István I dari Hongaria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Santo István dari Hongaria
Santo Stefanus
Raja
Lahir 967/969/975, Esztergom, Kerajaan Hongaria
Wafat 15 Agustus 1038, Esztergom atau Székesfehérvár, Kerajaan Hongaria
Dihormati di Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur
Dikanonisasikan 20 Agustus 1083, Esztergom, Hongaria oleh Paus Gregorius VII
Tempat ziarah utama Basilika Santo Stefanus di Budapest, Hongaria
Hari peringatan 16 Agustus; 20 Agustus (di Hongaria); 2 September (Katolik Roma Tradisional)
Atribut Mahkota; Sceptre; globe
Pelindung Santo pelindung Hongaria

István I, juga dikenal sebagai Raja Santo István (bahasa Hongaria: Szent István király; bahasa Latin: Sanctus Stephanus; bahasa Slowakia: Štefan I. or Štefan Veľký; skt. 975 – 15 Agustus 1038), merupakan Pangeran Agung Hongaria terakhir antara tahun 997 dan 1000 atau 1001, dan Raja Hongaria pertama dari tahun 1000 atau 1001 sampai kematiannya pada tahun 1038. Tahun kelahirannya tidak pasti, namun banyak rincian hidupnya menunjukkan bahwa ia dilahirkan pada atau setelah tahun 975 di Esztergom. Pada saat kelahirannya, ia diberi nama pagan Vajk. Tanggal pembaptisannya tidak diketahui. Ia adalah putra tunggal Pangeran Agung Géza dan istrinya, Sarolt, yang berasal dari keluarga "gyula yang terkemuka. Meskipun kedua orang tuanya dibaptis, István adalah anggota pertama keluarganya yang menjadi penganut Kristen yang taat. Ia menikahi Gisela dari Bayern, keturunan dari Wangsa Ottonian.

Setelah menggantikan ayahandanya pada tahun 997, István harus berjuang untuk meraih takhta melawan kerabatnya, Koppány, yang didukung oleh sejumlah besar pejuang pagan. Ia mengalahkan Koppány terutama dengan bantuan ksatria asing, termasuk Vencellin, Hont dan Pázmány, dan juga dengan bantuan dari para lord pribumi. Ia dimahkotai pada tanggal 25 Desember 1000 atau 1 Januari 1001 dengan mahkota yang dikirim oleh Paus Silvester II. Dalam serangkaian perang melawan suku semi-independen dan kepala suku — termasuk Hongaria Hitam dan pamandanya, Gyula yang lebih muda — ia mempersatukan Cekungan Pannonia. Ia melindungi kemerdekaan kerajaannya dengan memaksa pasukan penyerang Konrad II, Kaisar Romawi Suci menarik diri dari Hongaria pada tahun 1030.

István mendirikan setidaknya satu uskup agung, enam keuskupan dan tiga biara Benediktin; Dengan demikian Gereja di Hongaria berkembang secara independen dari uskup agung Kekaisaran Romawi Suci. Ia mendorong penyebaran agama Kristen dengan hukuman berat karena mengabaikan kebiasaan Kristen. Sistem pemerintahan lokalnya didasarkan pada kadipaten-kadipaten yang diorgansasikan di sekitar benteng-benteng dan dikelola oleh para pejabat kerajaan. Hongaria yang menikmati masa damai yang abadi selama masa pemerintahannya, menjadi rute pilihan bagi para peziarah maupun pedagang yang bepergian antara Eropa Barat dan Tanah Suci atau Konstantinopel.

Ia hidup lebih lama dari anak-anaknya. Ia meninggal pada tanggal 15 Agustus 1038 dan dimakamkan di basilika barunya di Székesfehérvár dan dipersembahkan untuk Maria. Kematiannya menyebabkan perang sipil yang berlangsung selama beberapa dekade. Ia dikanonisasi oleh Paus Gregorius VII, bersama dengan putranya, Imre, dan Uskup Gellért dari Csanád, pada tahun 1083. István merupakan santo yang populer di Hongaria dan wilayah-wilayah tetangga. Di Hongaria, hari perayaannya (jatuh pada tanggal 20 Agustus) yang juga merupakan hari libur umum peringatan berdirinya negara tersebut.

