Para Pencari Tuhan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Para Pencari Tuhan
PPT.jpg
Genre Komedi Religi, Drama
Perancang PT Demi Gisela Citra Sinema
Penulis Wahyu HS
Sutradara Deddy Mizwar - Kiki ZKR (Jilid 1-8)
Senandung Nacita (Jilid 9)
Pemeran Deddy Mizwar
Mielki Bajaj
Aden Bajaj
Isa Bajaj
Zaskia A. Mecca
Akrie Patrio
Annisa Suci
Agus Kuncoro
Udin Nganga
Tya Arifin
Asrul Dahlan
Jarwo
Lagu pembuka Ungu - Para PencariMu (Jilid 1 & 9), Ungu - Dengan NafasMu (Jilid 2), Gigi - Beribadah Yok (Jilid 3), Gigi - Amnesia (Jilid 4),Gigi - Pemimpin dari Surga (Jilid 5), Gigi - Aku dan Aku (Jilid 6), Gigi - Sajadah Panjang (Jilid 7)
Lagu penutup Ungu - Para PencariMu (Jilid 1 & 9), Ungu - Dengan NafasMu (Jilid 2), Gigi - Beribadah Yok (jilid 3), Gigi - Amnesia (Jilid 4),Gigi - Pemimpin dari Surga (Jilid 5), Gigi - Lailatul Qadar (Jilid 6), Deal - Semua Milikmu (Jilid 7), Gigi - Tuhan (Jilid 8),
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah musim 7
Jumlah episode 53
Produksi
Produser Deddy Mizwar
Durasi 90 menit (1,5 jam)
Siaran
Stasiun televisi SCTV
Siaran perdana Indonesia
Siaran sejak Minggu, 16 September 2007  Jum'at, 17 Juli 2015

Para Pencari Tuhan adalah sinetron kuis (sinekuis) Ramadan berdurasi 1,5 jam yang ditayangkan setiap hari selama bulan Ramadan 1428 H di stasiun televisi SCTV saat waktu sahur, mulai pukul 2:30 WIB. Sinetron ini diproduksi oleh PT Demi Gisela Citra Sinema, ditulis oleh Wahyu HS ("Lorong Waktu", "Demi Masa"), dan disutradarai oleh Deddy Mizwar dan Kiki ZKR. Selama penayangannya sinetron ini diselingi dengan telekuis pada awal, tengah, dan akhir sinetron dengan hadiah jutaan rupiah. Selain itu, sinekuis ini juga memberikan paket umroh gratis bersama para pemainnya pada 10 episode terakhir.

Cerita[sunting | sunting sumber]

Deddy Mizwar yang berperan sebagai Bang Jack

Para Pencari Tuhan bercerita tentang kehidupan seorang merbot (penjaga mushala) bernama Bang Jack (Deddy Mizwar) dan ketiga muridnya yang mantan narapidana, yaitu Chelsea (Melky Bajaj), Barong (Aden Bajaj), dan Juki (Isa Bajaj). Setelah keluar dari penjara, Barong diusir dari komplotan curanmor lantaran sering menyanyi di pengadilan. Setali tiga uang, Juki yang mantan copet, ditolak mentah-mentah saat kembali ke rumah ibunya. Nasib Chelsea agak berbeda. Ketika akan mengajak rujuk kembali dengan mantan istrinya, Marni (Anggia Jelita). Ternyata sang istri sudah menikah dengan Sumarno, polisi yang menjebloskannya ke penjara.

Akhirnya mereka bertiga secara tak sengaja bertemu dan luntang-lantung menyusuri Jakarta yang tak lagi ramah. Seharian mereka menjumpai warung tutup. Hati mereka makin sakit, merasa dunia sudah benar-benar menutup diri bagi mereka. Mereka baru tersadar saat ada yang memberitahu bahwa hari ini adalah hari pertama bulan puasa, sehingga tak ada orang makan di warung.

