Invertebrata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Serangga adalah salah satu contoh invertebrata.

Invertebrata atau Avertebrata adalah hewan yang termasuk kedalam jenis hewan yang tidak memiliki tulang punggung antar ruas-ruas tulang belakang. Hewan avertebrata ini terbagi atas beberapa golongan yaitu filum Protozoa, Porifera, Arthopoda, Platyhelmintes, Nemathelmintes, Annelida, Coelenterata, Mollusca, dan Echinordemata.[1] Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata mencakup semua hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia). Selain tidak memiliki tulang internal yang keras, kelompok hewan invertebrata pada umumnya bertubuh lunak yang dan memiliki rangka luar yang keras sebagai pelindung tubuh mereka.[2] Contoh invertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing. Invertebrata mencakup sekitar 97 persen dari seluruh anggota kingdom Animalia.[3]

Lamarck membagi invertebrata ke dalam dua kelompok yaitu Insecta (serangga) dan Vermes (cacing). Tapi sekarang, invertebrata diklasifikasikan ke dalam lebih dari 30 sub-fila mulai dari organisme yang simpel seperti porifera dan cacing pipih hingga organisme yang lebih kompleks seperti mollusca, echinodermata, arthropoda, dan lain-lain.

Sistem sirkulasi[sunting | sunting sumber]

Protozoa[sunting | sunting sumber]

Hewan protozoa yaitu hewan yang tidak memiliki sistem sirkulasi darah sebab tubuhnya hanya terdiri atas satu sel. Protoplasma akan menyerap sari-sari makanan yang telah dicerna di dalam vakuola. Penyerapan oksigen dilakukan secara difusi, dan kemudian karbon dioksida dikeluarkan juga secara difusi. MIsalnya pada amoeba dan paramaecium, yang mana sistem sirkulasi pada paramecium lebih sempurna daripada amoeba.[4]

Porifera[sunting | sunting sumber]

Porifera termasuk organisme yang belum memiliki sistem peredaran darah khusus. Sistem pencernaan pada porifera ini tergabung dengan sistem sirkulasinya. pada tubuh porifera terdiri dari dua lapisan sel. Lapisan tersebut yaitu sel ameboid yang memiliki fungsi untuk mengedarkan makanan pada porifera yang diperoleh dari aliran air yang melintasi ostia yang kemudian keluar melalui oskulum. Sedangkan sel koanosit berfungsi menangkap dan mencerna makanan yang diperoleh porifera, untuk kemudian sel-sel ameboid mengembara ke sel-sel lain untuk mengedarkan makanan. [5]

Jenis[sunting | sunting sumber]

Ada 8 filum dalam klafisikasi avertebrata yaitu:[6]

Penelitian lebih lanjut dalam bidang taksonomi menunjukkan bahwa banyak hewan invertebrata yang berkerabat lebih dekat dengan vertebrata daripada dengan sesama invertebrata.

Reproduksi[sunting | sunting sumber]

Reproduksi seksual[sunting | sunting sumber]

Pembentukan individu baru pada reproduksi seksual invertebrata tidak selalu memerlukan dan mengalami proses pembuahan. Perkembangbiakan tanpa pembuahan disebut partenogenesis yang dapat terjadi pada lebah jantan dan semut jantan. Sedangkan perkembangbiakan dengan pembuahan dibedakan menjadi dua yaitu konjugasi dan anisogami. Invertebrata yang jenis alat reproduksinya belum jelas mengalami konjugasi, misalnya paramecium. Sedangkan anisogami merupakan peleburan dua sel kelamin yang ukurannya tidak sama besar. Anisogami misalnya terjadi saat pembuahan mikrogamet dan makrogamet pada plasmodium, dan pembuahan sperma dengan ovum di dalam rahim.[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Alwi, D., Muhammad, M.H., dan Bisi, S. (2018). "Inventarisasi organisme avertebrata terumbu karang di perairan Tanjung Dehegila Kabupaten Pulau Morotai". Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan. 1 (1): 72. 
  2. ^ "invertebrate | Definition, Characteristics, Examples, Groups, & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-30. 
  3. ^ "Invertebrates". Animals (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-30. 
  4. ^ Purnamasari dan Santi 2017, hlm. 1.
  5. ^ Purnamasari dan Santi 2017, hlm. 2.
  6. ^ Zakrinal, Zakrinal (2009). Jago Biologi SMA. Jakarta: Niaga Swadaya. hlm. 35. ISBN 9789791474252. 
  7. ^ Susilawati dan Bachtiar, N. (2018). Biologi Dasar Terintegrasi (PDF). Pekanbaru: Kreasi Edukasi. hlm. 127. ISBN 978-602-6879-99-8. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Purnamasari, R. dan Santi, D.R (2017). Fisiologi Hewan (PDF). Surabaya: Program Studi Arsitektur UIN Sunan Ampel. ISBN 978-602-50337-2-8.