Tahun-tahun awal (skt. 975–997)[sunting | sunting sumber]

Tanggal lahir István tidak pasti karena tidak tercatat dalam dokumen-dokumen kontemporer.[1] Kronik Hongaria dan Polandia yang ditulis berabad-abad kemudian memberikan tiga tahun yang berbeda: 967, 969 dan 975.[2] Kesaksian bulat dari tiga hagiografi yang lalu pada akhir abad ke-11 atau awal abad ke-12 dan sumber-sumber Hongaria lainnya, yang menyatakan bahwa István "masih remaja" pada tahun 997,[3] mendukung keandalan tahun berikutnya (975).[1][2] Legenda kecil menambahkan bahwa ia lahir di Esztergom,[1][2][4] yang menyiratkan bahwa ia lahir setelah tahun 972 karena ayahandanya, Géza dari Hongaria, memilih Esztergom sebagai kediaman kerajaan sekitar tahun itu.[1] Géza mempromosikan penyebaran agama Kristen di antara rakyatnya dengan paksa, namun tidak pernah berhenti menyembah yang berhala.[5][6] Legenda besar putra-putranya dan Thietmar dari Merseburg yang hampir kontemporer menggambarkan Géza sebagai seorang raja yang kejam, menunjukkan bahwa ia adalah seorang penguasa yang lalim yang tanpa ampun mnegukuhkan kewibawaannya atas beberapa lord Hongaria yang memberontak.[6][7]

Kronik Hongaria setuju bahwa ibunda István adalah Sarolt, putri Gyula, seorang kepala suku Hongaria dengan yuridiksi baik di Transilvania atau di wilayah yang lebih luas dari pertemuan sungai-sungai Tisza dan Maros.[8][9] Banyak sejarahwan — termasuk Pál Engel dan Gyula Kristó — mengusulkan agar ayahandanya identik dengan "Gylas", yang tela dibaptis di Constantinople pada sekitar tahun 952 dan "tetap setia pada Kekristenan",[10] menurut penulis sejarah Bizantium, Ioannes Skylitzes.[11][12] Namun identifikasi ini tidak diterima dengan suara bulat; sejarahwan György Györffy menyatakan bahwa itu bukan ayahanda Sarolt, melainkan adik laki-lakinya, yang telah dibaptis di ibukota Bizantium.[8] Berbeda dengan semua sumber Hongaria, Kronik Polandia-Hongaria dan kemudian sumber-sumber Polandia menyatakan bahwa ibunda István adalah Adelheid, saudaranya yang tidak dikenal dari Adipati Mieszko I dari Polandia, namun keandalan laporan ini tidak diterima oleh para sejarahwan modern.[13]

Miniature of an illuminated manuscript depicting a birth.
Kelahiran István yang digambarkan di dalam Kronik Piktum

István lahir sebagai Vajk,[4][14] sebuah nama yang berasal dari kata Rumpun bahasa Turkik baj, yang berarti "pahlawan", "tuan", "pangeran" atau "kaya".[2][15] Legenda besar István menceritakan bahwa ia dibaptis oleh Uskup Adelbertus yang suci,[15] yang tinggal di istana Géza beberapa kali di antara tahun 983 dan 994.[16][17] Namun legenda Santo Aldarbertus yang hampir kontemporer, yang ditulis oleh Bruno dari Querfurt, tidak menyebutkan peristiwa ini.[15][16][17] Oleh karena itu, tanggal baptis István tidak diketahui: Györffy berpendapat bahwa ia telah dibaptis segera setelah kelahirannya,[15] sementara Kristó mengusulkan bahwa ia baru dibaptis sebelum kematian ayahandanya pada tahun 997.[17]

Hagiografi resmi István yang ditulis oleh Uskup Hartvik dan disetujui oleh Paus Innosensius III, menceritakan bahwa ia "diinstruksikan sepenuhnya untuk pengetahuan tentang seni gramatikal" di masa kecilnya.[18][2] Ini menyiratkan bahwa ia belajar bahasa Latin, meskipun beberapa skeptisisme dibenarkan karena beberapa raja era ini mampu menulis.[2] Dua hagiografinya yang lain pada akhir abad ke-11 tidak menyebutkan studi gramatikal, hanya menyatakan bahwa ia "dibesarkan dengan menerima pendidikan yang sesuai untuk seorang pangeran kecil".[2] Kristó mengatakan bahwa ucapan terakhir hanya mengacu pada latihan fisik István, termasuk keikutsertaannya dalam perburuan dan tindakan militer.[2] Menurut Kronik Piktum, salah satu gurunya adalah Comte Deodatus dari Italia, yang kemudian mendirikan sebuah biara di Tata.[19]

