di musim ketiga, ciptaan Anes Bali dan dinyanyikan oleh Ina bersama Anes Bali.
  • Bening — Digunakan di musim keempat, ciptaan Anes Bali dan dinyanyikan oleh Ina bersama Anes Bali.
  • Bismillah — Digunakan di musim kelima, ciptaan Anes Bali dan dinyanyikan oleh Ina bersama Anes Bali.[23]
  • Dibawah Langitmu — Digunakan di musim keenam, ciptaan Anes Bali dan dinyanyikan oleh Ina bersama Anes Bali.[24]
Lagu penutup
  • Wal Ashri — Digunakan di musim keenam, ciptaan Anes Bali dan dinyanyikan oleh Ina bersama Anes Bali.[25]

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Dari musim pertama sampai musim keenam, sinetron Lorong Waktu tayang secara penuh di SCTV termasuk untuk siaran ulangnya. Untuk musim kesatu sampai kelima, sinetron ini ditayangkan tepat bersamaan dengan bulan Ramadhan. Untuk musim keenam sinetron ini ditayangkan di periode bulan April sampai Juli setiap Sabtu dan Minggu sekaligus mengakhiri ciri khas sebelumnya yang identik dengan penayangan di bulan puasa.[14] Sejak tahun 2021 sinetron ini ditayangkan ulang oleh Ajwa TV bersama dengan streaming di situs vidio.com yang mana keduanya masih satu induk perusahaan dengan SCTV dibawah bendera Emtek.[26][27]

TVRI pernah menayangkan ulang musim ketiga dari Lorong Waktu di bulan Ramadan tahun 2003 dengan slot pagi hari agar tidak berbenturan dengan musim keempat yang tayang di SCTV pada sore hari.[28]

TPI juga pernah menayangkan musim keempat sinetron ini pada bulan Ramadan tahun 2007.

Untuk televisi lokal tercatat Padjadjaran TV asal Bandung sempat menayangkan musim kedua dan ketiga sinetron ini pada tahun 2008-2009.

Respon kritis[sunting | sunting sumber]

Dalam pandangan sebagian penonton Muslim konservatif, sinetron Lorong Waktu ditanggapi negatif khususnya karena dianggap melenceng dari kaidah agama Islam soal perjalanan waktu terlebih manusia tidak bisa melihat dan mengubah masa lalu ataupun masa depan.[29][30] Para pengkritik sinetron ini mengambil referensi dari ucapan Emha Ainun Nadjib yang mengatakan bahwa "hidup itu ibarat kita berjalan di kegelapan, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi semenit kemudian." Beberapa ustaz dan kyai ada yang menganggap bahwa serial ini tidak relevan dengan Alquran yang menjelaskan bahwa manusia tidak dapat melihat atau mengubah masa depannya dengan suatu alat.[31] Dan hanya Allah yang menentukan jalan hidup manusia. Manusia memang boleh berusaha, tapi Allah yang menentukan segalanya.

Salah satu episode yang dinilai blunder dari enam musim Lorong Waktu adalah di musim kedua episode kelima, dimana dalam episode tersebut Haji Husin dan Zidan menyelamatkan Sabrina dari upaya pembunuhan yang akan dilakukan para perampok yang akan memasuki rumahnya.[32] Bagi para kritikus episode ini dinilai menyesatkan terutama untuk aqidah pemahaman umat Islam karena seolah manusia bisa mengubah takdir seseorang melalui keberadaan mesin waktu.

Disisi lain Lorong Waktu juga disambut positif oleh banyak pemirsa Muslim. Konsep kemajuan teknologi dipadukan dengan dakwah agama menjadikan sinetron ini unik untuk dunia pertelevisian Indonesia. Belum lagi konsep cerita yang sederhana dan mudah dipahami semua usia membuat sinetron ini dianggap sebagai sinetron religi Indonesia terbaik sepanjang masa.[33] Keberadaan karakter-karakter bertipe komedi seperti Havid, Jagur dan Jambrong membuat sinetron ini seolah membuat proses dakwah yang coba disampaikan menjadi lebih segar dan tidak kaku.[34]

Jourast Jordy menuturkan ada seorang penonton yang berubah kepercayaan menjadi seorang mualaf usai menyaksikan 'dakwah sederhana tapi mengena' yang dimunculkan dalam salah satu episode Lorong Waktu meskipun harus dibayar mahal juga karena gara-gara perubahan kepercayaan tersebut si penonton harus berpisah dengan keluarganya dan memulai kehidupan dari nol/baru.[35]

Remake[sunting | sunting sumber]

