Demi Gisela Citra Sinema

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT. Demi Gisela Citra Sinema
IndustriPerfilman
Didirikan1997
PendiriDeddy Mizwar
Kantor
pusat
Duren Sawit, ,
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Deddy Mizwar
R. Giselawati Wiranegara
Senandung Nacita
Produk
  • Film
  • Program televisi
DivisiCookIt Studio
Situs webcitrasinema.co.id

PT. Demi Gisela Citra Sinema, biasa disingkat DGCS atau Citra Sinema merupakan sebuah rumah produksi film dan sinetron Indonesia yang didirikan pada tahun 1997 oleh aktor Deddy Mizwar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Terinspirasi oleh salah satu ayat suci Al Quran tepatnya Surah Az-Zariyat yang menyatakan: Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku,[1] Deddy Mizwar, yang saat itu sedang dalam puncak kariernya sebagai aktor, merasakan sedikit kelalaian yang ada di dalam dirinya. Ia merasakan popularitas keaktorannya dengan prestasi yang menjulang tinggi saat itu tidak mampu menentramkan hati batinnya dan hanya memuaskan nafsu duniawinya saja. Pada saat bersamaan juga Deddy melihat dan merasa prihatin dan gelisah melihat maraknya tayangan televisi yang tidak memberikan pencerahan dan pendidikan terhadap batin pemirsanya.

Tahun 1997 bersama istrinya, Deddy kemudian mendirikan PT. Demi Gisela Citra Sinema (DGCS), yang memproduksi berbagai program TV, terutama sinetron dan film layar lebar, sebagai wujud penghambaannya kepada Allah. Deddy mengaku ia tidak punya keahlian lain selain memproduksi film.

Meski mengaku tak punya keahlian menjadi ulama atau ustad, ia tetap bisa berdakwah melalui film/sinetron yang diproduksinya. Serial Mat Angin merupakan produksi pertama DGCS, yang langsung memborong penghargaan dalam Festival Sinetron Indonesia 1997.[2] Produksi-produksi selanjutnya, meski tidak terbilang produktif secara kuantitas, senantiasa produktif dalam kualitas yang ditandai dengan berbagai penghargaan dari berbagai festival.

Hingga saat ini, DGCS sudah melahirkan 30 judul sinetron (serial dan FTV) dan 3 judul film layar lebar yang selalu meraih prestasi. Memang terhitung sedikit, tetapi semuanya merupakan fenomena dan trendstetter dalam dunia sinema. Di kantor DGCS, Komplek Rukan Taman Pondok Kelapa Blok B no 7-8 dan Blok C no 7-8, Jl Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, ada sebuah ruangan yang dindingnya penuh dengan plakat penghargaan.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Serial TV[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

FTV[sunting | sunting sumber]

  • Pelangi di Ufuk Senja (2000)
  • Bukit Cinta (2002)
  • Menir si Proyek Gagal (2010)
  • Wagina Bicara (2010)
  • Kambing Daliman (2010)
  • Golok Ciomas (2010)
  • Papi, Mami dan Tukang Kebun (2010)
  • Maafkan Saya, Pak Menteri (2010)
  • Perempuan di Rumah Ibu (2010)
  • Kenun (2010)
  • Badik Titipan Ayah (2010)
  • Aksobhya (2010)
  • Horeluya (2010)
  • Ulos Simalakama (2010)
  • Sang Mubaligh (2010)
  • Putus Arang (2010)
  • Ericka (2010)
  • Cinta Membawaku Kembali (2010)
  • Mak Rasida (2010)
  • Bakpao Pingping (2010)
  • Susuk Barbie (2010)
  • Mutiara Hitam (2010)
  • Mahasmara (2011)
  • Tak Cukup Sedih (2011)
  • Jalur Cianjur (2011)
  • Sandal Butut (2011)
  • Pahala Terindah (2011)
  • Wagina Bicara Lagi (2011)
  • Pensiunan Monyet (2011)
  • Pilihan Iman (2011)
  • Music Box (2011)
  • Perkawinan di Gubuk Kota (2011)
  • Kalung Kiriman Ibu (2011)
  • Bercanda Dengan Nyawa (2011)
  • Undangan Kuning (2011)
  • PeHaKa (2012)
  • Goyang Karawang (2012)
  • Bintang Film (2012)
  • Ambulance (2012)
  • Maaf, Lebaran Ini Kami Tak Pulang (2012)
  • Pelangi di Langit Senja (2013)
  • Sok Gengsi (2013)
  • Akankah Ku Terluka? (2013)
  • Kaya Salah, Miskin Salah (2013)
  • Namaku Bonji (2013)
  • Keluarga Kambing (2013)
  • Pahlawan Terlupakan (2013)
  • Manusia Gerobak (2013)
  • Jangan Amini (2013)
  • Nurjamily (2015)
  • Ayah dan Ayah (2016)
  • Kurang Garam (2016)
  • Bukan Tanah Air Beta (2017)
  • Manusia Gerobak (2017)
  • Sarjana Kambing (2017)
  • Mengejar Impian (2017)
  • Final Tanpa Bola (2017)
  • Namaku Siti (2017)
  • Pedang Emas (2017)
  • Hari-Hari Guru Jalil (2018)
  • Lubang Tikus (2018)
  • Sebenarnya Cinta (2018)
  • Mengenang Yang Terlupakan (2018)
  • Teman Waktu Kecil (2018)
  • Panggilan Tak Terjawab (2018)
  • Sontoloyo (2018)
  • Prasangka (2018)
  • Meong (2019)
  • Dalang (2019)
  • Seleb Sosmed (2019)
  • Antara Tresno dan Cinta (2019)
  • Kawin Kacau, Tak Kawin Galau (2019)
  • Cinta Membawaku Kembali (2019)
  • Aku, Santri dan Bidadari (2019)
  • Kepada Presiden (2019)
  • Cinta Bersemi Rantangpun Kembali (2019)
  • Perkutut Warisan (2019)
  • Berebut Rizki (2019)
  • Badik Titipan Ayah (2019)
  • Keluarga Bully (2019)
  • Para Pemuja (2019)
  • Demi Sabrina (2019)
  • Rahasia Istri (2020)
  • Tertuduh Sukses (2020)
  • Senyummu Surgamu (2020)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Verse (51:56) - English Translation". Quranic Arabic Corpus. Diakses tanggal 14 March 2021. 
  2. ^ "Saksikan Sinema Jadul Mat Angin di Vidio, Karya Pertama Deddy Mizwar Dirilis tahun 1997". Yahoo Berita. Diakses tanggal 14 March 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]