Menurut legenda István, Pangeran Agung Géza mengadakan pertemuan dengan kepala suku dan pejuang Hongaria saat István "naik ke tahap awal masa remaja",[18] pada usia 14 atau 15 tahun.[20][21] Géza menominasikan István sebagai penggantinya dan semua yang hadir bersumpah setia kepada pangeran muda tersebut.[21] Györffy juga menulis, tanpa mengidentifikasi sumbernya, bahwa Géza menunjuk putranya untuk memerintah "Kerajaan Nitra" pada sekitar waktu itu.[15] Sejarahwan Slowakia, termasuk Ján Steinhübel dan Ján Lukačka, menerima pandangan Györffy dan mengusulkan bahwa István mengelola Nyitra (sekarang Nitra, Slowakia) dari sekitar tahun 995.[22][23]

Géza mengatur pernikahan István, kepada Gisela, putri Heinrich II dari Bayern, Adipati Bayern, pada atau setelah tahun 995.[4][24] Pernikahan ini membentuk hubungan keluarga pertama antara penguasa Hongaria dan wangsa penguasa Eropa Barat,[25] karena Gisela terkait erat dengan Wangsa Ottonian dari Kekaisaran Romawi Suci.[17] Menurut tradisi populer yang disimpan di dalam Biara Scheyern, Bayern, upacara tersebut berlangsung di kastil Scheyern dan dirayakan oleh Santo Adalbertus.[21] Gisela didampingi ke rumah barunya oleh para ksatria Bayern, banyak di antaranya menrima hibah dari suaminya dan menetap di Hongaria,[26] membantu memperkuat posisi militer István.[27] Györffy menulis bahwa István dan istrinya "mungkin" menetap di Nyitra setelah pernikahan mereka.[26]

Memerintah (997–1038)[sunting | sunting sumber]

Pangeran Agung (997–1000)[sunting | sunting sumber]

Pangeran Agung Géza meninggal pada tahun 997.[14][28] István mengadakan pertemuan di Esztergom, tempat para pendukungnya mengumumkan bahwa ia adalah pangeran agung.[29] Awalnya ia hanya menguasai wilayah barat laut Cekungan Pannonia; sisa wilayah tersebut masih didominasi oleh kepala suku.[30] Aksesi István ke takhta itu sesuai dengan prinsip Primogenitur, yang menentukan bahwa seorang ayahanda digantikan oleh putranya.[27] Di sisi lain, ini bertentangan dengan gagasan tradisional Senioritas, yang menurut Géza seharusnya digantikan oleh anggota paling senior Wangsa Árpád, yaitu Koppány pada waktu itu.[27][31] Koppány, yang memegang gelar Adipati Somogy, telah bertahun-tahun mengelola daerah Transdonau di selatan Danau Balaton.[25][28][32]

Koppány's execution
Eksekusi Koppány setelah István mengalahkannya

Koppány melamar janda Géza, Sarolt, sesuai dengan tradisi pagan Pernikahan Levirate.[29][33][34] Ia juga mengumumkan klaimnya atas takhta.[29] Meskipun bukan tidak mungkin Koppány telah dibaptis, pada tahun 972,[29] sebagian besar pendukungnya adalah orang-orang kafir, penentang agama Kristen yang diwakili oleh István dan pengiringnya yang didominasi oleh Jerman.[35] Sebuah piagam tahun 1002 untuk Biara Pannonhalma menulis tentang perang antara "bangsa Jerman dan Hongaria" saat merujuk pada konflik bersenjata antara István dan Koppány.[35][36] Meskipun demikian, Györffy mengatakan bahwa Oszlar ("Suku Alan"), Besenyő ("Pecheneg"), Kér dan nama tempat lainnya, mengacu pada kelompok etnis atau Suku Magyar di Transdonau di sekitar perbatasan yang seharusnya di antara kader Koppány, menunjukkan bahwa unit dan kelompok pembantu yang signifikan para pejuang Hongaria — yang telah menetap di sana oleh Pangeran Agung Géza — bertempur di tentara István.[37]