Ketiganya kemudian terdampar di sebuah mushala bernama At-Taufiq. Di sana ada Bang Jack, penjaga mushala yang fanatik dengan bedug. Dia tak mau azan jika belum menabuh bedug. Mantan tukang jagal ini akhirnya tak hanya menerima ketiga narapidana tersebut tapi sekaligus sudi membimbing mereka ke jalan yang benar. Sebenarnya ilmu agama Bang Jack sendiri pas-pasan sehingga dalam penerapan agama sering keliru. Untunglah ada Aya (Zaskia Adya Mecca) yang membantunya. Gadis cantik penjual kolak dan pengelola perpustakaan gratis ini paham soal agama. Aya adalah adik ipar Ustad Ferry (Akri Patrio), sang ketua pengurus mushala, yang pamornya tengah menanjak setelah menjadi komentator di sebuah televisi. Belakangan pupolaritasnya tersaingi oleh istrinya sendiri, Haifa (Annisa Suci Wulandari).

Dalam sinetron ini juga ditampilkan hubungan yang unik antara Bang Udin (Udin Nganga), seorang hansip, dan sahabatnya Asrul (Asrul Dahlan), seorang pria beristri satu beranak empat, dengan Pak Jalal (Jarwo Kuat). Bang Udin dan Asrul sering merasa kesal dengan Pak Jalal yang merupakan orang paling kaya di kampungnya. Sekesal apapun mereka tetap mendatangi Pak Jalal untuk diberikan pekerjaan pada saat mereka kekurangan uang untuk biaya hidup. Selain itu, sinetron ini juga diwarnai dengan kisah cinta Aya dengan Azzam (Agus Kuncoro), teman masa kecil Aya, yang berliku-liku. Walau lamarannya sudah tiga kali ditolak, Azzam tetap pantang menyerah mengejar cinta Aya.

Sinetron bergenre komedi religi ini—cerita dan skenarionya ditulis oleh Wahyu HS—penuh dengan pesan agama yang disampaikan secara ringan sehingga tidak terkesan menggurui. Data AGB Nielsen menyebutkan bahwa tayangan ini meraih share di atas rata-rata 32 persen, dan disaksikan oleh penonton pria/wanita dari hampir semua kelompok umur, 10-24 tahun, 30-39 tahun, hingga 40-49 tahun.

Jilid Dua[sunting | sunting sumber]

Setelah sukses dengan penayangan musim pertamanya (2007), pada Bulan Ramadan 2008 (1-30 September 2008) ditayangkan musim kedua yang diberi judul "Para Pencari Tuhan Jilid Dua". Seluruh tokoh yang ada pada musim pertama tetap dipertahankan pada musim kedua, bahkan bertambah dengan tokoh Baha (Tora Sudiro) yang merupakan teman masa kecil Asrul yang menjadi pelaut. Baha muncul menemui Asrul saat kapalnya mendarat di pelabuhan. Baha yang bertato dan pemabuk memberikan warna berbeda pada sinetron ini. Selain itu, plot percintaan Aya dan Azzam (Zaskia dan Agus Kuncoro) mulai "memanas" dengan terlibatnya orang ketiga yang selama ini menjadi sahabat mereka, yaitu Kalila. Sudah dua musim sinetron religi ini—cerita dan skenario tetap ditulis oleh Wahyu HS—tetap favorit dan mengungguli program-program sahur lainnya.

Jilid Tiga[sunting | sunting sumber]

Jilid ketiga ditayangkan di stasiun TV SCTV selama Ramadan 2009 pukul 02:30-05:00.

Pada jilid ketiganya, sinetron religi besutan aktor senior, Deddy Mizwar dan Kiki Zakaria menjanjikan bakal lebih mengigit dengan alur cerita yang dibumbui drama cinta segitiga antara Aya (Zaskia Adya Mecca), Azzam (Agus Kuncoro), dan Kalila (Artta Ivano).

Tak itu saja, konflik pun akan kembali ditebar lewat karakter yang diperankan personel grup lawak Trio Bajaj, Isa, Melky dan Aden, yang menjadi murid Bang Jack (Deddy Mizwar), yang dikisahkan baru kembali dari Tanah Suci Mekkah. Kepulangan trio dan bang Jack membuat Udin dan Azrul ingin naik haji walaupun menggunakan cara yang salah.