Deddy Mizwar menyatakan sinetron Lorong Waktu akan dibuat lagi dalam versi terbarunya dalam bentuk serial animasi kartun.[36] Serial ini mulai dirilis pada bulan Ramadhan 2019 di SCTV.[37]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rasudi, Abdul Manan (23 Juni 2017). "Lorong Waktu Adalah Sinetron Ramadan Terbaik di Indonesia". Vice Media Indonesia. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  2. ^ "Bikin Kangen! Ini Dia Serial Ramadhan Lorong Waktu yang Dibintangi Deddy Mizwar dan Adjie Pangestu". Kompas TV. 1 Mei 2020. Diakses tanggal 1 Januari 2021. 
  3. ^ "LORONG WAKTU 1 Episode 5". Vidio.com. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  4. ^ a b "Deddy Mizwar: Lorong Waktu Berhenti karena Zidan Sudah Gede". Kumparan. Jakarta. 4 Juni 2019. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  5. ^ Hens, Henry (2 Juni 2017). "Film 90-an, Lorong Waktu Sinetron Religi Bernuasa Futuristis". Fimela. Jakarta. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  6. ^ "Sukses Jadi Idola di Sinetron Lorong Waktu, Kini Jourast Jordy Hidup Sukses & Punya Istri Cantik". Tribun Network. 25 April 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2021. 
  7. ^ Triadanti, Danti (16 April 2020). "Jadi Ayah, 10 Kabar Terbaru Jourast Jordy Pemeran Zidan Lorong Waktu". IDN Times. Jakarta. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  8. ^ Chandra, Dicky. "Postingan Akun". Facebook. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  9. ^ Triadanti, Danti (29 Mei 2019). "Sudah 17 Tahun Berlalu, 10 Kabar Hefri Olifian Pemeran Ustaz Lorong Waktu". IDN Times. Jakarta. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  10. ^ "10 Potret terkini Christy Jusung, mantan istri Hengky Kurniawan". RCTI Plus. 6 November 2020. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  11. ^ "Penampilan Seksi Christy Jusung". KapanLagi Network. Diakses tanggal 7 Februari 2021. 
  12. ^ "Busana Rapat Aditya Novika". Gatra. Diakses tanggal 20 November 2018. 
  13. ^ Sasongko, Darmadi (5 April 2006). "Zaskia A Mecca Grogi Perankan Karakter Ibu-Ibu". KapanLagi Network. Diakses tanggal 20 November 2018. 
  14. ^ a b "Opie Kumis Berangkatkan Haji Sang Ibu Lewat 'LORONG WAKTU'". KapanLagi Network. 4 April 2006. Diakses tanggal 1 Januari 2021. 
  15. ^ Wildan, Muhamad (2 Mei 2020). "10 Artis Indonesia yang Namanya Melejit Berkat Sinetron Ramadan". Kincir. PT Gajah Merah Terbang. Diakses tanggal 3 Januari 2020. 
  16. ^ Tridanti, Danti (23 Mei 2018). "10 Kiprah Asrul Dahlan, Aktor Kawakan Langganan Sinetron Ramadan". IDN News. Diakses tanggal 2 Januari 2021. 
  17. ^ Ningsih, Utami (5 Oktober 2020). "Lorong Waktu Episode 11, Musim 1: Pelajaran tentang Sedekah". Mojok. Jakarta. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  18. ^ "Masjid Lorong Waktu di Jakarta Timur". Kumparan. Jakarta. 3 Juni 2018. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  19. ^ "Bernostalgia di Masjid 'Lorong Waktu'". Kumparan. Jakarta. 3 Juni 2018. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  20. ^ "Cerita Pengurus Masjid 'Lorong Waktu' Diajak Syuting Jadi Figuran". Kumparan. Jakarta. 3 Juni 2018. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  21. ^ "MAKA JADILAH - Soundtrack by Anes Bali - Vocal Ina & Anes Bali". YouTube. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  22. ^ "Kepadamu Allah". YouTube. Chossy Pratama Music. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  23. ^ "BISMILLAH - Original Closing Sound track by: Anes Bali - Vcl Anes Bali & Ina". YouTube. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  24. ^ "DIBAWAH LANGITMU (Opening Lorong waktu 6) Original Song by Anes Bali - Vocal Anes Bali & Ina". YouTube. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  25. ^ "WAL ASRHI - Original Closing Sound track by: Anes Bali - Vcl Anes Bali & Ina". YouTube. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  26. ^ "Tayangan Ajwa TV, Konten Islami Cermin Indahnya Islam Kini Hadir di Vidio dan Nexparabola". Yahoo News. Liputan 6. Diakses tanggal 3 Januari 2021. 
  27. ^ Yuk saksikan Lorong Waktu, Sinetron islam yang menceritakan perjalanan dengan mesin waktu yang penuh akan hikmah. Tayang setiap hari, pukul 16.30 WIB hanya di Ajwa TV melalui @Vidio Ajwa TV, Cermin Indahnya Islam 😇 #AjwaTVIndonesia #AjwaTV. Akun Twitter resmi SCTV. Diakses 4 Februari 2021.
  28. ^ Chairunisyah Suryani, Winda (1 November 2018). "TVRI yang Monoton dan Media yang Terus Berkembang". Asumsi. PT Muda Mudi Berkarya Sejahtera. Diakses tanggal 3 Januari 2021. 
  29. ^ "Studi: Perjalanan Mesin Waktu Tak Akan Ubah Sejarah". CNN Indonesia. Transmedia. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  30. ^ "Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?". Kompas. 6 Juli 2020. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  31. ^ "Mesin Waktu, Sudut Pandang Ilmu Pengetahuan dan Islam". Kompasiana. Kompas Gramedia. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  32. ^ "Lorong Waktu 2 - Episode 5". Vidio.com. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  33. ^ "Sinetron Ramadan Jadul Ini Pasti Buatmu Kangen!". KapanLagi Network. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  34. ^ Latar Belakang Sinetron Lorong Waktu
  35. ^ "Zidan (Jourast Jordy): Ada Penonton yang Mualaf karena Tersentuh Lorong Waktu". Kumparan. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  36. ^ "Lorong Waktu Akan Dibuat Animasi". Bersama Dakwah. Diakses tanggal 14 April 2019. 
  37. ^ Kusumanto, Dody (2019-05-01). "Catat! Ini Jadwal Tayang Serial Lorong Waktu 3D!". KAORI Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-11. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]