Kristó menyatakan bahwa seluruh konflik antara István dan Koppány hanyalah perseteruan antara dua anggota Wangsa Árpád, yang tidak berpengaruh pada pemimpin suku Hongaria lainnya.[30] Koppány dan pasukannya menyerang wilayah utara Transdonau, merebut banyak benteng István dan menjarah tanahnya.[35] István, yang menurut Kronik Piktum "adalah untuk pertama kalinya bergabung dengan pedangnya",[38] menempatkan bersaudara Hont dan Pázmány di kepala penjaga sendiri dan menunjuk Vencellin untuk memimpin tentara kerajaan.[35][39][40] Yang terakhir adalah seorang ksatria Jerman yang datang ke Hongaria pada masa pemerintahan Géza.[41] Hont dan Pázmány, menurut Simon Kézai Gesta Hunnorum et Hungarorum dan Kronik Piktum, "ksatria asal Swabia"[42] yang menetap di Hongaria di bawah Géza atau di tahun-tahun pertama pemerintahan István.[30] Di sisi lain, Lukačka dan sejarahwan Slowakia lainnya mengatakan bahwa Hont dan Pázmány adalah bangsawan "Slowakia" yang telah bergabung dengan István selama masa pemerintahannya di Nyitra.[43]

Koppány mengepung Veszprém saat diberitahu tentang kedatangan tentara István.[37] Dalam pertempuran berikutnya, István menang telak atas musuh-musuhnya.[34] Koppány tewas terbunuh di medan perang.[25] Jenazahnya dimutilasi dan bagian-bagian dari tubuhnya dipajang di gerbang benteng Esztergom, Győr, Gyulafehérvár (Alba Iulia, Rumania) dan Veszprém untuk mengancam semua orang yang berkomplot melawan raja muda tersebut.[34][44][45]

István menduduki kadipaten Koppány dan memberikan wilayah besar kepada partisannya sendiri.[28][46] Ia juga memerintahkan agar bekas bawahan Koppány membayar perpuluhan kepada Biara Pannonhalma, sesuai dengan akta pendirian biara ini yang tersimpan dalam manuskrip yang berisi interpolasi.[35][47] Dokumen yang sama menyatakan bahwa "tidak ada keuskupan dan biara lainnya di Hongaria" pada saat itu.[48] Di sisi lain, Uskup Thietmar dari Merseburg yang hampir kontemporer menyatakan bahwa István "mendirikan keukupan di kerajaannya"[49] sebelum dinobatkan sebagai raja.[48] Jika laporan terakhir ini valid, keuskupan Veszprém dan Győr adalah kandidat yang paling mungkin, menurut sejarahwan Gábor Thoroczkay.[50]

Penobatan (1000–1001)[sunting | sunting sumber]

St Stephen's modern sculpture in Budapest
Patung modern Raja Santo István di Budapest

Dengan memerintahkan pemajangan satu bagian dari mayat Koppány yang dimutilasi di Gyulafehérvár, kursi pamanda dari pihak ibundanya, Gyula yang lebih muda, István menegaskan klaimnya untuk memerintah semua tanah yang didominasi oleh para lord Hongaria.[51] Ia juga memutuskan untuk memperkuat status internasionalnya dengan mengadopsi gelar raja.[52] Namun keadaan sebenarnya dari penobatannya dan konsekuensi politiknya tunduk pada perdebatan ilmiah.[53]