Dan tentunya, tak ketinggalan aroma pemilu juga melengkapi racikan sinetron yang tetap didukung sejumlah muka lama seperti Jalal (Jarwo Kuat), Udin Hansip (Udin Nganga), Ustadz Ferry (Akrie Patrio), hingga Baha (Tora Sudiro). Kali ini bakal ada cerita pemilu, pemilihan RW sebagai refleksi pemilihan umum kita yang baru berlangsung. Lalu ada percintaan Aya dan Azam, belum lagi Bang Jack yang sepulang dari naik haji mau balik lagi dan memilih mati di Mekkah.

Baha yang menunjukkan ketertarikan pada Kalila walaupun terlihat seperti seorang kakak pada adiknya. Baha disini hadir bukan sebagai karakter yang sekadar lewat, dia nantinya menjadi salah satu point penting dalam perkembangan cerita. Baik perkembangan kehidupan sahabatnya dan juga kehidupan kuliner penduduk sekitar. Tetapi sayangnya dia terganjal karena dia adalah seorang pemabuk. Kematian Baha kemudian membawa hal yang mengejutkan bagi team Bajaj dan Asrul. Karena ternyata Baha adalah orang yang kaya dan memberikan uangnya untuk Baitul mal dan naik haji Asrul.

Jilid Empat[sunting | sunting sumber]

Jilid keempat ditayangkan di SCTV selama Ramadan 2010 / 1431 H pukul 03:00 - 04:30 WIB.

Pak Jalal, orang terkaya di kampung Bang Jack, memasuki fase baru kehidupannya. Karena kesalahannya sendiri, ia bangkrut total dan jatuh miskin dan terpaksa tinggal di gubuk Asrul. Awalnya Pak Jalal mengawali semacam post power syndrome. Serpihan karakternya kembali berkumpul ia tampil sebagai orang miskin paling narsis di kampung itu. Sebaliknya, Asrul dan istrinya, pasangan termiskin di kampung itu mulai menjadi sukses dengan usaha warung sotonya. Kini menempati rumah kontrakan yang lebih layak. Namun, fase baru kehidupan itu bukannya tanpa masalah. Ibadah Asrul mulai terganggu karena kesibukan usahanya yang luar biasa hingga pada titik tertentu, Asrul bermohon kepada Allah untuk dikembalikan saja ke kehidupannya yang dulu ketika keluarganya masih miskin.

Demikian pula Udin sang hansip telah memutuskan untuk memakai uang haji untuk membeli motor baru. Dengan motor itu, ia akan mengojek untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya, sekaligus menabung lagi untuk pergi haji. Apakah rencananya berhasil? Udin sendiri ragu. Bagaimana dengan Bang Jack.

Bang Jack mengalami masalahnya sendiri. Ia merasa semakin dekat pada kematian dan kesepian. Ia khawatir jika Chelsea, Barong, dan Juki sudah memiliki kehidupannya sendiri, ia akan mati sendirian tanpa seorang pun mendampingi. Karenanya, sekarang Bang Jack tampil lebih sensi, mudah ngambek, dan melankolis.

Pasangan Aya dan Azzam memulai kehidupan baru berumah tangga. Aya bukan tipe ibu rumah tangga yang bisa meladeni suami dengan baik, meski tetap penuh cinta. Hal ini menjadi masalah bagi Azzam yang makin terlihat bawelnya. Ditambah lagi dengan kehadiran seorang manajer keuangan yang cantik di kantor mereka. Warga kampung itu pun bukannya tanpa ujian. Sebuah koper berisi uang dua miliar rupiah ditemukan Bonte dan mengancam kehidupan kampung Bang Jack yang tadinya rukun-damai penuh kasih sayang. Sekoper uang itu melahirkan intrik-intrik politik desa yang dipicu oleh trio RW.

Uang temuan Bonte itu dikubur oleh Juki disebelah kuburan Baha. Gara - gara sekoper uang itu juga, timbulah perkelahian di tempat Asrul mendirikan warung sotonya. Pada waktu yang sama di baitul maal At - Taufiq, Juki, Barong, dan Chelsea berkelahi soal sekoper uang itu. Di tengah perkelahian di tempat Asrul mendirikan warung sotonya, trio RW membuat bom molotov. Saat trio RW sedang membuat bom molotov, datanglah Bang Jack dengan Udin. Karena tak ada yang mengaku siapa biang keladi perkelahian itu, Bang Jack menggampar satu per satu warga. Karena kesalahan trio RW, meledaklah bom molotov di tempat trio RW membuat bom tersebut.

