Hubungan Indonesia dengan Italia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hubungan Indonesia–Italia
Peta memperlihatkan lokasiIndonesia and Italy

Indonesia

Italia

Hubungan Indonesia dengan Italia merupakan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Italia. Italia menunjukan keinginan kuat untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia, terutama di bidang pemahaman budaya dan perdagangan[1]. Indonesia mengakui lokasi strategis Italia dan peran penting Italia di wilayah Laut Tengah, sementara Italia menyukai hubungan dengan Indonesia dan melihat Indonesia sebagai pemimpin Asia Tenggara[2]. Hubungan kedua negara tidak hanya penting untuk menjembatani komunitas di kedua wilayah yaitu Uni Eropa dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, tetapi juga penting sebagai dialog antara budaya dan antara keyakinan[3], karena Indonesia merupakan negara dengan umat muslim terbesar di dunia dan Italia merupakan jantung dari Gereja Katolik Roma.

Indonesia memiliki kedutaaan besar di Roma yang juga melayani Malta, Siprus, San Marino, dan organisasi internasional seperti Organisasi Pangan dan Pertanian, Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian, Program Pangan Dunia, dan UNIDROIT, sementara Italia memiliki kedutaan besar di Jakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penjelajah Italia merupakan warga eropa pertama yang mencapai kepulauan Indonesia, laporan pionir tersebut menyediakan informasi awal mengenai Asia untuk penjelajah Eropa pada masa eksplorasi. Pada akhir abad ke-13 Marco Polo berhenti di Kesultanan Samudera Pasai, Aceh, Sumatra Utara, saat dirinya kembali dari Asia Timur. Pada awal abad ke-13, Odorico da Pordenone (Mattiussi), Biarawan Fransiskan, mengunjungi beberapa tempat di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, dan Banjarmasin di Kalimantan antara tahun 1318 dan 1330. Pada laporannya, ia mendeskripsikan Dalam laporannya istana berlapis emas milik Raja Jawa dan peperangan denga Khan Agung dari YUAN Mongolia. Mattiussi mengunjungi Istana Raja Majapahit yaitu Raja Jayanagara di Trowulan[4].

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Italia dimulai ketika Italia mengakui kedaulatan Indonesia pada 29 Desember 1949. Perwakilan Indonesia di Roma didirikan pada Maret 1952, sementara perwakilan Italia secara resmi berdiri di Jakarta pada Oktober 1952. Pada Desember 1953, kedua pemerintahan sepakat untuk meningkatkan status pewakilan mereka menjadi Kedutaan Besar[5].

Kunjungan kenegaraan[sunting | sunting sumber]

Pada 1997, Perdana Menteri Italia Romano Prodi mengunjungi Indonesia dan pada 2002, Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid mengunjungi Italia, kemudian Presiden Megawati Soekarnoputri juga mengunjungi pada 2003[5]. Menteri luar negeri dari kedua negara menandatangani nota kesepahaman mengenai pendirian Forum Konsultan Bilateral pada 2009. Pada 23–24 April 2012, Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi di Sant'Agata mengunjungi Indonesia untuk menghadiri Konferensi EU-ASEAN[2].

Perdagangan dan investasi[sunting | sunting sumber]

Pada 2012 angka perdagangan kedua negara mencapai US$4,5 juta. Pemerintah Italia mendeskripsikan proposal dari Indonesia untuk meningkatkan perdagangan bilateral merupakan proposal yang menarik, dan kedua negara mencatat terdapat ruang untuk meningkatnya[2].

Dialog Antarbudaya dan AntarAgama[sunting | sunting sumber]

Sebagai negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, memiliki pemerintahan yang demokratis yang menghargai perbedaan, Italia mengajak Indonesia dalam upayanya untuk mencapai kedamaian dunia melalui dialog antaragama pada 2009. Italia dan Indonesia berbagi keinginan untuk mewujudkan perdamaian di timur tengah, kedua negara peduli terhadap hak asasi manusia dan komitmen untuk melawan fundamentalis terorisme. Italia memuji kualitas keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia dan potensi Indonesia menjadi jembatan antara negara-negara barat dan Islam[6].

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ png/dic (2 June 2012). "Italy to boost relations with RI, honors 3 Indonesians". The Jakarta Post. Diakses tanggal 14 June 2013. 
  2. ^ a b c "Italy-Indonesia: possible trade increase from $4.5 to 25 billion - partnership for major investments, says Terzi". Ministry of Foreign Affairs of Italy. 24 April 2012. Diakses tanggal 14 June 2013. 
  3. ^ Mathias Hariyadi (2012-04-24). "Jakarta and Rome promoting interfaith dialogue to counter extremism". Asia News. Diakses tanggal 14 June 2013. 
  4. ^ "Ritual Networks and Royal Power in Majapahit Java, page:100". Persee. 1996. Diakses tanggal 2010-07-14. 
  5. ^ a b "Kerjasama Bilateral - Italia". Ministry of Foreign Affairs of Republic of Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 June 2013. Diakses tanggal 14 June 2013. 
  6. ^ "Italy-Indonesia: dialogue resumes with moderate Islamic state. Frattini: Indonesia can act as a bridge between the West and Islam". Ministry of Foreign Affairs of Italy. 5 March 2009. Diakses tanggal 14 June 2013. 

Pralana luar[sunting | sunting sumber]