Thietmar dari Merseburg menulis bahwa István menerima mahkota "dengan bantuan dan mendesak"[49] Kaisar Otto III (r. 996–1002),[54] menyiratkan bahwa István menerima suzerenitas Kaisar sebelum penobatannya.[53] Di sisi lain, semua legenda István menekankan bahwa ia menerima mahkotanya dari Paus Silvester II (bertakhta 999–1003).[53] Kristó[55] dan sejarahwan lainnya[56] menunjukkan bahwa Paus Silvester dan Kaisar Otto adalah sekutu dekat, yang menyiratkan bahwa kedua laporan itu sah: István "menerima mahkota dan pengudusan"[49] dari Paus, namun tidak tanpa persetujuan Kaisar. Sekitar 75 tahun setelah penobatan, Paus Gregorius VII (bertakhta 1075–1085), yang mengklaim hak suzerenitas atas Hongaria, menyatakan bahwa István telah "menawarkan dan dengan setia menyerahkan" kepada Simon Petrus" (yaitu ke Tahta Suci).[54][56][57] Dalam sebuah laporan yang kontras, Legenda besar István menyatakan bahwa raja menawarkan Hongaria kepada Maria.[56] Sejarahwan modern  — termasuk Pál Engel, dan Miklós Molnár — menulis bahwa István selalu menegaskan kedaulatannya dan tidak pernah menerima wewenang kepausan atau kekaisaran.[25][53] Misalnya, tidak satu pun piagamnya diberi tanggal sesuai dengan tahun-tahun masa pemerintahan kaisar-kaisar kontemporer, yang akan terjadi jika ia adalah vasal mereka.[58] Selanjutnya, István menyatakan dalam pembukaan Buku Hukum Pertama bahwa ia mengatur kerajaannya "oleh kehendak Tuhan".[58][59]

Tanggal pastinya penobatan István tidak diketahui.[55] Menurut tradisi Hongaria kemudian, ia dinobatkan pada hari pertama milenium kedua, yang dapat merujuk pada tanggal 25 Desember 1000 atau sampai 1 Januari 1001.[14][60] Rincian penobatan István yang disimpan di dalam Legenda besarnya menunjukkan bahwa upacara tersebut, yang berlangsung di Esztergom atau Székesfehérvár[61] mengikuti upacara penobatan raja-raja Jerman.[62] Dengan demikian, István diurapi dengan minyak terkonsekrir selama upacara tersebut.[62] Potret István, yang disimpan di jubah kerajaannya dari tahun 1031, menunjukkan bahwa mahkotanya, seperti mahkota Kaisar Romawi Suci, adalah Bügelkrone yang dihiasi dengan Batu permata.[63]

Selain mahkotanya, István menganggap tombak dengan bendera sebagai simbol penting dari kedaulatannya.[63] Misalnya, koin pertamanya berukiran tulisan LANCEA REGIS ("tombak raja") dan menggambarkan sebuah lengan yang memegang tombak dengan bendera.[63] Menurut Adémar de Chabannes yang kontemporer, sebuah tombak telah diberikan kepada ayahanda István oleh Kaisar Otto III sebagai tanda hak Géza untuk "menikmati kebebasan paling banyak yang dimiliki negaranya".[64] István digelari dalam berbagai cara — Ungarorum rex ("raja Hongaria"), Pannoniorum rex ("raja Panonia") atau Hungarie rex ("raja Hongaria") — dalam piagam-piagamnya.[54]

Representasi artistik[sunting | sunting sumber]