Akibat bom tersebut, warung - warung terbakar termasuk usaha soto Asrul. Malamnya di masjid At - Taufiq, Bang Jack menyuruh Juki mengambil uang sekoper itu. setelah dibuka, dibalik uang - uang itu tertulis BUKAN UANG. Berawal dari inilah Bang Jack menjelaskan bahwa kehadiran koper ini adalah cobaan yang menunjukkan hati terdalam dari para umat beragama. Semua pihak memiliki salah walaupun ada benarnya.

  1. Bonte yang baik tetapi tidak mampu berbuat
  2. Trio Bajaj yang tidak memberikan solusi baik dan tak langsung mencoreng nama baik Bang Jack
  3. Azrul yang terlalu positif tidak curiga akan kebaikan para murid bang jack
  4. Trio RW yang mengambil hak orang lain lalu melakukan tindakan yang jauh dari agama.
  5. Penjual sayuran yang seharusnya mampu mendamaikan malah bersikap plin-plan
  6. Maulana yang menghasut sana-sini hingga terjadi tawuran masal

Sementara itu Azam sendiri memiliki kebimbangan karena menurut pak Jalal, dirinya adalah orang baik yang seharusnya mendampingi Kalila.

Jilid Lima[sunting | sunting sumber]

Kehidupan musala yang sepi dan tak bergairah, rupanya menjadi sasaran kritik trio pengurus RW. Mereka menganggap kepengurusan Bang Jack gagal, terlebih sejak ditinggal pergi ketiga muridnya. Bang Jack dan Ustaz Ferry yang tidak bisa membantah kritik itu, akhirnya merelakan kepengurusan harian dipegang oleh Trio RW. Dan itu berarti Bang Jack harus keluar dari musala. Kini Bang Jack mulai menjalani sisa hayatnya sebagai pensiunan marbot. Meski menerima dengan ikhlas, Bang Jack tidak pernah menyangka akan bernasib seperti ini. Dia merasa menjadi lelaki tua yang terbuang dan kesepian, yang sedang dijauhkan dari jalan surgawi. Seperti mengutip sebaris lirik lagu barat, "Something happens on the way to heaven".

Bang Jack gelisah tak berdaya ketika menyaksikan kiprah trio pengurus RW. Ternyata mereka mengomersialkan musala sebagai lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Trio pengurus RW tidak hanya memaksakan setoran infak dan sedekah, tapi juga mengomersialkan makam Baha yang diisukan sebagai makam keramat.

Sementara itu tokoh-tokoh lain pun sibuk dengan urusan masing-masing. Udin sedang menghadapi keinginan cerai istrinya Mimih Herlina (Irma De Vanty). Hal ini membuat resah Asrul, sahabat Udin, yang sangat menyayangi Udin. Alih-alih ingin mendamaikan pasangan suami istri tersebut, usaha yang dilakukan oleh Asrul malah memperuncing suasana.

Di bagian lain, Pak Jalal merasa telah menemukan jalan hidup yang lebih bersahaja, yang nyaris menafikan urusan dunia, yakni jalan sufisme. Pak Jalal tidak tertarik lagi untuk mengembalikan kekayaannya. Ia ingin hidup apa adanya. Prinsip ini jelas bertentangan dengan logika sang istri, yang menganggap suaminya hanya sedang melarikan diri dari perjuangan.

Lain halnya dengan kehidupan rumah tangga Azzam dan Aya. Pasangan muda itu harus bersabar menanti kehadiran buah hati, lantaran Aya baru saja keguguran. Untunglah Azzam ikhlas menerima musibah tersebut. Sebaliknya, ibu mertua Aya yang bernama Widya, cenderung menyalahkan Aya yang dianggap tidak mampu merawat kehamilannya. Karena itulah Widya memutuskan untuk tinggal di rumah Azzam dan mendampingi Aya dalam kehamilan berikutnya.

