Hubungan Indonesia dengan Turki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Hubungan Indonesia–Turki
Peta memperlihatkan lokasiIndonesia and Turkey

Indonesia

Turki

Hubungan Indonesia dengan Turki merupakan hubungan bilateral asing antara Republik Indonesia dan Republik Turki. Hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Turki pada umumnya penting karena sama-sama merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim juga negara demokrasi modern. Kedua negara berperan sebagai contoh bagaimana Islam dan demokrasi bisa hidup bersama dan maju.[1] Hubungan diplomatik telah dibangun sejak 1950. Indonesia memiliki duta besar di Ankara.[2] dan Turki punya duta besar di Jakarta,[3] dan konsulat kehormatan di Medan sejak Mei 1996. Kedua negara merupakan anggota penuh World Trade Organization (WTO), Organisation of Islamic Cooperation (OIC), 8 Negara Berkembang dan G-20 ekonomi utama.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Hubungan Indonesia-Turki bisa ditinjau kembali ke abad ke-12. Para pelajar Islam dari Turki yang berkunjung ke Indonesia pada saat itu berperan penting dalam persebaran Islam di Indonesia.[4] Hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah (Pergantian negara Turki) berawal dari ekspedisi Utsmaniyah ke Aceh pada abad ke-16, dengan alasan merespons kepada permintaan bantuan Kesultanan Aceh terhadap Portugis di Malaka[5]

Turki mengakui Indonesia pada 29 Desember 1949 dan hubungan diplomatik telah dibangun pada 1950. Kedutaan besar Turki di Jakarta telah dibuka pada tanggal 10 April 1957.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Palash R. Ghosh (March 1, 2011). "Arab nations may look to Turkey and Indonesia as models of modern Islamic states (Part 1)". International Business Times. Diakses tanggal 27 January 2013. 
  2. ^ Embassy of Indonesia in Turkey
  3. ^ Embassy of Turkey in Indonesia
  4. ^ "Relations between Turkey and Indonesia". Ministry of Foreign Affair, Republic of Turkey. Diakses tanggal 27 January 2013. 
  5. ^ Reid, Anthony (February 2005), The Ottomans in Southeast Asia (PDF), ARI Working Papers 36, Asia Research Institute, National University of Singapore