Opera oleh komponis Hongaria Erkel Ferenc adalah István király (1885) (Raja István). Representasi terkenal St. Stefanus dalam musik adalah König Stephan, oleh Ludwig van Beethoven, dan opera rock 1983 István, a király (István, sang Raja) oleh Szörényi Levente dan Bródy János. Veled, Uram! (2000) (Denganmu, Yang Mulia!) oleh Szörényi adalah sekuel dari István, a király.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Györffy 1994, hlm. 64.
  2. ^ a b c d e f g h Kristó 2001, hlm. 15.
  3. ^ Hartvic, Life of King Stephen of Hungary (ch. 5), p. 381.
  4. ^ a b c "Stephen I". Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica, Inc. 2008. Diakses tanggal 2008-07-29. 
  5. ^ Kontler 1999, hlm. 51.
  6. ^ a b Berend, Laszlovszky & Szakács 2007, hlm. 331.
  7. ^ Bakay 1999, hlm. 547.
  8. ^ a b Györffy 1994, hlm. 44.
  9. ^ Sălăgean 2005, hlm. 147.
  10. ^ John Skylitzes: A Synopsis of Byzantine History, 811–1057 (ch. 11.5.), p. 231.
  11. ^ Engel 2001, hlm. 24.
  12. ^ Kristó & Makk 1996, hlm. 28.
  13. ^ Györffy 1994, hlm. 46.
  14. ^ a b c Engel 2001, hlm. 27.
  15. ^ a b c d e Györffy 1994, hlm. 78.
  16. ^ a b Berend, Laszlovszky & Szakács 2007, hlm. 329.
  17. ^ a b c d Kristó 2001, hlm. 16.
  18. ^ a b Hartvic, Life of King Stephen of Hungary (ch. 4), p. 381.
  19. ^ Györffy 1983, hlm. 132.
  20. ^ Györffy 1994, hlmn. 79–80.
  21. ^ a b c Kristó 2001, hlm. 17.
  22. ^ Steinhübel 2011, hlm. 19.
  23. ^ Lukačka 2011, hlm. 31.
  24. ^ Kristó 2001, hlmn. 16–17.
  25. ^ a b c d Molnár 2001, hlm. 20.
  26. ^ a b Györffy 1994, hlm. 81.
  27. ^ a b c Kristó 2001, hlm. 18.
  28. ^ a b c Lukačka 2011, hlm. 33.
  29. ^ a b c d Györffy 1994, hlm. 83.
  30. ^ a b c Kristó, Gyula (2001). "Koppány leverése [Koppány's defeat]". Szent István király [King Saint Stephen]. Magyar Elektronikus Könyvtár. Diakses tanggal 2013-08-17. 
  31. ^ Kontler 1999, hlmn. 52–53.
  32. ^ Engel 2001, hlm. 30.
  33. ^ Kristó 2001, hlmn. 18–19.
  34. ^ a b c Cartledge 2011, hlm. 11.
  35. ^ a b c d e Kristó 2001, hlm. 19.
  36. ^ Györffy 1994, hlmn. 83–84.
  37. ^ a b Györffy 1994, hlm. 84.
  38. ^ The Hungarian Illuminated Chronicle (ch. 39.64), p. 105.
  39. ^ Györffy 1994, hlmn. 63, 83.
  40. ^ Engel 2001, hlm. 39.
  41. ^ Györffy 1994, hlm. 63.
  42. ^ Simon of Kéza: The Deeds of the Hungarians (ch. 78.), p. 163.
  43. ^ Lukačka 2011, hlmn. 32–33.
  44. ^ Kontler 1999, hlm. 53.
  45. ^ Györffy 1994, hlm. 85.
  46. ^ Györffy 1994, hlmn. 85–86.
  47. ^ Berend, Laszlovszky & Szakács 2007, hlm. 351.
  48. ^ a b Thoroczkay 2001, hlm. 52.
  49. ^ a b c The Chronicon of Thietmar of Merseburg (ch. 29.), p. 193.
  50. ^ Thoroczkay 2001, hlmn. 52–54.
  51. ^ Kristó 2001, hlm. 20.
  52. ^ Kristó 2001, hlm. 21.
  53. ^ a b c d Engel 2001, hlm. 28.
  54. ^ a b c Berend, Laszlovszky & Szakács 2007, hlm. 343.
  55. ^ a b Kristó 2001, hlm. 22.
  56. ^ a b c Györffy 1994, hlm. 96.
  57. ^ Pope Gregory VII's letter to King Solomon of Hungary, claiming suzerainty over that kingdom, p. 48.
  58. ^ a b Makk 2001, hlm. 45.
  59. ^ Laws of King Stephen I (Stephen I:Preface), p. 1.
  60. ^ Kristó 2001, hlmn. 22–23.
  61. ^ Királykoronázások és temetések Székesfehérváron (2013/6)
  62. ^ a b Györffy 1994, hlm. 98.
  63. ^ a b c Györffy 1994, hlm. 97.
  64. ^ Makk 2001, hlm. 41.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

István I dari Hongaria
Lahir: skt. 975 Wafat: 15 Agustus 1038
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Géza
Pangeran Agung Hongaria
997–1000
Diteruskan oleh:
Dirinya sbg raja
Didahului oleh:
Dirinya sbg Pangeran Agung
Raja Hongaria
1000–1038
Diteruskan oleh:
Péter

[[Kategori:Monarki di Eropa abad ke-11]