Di luar sana, tiga mantan marbot yang terusir yaitu Chelsea, Barong, dan Juki menjalani petualangan hidup baru mereka di jalanan. Ketiga pria itu mempunyai cita-cita bersama yang harus diperjuangkan, yaitu menjadi grup artis baik penyanyi atau pelawak. Perjalanan untuk menggapai cita-cita tersebut tentu saja mengalami berbagai kendala termasuk saat mereka mendapat keberuntungan. Meskipun demikian, mereka pantang menyerah dan terus maju. Perjuangan tersebut tentu saja mendapat bantuan dari para perempuan yang masih menyayangi mereka yaitu Sheila, Dara, dan Marni yang sebetulnya sudah bosan menjadi tumpangan hidup mereka.

Jilid Enam[sunting | sunting sumber]

Kehidupan Asrul yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji berubah menjadi aneh. Warung soto ala Batak milik Asrul bangkrut hanya gara-gara satu kesalahan kecil. Tidak ayal, Asrul pun menjadi bahan ledekan Udin yang merasa “beruntung” karena tidak pergi berhaji sehingga kehidupannya aman-aman saja. Kini Asrul kembali menjadi orang miskin. Pria itu pun kembali bertanya-tanya perihal maksud Allah membolak-balikkan nasib.

Sebaliknya, bisnis Pak Jalal mulai bangkit bahkan pria itu menjadi konsultan bisnis bagi salah satu teman Kalila. Anehnya, Pak Jalal memutuskan untuk tetap tinggal di gubuk bersama istri dan pembantunya yang setia. Keputusan itu tentu saja memicu konflik dengan sang istri yang merasa tidak berubah menjadi orang kaya meskipun mereka kini mempunyai banyak uang. Terlebih Pak Jalal menyimpan uang mereka dalam tas-tas plastik di gubuk.

Sementara itu Perjuangan Bang Jack untuk merebut hati Widya, mama Azzam, terus berlanjut. Berbanding terbalik, Widya semakin sengit menghindari Bang Jack. Pantang menyerah, Bang Jack pun ingin membuktikan bahwa dia bukanlah pecundang, melainkan seorang pria yang yang terampil mencari nafkah sekaligus masih mempunyai daya tarik. Tidak hanya itu, Bang Jack juga bersikeras mengikuti jejak Chelsea, Barong, dan Juki, untuk menjadi artis sinetron.

Aya yang kini berputar haluan menjadi ibu rumah tangga, masih saja belum terbebas dari rasa cemburu. Pegawai yang menggantikan posisi Aya di kantor adalah seorang perempuan cantik yang masih single dan sangat atraktif yang tidak pernah menyembunyikan perasaannya. Di bagian lain, kehidupan warga kampung terus bergulir sesuai naluri dan iikhtiarnya. Trio RW semakin agresif dengan modus lebih canggih dengan membuat segala sesuatu dapat dijadikan objek untuk menghasilkan uang.

Di sisi lain ada satu masalah yang sedang dihadapi oleh para tetua kampung yaitu warga kampung saat ini sedang keranjingan jejaring sosial berupa facebook. Kenyataan tersebut tentu saja membuat para tetua menjadi pusing tujuh keliling karena kehidupan warga menjadi tidak produktif. Bagaimana tidak, para petani yang sedang mencangkul di sawah pun selalu sibuk meng-update status mereka lewat facebook. Hingga Ustaz Ferry pun mengatakan bahwa kiamat kecil bakal turun di kampung mereka.

Jilid Tujuh[sunting | sunting sumber]

PAK Idrus tidak lagi dipercaya menjadi ketua RW di Kampung Kincir lantaran sebagian warga menganggap pria itu mengalami gangguan jiwa. Alhasil, bendahara dan Pak RT pun mengajukan diri menjadi calon ketua RW bersama kandidat lain.

Sementara itu Bang Jack kedatangan cucu dari salah satu keponakannya yang bernama Difa. Orangtua Difa sengaja menitipkan gadis abege ini untuk mengaji di musala Bang Jack. Difa yang tidak menyukai lingkungan barunya karena dianggap kampungan dan membosankan lantas memprovokasi Bang Jack dan warga Kampung Kincir yang kebanyakan petani, agar lebih bergaya hidup modern hingga berhasil membujuk para petani untuk membuat grup Facebook.

