Ibnu Hajar al-'Asqalani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Infobox orangShaykh al-Islām
Ibnu Hajar al-'Asqalani

Nama dalam bahasa asli(ar) أحمد بن علي بن مُحمَّد بن مُحمَّد بن علي بن محمود بن أحمد بن أحمد الكناني العسقلاني المصري الشافعي
Biografi
Kelahiran18 Februari 1372 (Kalender Masehi Gregorius)
Kairo (Kesultanan Mamluk)
Kematian2 Februari 1449 (76 tahun)
Kairo (Kesultanan Mamluk)
Data pribadi
AgamaIslam
Kegiatan
SpesialisasiUlum hadis dan Fikih
Pekerjaanulama, muhaddith (en), sejarawan, Qadi, Faqih, mufasir, penyair
Murid dariAbdurrahim Al-Iraqi, Ahmad Ibn-Muhammad Ibn-al-Haʾim (en), Ibnu Al-Mulaqqin, 'Izz al-Din ibn Jama'ah (en) dan Ali ibn Abi Bakr al-Haythami (en)
MuridSyamsuddin as-Sakhawi, As-Suyuthi dan Zakaria al-Anshari
Karya kreatif
Lain-lain
Gelar bangsawanHafiz Galat: Kedua parameter tahun harus terisi!
Pasangan nikahAnas Khatun (en)

Ibnu Hajar al-'Asqalani (773 H/1372 M – 852 H/1449 M) adalah seorang ahli hadits dari mazhab Syafi'i yang terkemuka.[1][2] Nama lengkapnya adalah Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar, tetapi lebih dikenal sebagai Ibnu Hajar al-Asqalani dikarenakan kemasyhuran nenek moyangnya yang berasal dari Ashkelon, Palestina.[3] Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab Fathul Bari (Kemenangan Sang Pencipta), yang merupakan penjelasan dari kitab shahih milik Imam Bukhari dan disepakati sebagai kitab penjelasan Shahih Bukhari yang paling detail yang pernah dibuat.

Perjalanan menuntut ilmu[sunting | sunting sumber]

Semangat dalam menggali ilmu ditunjukkannya dengan tidak mencukupkan mencari ilmu di Mesir saja, tetapi dengan melakukan rihlah (perjalanan) ke banyak negeri. Negeri-negeri yang pernah disinggahi dan tinggal disana, di antaranya:

  • Dua tanah haram (Al-Haramain), yaitu Makkah dan Madinah. Ia tinggal di Makkah al Mukarramah dan shalat Tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785 H. Yaitu pada umur 12 tahun. Dia mendengarkan Shahih Bukhari di Makkah dari Syaikh al-Muhaddits ‘Afifuddin an-Naisaburi al-Makki. Dan Ibnu Hajar berulang kali pergi ke Makkah untuk melakukan haji dan umrah.
  • Damaskus, Di negeri ini, dia bertemu dengan murid-murid ahli sejarah dari kota Syam, Ibnu ‘Asakir. Dan dia menimba ilmu dari Ibnu Mulaqqin dan al-Bulqini.
  • Baitul Maqdis, dan banyak kota-kota di Palestina, seperti Nablus, Khalil, Ramlah dan Ghuzzah. Dia bertemu dengan para ulama di tempat-tempat tersebut dan mengambil manfaat.
  • Shan’a dan beberapa kota di Yaman dan menimba ilmu dari mereka.

Perjalanan ini dilakukan oleh al-Hafizh untuk menimba ilmu, dan mengambil ilmu langsung dari ulama-ulama besar. Sehingga dikenal Ibnu Hajar memiliki banyak guru yang besar dan masyhur.[2]

Karya[sunting | sunting sumber]

Al-Hafizh Ibnu Hajar mulai menulis pada usia 23 tahun, dan terus berlanjut sampai mendekati ajalnya. Karya-karya dia banyak diterima umat islam dan tersebar luas, semenjak dia masih hidup. Para raja dan Amir biasa saling memberikan hadiah dengan kitab-kitab Ibnu hajar. Menurut murid utamanya, yaitu Imam As-Sakhawi, karya dia mencapai lebih dari 270 kitab. Kebanyakan karyanya berkaitan dengan pembahasan hadits, secara riwayat dan dirayat. Di antarakarya tulis Ibnu Hajar tersebut:

Sumber[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama darulhaq
  2. ^ a b http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/06/ibnu-hajar-al-%E2%80%98asqolani-773-852-h/
  3. ^ "USC-MSA Compendium of Muslim Texts". Usc.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-08-29. Diakses tanggal 2010-03-21. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]