Di bagian lain karier Chelsea, Barong, dan Juki sebagai  sebagai artis sedang berada di puncak. Rumah tangga Chelsea dan Marni harmonis, Barong menjalani keluarga baru dengan Dara, sedangkan Juki masih tinggal dengan Mak Juki dan Bang Uyan. Chelsea mulai resah ketika mendapat kabar bahwa istri Barong telah berbadan dua, sementara istri Chelsea belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Saat itulah Chelsea kembali teringat pada ibu kandungnya, dan pria itu mempunyai keyakinan bahwa ibu kandungnya masih ada.

Keluarga Aya dan Azzam mulai fokus dengan program anak, sedangkan Ustaz Ferry sedang menyelesaikan proyek besar yaitu menerbitkan buku agama bareng Azzam. Namun gara-gara kesalahan kecil pada penulisan sebuah ayat, Azzam memutuskan untuk menarik kembali seluruh buku yang sudah dipasarkan untuk direvisi kembali. Kesalahan kecil ini mengakibatkan kerugian besar pada perusahaan Azzam. Ustaz Ferry yang merasa sangat bersalah pun menjadi stres, sensitif, dan gampang naik darah.

Di kehidupan lain, Asrul kini menjadi tukang bekam. Ilmu ini dia peroleh ketika sedang melaksanakan ibadah haji. Tapi bukan hal yang mudah untuk menawarkan pengobatan alternatif lantaran cara pengobatannya terlihat mengerikan. Sementara Udin dilanda dilema setelah menemukan uang milik Pak Jalal yang ternyata nyangkut di atas plafon.

Jilid Delapan[sunting | sunting sumber]

BANG Jack ternyata masih hidup. Dia bahkan kecewa karena impiannya adalah meninggal dalam posisi bersujud. Alih-alih mendapat akhir hayat yang khusnul khotimah, Bang Jack malah pusing kepalanya karena terlalu lama bersujud. Suatu hari, Bang Jack kedatangan saudara kandungnya, Uwa Yongki, yang mengabarkan tentang anaknya, Domino, ingin berpindah agama. Maka dia meminta Bang Jack untuk mendampingi dan membimbing keponakannya tersebut.  Misi penyelamatan iman pun dimulai, Bang Jack pergi ke kota menemui keponakannya yang tinggal di kontrakan sebuah permukiman urban.

Tempat tinggal Bang Jack yang baru adalah permukiman urban “para pencari uang”. Mereka orang-orang yang bekerja keras dari berbagai profesi: satpam, pegawai mall, figuran sinetron, pegawai negeri, dll. Suatu waktu, Bang Jack sholat di mushola kecil yang diketuai oleh seorang ustaz gaul dan sangat sibuk. Begitu sibuknya hingga sang ustaz nyaris tidak pernah sholat berjamaah di musholanya. Tugas mengimami sholat-sholat wajib diserahkan kepada tiga orang pengurus mushola. Betapa kagetnya Bang Jack ketika mendengar ketiga orang itu mengimami sholat dengan bacaan yang tidak fasih.

Bang Jack kemudian diminta membimbing ketiga pengurus mushola itu. Sejak saat itu, Bang Jack kembali bertugas sebagai kepala merbot sekaligus imam pengganti. Dia bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Kadang dia menjadi pembimbing, tempat curhat, menyelesaikan masalah, atau malah memperumit masalah. Dengan gayanya yang sedikit urakan, Bang Jack menjadi cepat populer di sekelilingnya, yang kadang bikin cemburu sang ustaz kepala.

Kini, Bang Jack menjadi orang yang paling dihindari oleh warga permukiman urban itu, tapi mereka pun tidak sanggup lepas dari keresahan spiritual yang ditularkan Bang Jack. Hidup mereka menjadi tidak nyaman dan penuh was-was, karena semua terkena “serangan spiritual” dari Bang Jack..

Jilid Sembilan[sunting | sunting sumber]

Sinetron unggulan Ramadan SCTV ini bakal menggulirkan berbagai cobaan yang silih berganti menghampiri warga Kampung Kincir. Pada penayangan perdananya, cobaan hidup tersebut sudah dimunculkan saat Azam (Agus kuncoro) dan Aya (Zaskia Adya Mecca) harus kehilangan anak pertamanya untuk selama-lamanya. Kematian anak mereka yang masih balita itu merupakan pukulan yang berat bagi Azam.

Azam merasa kematian anaknya merupakan dari kesalahannya bukan bagian dari takdir. Pasalnya, saat anaknya menangis demam, Azam tidak segera bergegas membawanya ke rumah sakit.

Rasa bersalahnya yang besar itu berbuntut pada kesedihan yang berlebihan. Azam pun menyalahkan takdir Allah dan lalai melaksanakan ibadah sebagai kewajibannya sebagai umat muslim. Ia hanya duduk berdiam diri di depan mushola seharian. Namun akhirnya, Azam tersadar bahwa Tuhan sedang mengajarkan kesempurnaan agama-Nya untuk bisa menjawab semua persoalan hidup.

"Kesedihan tak akan pernah cukup untuk menghilangkan rasa bersalah. Anak kita meninggal karena Takdir, bukan karena kesalahan siapa pun. Karena untuk memberikan sesuatu yang besar, Allah mengambil yang kecil. Supaya manusia terlepas dari ketergantungannya," kutipan perkataan Aya saat menyadarkan Azam.

Didukung dengan akting depresi Agus Kuncoro serta isi cerita yang berisi ini pun menuaikan komentar positif. Penonton sekaligus penggemar PPT berbondong -bondong melontarkan kesan mereka terhadap episode perdana PPT Jilid 9..

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemain Peran
Deddy Mizwar Bang Jack
Mielki Bajaj Chelsea
Aden Bajaj Barong
Isa Bajaj Juki
Zaskia A. Mecca Aya
Artta Ivano Kalila
Akrie Patrio Ustadz Ferry
Annisa Suci Haifa
Agus Kuncoro Azzam
Henidar Amroe Widya
Slamet Rahardjo Om Wijoyo
Udin Nganga Bang Udin
TB Hafifi Hafifi
Irma De Vanty Mimih Herlina
Asrul Dahlan Asrul
Jarwo Pak Jalal
Roy Turaekhan Roy
Tora Sudiro Baha
Anggia Jelita Marni
Deliana Siahaan Mak Juki
Yahyal Djakri Bang Uyan
Linda Leona Linda
Idrus Madani Pak RW
Joes Terpase Pak RT
Hakim Ahmad Bendahara RW
Sheila Purnama Bulan Sheila
Dara Rulyant Dara
Yanto Tampan Bang Acip
Otis Pamutih Bang Yongki
Junaedi Junaedi
Mira Zayra Mira (Istri Asrul)
Bonte Bonte
Wingky Harun Om Wingky
Juk Ng Juk Ng (Tukang Sayur)
Dewi Perssik Tante Dewi (Biduan Kampung)

Pemain Jilid 9[sunting | sunting sumber]

Pemain Peran
Akrie Patrio Feri
Deddy Mizwar Jack
Udin Nganga Jupri Baharudin (Udin)
Asrul Dahlan Asrul
Annisa Suci Hayifa
Agus Kuncoro Azam
Jarwo Kuat Jalaludin (Jalal)
Artta Ivano Kalila
Joes Terpase Joes
Idrus Madani Idrus Madani (Idrus)
Irma Anissa
Meilki Bajaj Chelsea
Aden Bajaj Barong
Turaekhan Roy Roy
Alfie Alfandi Dominno
Isa Bajaj Juki
Erma Zarina
Oneng Suprapti Veggy
Mpok Iin Vega
Maulana Maulana
Vitta Mariana
Rohaenah Mursyid
Mira Zayra Mira
Pepen Dejavu Pepen
Zaskia A Mecca Ayya
Slamet Rahardjo Wijoyo
Emir Emir
Ramli
Hari Hakiki
Junaedi Junaedi
Irma Damayanti Bu Jalal
Anggia Jelita Marni
Dara Ruliant Dara
Jerry Febrian Jery
Agung Gabru Agung
Mega Yunia Mega
Dadang AR
Bram
Erma Catherina Loli
Ali Bustomi
Adi Bacan
Samoses
Irgi

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Nominasi Hasil
2014 Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2014 Program Sinetron Terbaik Menang

Pranala luar[sunting | sunting sumber]